<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084</id><updated>2012-02-16T20:31:08.243-08:00</updated><title type='text'>inspirasipagi.imelda104.4fm</title><subtitle type='html'>Ini adalah blog untuk cerita-cerita yang di On-Airkan pada program Inspirasi Pagi di Radio IMELDA 104.4 FM Semarang Female Station setiap hari Senin-Sabtu jam 06.00 pagi di acara MORNING ACTION bersama Kristin Aurelia - Imelda 96. INSPIRASI PAGI, CERITA INSPIRATIF DI PAGI HARI, UNTUK HIDUP KITA YANG LEBIH BERMAKNA</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>956</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-6786619813891790561</id><published>2011-12-31T16:14:00.001-08:00</published><updated>2011-12-31T16:14:51.030-08:00</updated><title type='text'>Kisah Dua Ekor Kodok</title><content type='html'>Pada suatu hari, rombongan kodok melintasi hutan untuk berjalan-jalan. Mereka melewati berbagai batuan, sungai dan melintasi hamparan daun-daun pepohonan hutan. Saat sedang menikmati perjalanan, tidak ada satupun dari mereka yang sadar bahwa ada lubang yang tertutup daun kering, sehingga dua ekor kodok jatuh ke dalam lubang.Lubang itu sangat dalam dan gelap, tetapi karena kodok adalah hewan yang memiliki tubuh yang lentur, mereka masih hidup di bawah sana. Kodok-kodok yang ada di atas tidak dapat melakukan apapun untuk menolong dua kodok yang jatuh ke dalam lubang. Satu-satunya cara untuk keluar adalah melompat setinggi-tingginya.Kedua kodok itu mulai melompat dengan bersemangat. Tetapi karena lubang sangat dalam, bukan hal yang mudah untuk terus melompat."Kalian tidak akan berhasil,"Begitu teriakan para kodok yang ada di atas sana."Sudahlah menyerah saja, kalian tidak bisa keluar dari bawah sana!"Kodok yang lain ikut menyampaikan pendapat. Dua kodok masih terus berjuang untuk melompat, tapi belum juga berhasil."Sudah tidak usah melompat lagi, kalian akan mati di dalam sana,"Teriakan-teriakan itu semakin keras. Salah satu kodok akhirnya menyerah, dia mendengarkan kata-kata itu dan akhirnya mati di dalam lubang. Sementara itu, kodok yang satu lagi masih terus melompat sambil mengumpulkan semangat yang ada. Dan ya.. dia berhasil keluar dari dalam lubang beberapa saat kemudian.Semua kodok terheran-heran bagaimana si kodok berhasil keluar dari lubang. Dan ternyata.. kodok yang berhasil keluar itu tidak dapat mendengar, sehingga kata-kata negatif dari teman-teman kodok tidak merusak motivasinya untuk segera keluar dari dalam lubang.Kerabat Imelda, kita seringkali mendengar banyak kalimat, omongan dan ocehan dari orang lain. Beberapa kalimat bisa menjadi suntikan motivasi, tetapi beberapa yang lain justru bisa menghantam motivasi yang telah dibangun. Karenanya, Anda harus pintar memilah, mana kata-kata yang melemahkan kehidupan Anda, mana kata-kata yang akan menghebatkan kehidupan Anda. &lt;a href="http://www.vemale.com/inspiring/lentera/10565-kisah-dua-ekor-kodok.html"&gt;SUMBER: kapanlagi.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-6786619813891790561?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/6786619813891790561/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=6786619813891790561' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/6786619813891790561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/6786619813891790561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/12/kisah-dua-ekor-kodok.html' title='Kisah Dua Ekor Kodok'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-333346243423023519</id><published>2011-12-31T16:13:00.001-08:00</published><updated>2011-12-31T16:13:46.428-08:00</updated><title type='text'>Cerita  Natal</title><content type='html'>Pada tahun 1914 ada sebuah kisah menarik yang terjadi di malam Natal. Saat itu terjadi peperangan antara Inggris, Jerman dan Perancis. Di malam Natal seperti itu, pastilah para prajurit ingin berada di rumah, berkumpul dengan keluarga, menyiapkan kado-kado, bernyanyi dan menikmati sukacita serta hidangan yang enak. Tapi kali ini mereka berada jauh dari rumah, jauh dari keluarga dan orang-orang yang dicintai. Salju yang turun menambah dinginnya udara malam dan dinginnya hati mereka. Perut lapar, pakaian yang basah, dinginnya udara dan tempat tinggal yang becek serta ketidaknyamanan suasana perang merupakan satu harmoni yang semakin menghilangkan semangat untuk mengangkat senjata. Ada satu kerinduan untuk duduk bersama keluarga didepan perapian sambil mengunyah kue-kue yang lezat.Seorang prajurit yang tertembak merintih menahan sakit, sementara yang lain menggigil kedinginan. Pimpinan mereka pun malam itu tidak seperti biasanya. Ia kelihatan sangat bersedih, menangis teringat akan anak dan isterinya. Entah kapan mereka akan pulang dan berada ditengah orang-orang yang mereka kasihi. Mereka semua diam membisu selama beberapa jam, tetapi tiba-tiba nampak cahaya kecil yang bergerak-gerak dari arah pasukan Jerman. Ternyata ada prajurit Jerman yang membuat pohon Natal kecil dan mengangkatnya keatas agar kelihatan. Ia melakukan itu sambil mengalunkan lagu “Stille Nacht, Heilige Nacht” atau lagu “Malam Kudus”. Alunan lembut lagu itu membuat hati para prajurit pilu karena mereka teringat suasana Natal ditengah-tengah keluarga. Prajurit Jerman yang menyanyikan lagu itu ternyata adalah seorang penyanyi tenor opera terkenal sebelum dikirim ke medan perang. Sambil menyanyi, prajurit itu berdiri dari tempat persembunyiannnya sehingga musuh dapat melihatnya. Ia ingin menyampaikan makna Natal yang sesungguhnya, yaitu berbagi kasih dan damai. Prajurit tersebut bersedia mengorbankan nyawanya, ia bersedia ditembak oleh musuh karena mereka pasti bisa melihatnya dengan jelas. Tetapi, apakah yang terjadi?Satu per satu dari masing-masing pasukan keluar dari persembunyian dan ikut menyanyi. Mereka berkumpul bersama dan air mata tidak tertahankan. Seorang prajurit Inggris musuh bebuyutan Jerman malah mengiringi nyanyian tersebut dengan sebuah alat musik tiup yang dibawanya. Tidak ada lagi lawan, tidak ada peperangan, tidak ada benci, yang ada hanya kedamaian didalam kebersamaan. Mereka semua bersama-sama menyanyi dalam bahasa mereka masing-masing, dilanjutkan lagi dengan lagu “Hai Mari Berhimpun”. Mereka yang tadinya adalah musuh yang berusaha saling membunuh, kini merasakan aliran damai Natal. Mereka bersama-sama menyembah dan bersyukur atas kelahiran Juruselamat.&lt;a href="http://inspirasijiwa.com/?tag=inspirasi-natal"&gt;SUMBER:inspirasijiwa.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-333346243423023519?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/333346243423023519/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=333346243423023519' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/333346243423023519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/333346243423023519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/12/cerita-natal.html' title='Cerita  Natal'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-7318879535293470546</id><published>2011-12-31T16:12:00.002-08:00</published><updated>2011-12-31T16:12:51.432-08:00</updated><title type='text'>Legenda Penuh Inspirasi dari Jepang</title><content type='html'>Ini kisah legendaris dari Jepang. Yagyu Matajuro adalah putra seorang ahli pedang yang terkenal. Keluarganya mendorong Matajuro untuk belajar seni bela diri. Namun karena dipandang tidak mampu mengembangkan potensi terbaiknya, Matajuro diusir ayahnya.Merasa tersinggung dan marah, Matajuro pergi mencari seorang ahli pedang yang bersedia melatihnya hingga jadi ahli pedang terbaik. Ia ingin membuktikan pada ayahnya bahwa keputusannya itu salah besar. Maka, pergilah ia ke Gunung Fuhra dan di sana berjumpa dengan ahli pedang terkenal bernama Banzo.Tapi ternyata, Banzo malah membenarkan pendapat ayah Matajuro. "Kau ingin belajar ilmu pedang padaku?" tanya Banzo. "Kau tak mungkin bisa.""Tapi kalau saya bekerja keras, berapa lama saya bisa menguasainya?" desak Matajuro. "Seumur hidupmu," jawab Banzo. "Lama sekali," kata Matajuro. "Saya bersedia menjalani semua penderitaan asalkan Guru mau melatih saya. Jika saya menjadi pelayan setia Guru, berapa lama saya bisa menguasainya?""Mungkin sepuluh tahun," kata Banzo. Matajuro melanjutkan, "Bagaimana kalau saya bekerja dengan sangat giat?" Banzo menjawab, "Oh, mungkin 30 tahun.""Saya sungguh tak mengerti, pertama Guru berkata 10 dan sekarang 30 tahun. Saya akan menjalani semua rintangan untuk menguasai ilmu pedang dalam waktu sesingkat mungkin!""Kalau begitu, kau harus tinggal bersamaku selama 70 tahun. Orang yang terlalu terburu-buru tidak akan pernah berhasil. Jika kau ingin hasil yang instan, kau tidak akan belajar dengan maksimal," kata Banzo. "Baiklah," jawab Matajuro, yang paham dirinya sedang ditegur karena ketidaksabarannya, "saya setuju."Mulai saat itulah, Matajuro berguru pada Banzo. Namun, yang dikerjakan Matajuro bukannya berlatih ilmu pedang. Bahkan, ia dilarang memegang pedang. Kegiatan sehari-harinya justru membuatkan makanan untuk sang guru, membersihkan piring kotor, merapikan kasurnya, membersihkan halaman, merawat kebun, dan semua pekerjaan yang tidak ada hubungannya dengan pedang.Tiga tahun pun berlalu. Matajuro masih saja melakukan pekerjaan yang sama. Ia merasa sedih dan pasrah. Keinginannya untuk menjadi ahli pedang sepertinya harus ditinggalkan. Namun, suatu hari Banzo menyelinap di belakang Matajuro dan memberinya pukulan keras dengan sebilah pedang kayu. Pada hari berikutnya, ketika Matajuro sedang menanak nasi, sekali lagi Banzo menyerangnya secara tiba-tiba. Sejak saat itu, siang dan malam, Matajuro harus selalu waspada untuk melindungi dirinya dari serangan tiba-tiba sang guru.Matajuro belajar sangat cepat, sehingga sang guru merasa puas. Meskipun tidak pernah menerima pelajaran resmi atau bahkan memegang senjata, Matajuro telah berhasil mencapai tingkat tertinggi dari ilmu seno bela diri. Sejak saat itu, Matajuro menjadi ahli pedang nomor satu.Jika kita menyimak baik-baik kisah Matajuro ini, kita bisa menarik kesimpulan bahwa ternyata semua pekerjaan kasar yang dilakukan Matajuro selama tiga tahun itu bertujuan untuk mempersiapkan dirinya guna menerima pelajaran sesungguhnya dari sang guru. Andaikan Matajuro tidak tabah dan sabar dalam menjalani proses, mungkin saat ini ia tidak akan dikenang sebagai ahli pedang nomor satu.Begitu pun dengan kita. Mencapai impian pasti membutuhkan sebuah proses yang terkadang sulit dan menyakitkan. Tapi di balik itu semua, kita sesungguhnya sedang dilatih untuk menjadi orang yang kuat dan tegar. Proses itulah yang sebenarnya membuat kita berkembang dan menjadi sosok yang lebih hebat dari sebelumnya. &lt;a href="http://www.andriewongso.com/artikel/aw_corner/4639/Legenda_Penuh_Inspirasi_dari_Jepang/"&gt;SUMBER: Tim Andrie Wongso - andriewongso.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-7318879535293470546?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/7318879535293470546/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=7318879535293470546' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/7318879535293470546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/7318879535293470546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/12/legenda-penuh-inspirasi-dari-jepang.html' title='Legenda Penuh Inspirasi dari Jepang'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-7116452245754261872</id><published>2011-12-31T16:12:00.000-08:00</published><updated>2011-12-31T16:12:03.765-08:00</updated><title type='text'>I Love You, Mom!</title><content type='html'>Kasih ibu kepada betaTak terhingga sepanjang masaHanya memberi tak harap kembaliBagai sang surya menyinari duniaMemang, seorang ibu tak akan pernah berhenti menyirami kita dengan cinta dan kasihnya. Hingga saat ini, masih ingatkah Anda akan semua pengorbanan yang telah dilakukan seorang ibu?Saat seorang anak yang sedang sakit bertanya kepada ibunya," Mengapa ibu memakaikan dua selimut kepadaku, sementara ibu sendiri kedinginan? Mengapa ibu selalu berkorban untukku?" Ibu pun menjawab dengan tersenyum," Ibu tidak pernah berkorban apapun untukmu, nak. Ibu hanya ingin terus mencintaimu. Itu saja."Coba rasakan, kasih sayang seorang ibu bagaikan udara. Tak tersentuh, tak ternilai, tak terhenti dan tak kan terganti. Lalu, bagaimana dengan Anda? Mampukah Anda mencintainya sebesar dia mencintai Anda? Ayo tunjukkan pada dunia bahwa cinta Anda tak perlu diragukan lagi keberadaannya.Anda tinggal jauh dari sang ibu? Kalau begitu, cobalah selalu menelepon, menelepon dan meneleponnya. Dengarkan setiap kata yang dia ucapkan. Sesibuk apapun Anda, luangkanlah waktu barang sejenak untuk mengetahui keadaannya, apa yang sedang dia rasakan dan dia lakukan. Sebisa mungkin, kunjungilah ibu Anda dan habiskan waktu bersamanya. Seringkali Anda tidak sadar, betapa dia begitu merindukan Anda, jauh lebih besar dari Anda merindukannya.Jika ibu tinggal di dekat rumah Anda, luangkan waktu walau hanya 10 menit untuk berbincang-bincang setiap harinya. Berikan perhatian penuh kepada sosok luar biasa itu. Biarkan dia merasa nyaman karena Anda berada di sampingnya. Nikmatilah saat-saat Anda memandang wajahnya sebelum Anda tak lagi bisa menemui saat-saat seperti itu.Buatlah sesuatu yang spesial untuk ibu Anda, misalnya membuat syal, lukisan atau hanya sekedar menuliskan hal-hal tentang kenangan indah Anda dan sang bunda. Selagi Anda berkreasi, bayangkan tentang hal-hal yang Anda sukai dari ibunda tercinta yang membuat Anda bangga akan sosoknya. Yakinlah, bagaimanapun hasil buatan tangan Anda akan terlihat luar biasa jika Anda membuatnya dengan penuh rasa cinta.Berikan hadiah buatan tangan Anda secepatnya. Ceritakan juga bahwa Anda membuat hadiah itu dengan sepenuh hati, penuh imajinasi tentang semua memori indah bersama ibu. Saat sang ibu mulai terharu, peluklah sosok di depan Anda itu dengan lembut. Perlu Anda tahu, tak ada yang lebih membahagiakan bagi seorang ibu selain perhatian yang tulus dari buah hatinya, seperti yang Anda lakukan saat ini.Sesekali, buatlah hari sang ibu menjadi unforgettable day. Ajaklah ibu makan malam atau sekedar jalan-jalan di taman. Hanya ada Anda dan ibu saja. Ingat! Ibu tidak akan menilai seberapa mewah makan malam yang Anda tawarkan, namun yang terpenting baginya adalah perhatian dan waktu yang sengaja Anda luangkan khusus untuk sang bunda tercinta.Sederhana bukan? Namun justru hal-hal seperti itu seringkali luput dari perhatian kita. Kini, giliran Anda. Buktikan bahwa Anda memang mencintai sosok mengagumkan itu. Saat ini juga, temui dia, peluk dan katakan " I love you, mom."&lt;a href="http://woman.kapanlagi.com/inspiring/lentera/6677-i-love-you-mom.html"&gt;SUMBER: Vira Yohanna - kapanlagi.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-7116452245754261872?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/7116452245754261872/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=7116452245754261872' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/7116452245754261872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/7116452245754261872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/12/i-love-you-mom.html' title='I Love You, Mom!'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-2101067004774233988</id><published>2011-12-31T16:11:00.000-08:00</published><updated>2011-12-31T16:11:02.600-08:00</updated><title type='text'>Sabarlah, Anakku!</title><content type='html'>Pada suatu hari, seorang anak mengeluh pada ayahnya."Ayah, aku lelah harus belajar setiap hari, tetapi teman-temanku yang menyontek dapat nilai yang lebih bagus. Aku lelah harus membantu ibu, padahal teman-temanku yang lain punya pembantu. Aku lelah kalau harus menabung, padahal kalau ayah mau memberi uang jajan yang banyak setiap hari.."Anak laki-laki itu mengambil napas untuk kembali menumpahkan rasa kesalnya. Tetapi sang ayah hanya diam mendengarkan."Aku juga capek harus menahan diri untuk tidak menyakiti hati orang lain, tetapi teman-temanku justru sering mengejekku dan membuatku sakit hati. Kenapa aku selalu begini ayah? Aku capek..."Akhirnya anak laki-laki itu terisak dan menangis di depan ayahnya. Sang hanya menenangkan dengan mengusap bahu. Setelah anak laki-lakinya tenang, pria itu mengajak anak laki-lakinya menuju sebuah semak belukar yang becek dan dipenuhi tanaman berduri."Kenapa kita harus masuk ke semak-semak ini ayah?" tanya sang anak laki-laki, "Aku tidak suka, sepatuku jadi kotor kena lumpur, celana jeansku kotor, banyak duri yang kena kulitku, sakit.."Ayah anak laki-laki itu diam tetapi memberikan senyuman agar anak laki-lakinya tetap tenang dan mengikuti jalan tersebut. Hingga pada akhirnya, mereka tiba pada sebuah danau kecil yang pada bagian pinggirnya ditumbuhi tanaman dan bunga-bunga cantik."Kamu suka tempat ini anakku?" tanya sang ayah.Anak laki-laki itu mengangguk semangat dan bibirnya tak dapat menyembunyikan senyum."Kamu tahu mengapa tempat ini sepi padahal banyak yang tahu bahwa di balik semak belukar, ada danau yang sangat indah?"Anak laki-laki menggeleng."Karena banyak orang yang tidak mau melewati semak belukar. Padahal dengan kesabaran, semua orang dapat melihat dan menikmati danau cantik ini."Sang ayah tersenyum lalu melanjutkan.."Begitu juga dengan hidup, butuh kesabaran untuk mendapatkan ilmu, butuh kesabaran saat bersikap baik, butuh kesabaran saat mengendalikan amarah, butuh kesabaran dalam berbuat kebaikan dan butuh kesabaran jika kamu ingin mendapatkan hasil yang indah. Karena itu, kamu harus belajar untuk sabar, anakku! Sekalipun itu adalah hal yang sulit!"Anak laki-laki itu akhirnya mengerti akan arti kesabaran, kemudian dia memeluk ayahnya sambil berjanji bahwa dia akan belajar untuk bersabar. &lt;a href="http://www.vemale.com/inspiring/lentera/10699-sabarlah-anakku.html"&gt;SUMBER: kapanlagi.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-2101067004774233988?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/2101067004774233988/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=2101067004774233988' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/2101067004774233988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/2101067004774233988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/12/sabarlah-anakku.html' title='Sabarlah, Anakku!'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-564531970506435371</id><published>2011-12-31T16:10:00.000-08:00</published><updated>2011-12-31T16:10:09.312-08:00</updated><title type='text'>Tiga Kalimat Terlarang</title><content type='html'>"Saya ingin selesaikan kuliah dalam 3 tahun.""Target penjualan tahun ini harus 20x lebih besar dari tahun sebelumnya.""Saya ingin menjadi penulis skenario Indonesia pertama yang dikenal dunia."Itulah sedikit contoh target dan impian yang sering kita canangkan untuk diri kita sendiri. Seringnya kita memulai perjuangan menuju mimpi besar itu dengan semangat '45, semangat yang berkobar-kobar. Namun seiring berjalannya waktu dan semakin banyaknya aral yang kita temui, kobaran itu perlahan meredup.Karena merasa lelah harus setiap saat menghadapi "batu penghadang", biasanya mulai muncul kalimat-kalimat pamungkas yang sebenarnya bersifat sangat terlarang. Inilah 3 kalimat terlarang yang harus kita singkirkan sejauh mungkin.1. Saya Tidak BisaBegitu kalimat ini sudah kita lontarkan, otomatis pintu pikiran kita akan tertutup untuk mencari jalan dan mencoba. Ucapan itu akan mengirimkan sinyal langsung ke dalam otak dan memblokir bagian kreatif otak kita. Akibatnya, kita cenderung menyerah begitu saja dan bersikap pasrah. Sebaliknya, apabila yang kita ucapkan pada diri sendiri adalah "Saya Bisa", otak kita akan bekerja secara otomatis untuk menemukan solusi atas masalah dan sebab kegagalan kita.2. Tidak MungkinDengan mengambil sikap seperti itu dan selalu mengatakan "Tidak mungkin" pada setiap peluang karena sudah mengalami begitu banyak kekalahan, kita akan sulit meraih sesuatu yang hebat. Karena sebenarnya hampir segala sesuatu yang kita nikmati hari ini adalah sesuatu yang mustahil di hari kemarin.3. Saya Sudah TahuSalah satu kunci orang sukses adalah tidak pernah berhenti belajar. Kapan dan di mana pun kita harus mau belajar dari apa dan siapa pun. Jika kita mengucapkan "Saya Sudah Tahu", sebenarnya kita sedang menutup pintu pembelajaran. Kita tidak lagi berusaha untuk mempelajari hal-hal baru."You Are What You Think You Are". Jika isi pikiran kita dipenuhi dengan ketiga kalimat di atas, sudah bisa dipastikan kita akan menjadi seperti yang kita pikirkan. Kita akan terus terpuruk di dalam kubangan kegagalan, tidak berani bangkit dan melangkah maju. Kita juga akan berjalan di tempat karena tidak ada sesuatu hal baru yang kita ketahui. Kita tidak bisa bergerak maju ke depan karena pengetahuan yang kita miliki yang kita pikir sudah cukup banyak itu tidak bisa membuat kita melangkahkan kaki ke depan.Mari, buang jauh-jauh 3 kalimat terlarang tadi dan segera penuhi pikiran kita dengan 3 kalimat yang merupakan kebalikannya. "Saya Bisa"; "Itu Sangat Mungkin"; dan "Saya Masih Perlu Belajar Lagi". &lt;a href="http://www.andriewongso.com/artikel/aw_artikel/4594/Tiga_Kalimat_Terlarang/"&gt;SUMBER: Tim Andrie Wongso - andriewongso.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-564531970506435371?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/564531970506435371/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=564531970506435371' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/564531970506435371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/564531970506435371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/12/tiga-kalimat-terlarang.html' title='Tiga Kalimat Terlarang'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-4562506095842759038</id><published>2011-12-31T15:52:00.001-08:00</published><updated>2011-12-31T15:52:33.699-08:00</updated><title type='text'>Pertolongan Dari Gubug Yang Terbakar</title><content type='html'>Pada suatu hari, terjadi sebuah kecelakaan kapal laut. Seorang pria yang jatuh dari kapal terombang-ambing di lautan luas. Setelah dua hari mempertaruhkan hidup dengan berenang dan mengikuti arus ombak, pria itu terdampar di sebuah pulau yang kecil dan tidak berpenghuni. Hanya ada tumbuh-tumbuhan lebat dan tanaman liar.Pria itu memutuskan untuk bertahan hidup di pulau tersebut hingga bantuan datang. AKhirnya dia mencari tumbuh-tumbuhan yang bisa dimakan. Setelah beberapa hari, pria itu berhasil membangun sebuah gubuk kecil dari kayu dan atap dari pelepah daun kelapa. Tempat yang sederhana itu bisa dipakai untuk tidur pada malam hari dan berteduh saat siang hari.Hari berganti hari, belum ada bantuan yang datang menghampiri pria tersebut. Lalu pada suatu hari, saat udara sangat panas, pria itu meninggalkan gubugnya untuk mencari buah kelapa dan meminum airnya untuk menghilangkan dahaga. Tetapi saat dia kembali ke gubug, betapa terkejut pria itu karena gubugnya sudah habis terbakar. Kayu yang sangat kering dan bergesekan membakar gubug dan beberapa pohon di sekitarnya.Sang pria mulai putus asa dengan hidupnya. Dia sudah hampir tewas saat musibah tenggelamnya kapal laut, dan saat dia bertahan di sebuah pulau, gubug yang susah payah dibangun justru terbakar habis. Dia mulai mengutuk hidupnya hingga beberapa saat kemudian sebuah kapal pencari ikan menepi di pulau itu. Sang pria tentu sangat bahagia, dia bisa menumpang dan kembali pada keluarganya.Dan tahukah, sang nahkoda kapal mengatakan bahwa dia datang ke pulau itu karena mengira bahwa asap dari gubug yang membumbung tinggi merupakan sinyal meminta pertolongan. Sang pria akhirnya meninggalkan pulau itu dan bersyukur bahwa gubugnya terbakar.Kerabat Imelda, seringkali kita menganggap beberapa musibah datang sebagai cobaan hidup. Padahal tak semua musibah menjadi sesuatu yang harus disesali dan ditangisi. Kadang Tuhan mengulurkan bantuan melalui hal-hal yang dianggap musibah, tetapi di sanalah sebuah pertolongan sering tersembunyi.&lt;a href="http://www.vemale.com/inspiring/lentera/10790-pertolongan-dari-gubug-yang-terbakar.html"&gt;SUMBER: kapanlagi.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-4562506095842759038?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/4562506095842759038/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=4562506095842759038' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/4562506095842759038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/4562506095842759038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/12/pertolongan-dari-gubug-yang-terbakar.html' title='Pertolongan Dari Gubug Yang Terbakar'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-8443268043744971070</id><published>2011-12-31T15:51:00.000-08:00</published><updated>2011-12-31T15:51:35.588-08:00</updated><title type='text'>Makna Ketulusan</title><content type='html'>Kadang atau mungkin seringkali kita menceritakan pada orang lain perbuatan baik yang telah kita lakukan pada orang yang memang membutuhkannya. Dengan bangganya kita mengatakan kita telah berbuat ini dan itu kepada si A dan si B. Memang hal itu sah-sah saja dan terkadang patut diceritakan agar orang lain yang mendengar juga ikut tergerak hati sanubarinya untuk membantu.Meskipun demikian, tidak ada salahnya kita membaca kisah yang dialami sepasang suami istri di Taiwan berikut ini. Kisah mereka sungguh memberikan arti terbaru dari sebuah ketulusan.Sepasang suami-istri suatu saat berkesempatan untuk pulang ke kampung halaman setelah sekian lama mereka tinggalkan. Begitu mereka memasuki bus, ternyata salah satu bangku pesanan mereka sudah ditempati seorang perempuan. Sang suami meminta istrinya untuk duduk terlebih dulu di sebelah perempuan itu. Sementara sang suami itu sendiri hanya berdiri di samping istrinya tanpa meminta wanita itu untuk pindah tempat duduk.Untuk diketahui, kaki perempuan itu cacat. Dan sang suami memang sudah melihatnya sejak tadi. Karena itulah, dia mengabaikan perempuan yang mengambil jatah kursinya. Perjalanan pasangan itu bisa dibilang cukup panjang, namun selama itu pula sang suami tetap berdiri dengan sabar dan tenang.Begitu turun dari bus, si istri berkata pada suaminya, "Memberikan tempat duduk pada orang lain yang membutuhkan memang baik. Tapi, bisa kan di separuh perjalanan, kau minta wanita itu untuk berdiri dan bergantian denganmu?"Jawab sang suami, "Wanita itu sudah tidak nyaman seumur hidupnya, sementara aku hanya kurang nyaman selama 3 jam saja."Seperti dikatakan di awal tadi, melakukan sesuatu yang baik "dengan diketahui orang lain" adalah hal yang biasa. Namun, menjadi sesuatu yang luar biasa apabila kebaikan itu tidak diketahui orang lain. Kebaikan itu terasa lebih mulia dan tulus.&lt;a href="http://www.andriewongso.com/artikel/aw_corner/4595/Makna_Ketulusan/"&gt;SUMBER: Tim Andrie Wongso - andriewongso.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-8443268043744971070?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/8443268043744971070/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=8443268043744971070' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/8443268043744971070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/8443268043744971070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/12/makna-ketulusan.html' title='Makna Ketulusan'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-2407531909718758112</id><published>2011-12-31T15:50:00.000-08:00</published><updated>2011-12-31T15:50:29.337-08:00</updated><title type='text'>Berani Mencintai Seorang Asing</title><content type='html'>Setelah sekian lama di medan perang, seorang tentara Amerika yang masih muda akhirnya diijinkan untuk pulang. Saat tiba di San Francisco, dia menghubungi orang tuanya untuk mengabarkan bahwa dia telah sampai. Namun sebelum beranjak pulang, dia menyampaikan suatu permintaan."Aku akan pulang, tapi aku punya sebuah permintaan. Aku akan mengajak seorang teman untuk pulang bersamaku," jelasnya. Dengan segera orang tuanya menyanggupi dan mengatakan mereka akan sangat senang bertemu dengan temannya itu."Tapi ada yang harus kalian ketahui, dia terluka sangat parah saat berperang. Dia menginjak ranjau dan harus kehilangan sebelah lengan dan kakinya. Tidak ada tempat untuknya tinggal, aku mau dia tinggal tinggal dengan kita," tentara itu menambahkan.Mendengar itu, orang tuanya segera bersimpati,"Oh, kami turut bersedih mendengarnya, Nat. Mungkin kita bisa membantunya untuk menemukan tempat tinggal di sekitar sini."Namun anak itu berkeras, "Tidak, aku mau dia tinggal bersama kita."Sang ayah mengambil alih pembicaraan. "Nak, kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Seseorang dengan kekurangan yang demikian akan sangat merepotkan. Kita juga punya hidup sendiri yang harus diurus, dan kita tidak bisa begitu saja membiarkan hal seperti ini mengganggu kelangsungan hidup. Menurutku kamu pulang saja tanpa dia, dan lupakan keinginanmu itu. Dia akan menemukan jalannya sendiri untuk hidup."Setelah mendengar semua perkataan ayahnya, tentara ini hanya diam tak mampu berkata apa-apa lagi hingga ayahnya memutuskan pembicaraan. Semenjak itu orang tuanya tidak lagi mendengar kabar dari anaknya. Mengira si anak masih diliputi kejengkelan, orang tuanya memilih untuk membiarkan saja hingga dia sadar dan pulang ke rumah.Beberapa hari kemudian, mereka mendapat telepon dari kepolisian San Francisco. Anak mereka, si tentara itu, telah meninggal setelah loncat dari atap sebuah gedung. Kepolisian yakin itu adalah bunuh diri. Dalam kesedihan luar biasa orang tua tentara ini terbang ke San Francisco dan dibawa ke kota yang bersangkutan untuk mengenali jenazah anaknya.Kain penutup dibuka, mereka mengenali wajah putra mereka. Namun begitu kain tersingkap hingga perut, mereka tidak lagi sanggup untuk berkata-kata. Jenazah itu hanya memiliki satu lengan dan satu kaki. Teman yang dia sebut di telepon itu ternyata dirinya sendiri.Jika si anak mengaku bahwa dirinya kehilangan lengan dan tangan, kemungkinan besar orang tua ini masih menerimanya dengan tangan terbuka dan merawatnya dengan penuh kasih sayang. Tapi dengan perumpamaan 'seorang teman', anak ini tahu bahwa sesungguhnya orang tuanya merasa kerepotan dengan kondisi cacat yang demikian. Hanya karena apapun kondisinya anak akan tetap menjadi anak, maka orang tua itu menerimanya. Namun bukan karena kasih yang tulus.Ketulusan dalam mengasihi masih menjadi tugas tersulit bagi manusia. Seringkali kita mau berkorban, mau menderita karena orang yang kita tolong itu adalah seseorang yang spesial untuk kita. Tanpa sadar kita sering mengasihi orang lain karena suatu alasan tertentu, diperintah oleh rasa takut, rasa kagum, rasa sungkan, bahkan karena tujuan tersembunyi untuk mendapatkan balasan yang lebih besar.Cintailah orang asing dengan tulus hati, tanpa ketakutan dan tanpa mengharapkan balasan, maka Anda akan mampu untuk benar-benar mengasihi orang-orang terdekat dengan lebih baik lagi. &lt;a href="http://www.vemale.com/inspiring/lentera/10282-berani-mencintai-seorang-asing.html"&gt;SUMBER:kapanlagi.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-2407531909718758112?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/2407531909718758112/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=2407531909718758112' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/2407531909718758112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/2407531909718758112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/12/berani-mencintai-seorang-asing.html' title='Berani Mencintai Seorang Asing'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-4863504339975411037</id><published>2011-12-31T15:46:00.002-08:00</published><updated>2011-12-31T15:46:47.306-08:00</updated><title type='text'>Kisah Monyet dan Kuda</title><content type='html'>Alkisah, di tepi sebuah hutan, ada sekawanan monyet melihat pasukan berkuda melintas di depan mereka. Menyaksikan kegagahan para prajurit berkendara di atas pelana kuda, seekor monyet pun menyombongkan diri bahwa menunggang kuda itu masalah mudah!Untuk membuktikan perkataannya, saat pasukan berkuda istirahat, si monyet mengendap-endap mendekati seekor kuda di sana. Hup! Dengan lincah, si monyet naik ke atas punggung kuda.Kuda yang merasakan hentakan berat di atas punggungnya, terkejut. Ia juga merasa kesakitan karena tarikan erat pada surainya. Maka, ia pun segera meringkik, berlari kencang, sambil menggoyangkan liar badannya ke kiri dan ke kanan. Monyet yang tidak bisa mempertahankan keseimbangan badannya, terpelanting dan jatuh ke tanah dengan keras.Hewan-hewan lain di hutan, ramai menertawakan kebodohan si monyet. Monyet pun tertunduk malu sambil menahan rasa sakit yang menjalari tubuhnya. Ternyata menunggang kuda tidak semudah yang ia kira!Katanya, "Kapok deh. Cukup sekali saja aku menunggang kuda! Ternyata tidak sehebat dan seenak yang aku bayangkan. Memang sudah menjadi nasibku, aku tidak akan menunggang kuda lagi seumur hidupku. Aku tidak mau mengulangi lagi kesalahan yang sama."Saat itu, monyet yang tertua di kelompoknya menjawab, "Jatuh memang menyakitkan, tetapi bukan berarti di kemudian hari kamu tidak akan jatuh lagi, entah dari pohon dan darimana pun. Yang perlu ketahui dan dipelajari adalah mengapa kamu jatuh? Jika kita mau belajar untuk tahu kenapa bisa jatuh, maka kita tidak perlu mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari." Kerabat Imelda...Manusia semasa kecil dan mulai belajar berjalan, tidak peduli berapa kali kita terjatuh, mungkin sakit dan menangis, tetapi secara alami pasti akan bangkit lagi. Melalui proses jatuh bangun, akhirnya manusia bisa berjalan dan berlari seperti sekarang.Sayangnya justru setelah dewasa, manusia yang sudah jauh lebih pandai, saat mengalami jatuh/ gagal walaupun tanpa rasa sakit, begitu takut untuk bangkit kembali.Selagi masih muda kita perlu belajar mengenal lebih dekat sifat kegagalan. Bagi saya sendiri, kegagalan adalah vitamin kesuksesan, tidak ada orang besar di dunia ini yang bisa sukses tanpa mengalami kegagalan! Orang-orang sukses mampu mengetahui mengapa mereka gagal, sekaligus siap memperbaiki dan berani berjuang lagi demi mensukseskan apa yang menjadi cita-cita besar mereka.Mari, jangan takut gagal! Pelajari dan ketahui mengapa kita gagal. Dapatkan jawabannya dan tetapkan target cari cara yang paling efektif, siap menjadi pemenang sejati. &lt;a href="http://www.andriewongso.com/artikel/komik_motivasi_aw/4493/Fabel_Motivasi__Kisah_Monyet_dan_Kuda/"&gt;SUMBER: Tim Andrie Wongso - andriewongso.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-4863504339975411037?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/4863504339975411037/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=4863504339975411037' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/4863504339975411037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/4863504339975411037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/12/kisah-monyet-dan-kuda.html' title='Kisah Monyet dan Kuda'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-467196069391348261</id><published>2011-12-31T15:46:00.000-08:00</published><updated>2011-12-31T15:46:00.296-08:00</updated><title type='text'>Pelajaran Tentang Sopan Santun</title><content type='html'>Seorang wanita tua yang merupakan pensiunan guru berbelanja di sebuah swalayan. Karena punggungnya sakit dan merasa lelah berbelanja seorang diri, dia duduk di bangku panjang sebelum mengantri untuk membayar barang-barang belanjaannya. Sambil menunggu tenaganya pulih, wanita tua itu menatap orang-orang di sekitarnya.Pandangan wanita tua itu tertuju pada seorang pria yang memiliki banyak tato di tubuh, dia berjalan menuju antrian panjang bersama empat orang anak kecil dan seorang wanita yang sedang hamil tua, wanita itu adalah istri pria bertato tersebut. Melihat hal tato di tubuh pria tersebut, sang wanita tua membatin, pria itu pasti pernah dipenjara.Dari cara pria itu memakai pakaian, sang wanita tua berasumsi bahwa dia adalah anggota gank yang suka berbuat onar. Kemudian wanita tua itu melihat kalung yang dipakai pria bertato tersebut bertuliskan nama Obadian, dan wanita tua itu ingat bahwa Obadian merupakan ketua gank yang sangat ditakuti.Banyak orang yang mengantri tampak takut dan mempersilahkan si pria bertato dan keluarganya untuk mengambil antrian di depan. Kemudian wanita tua itu akhirnya berdiri dan memutuskan untuk segera membayar barang-barang belanjaannya."Silahkan Anda maju duluan!" ujar sang wanita tua pada pria bertato."Tidak, Anda yang harus antri terlebih dahulu di barisan depan!" ujar sang pria dengan suara yang ramah."Anda datang dengan banyak anak, istri Anda juga sedang hamil tua, mengantrilah di barisan depan," ujar sang wanita tua setengah memaksa."Andalah yang seharusnya mengantri di barisan paling depan, kami menghormati Anda sebagai orang tua," balas si pria bertato, lalu dengan gerakan tangan yang sopan, si pria mempersilahkan wanita tua untuk mengambil jalan agar bisa mengantri di barisan paling depan.Sang wanita tua tersenyum, dia tidak menyangka bahwa pria yang dia anggap pernah dipenjara dan merupakan ketua gank yang paling ditakuti bisa berlaku sopan pada wanita tua seperti dirinya. Kemudian wanita itu menoleh ke belakang."Anda sopan sekali, tuan. Siapa yang mengajarkan sopan santun itu kepada Anda?" tanya sang wanita tua.Dengan seulas senyum dan nada suara hormat, pria itu mengatakan, "Tentu saja Anda Mrs. Thomson, saya adalah murid Anda di sekolah dasar," Pria itu tersenyum lalu berpamitan untuk mengantri pada barisan paling belakang.&lt;a href="http://www.vemale.com/inspiring/lentera/10805-pelajaran-tentang-sopan-santun.html"&gt;SUMBER: kapanlagi.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-467196069391348261?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/467196069391348261/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=467196069391348261' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/467196069391348261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/467196069391348261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/12/pelajaran-tentang-sopan-santun.html' title='Pelajaran Tentang Sopan Santun'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-7949121014871188402</id><published>2011-12-31T15:45:00.000-08:00</published><updated>2011-12-31T15:45:04.207-08:00</updated><title type='text'>Surat Sahabat</title><content type='html'>Sahabat, aku Reni, semoga kamu tidak lupa. Kita memang sudah lama tidak bertemu. Cerita tentangmu dan sahabat-sahabat lain memang sudah lama tidak tercipta lagi. Seingatku, kita terakhir bertemu saat aku menikah dengan Mas Didit teman kuliahmu itu sekitar lima tahun yang lalu. Memang, seperti yang kamu ketahui dulu aku adalah wanita baik-baik dan sekarang pun aku masih  baik.Tahukah kamu? bahwa setahun kemarin kita sudah bercerai? Memang pernikahan kami sangat sempurna pada awalnya. Dulu karir Didit begitu maju, sebagian gaji yang dia gunakan untuk investasi juga membuahkan banyak hasil. Keluarga kami hidup hidup sangat layak, waktu itu semuanya lebih dari cukup.Tapi entah mengapa, Mas Didit mulai terjerat dengan narkoba. Sebenarnya, dia termasuk pria yang setia. Dia juga tidak pernah bermain perempuan. Dia hanya terjerumus ke Narkoba.. itu saja. Semenjak  itu, keharmonisan keluarga kami mulai goyah. Kami sering bertengkar. Saya sangat tidak suka dengan kebiasaannya yang suka mabuk-mabukan dengan rekan bisnisnya itu.Akhirnya, kami memutuskan untuk bercerai. Mulai saat itu yaitu saat usiaku menginjak 25 tahun, aku ikut paman bekerja di Purwokerto. Jilbab aku kenakan sebagai tanda bahwa aku ingin menjalani hidup baru dengan sebaik-baiknya. Aku juga aktif di berbagai kegiatan sosial yang diselenggarakan perusahaan, dari darma bakti hingga sunatan masal.Pada suatu saat, perusahaan kami mengadakan kegiatan donor darah. Seperti biasa, aku juga terpanggil untuk ikut menyumbangkan darahku. Tapi apa yang terjadi? dari tes darah di laboratorium diketahui bahwa aku mengidap virus HIV positif. Jelas, virus ini ditularkan oleh suamiku. Sebab empat bulan kemarin aku juga mendapat kabar bahwa Didittelah terbukti positif HIV. Virus HIV yang menyerang Didit berasal dari salah satu jarum suntik narkoba yang ia gunakan. Hatiku hancur seketika. Aku sudah berusaha merahasiakan penyakit ini, tapi akhirnya teman-temanku mengetahui juga. Mereka mulai menjauh dan berpikir yang tidak-tidak tentang aku.Jilbab mulai kucopot, aku tidak mau menodai kesucian penutup aurat ini. Gosip tidak sedap tentang aku mulai menyebar. Aku sangat malu hingga aku memutuskan pulang ke tempat Ibu. Tapi ternyata keluargaku juga sangat malu dengan keadaanku. Bapak malah mengusirku dari rumah. Hanya Ibu yang setia menemani aku waktu itu. Dia juga yang mencarikan aku kost dan mau mengantarkan aku ke rumah sakit untuk berobat.Rumah sakit pun ternyata juga cukup brengsek. Aku sempat berpindah-pindah ke tiga rumah sakit sebelum dirawat di tempat rehabilitasiku sekarang ini. Rumah-rumah sakit itu menolak merawat dan memberi terapi, sekalipun itu cuma rawat jalan. Alasan-alasan yangmereka utarakan pun tidak ada yang jelas.Sekarang aku tinggal di sebuah panti rehabilitasi AIDS. Aku bisa tinggal dan dirawat secara gratis di sini. Yayasan pemilik panti ini memiliki banyak donatur. Doa dan syukurku selalu kupanjatkan agar Tuhan berkenan membalas kebaikan mereka dengan berlipat ganda. Aku memang masih terlihat sehat hingga saat ini. Kata dokter, masa inkubasi virus HIV sekitar 8 tahun. Maka hingga tujuh tahun ke depan keadaanku masih baik-baik saja seperti sekarang.. sesudah itu? entahlah.Saat ini hanya satu orang yang dekat denganku, yaitu ibuku. Tetapi setelah aku masuk panti kami menjadi terpisah. Kami hanya berkomunikasi lewat telepon. Aku sangat kesepian di sini, sekalipun orang-orang yang merawat aku adalah orang-orang yang sangat baik, tetapi aku tetap tidak bisa merasa dekat dengan mereka. Hanya kamu sahabat, serta teman-teman di waktu dulu yang bisa aku harapkan.Masihkah kamu mau menyediakan lenganmu? sekedar untuk menyentuh diriku yang kotor ini? masihkah kau sediakan bahu itu? seperti dulu? saat aku, kamu, dan sahabat-sahabat lain masih setia saling berkalung tangan? bahkan.. hingga 7 tahun nanti, saat aku mulai lemah, saat aku mulai berubah menjadi sosok berbau busuk dan sangat menjijikan, masihkah kau mau menjengukku? sahabat.. aku sangat merindukan kalian..Salam hangat dariku,Reni&lt;a href="http://www.ceritainspirasi.net/suratsahabat/"&gt;SUMBER:ceritainspirasi.net&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-7949121014871188402?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/7949121014871188402/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=7949121014871188402' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/7949121014871188402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/7949121014871188402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/12/surat-sahabat.html' title='Surat Sahabat'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-5364098285219344205</id><published>2011-12-31T15:44:00.000-08:00</published><updated>2011-12-31T15:44:10.843-08:00</updated><title type='text'>Pertolongan dari dalam Penjara</title><content type='html'>Seorang pria tua tinggal sendirian di sebuah kota. Dia ingin sekali menanam kentang di kebun belakang rumahnya. Tapi pekerjaan menggali kebun sangatlah berat. Putra satu-satunya, yang akan membantunya, berada di penjara. Orang tua itu menulis surat kepada putranya dan menjelaskan tentang kondisinya sekarang.“Putraku tersayang,Aku merasa sangat buruk karena sepertinya saya tidak akan bisa menanam kentang tahun ini. Aku benci merindukan saat-saat berkebun karena ibumu sangat suka berkebun. Aku hanya terlalu tua untuk menggali tanah untuk menanam kentang.Jika kau ada di sini, semua kesulitan saya akan berakhir. Aku tahu kau akan menggali tanah itu untuk saya, jika kau tidak berada dalam penjara.Salam sayang, Ayah”Tak lama kemudian, pria tua itu menerima telegram yang berbunyi: ‘Demi Tuhan, Ayah, jangan menggali kebun! Di situlah aku mengubur senjatanya! ‘Pada pukul 4 pagi keesokan harinya, selusin agen FBI dan polisi setempat muncul dan menggali seluruh kebun tanpa menemukan senjata apapun.Dengan perasaan bingung, orang tua itu menulis surat lagi kepada anaknya untuk menceritakan apa yang telah terjadi, dan bertanya kepadanya apa yang harus dilakukan selanjutnya.Jawaban putranya adalah sebagai berikut “Selamat berkebun ayah. Sekarang ayah bisa menanam kentang tahun ini. Ini adalah hal terbaik yang bisa kulakukan untukmu dari sini. ”Kerabat Imelda...Tidak masalah dimana anda berada. Jika anda memutuskan untuk melakukan sesuatu dari dalam hati, maka anda bisa melakukannya dari belahan dunia manapun.&lt;a href="http://gemintang.com/kisah-sukses-motivasi-inspirasi/pertolongan-dari-dalam-penjara/"&gt;SUMBER:gemintang.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-5364098285219344205?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/5364098285219344205/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=5364098285219344205' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/5364098285219344205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/5364098285219344205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/12/pertolongan-dari-dalam-penjara.html' title='Pertolongan dari dalam Penjara'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-4707900390565111026</id><published>2011-12-31T15:43:00.000-08:00</published><updated>2011-12-31T15:43:11.318-08:00</updated><title type='text'>Menangislah Saat Kalah</title><content type='html'>Orang bijak mengajarkan kita untuk tidak menangis saat kalah atau saat gagal mengerjakan sesuatu, namun para ahli berkata lain. Anda telah mempersiapkan sertifikasi dengan sebaik-baiknya, dan walaupun Anda tahu ada beberapa kekurangan, namun Anda bisa mengatasinya dengan baik. Tak disangka ternyata pengajuan sertifikasi Anda gagal. Rasa kecewa begitu memuncak, dan tak ayal lagi air mata serasa memenuhi pelupuk mata. Namun Anda ingat petuah untuk tidak menangis di saat kalah, maka Anda menguatkan hati dan menganggap semuanya baik-baik saja.Belakangan ini juga marak kompetisi yang disiarkan sebagai reality show. Di sana nampak berbagai reaksi saat seseorang menghadapi kekalahan dan kegagalan. Selama ini mereka yang tidak menangis saat kalah dianggap berjiwa besar dan semua orang mengira itulah sikap yang harus diambil saat menghadapi kekalahan. Namun ternyata tidak.Seperti diberitakan di Daily Mail, beberapa bulan lalu para peneliti dari Indiana University di Amerika mengungkap bahwa, seorang atlet yang membiarkan dirinya menangis setelah dinyatakan kalah dalam pertandingan, bisa menunjukkan performa yang lebih baik dalam jangka waktu ke depan. Menurut para ilmuwan, mereka yang tidak menahan diri untuk menangis adalah tanda bahwa orang tersebut memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi.Mereka yang menangis saat kalah biasanya adalah orang-orang yang memiliki ambisi dan kepercayaan diri yang tinggi, sehingga merasa sangat sedih ketika menghadapi kekalahan. Namun tidak banyak yang sadar, bahwa dibutuhkan kejujuran dan kepercayaan diri yang tinggi pula untuk mengakuinya di depan orang dengan menangis. Sifat positif inilah yang bisa menjadi modal seseorang untuk bangkit menunjukkan performa yang lebih baik lagi di kesempatan selanjutnya. Menangislah saat kalah, selain melegakan hati, Anda juga sedang melecut diri sendiri untuk tampil lebih baik lagi. &lt;a href="http://woman.kapanlagi.com/inspiring/lentera/10560-menangislah-saat-kalah.html"&gt;SUMBER:kapanlagi.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-4707900390565111026?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/4707900390565111026/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=4707900390565111026' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/4707900390565111026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/4707900390565111026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/12/menangislah-saat-kalah.html' title='Menangislah Saat Kalah'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-3996745475081244169</id><published>2011-12-31T15:41:00.001-08:00</published><updated>2011-12-31T15:41:52.463-08:00</updated><title type='text'>Di Balik Pria Hebat, Ada Perempuan Hebat</title><content type='html'>Pada suatu hari, Thomas B. Wheeler, CEO Massachusetts Mutual Life Insurance Company, dan istrinya sedang menyusuri jalan raya antarnegara bagian ketika menyadari bensin mobilnya nyaris habis. Wheeler segera keluar dari jalan raya bebas hambatan itu dan tak lama kemudian menemukan pompa bensin yang sudah bobrok dan hanya punya satu mesin pengisi bensin. Setelah menyuruh satu-satunya petugas di situ untuk mengisi mobilnya dan mengecek oli, dia berjalan-jalan memutari pompa bensin itu untuk melemaskan kaki.Ketika kembali ke mobil, dia melihat petugas itu sedang asyik mengobrol dengan istrinya. Obrolan mereka langsung berhenti ketika dia membayar si petugas. Tetapi ketika hendak masuk ke mobil, dia melihat petugas itu melambaikan tangan dan dia mendengar orang itu berkata, "Asyik sekali mengobrol denganmu."Setelah mereka meninggalkan pompa bensin itu, Wheeler bertanya kepada istrinya apakah dia kenal lelaki itu. Istrinya langsung mengiyakan. Mereka pernah satu sekolah di SMA dan pernah pacaran kira-kira setahun."Astaga, untung kau ketemu aku," kata Wheeler menyombong. "Kalau kau menikah dengannya, kau jadi istri petugas pompa bensin, bukan istri direktur utama!""Sayangku...," jawab istrinya, "Kalau aku menikah dengannya, dia yang akan menjadi direktur utama dan kau yang akan menjadi petugas pompa bensin." Kerabat Imelda....banyak manusia yang menjadi sukses karena dukungan dari perempuan yang menjadi istrinya. Sebaliknya, tidak sedikit juga laki-laki yang jatuh dan hancur karena perempuan yang dinikahinya.Sungguh, pernikahan adalah upaya penyatuan dua kekuatan yang jika berhasil melakukannya maka keberhasilan pun akan kita raih ,meski memakan waktu yang tidak sebentar dan harus melewati berbagai halangan. Kisah ini disadur Tim Andrie Wongso dari 'The Best Of Bits &amp; Pieces' , satu dari 71 Kisah dalam Buku Chicken Soup for the Couple's Soul.&lt;a href="http://www.andriewongso.com/artikel/family_corner/3612/Di_Balik_Pria_Hebat_Ada_Perempuan_Hebat/"&gt;SUMBER:www.andriewongso.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-3996745475081244169?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/3996745475081244169/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=3996745475081244169' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/3996745475081244169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/3996745475081244169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/12/di-balik-pria-hebat-ada-perempuan-hebat.html' title='Di Balik Pria Hebat, Ada Perempuan Hebat'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-5351376868266869049</id><published>2011-12-31T15:40:00.001-08:00</published><updated>2011-12-31T15:40:49.541-08:00</updated><title type='text'>Rumput Tetangga Tidak Selalu Lebih Hijau</title><content type='html'>Selalu terlihat mesra dan tampak sebagai keluarga bahagia. Siapa yang tidak iri kalau punya tetangga seperti itu?Saya yakin, perasaan ini sering kali dirasakan oleh para istri. Bukan berarti para pria tidak pernah mengalaminya, namun saya akui, kaum Adam memiliki kelebihan dalam hal menyembunyikan emosinya. Jadi, hanya diri mereka saja yang tahu apa yang mereka rasakan. Nah, justru wanitalah yang terkenal dengan kemampuan mereka meluapkan perasaan, yang bisa dibilang menjadi kebutuhan utamanya, yaitu ingin didengarkan.Saya pun termasuk wanita yang normal, jadi kegemaran mengungkapkan isi hati adalah juga kebiasaan saya. Termasuk mengungkapkan "kekaguman" saya terhadap kehidupan tetangga. Tentu, suami adalah objek pendengar yang setia dalam hal ini. Ya memang, suami adalah pendengar setia, karena apa yang saya ungkapkan sebenarnya merupakan keluhan terselubung untuknya, yang kalau diartikan secara langsung, adalah ungkapan seperti "Kenapa kita tidak bisa mesra seperti mereka?", "Kenapa mobil kita tidak ganti seperti punya mereka?", "Kenapa kamu tidak bisa mengajak saya dan anak-anak liburan ke luar negeri seperti mereka?", dan pertanyaan lain yang di ujungnya selalu terselip kata-kata "seperti mereka".Tenang saja, bagi para istri atau wanita yang merasa memiliki kebiasaan yang sama dengan saya, cerita di atas hanyalah contoh kasus yang kerap terjadi dalam kehidupan berumah tangga. Sebenarnya, di mana pun juga, di situasi apa pun juga, semua orang pasti pernah mengalaminya. Entah itu iri dengan kenaikan karier seorang rekan kerja yang begitu cepat, iri melihat pendapatan sahabat yang jauh lebih tinggi, atau iri pada kehidupan saudara sendiri yang terlihat lebih mudah diarungi.Begitu juga dalam kehidupan berumah tangga. Coba tanyakan kepada diri Anda, pernahkah Anda merasakan kekurangan pasangan seiring bertambahnya usia pernikahan? Banyak orang bilang, awal pernikahan terasa bagaikan masa bulan madu tanpa henti, tapi lama-kelamaan rasa bosan mulai datang. Bila saat itu telah tiba, kita mulai melihat satu per satu kekurangan dari pasangan timbul di permukaan.Padahal, semuanya itu berawal dari rasa kagum yang berujung pada kecemburuan. Kalau kita mau berkaca pada diri orang lain, menikmati apa yang sudah kita dapatkan, tentunya kehidupan kita bersama pasangan adalah sesuatu yang indah dan patut disyukuri. Belum tentu orang lain yang kita kenal memiliki pasangan yang 100% mencintai kita dengan tulus, menjaga kita saat sakit, menghibur kita saat bersedih, dan mendampingi kita dalam suka maupun duka. Kita tidak boleh hanya menilai sesuatu hal dari tampak luarnya saja.Terkadang, sifat manusia yang tidak mau kalah, membuatnya berpikir bahwa penderitaan yang dialaminya lebih berat daripada penderitaan orang lain. Maka, kita cenderung melihat kehidupan orang lain jauh lebih indah dan mudah, daripada kehidupan yang kita jalani. Itu tidak benar!Pernahkah Anda berpikir, di balik kemesraan yang terlihat dan kekayaan yang tampak, ada permasalahan yang juga sedang melanda mereka yang memiliki. Bisa saja, untuk dapat memiliki rumah mewah dan mobil bagus, pasangan itu harus bekerja sedemikian keras, sehingga sering kali anak-anak yang menjadi korban, dan tumbuh menjadi anak yang kurang perhatian dari orangtuanya. Atau, kemesraan yang mereka tunjukkan adalah palsu. Tidak ada yang tahu jawaban pastinya, kecuali Anda mau menyelidiki dengan cermat, yang adalah perbuatan yang tidak terpuji.Buat apa mencampuri urusan orang lain, termasuk mencemburui kehidupan orang lain. Masih banyak yang jauh lebih penting untuk diurusi, yaitu kehidupan rumah tangga kita sendiri. Dari pada hanya mengeluh kurang ini-kurang itu, lebih baik kita mensyukuri kehidupan yang telah kita miliki ini. Bahkan, kalau perlu, tingkatkan kualitas kehidupan rumah tangga kita dengan memupuk rasa saling menyayangi, pengertian, dan kepercayaan. Pasangan tentu jauh lebih bahagia melihat orang yang dicintainya selalu mendukung dirinya 100% tanpa mengeluh. Niscaya, rumput kita sama hijaunyua dengan rumput tetangga, atau bahkan lebih indah! &lt;a href="http://www.andriewongso.com/artikel/family_corner/2986/Rumput_Tetangga_Tidak_Selalu_Lebih_Hijau/"&gt;SUMBER:Anastasia Ratih P. Tyas - andriewongso.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-5351376868266869049?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/5351376868266869049/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=5351376868266869049' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/5351376868266869049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/5351376868266869049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/12/rumput-tetangga-tidak-selalu-lebih.html' title='Rumput Tetangga Tidak Selalu Lebih Hijau'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-4488536128983584727</id><published>2011-12-31T15:39:00.001-08:00</published><updated>2011-12-31T15:39:49.038-08:00</updated><title type='text'>Hidup Bukanlah Perlombaan</title><content type='html'>Bayangkan hidup itu suatu permainan di mana Anda menyulap sekitar lima bola di udara. Anda namai mereka dengan sebutan pekerjaan, keluarga, kesehatan, teman dan semangat. Anda menjaga semua ini dalam udara. Anda akan segera memahami bahwa bekerja adalah sebuah bola karet. Jika Anda drop, itu akan memantul kembali.Tetapi empat bola lainnya yaitu keluarga, kesehatan, teman-teman dan semangat terbuat dari kaca. Jika Anda drop satu ini, mereka akan menjadi lecet, bertandai, sobek, rusak atau bahkan hancur. Mereka tidak pernah akan sama. Anda harus memahami itu dan berusaha untuk menyeimbangkan hidup anda.Jangan merusak nilai Anda dengan membandingkan diri dengan orang lain. Karena kita berbeda satu sama lain dan masing-masing dari kita adalah spesial. Jangan menetapkan tujuan Anda dengan apa yang orang lain anggap penting. Hanya Anda yang tahu apa yang terbaik untuk Anda.Jangan anggap remeh hal-hal yang paling dekat dengan hati Anda. Melekatlah kepada mereka, karena tanpa mereka, hidup tidak bermakna. Jangan biarkan hidup Anda hilang melalui jari-jari Anda dengan hidup di masa lalu atau untuk masa depan. Dengan hidup Anda satu hari pada suatu waktu, Anda dapat menghidupi SEMUA hari dalam hidup Anda.Jangan menyerah ketika Anda masih memiliki sesuatu untuk diberikan. Tidak ada yang benar-benar berakhir sampai Anda berhenti berusaha. Jangan takut untuk mengakui bahwa Anda yang kurang sempurna. Ini adalah sesuatu yang rapuh yang dapat mengikat kita bersama yang lainnya.Jangan takut menghadapi resiko. Ini adalah kesempatan untuk belajar bagaimana menjadi berani.Jangan menutup cinta keluar dari hidup Anda dengan mengatakan tidak mungkin untuk menemukan. Cara tercepat untuk menerima cinta adalah memberi, cara tercepat untuk kehilangan cinta adalah memegangnya terlalu erat, dan cara terbaik untuk memelihara cinta adalah dengan memberinya sayap.Jangan lari melalui kehidupan begitu cepat sehingga Anda lupa tidak hanya di mana Anda telah berada, tetapi juga di mana Anda akan pergi.Jangan lupa bahwa kebutuhan emosi terbesar seseorang adalah untuk merasa dihargai.Ilmu pengetahuan sama sekali tidak memiliki berat. Pengetahuan adalah ringan, harta yang selalu dapat dibawa dengan mudah.Jangan gunakan waktu atau kata-kata dengan sembarangan, karena tidak dapat diambil. Hidup bukanlah perlombaan, tetapi perjalanan untuk menikmati setiap langkah.&lt;a href="http://gemintang.com/kisah-sukses-motivasi-inspirasi/hidup-bukanlah-perlombaan-tetapi-perjalanan-untuk-menikmati-setiap-langkah/"&gt;SUMBER:gemintang.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-4488536128983584727?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/4488536128983584727/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=4488536128983584727' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/4488536128983584727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/4488536128983584727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/12/hidup-bukanlah-perlombaan.html' title='Hidup Bukanlah Perlombaan'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-6772829507545499864</id><published>2011-12-31T15:38:00.001-08:00</published><updated>2011-12-31T15:38:53.331-08:00</updated><title type='text'>Cari Solusi</title><content type='html'>Terkadang pekerjaan kita sangat tergantung dengan hasil kerja orang lain. Keberhasilan kita juga ditentukan oleh keberhasilan orang lain. Dalam situasi yang tidak ideal, bisa jadi, orang orang di sekitar kita tidak mampu bekerja semestinya sehingga pada akhirnya "merepotkan" kita juga.Target yang tertunda dan hasil yang tidak memuaskan mungkin disebabkan oleh pihak lain tersebut. Pihak lain di sini bisa datang dari sesama kolega di bagian yang sama, bawahan, atasan, kolega di bagian lain bahkan pimpinan tertinggi perusahaan. Misalnya data yang terlambat atau data yang kurang mendetail dari suatu bagian akan menyebabkan waktu yang tersedia untuk menyelesaikan pekerjaan kita menjadi sangat terbatas. Sementara target adalah target. Pekerjaan tetap harus selesai sesuai batas waktunya.Dalam kondisi lain, tidak adanya arahan yang jelas dari pimpinan, tidak adanya pembagian tugas yang jelas dan sebagainya, juga bisa menyebabkan kebingungan yang akan menghambat pencapaian kinerja yang optimal.Dalam kondisi seperti ini, menyalahkan pihak lain bukanlah hal yang bijak. Dalam hal ini justru kita musti berperan aktif dan mengambil inisiatif untuk memecahkan permasalahan yang ada dan mencari solusinya walaupun terkadang melewati ranah pekerjaan kita. Karena apabila dibiarkan saja, bukan tidak mungkin, permasalahan yang sama akan sering terjadi lagi di masa yang akan datang. Lebih baik kita lelah dahulu untuk membereskan masalah ini daripada membiarkannya terjadi terus di masa masa yang akan datang.Inisiatif mencari solusi ini harus senantiasa kita pupuk dalam diri kita sehingga ia benar benar menjadi karakter yang inheren dalam sikap kita. Mungkin kita jadi akan lebih capek karena mengurusi hal hal yang sebenarnya bukan urusan kita. Tapi selama semangatnya adalah solusi, ini pasti akan sangat diapresiasi secara positif oleh siapa pun.Prinsip sederhana yang perlu kita pegang adalah bahwa tidak ada satu masalah pun di muka bumi ini kecuali sudah tersedia solusinya. Tinggal diperlukan tekad yang kuat untuk mewujudkan solusi tersebut. Carilah solusi mulai dari dalam diri kita sendiri sebagaimana ungkapan Joe Coudert di atas: "Terhadap semua pertanyaan Anda dalam hidup, Anda sendirilah jawabannya. Terhadap semua permasalahan yang Anda alami, Anda juga lah pangkal solusinya." &lt;a href="http://www.andriewongso.com/artikel/artikel_anda/4461/Cari_Solusi/"&gt;SUMBER:Nasrul Chair - andriewongso.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-6772829507545499864?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/6772829507545499864/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=6772829507545499864' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/6772829507545499864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/6772829507545499864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/12/cari-solusi.html' title='Cari Solusi'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-4430515949825292107</id><published>2011-12-31T15:37:00.000-08:00</published><updated>2011-12-31T15:37:47.668-08:00</updated><title type='text'>Hadiah untuk Ayah</title><content type='html'>Beberapa waktu lalu, seorang ayah menghukum putrinya yang berusia 3 tahun karena menghabiskan satu gulungan pita pembungkus kado. Saat itu pengeluaran keluarga itu memang sedang diperketat, sang ayah menjadi marah ketika putrinya mencoba untuk menghias kotak untuk diletakkan di bawah pohon Natal.Namun demikian, pada pagi harinya gadis kecil itu membawa hadiah yang dibungkusnya untuk sang ayah dan berkata, “Ini untukmu, Ayah.” Sang ayah menjadi malu karena reaksinya yang berlebihan semalam. Tapi kemarahannya berkobar lagi ketika ia menemukan bahwa kotak itu kosong.Dia berteriak putrinya, “Apa kamu tidak tahu bahwa ketika kamu memberikan hadiah kepada seseorang, kamu harus mengisi kotak itu dengan suatu barang?”Gadis kecil itu menatap sang ayah dengan beruraian air mata dan berkata, “Oh Ayah, itu tidak kosong. Aku meniup ciuman ke dalam kotak. Semua untukmu Yah. ”Hati sang ayah menjadi hancur mendengarnya. Dia melingkarkan lengannya untuk memeluk gadis kecilnya, dan memohon maaf karena telah berteriak kepadanya.Semenjak kejadian itu sang ayah tetap menyimpan kotak pemberian putrinya, walau beberapa tahun telah berlalu. Setiap kali dia berkecil hati, dia akan mengambil sebuah ciuman khayalan dan mengingat kasih anak yang telah menaruhnya di sana.Kenyataannya Tuhan telah memberikan manusia satu wadah penuh berisi cinta dan kasih sayang tanpa syarat dari orang tua, anak-anak, dan teman. Hanya terkadang kita tidak menyadari bahwa wadah itu benar-benar ada.&lt;a href="http://gemintang.com/kisah-sukses-motivasi-inspirasi/hadiah-untuk-ayah/"&gt;SUMBER:gemintang.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-4430515949825292107?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/4430515949825292107/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=4430515949825292107' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/4430515949825292107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/4430515949825292107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/12/hadiah-untuk-ayah.html' title='Hadiah untuk Ayah'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-680521298733178394</id><published>2011-12-31T15:36:00.000-08:00</published><updated>2011-12-31T15:36:30.151-08:00</updated><title type='text'>Mengapa Kaca Spion Mobil Bentuknya Kecil?</title><content type='html'>Spion, piranti untuk membantu saat mengemudi mobil di jalan. Membantu melihat sisi belakang saat akan berbelok atau menyalip. Sangat penting artinya agar tak terjadi kecelakaan di jalan.Sekalipun penting, mengapa bentuknya hanya kecil saja ya?Anda mungkin akan mengernyitkan dahi dan berkata, "tentu saja dibuat kecil buat apa besar? Kalau besar kan bisa mengganggu pengendara mobil lainnya..." Ya, jawaban tersebut tidak salah. Tetapi pernahkah Anda menyadari bahwa di dalam kehidupan, masing-masing dari kita juga dibekali kaca spion yang fungsinya relatif sama dengan kaca spion mobil.Ah aneh-aneh saja, mana ada kaca spion di dalam hidup?Ada! kita menyebutnya, masa lalu. Itulah kaca spion yang dimiliki masing-masing orang dalam hidupnya. Bila spion dibuat untuk membantu pengendara melihat sisi belakang kendaraan, maka spion hidup kita membantu untuk melihat masa lalu. Spion mobil dibuat kecil, karena memang melihat ke belakang tak perlu sampai di ujung jalan juga harus kelihatan. Yang terpenting adalah kondisi tepat di belakang kita yang dapat kita jadikan acuan bahwa jalanan sudah aman untuk kita melakukan sesuatu, entah berbelok atau menyalip. Sayangnya, dalam hidup, kita cenderung menggunakan spion yang sangat lebar. Di mana, kita seringkali melihat masa lalu terlalu sering dan terlalu jauh ke belakang. Padahal, apa sih untungnya?Sebenarnya juga tak banyak untung yang kita dapatkan saat menengok ke masa lalu, selain rasa takut melangkah, ragu-ragu, dan sedih yang berkepanjangan.Lantas mengapa kaca depan mobil dibuat sebesar itu saja? Mengapa kita tak memakai teleskop sekalian untuk melihat ke depan kalau-kalau ada kecelakaan atau kemacetan di jalan.Inilah yang sering terjadi pada kita. Saking takutnya akan masa lalu dan masa depan, akhirnya yang sering kita lakukan pertama adalah menengok ke masa lalu terlalu sering. Kemudian berusaha mencari tahu apa yang akan terjadi di masa depan, entah dengan membaca ramalan atau pergi ke orang pintar. Apakah kemudian kehidupan Anda jauh lebih baik dengan melakukan hal tersebut?Hmm... kebanyakan tidak. Banyak yang justru semakin merasa tertekan dan tak puas dengan kehidupannya. Marah, jengkel, kecewa, dan takut. Akhirnya kebahagiaanpun jauh, dan hidup terasa sangat menakutkan.Kerabat Imelda, bila spion ukurannya kecil, karena memang dibuat agar kita tak terlalu jauh melihat ke belakang. Tak menyesali apa yang ada di masa lalu, dan tak terus-terusan terbeban karena kejadian yang sudah usai. Bila kaca depan mobil tak dibuat melihat jauh ke depan, semata hanyalah agar kita tak terlalu khawatir akan apa yang terjadi di masa depan. Setidaknya kita cukup siap dengan strategi dan rencana untuk masa depan. Namun, baiknya kita menjalaninya dengan santai, tidak terlalu khawatir, dan tak terbeban masa lalu. Kita hanya cukup bersiap saja menghadapi apa yang ada di depan, untuk kemudian beraksi sigap. Let's live for today!&lt;a href="http://woman.kapanlagi.com/inspiring/lentera/11067-mengapa-kaca-spion-mobil-bentuknya-kecil.html"&gt;SUMBER:Agatha Yunita - kapanlagi.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-680521298733178394?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/680521298733178394/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=680521298733178394' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/680521298733178394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/680521298733178394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/12/mengapa-kaca-spion-mobil-bentuknya.html' title='Mengapa Kaca Spion Mobil Bentuknya Kecil?'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-7829902389835747072</id><published>2011-12-31T15:25:00.000-08:00</published><updated>2011-12-31T15:25:17.140-08:00</updated><title type='text'>Pemilik Penginapan yang Tidak Pernah Mengeluh</title><content type='html'>Pada suatu malam musim panas ketika pemilik penginapan sedang meyiapkan makan malam, terdengar ketukan di pintu. Pemilik penginapan itu yang ternyata bernama Sarah, membukanya dan melihat seorang pria dengan wajah yang sangat buruk dan bungkuk. Tapi yang mengerikan adalah wajahnya yang miring, bengkak, merah dan mentah.Namun suaranya menyenangkan ketika ia berkata, “Selamat malam Aku datang untuk melihat apakah anda memiliki kamar kosong hanya untuk semalam saja. Saya datang untuk berobat dan tiba dari pantai Timur, dan berada disini sampai esok pagi karena tidak ada bis lagi”.Dia bilang dia sudah mencoba mencari kamar sejak tadi siang tanpa hasil. Tidak ada seorangpun yang memiliki kamar kosong. “Saya kira itu karena wajahku … Saya tahu kelihatannya memang mengerikan, tapi dokterku bilang dengan beberapa kali pengobatan lagi maka akan lebih baik.”Untuk sesaat Sarah ragu-ragu, tapi kata-kata selanjutnya menenteramkan dan meyakinkanku. “Aku bisa tidur di kursi goyang di beranda sampai bis ku datang pagi-pagi sekali..” ujar pria itu. Sarah kemudian berkata padanya, bahwa akan mencarikan ranjang buat dia, untuk beristirahat di beranda. Sarah masuk ke dalam dan mendapatkan makan malam telah siap. Ketika meraka akan menyantap makan, Sarah bertanya pada orang tua itu apakah ia akan bergabung dengan mereka. “Tidak terima kasih Saya punya banyak..” Dan ia menunjukkan sebuah kantung kertas coklat.Ketika Sarah selesai mencuci piring, ia keluar untuk mengobrol dengan orang tua itu beberapa menit. Tidak butuh waktu lama untuk melihat bahwa orang tua ini memiliki sebuah hati yang terlampau besar untuk dijejalkan kedalam tubuhnya yang kecil. Dia bercerita ia menangkap ikan untuk hidup untuk menunjang putrinya, kelima anak-anaknya, dan suami putrinya, yang mengalami lumpuh akibat cedera punggung. Ketika bercerita, setiap kalimat mengandung ucapan terima kasih kepada Tuhan bahwa ini semua adalah hadiah dari Tuhan. Ia berterima kasih bahwa tidak ada rasa sakit yang menyertai penyakitnya, yang rupanya adalah semacam kanker kulit. Ia bersyukur pada Tuhan yang memberinya kekuatan untuk terus berjalan.Saat tidur, Sarah menyiapkan ranjang lipat di kamar anak-anaknya. Ketika terbangun keesokan paginya, seprei dan selimut sudah rapi terlipat dan pria itu sudah berada di beranda. Ia menolak makan pagi. Tapi sesaat sebelum ia berangkat naik bis, ia berhenti sebentar, seakan meminta suatu bantuan besar, ia berkata, “Permisi, bolehkah aku datang dan tinggal lagi ketika aku harus kembali berobat? Saya tidak akan membuat Anda kerepotan sedikitpun. Aku bisa tidur di kursi teras. ”Dia berhenti sejenak dan lalu menambahkan, “Anak-anak Anda membuat saya merasa di rumah. Orang dewasa terganggu oleh wajahku, tetapi anak-anak tampaknya tidak keberatan.”Sarah mengatakan bahwa dia dipersilahkan untuk datang kapanpun dia mau.Pada perjalanan berikutnya, dia tiba setelah jam tujuh pagi. Sebagai hadiah, ia membawa seekor ikan besar dan satu liter kerang terbesar yang pernah Sarah lihat. Ia mengatakan ia telah mencuci kerang tersebut tadi pagi agar terlihat bagus dan segar. Sarah tahu bisnya berangkat jam 4.00 pagi dan ia bertanya-tanya orang tua itu bangun jam berapa untuk mengerjakan semua ini sebelum berangkat? Selama bertahun-tahun orang tua itu datang untuk menginap bersama Sarah dan keluarganya, pria itu tidak pernah lupa membawa ikan atau kerang atau sayuran dari kebunnya. Beberapa kali Sarah terima kiriman lewat pos, selalu lewat kilat khusus … ikan dan tiram dikemas dalam sebuah kotak dengan bayam muda segar. Setiap daun hati-hati dicuci. Mengetahui bahwa ia harus berjalan tiga mil ke kantor pos, dan sadar betapa sedikit uang yang ia keluarkan, telah membuat hadiah tersebut semakin bernilai.Setiap Sarah menerima hadiah-hadiah tersebut, ia teringat komentar tetangga sebelah setelah pria itu meninggalkan rumahnya pada pagi pertama ia menginap. “Apakah Anda memberikan kamar kepada tamu mengerikan itu tadi malam!? Anda dapat kehilangan penyewa-penyewa kamar dengan menampung orang seperti itu!”Ketika itu Sarah menjawab “Mungkin kita memang kehilangan penyewa-penyewa kamar sekali atau dua kali.Tapi oh! Jika saja mereka sempat mengenalnya, mungkin penyakit mereka akan lebih mudah untuk dipikul. Aku tahu keluarga kita akan selalu bersyukur telah mengenalnya. Dari dia, kami belajar apa artinya menerima yang buruk tanpa mengeluh, dan yang baik dengan bersyukur kepada Tuhan.”&lt;a href="http://gemintang.com/kisah-sukses-motivasi-inspirasi/pemilik-penginapan-yang-tidak-pernah-mengeluh/"&gt;SUMBER:gemintang.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-7829902389835747072?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/7829902389835747072/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=7829902389835747072' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/7829902389835747072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/7829902389835747072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/12/pemilik-penginapan-yang-tidak-pernah.html' title='Pemilik Penginapan yang Tidak Pernah Mengeluh'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-6027849661100361664</id><published>2011-12-31T15:24:00.000-08:00</published><updated>2011-12-31T15:24:28.625-08:00</updated><title type='text'>Saya Mampu Membeli, Tunggu Apa Lagi?</title><content type='html'>Mayoritas tren gaya hidup wanita muda dan berduit saat ini adalah berpenghasilan tinggi, sehingga tidak ada lagi yang menghalangi untuk membeli atau mendapatkan apa pun yang dinginkan. Untuk apa menabung? Uang sudah tersedia! Tidak ada lagi alasan untuk tidak mendapatkan apa yang diinginkan. Namun ternyata tidak selamanya aksi menunda dan menunggu itu buruk. Untuk urusan menyalurkan keinginan, Anda sangat butuh dua hal ini.Menunggu adalah hal yang paling menyebalkan, begitu pula ketika tidak mendapatkan sesuatu yang diinginkan, rasa kecewa itu menyakitkan. Sebaliknya, cepat mendapatkan apa yang diimpikan dianggap sebagai kebahagiaan. Oleh karena itu para orang tua yang berkecukupan tidak membiarkan anaknya menunggu dan kecewa atas barang yang diinginkan. Ketika si anak dewasa, hal ini menjadi kebiasaan untuk mendapatkan apapun yang dimaui saat itu juga. Kerja gila-gilaan, mengorbankan keluarga dan bahkan bermain 'kotor' dalam bekerja pun tidak masalah asalkan bisa mendapatkan penghasilan yang bisa mencukupi gaya hidup tiada batas ini.Sayangnya, pola hidup ini tidak menjamin kebahagiaan. Buktinya, survei baru-baru ini menemukan bahwa para wanita saat ini lebih mudah mengalami depresi dibanding 40 tahun lalu. Padahal berbagai akses untuk mendapatkan sesuatu jauh lebih mudah saat ini dibandingkan zaman orang tua kita dulu. Lebih lanjut lagi, dikutip dari Daily Mail, semua yang serba cepat ini menjadikan kita pribadi yang manja dan pada akhirnya tidak bisa menghargai sesuatu dan tidak lagi merasakan makna dari sesuatu yang diinginkan. Dengan kata lain, Anda menjadi tidak tahu lagi apa yang sebenarnya benar-benar Anda inginkan.Gejala jika Anda telah memasuki fase ini adalah, suatu hari Anda membuka lemari Anda yang penuh berisi sederet sepatu, pakaian, tas dan aksesoris yang fashionable, tapi Anda tidak tahu mana yang benar-benar Anda sukai dan apa yang akan Anda pakai untuk hari itu. Keadaan ini kemudian membuat Anda mencari lagi apa yang sebenarnya Anda inginkan, menemukannya dalam tren sepatu terbaru, membelinya dan kemudian segera meninggalkannya setelah beberapa kali pakai. Selanjutnya, Anda kembali menginginkan hal lainnya untuk membuat Anda bahagia, yang sebenarnya tidak pernah Anda dapatkan dari barang apa pun itu.Well, masih belum terlambat untuk mengembalikan esensi kebahagiaan dalam diri Anda. Caranya, biasakan untuk menunggu ketika Anda sedang menginginkan sesuatu. Dengan menunggu, Anda akan tahu apakah itu benar-benar yang Anda inginkan. Dengan menabung, Anda akan lebih bisa menghargai uang yang berhasil dikumpulkan, ketimbang hanya menerima gaji dan kemudian langsung membelanjakannya. So, untuk urusan memanjakan diri, menunggu dan menunda itu ada hikmahnya!&lt;a href="http://woman.kapanlagi.com/inspiring/lentera/10529-saya-mampu-membeli-tunggu-apa-lagi.html"&gt;SUMBER:KapanLagi.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-6027849661100361664?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/6027849661100361664/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=6027849661100361664' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/6027849661100361664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/6027849661100361664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/12/saya-mampu-membeli-tunggu-apa-lagi.html' title='Saya Mampu Membeli, Tunggu Apa Lagi?'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-5586807076840790436</id><published>2011-12-31T15:23:00.000-08:00</published><updated>2011-12-31T15:23:32.322-08:00</updated><title type='text'>Ibuku Tidak Sempurna</title><content type='html'>Ibuku hanya memiliki satu mata. Saya membencinya, karena dia membuatku malu. Ibuku mengelola sebuah toko kecil di sebuah pasar yang menjual rumput liar. Pada suatu hari ketika aku berada di sekolah dasar. Ibuku datang ke sekolah. Saya sangat malu. Bagaimana dia bisa melakukan ini padaku? Aku melemparkan tatapan penuh kebencian dan berlari keluar. Keesokan harinya di sekolah. Teman-teman bertanya “Ibumu hanya memiliki satu mata?!” dan mereka mengejek saya.Saya harap ibuku lenyap dari dunia ini sehingga Saya tega berkata kepada ibu, “Kenapa Ibu tidak memilikli 2 mata?! Ibu telah membuatku menjadi bahan tertawaan disekolah. Mengapa Ibu tidak mati saja?” Ibuku diam, tidak menanggapi. Saya merasa telah bertindak sangat buruk, tapi pada saat yang sama, rasanya lega juga telah mengatakan apa yang selama ini Saya ingin katakan kepadanya.Mungkin karena ibuku tidak menghukumku, maka Saya berpikir telah melukai perasaannya dengan sangat buruk.Malam itu … Saya terbangun, dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air. Ibuku menangis di sana, begitu tenang, seakan ia takut bahwa ia akan membangunkanku. Saya melihatnya, dan kemudian berpaling. Saya benci melihat ibu mengeluarkan air mata hanya dari satu matanya saja. Jadi Saya berjanji pada diriku sendiri bahwa aku akan tumbuh dewasa dan menjadi sukses, karena saya membenci pada ibuku yang bermata satu dan kemiskinan kami.Lalu Saya belajar sangat keras. Saya meninggalkan ibu dan datang ke Ibukota untuk sekolah, dan diterima di Universitas Negeri. Lalu, Saya menikah dan membeli rumah sendiri. Lalu punya anak. Sekarang Saya hidup bahagia sebagai pria sukses. Saya suka di sini karena tempat yang tidak mengingatkan saya pada ibu.Kebahagiaan ini semakin besar, ketika seseorang tak terduga datang menemui saya. Itu adalah ibu!!. Masih dengan satu matanya. Rasanya seolah-olah seluruh langit runtuh menimpa saya. Putriku lari ketakutan setelah melihat mata ibu.Didasari rasa malu dan benci, maka saya berpura-pura tidak mengenal Ibu, “Anda Siapa? Aku sama sekali tidak mengenal Anda!” dia tidak menjawab. Aku berteriak padanya “Beraninya kau datang ke rumah saya dan menakut-nakuti anak saya! Pergi dari sini sekarang juga!” Ibuku dengan tenang menjawab, “oh, maafkan saya. Saya telah mendatangi alamat yang salah,” Dan dia menghilang. Saya lega karena Ibu tidak mengenali saya. Saya berkata pada diriku sendiri bahwa aku tidak akan peduli dan melanjutkan hidup saya tanpa mengingat-ingat kejadian ini.Suatu hari, sebuah undangan untuk menghadiri acara reuni sekolah datang ke rumah. Saya berbohong kepada istri saya dengan mengatakan bahwa saya akan melakukan perjalanan bisnis. Setelah reuni, Saya pergi ke gubuk tua, tempat masa kecil saya dulu … ketika membuka pintu, aku menemukan ibu terjatuh di tanah. Tapi aku tidak meneteskan air mata sedikit pun. Dia memiliki secarik kertas di tangannya yang ternyata adalah surat untung saya. Isi surat tersebut adalah sebagai berikut:“Anakku, Saya pikir hidup saya sudah cukup. Dan … Saya tidak akan mengunjungi Ibukota lagi. Tetapi apakah itu merupakan permintaan yang berlebihan untuk memintamu datang mengunjungi saya sekali-kali? Aku sangat merindukanmu. Dan saya sangat senang ketika mendengar kau datang ke acara reuni. Tapi aku memutuskan untuk tidak pergi ke sekolah. Untukmu… Aku sangat menyesal telah membuatmu malu karena hanya memiliki satu mata.Apakah kamu ingat, ketika kamu masih sangat kecil, kamu mengalami kecelakaan, dan kehilangan salah satu matamu. Sebagai seorang ibu, aku tidak tahan melihatmu harus tumbuh dengan hanya satu mata. Jadi aku memberimu salah satu mataku. Aku begitu bangga melihatmu telah memandang dunia baru dengan mataku. Aku tidak pernah marah padamu untuk apa pun yang telah kamu lakukan padaku. Ketika kamu membentak dan memarahiku, aku selalu mengatakan pada diriku bahwa, ‘itu karena dia mencintaiku. ” Aku rindu pada masa-masa ketika kamu masih kecil. Masa dimana kamu masih membutuhkanku. Aku sangat merindukanmu. Aku mencintaimu. Kamu sangat berarti bagiku.”Dunia saya hancur setelah membaca surat itu! Dan Saya menangis untuk orang yang telah hidup bagi saya. Yaitu Ibu saya.&lt;a href="http://gemintang.com/kisah-sukses-motivasi-inspirasi/ibuku-hanya-memiliki-satu-mata/"&gt;SUMBER:gemintang.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-5586807076840790436?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/5586807076840790436/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=5586807076840790436' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/5586807076840790436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/5586807076840790436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/12/ibuku-tidak-sempurna.html' title='Ibuku Tidak Sempurna'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-2418193918841446018</id><published>2011-12-31T15:22:00.000-08:00</published><updated>2011-12-31T15:22:25.023-08:00</updated><title type='text'>Si Penolong Yang Bernama 'Waktu'</title><content type='html'>Pada suatu ketika, segenap Perasaan dan Emosi pergi ke sebuah pulau untuk berlibur. Semua bergembira dan menikmati waktu mereka di sana, hingga tiba-tiba ada sebuah pengumuman bahwa badai akan menerjang pulau itu. Setiap orang diminta untuk mengungsi dari pulau itu.Tentu saja pengumuman ini menimbulkan kepanikan yang sangat besar. Setiap orang berebut menyelamatkan barang dan berlari memenuhi kapal-kapal yang nampak di depan mereka. Bahkan kapal-kapal yang nampak jelek pun kembali diturunkan ke laut dan segera dipenuhi oleh orang-orang.Namun demikian Cinta tidak ingin cepat-cepat melarikan diri. Masih ada banyak hal yang harus dilakukannya, yaitu membantu orang-orang menyelamatkan diri. Seiring kabut yang menebal, Cinta sadar dia juga harus segera naik ke kapal. Sayangnya, tidak ada lagi tempat di kapal-kapal itu yang bisa menampung dirinya.Cinta mengedarkan pandangan dengan penuh harap ketika Kemakmuran lewat dengan kapal yang kokoh dan nampak mewah. Cinta segera berseru, "Kemakmuran, dapatkah kau membawaku di kapalmu?""Maaf," jawab Kemakmuran, "kapalku sudah penuh dengan harta yang berharga, emas dan perak. Tidak ada tempat untukmu."Sejenak kemudian, Kesombongan melintas dengan kapalnya yang indah. Terdesak oleh kecemasan yang semakin menghimpit, Cinta berteriak padanya, "Maukah kau menolongku? Aku seorang diri dan butuh tumpangan. Tolong angkut aku bersamamu!"Dengan congkaknya Kesombongan menjawab, "Tidak, saya tidak bisa membawamu. Kapal saya akan kotor terkena kakimu yang berlumpur itu."Berikutnya Penderitaan lewat dengan kapalnya, dan sekali lagi Cinta meminta pertolongan. Namun jawabnya, "Tidak.. aku terlalu sedih untuk membawamu. Aku ingin sendirian. Jangan ganggu aku."Tepat setelah itu lewatlah Kebahagiaan. Dengan segera Cinta bangkit dan memanggilnya. Dia yakin Kebahagiaan akan menolongnya. Namun karena terlalu bahagia, Kebahagiaan bahkan tidak melihat ke sekelilingnya dan tidak menyadari ada yang sedang melambai-lambai memanggilnya.Cinta merosot di tempatnya berdiri, dia merasa takut, cemas sekaligus hancur karena tidak ada yang mau menerimanya. Dalam genangan air mata yang mengaburkan pandangannya, sebuah suara memanggil, "Cinta, kemarilah! Aku akan menolongmu."Tanpa pikir panjang, dan tanpa melihat siapa itu, Cinta bangkit melangkah gontai segera masuk ke dalam kapal. Tangisnya masih menjadi-jadi seiring kapal mulai bergerak meninggalkan pulau. Sebuah harapan untuk selamat merebak di hatinya, namun penolakan yang dirasakannya masih membekas dalam.Tak terasa kapal telah merapat di pantai. Cinta turun, namun tidak mengenali siapa yang telah menolongnya. Cinta pun kemudian bertanya pada Pengetahuan, siapakah yang telah menolongnya ketika semua telah menolak.Pengetahuan tersenyum, "Oh, itu adalah Waktu."Kerabat Imelda....Cerita ini memberikan pesan yang sangat mendalam, yang tidak akan pernah salah. Ketika cinta Anda dikecewakan, ketika Anda disakiti karena cinta, hanya satu yang akan menyembuhkan dan menolong, yaitu waktu. Waktu menyimpan semua cerita dan rencana, dan menyatakannya kepada Anda di saat yang tepat.&lt;a href="http://woman.kapanlagi.com/inspiring/lentera/10555-si-penolong-yang-bernama-waktu.html"&gt;SUMBER:kapanlagi.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-2418193918841446018?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/2418193918841446018/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=2418193918841446018' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/2418193918841446018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/2418193918841446018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/12/si-penolong-yang-bernama-waktu.html' title='Si Penolong Yang Bernama &apos;Waktu&apos;'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-1421903384773039423</id><published>2011-12-31T15:21:00.000-08:00</published><updated>2011-12-31T15:21:13.171-08:00</updated><title type='text'>Terima Kasih Telah Menolak Cintaku</title><content type='html'>Siapa sih yang ingin ditolak cintanya, aku rasa semua perempuan yang pernah merasakan jatuh cinta pasti berharap cintanya diterima. Tetapi aku cukup beruntung ketika aku jatuh cinta dan akhirnya tertolak. Aku sebenarnya perempuan yang sukar sekali jatuh cinta, mungkin karena saat itu aku belum menemukan seseorang yang benar-benar aku cintai dengan tulus, bukan karena nafsu atau iri saat melihat teman-teman sebayaku telah memiliki kekasih. Aku lebih senang menunggu, walau sebenarnya saat itu banyak laki-laki yang mencoba mendekati akuKarena hal itu, aku sempat diisukan sebagai perempuan yang tak normal karena tak pernah jatuh cinta. Bahkan sampai aku menginjak kelas tiga SMU, aku masih senang sendiri, merajut keceriaan tanpa kehadiran sang pujaan hati, memotong kesedihan dengan kesendirian dan membiarkan air mata ini jatuh dari kelopaknya, setetes demi setetes  sampai akhirnya jiwa ini kembali menemukan harinya.Tetapi terus terang, aku akhirnya jatuh cinta untuk yang pertama kalinya, walau saat itu sebenarnya aku tak pernah menyadari perasaan itu. berawal dari ketidak sengajaan saat aku mendengarkan percakapan diruangan kepala sekolah, aku melihat Dedy (bukan nama sebenarnya) teman sekelasku yang seorang juara kelas, sedang bernegosiasi untuk meminta keringanan biaya untuk ujian akhir. Dan aku tak pernah menyangka, jika Dedy si juara kelas itu adalah hanya anak seorang pedagang sayurEntah mengapa saat itu aku begitu tersentuh.  Setiap ada waktu, dikelas atau dimanapun ada kesempatan,aku mencoba untuk  mengajak bicara sang bintang kelas itu. Namun sejauh itu, tak ada respon sedikit pun darinya. Semakin lama aku semakin faham, untuk seorang Dedi, perhatian dari seorang perempuan sepertiku tidaklah begitu penting baginya. Karena begitu banyak beban keluarga yang ada di pundaknya.Setiap hari berganti, setiap itu pula rasa simpatikku terhadapnya semakin bertambah. Tetapi Dedy tetaplah seperti yang aku kenal sebelumnya Tidak ada kegundahan sedikitpun yang terlihat diraut wajahnya. Padahal aku tahu betul, batas akhir pembayaran ujian akhir sisa dua minggu lagi. Tetapi itulah Dedy, ia tetap bisa belajar dengan tenang, menjawab pertanyaan dengan tepat, bertanya dengan kritis, dan berdiskusi dengan bijaksana. Dedy tetap  bisa menjadi bintang, bahkan bukan hanya bintang di kelas, namun juga di hatiku. Dan akupun memutuskan mengorbankan sebagian uang tabunganku.Saat itu ketika jam istirahat, nama Dedy di panggil di speaker sekolah untuk segera ke ruang tata usaha. Disana ia begitu terkejut, ketika menerima kuitansi pelunasan uang ujian akhir atas namanya. Siapa yang berbaik hati membayarkannya ? Ded pun bertanya-tanya akan hal itu. Tidak ada pesan di kuitansi itu, kecuali sebuah tanda tangan yang dibubuhi tulisan : “sahabat yang mengagumimu”:Tak ada yang ingin ditolak cintanya. Begitupun dengan aku, yang kini mulai menyadari, bahwa hatiku telah tercuri. Dengan perasaanku ini, aku yakin, bahwa aku tidak mencintai orang yang salah. Aku juga  yakin, cinta murni yang selalu kusimpan rapi hanya untuk diberikan pada Dedy. Namun, aku  bingung bagaimana harus mengekpresikan perasaannya. Aku hanya bisa mencuri kesempatan ketika jam diskusi, atau sesekali di perpustakaan.Siang itu di perpustakaan, aku  mengembalikan buku yang sengaja aku pinjam kemarin pada Dedy. Tanpa perasaan apa-apa, Dedypun menerima buku itu. Namun ia dikejutkan pada sebuah kartu yang sengaja  kuselipkan didalamnya, kartu itu berwarna merah jambu, menyebarkan wangi semerbak aroma bunga, senada dengan puisi yang tertulis didalamnya :  “ kenapa tidak kau letakkan tangan itu, Ketika penat menggelabuimu, Padahal selalu ada bahu yang menunggu.  Letakkanlah.. Tangan itu di bahunya Bukan hanya untuk berbagi..Tapi karena ia ingin mencintai..  Sahabat yang mengagumimu…….Tetapi aku sangat terkejut dengan sikapnya yang tiba-tiba saja berubah saat ia menyadari siapa yang telah melunasi biaya ujian akhirnya dan juga menyadari bahwa aku mencintainya. Dan sungguh aku tak percaya jika ia menolak semuanya, menolak semua bantuanku dan yang lebih menyakitkan ia menolak rasa sayangku kepadanya, “ Tunggu Ded…!” aku menghapus air mataku, “ Kenapa… kenapa aku tidak boleh menyayangimu? aku tulus menyayangimu.. aku hanya menyayangimu Ded,, dan tidak memintamu untuk menjadikanku pacar…”Dengan perasaan kalut, sang Gadis pun mengungkapkan perasaaannya pada sebuah tembok toilet di sekolah, tanpa sadar ia torehkan tembok itu dengan tulisan “ I LOVE U, DEDY” Sepuluh tahun itu berlalu, aku kini bukanlah gadis yang lemah seperti dulu. Saat ini aku tengah sukses mengembangkan usaha, aku juga telah memiliki suami dan seorang buah hati, hidup berbahagia dan tak kurang suatu apapun.Disuatu pagi, ada seorang sales yang memaksa bertemuku, tetapi karena kesibukanku, aku meminta sekretarisku untuk menanganinya. Tetapi anehnya sales tersebut tetap memaksaku untuk bertemu, karena lama menunggu akhirnya sales tersebut meninggalkan pesan. Dan aku begitu terkejut ketika membaca pesannya yang membuka kembali lukaku sepuluh tahun silam“Untuk seseorang yang pernah menorehkan namaku di tembok toilet SMU dengan kata-kata “I Love U DEDY”, AKU MOHON MAAF.  Karena kini dia sudah lebih baik dariku, sudah berbenah, bahkan melebihi dari kesempurnaanku dulu. Setidaknya aku berharap dia sudi memaafkanku, meskipun tanpa harus berharap dapat merebut hatinya yang sudah layu…, DEDY…Aku menghela nafas panjang. Kemudian  tanpa sadar, pena ditanganku menuntun untuk  menjawab tulisan itu : Terima kasih, karena dulu  telah menolak cinta ku.&lt;a href="http://www.perempuan.com/terima-kasih-telah-menolak-cintaku/"&gt;SUMBER:perempuan.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-1421903384773039423?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/1421903384773039423/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=1421903384773039423' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/1421903384773039423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/1421903384773039423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/12/terima-kasih-telah-menolak-cintaku.html' title='Terima Kasih Telah Menolak Cintaku'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-6599311947661503189</id><published>2011-12-31T15:20:00.000-08:00</published><updated>2011-12-31T15:20:06.645-08:00</updated><title type='text'>When You Do Not Give Up, You Can Not Fail</title><content type='html'>Derek Redmond (atlet Inggris kelahiran tahun 1965) mengikuti lomba lari cepat 400 meter di Olimpiade Barcelona, 1992. Lomba pun di mulai dan semua peserta termasuk Derek, berlari dan berusaha untuk mencapai posisi pertama. Tetapi, di saat menempuh jarak 150 meter, Derek tiba-tiba merasakan sakit pada kakinya, ia merasa kakinya seperti terbakar. Ia terjatuh dan lututnya terluka. Ia terdiam di tempat, sedangkan peserta lainnya sudah jauh meninggalkannya.Tidak ingin menyerah, dan bertekad untuk menyelesaikan perlombaan tersebut, ia bangkit dan melanjutkan lombanya. Dengan langkah yang tidak sempurna, dan menahan sakitnya, ia terus berusaha untuk melanjutkan lomba itu. Tiba-tiba, seorang pria memasuki area lomba dengan menerobos petugas keamanan dan lari mendekati Derek. Pria tersebut mendekati dan merangkul Derek. Lalu Derek menangis dan memeluk pria tersebut, yang ternyata adalah ayahnya. "Kamu tidak perlu melakukan hal seperti ini," katanya pada putranya."Ya, saya perlu", balas Derek."Yah kalau begitu, mari kita selesaikan bersama!"Bersama-sama, ayah dan anaknya melanjutkan perlombaan itu.Ketika jarak tinggal sedikit lagi untuk mencapai garis finish, sang ayah membiarkan Derek untuk menyelesaikan perlombaan tersebut. Di saat Derek menyelesaikan lomba tersebut dengan melewati garis finish, lebih dari 65.000 penonton berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah untuk Derek dan ayahnya. Benar-benar kisah pelari yang sangat menginspirasi. Kerabat Imelda..jika kita renungi, hidup kita ini bagaikan perlombaan tersebut. Tidak semua hal terjadi sesuai dengan keinginan kita. Di saat kesulitan menghampiri, apa yang anda lakukan? Menyerah dan tidak menyelesaikan perjalananmu atau bangkit walaupun terjatuh dan terluka?Tidak mudah memang, tetapi bukan berarti tidak mungkin. Derek bisa saja menyerah karena kesakitan, kelihatannya tidak mungkin untuk menyelesaikan lomba itu dalam keadaan kaki yang kesakitan; dia pun sudah tertinggal jauh oleh pelari yang lain. Tetapi, Derek tidak memilih untuk menyerah, dengan menahan kesakitan, ia tetap berusaha untuk menyelesaikan lomba tersebut. Ia tidak peduli kalah atau menang, tetapi ia hanya ingin menyelesaikan lomba tersebut.Dan dukungan sang Ayah yang tidak berbicara banyak namun kehadirannya memberitahu kepada Derek bahwa ayahnya ada untuknya dan memberikan dorongan kepadanya. Itu menjadi sebuah kekuatan bagi Derek untuk lebih semangat lagi menyelesaikan lomba tersebut.Semangat Derek yang tidak memilih untuk menyerah memberikan inspirasi kepada kita, khususnya dalam menjalani kehidupan kita sehari-hari. Derek tidak menginginkan sebuah kekalahan, begitu juga dengan kita. Tetapi, sekali lagi, tidak semua hal terjadi sesuai dengan keinginan kita. Tetapi, itu tidak berarti kita gagal. Karena di saat kita memilih untuk tidak menyerah, kita tidak gagal.Things don't always work out the way you'd like, but, when you don't give up, you can not fail!!Tersenyumlah dan Bersyukurlah, &lt;a href="http://www.andriewongso.com/artikel/artikel_anda/4404/When_You_Do_Not_Give_Up_You_Can_Not_Fail/"&gt;SUMBER: Rosita - andriewongso.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-6599311947661503189?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/6599311947661503189/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=6599311947661503189' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/6599311947661503189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/6599311947661503189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/12/when-you-do-not-give-up-you-can-not.html' title='When You Do Not Give Up, You Can Not Fail'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-5048477196846939558</id><published>2011-12-31T15:16:00.000-08:00</published><updated>2011-12-31T15:18:52.378-08:00</updated><title type='text'>Nikmati Waktu Hargai Waktu</title><content type='html'>Waktu Tak seorangpun tahu, kapan waktu mulai bergerakDan entah kapan sang waktu berhenti berjalanYang pasti, sampai detik ini dia terus bergerak dan terus bergulirEntah Anda menghargai waktu dengan memanfaatkan sebaik-baiknya?Atau selalu menyia-nyiakan waktu dengan aktivitas yang tidak bermanfaat? Dia tetap diaDan terus berjalan tanpa memihak kepada siapapun, tanpa membantu siapapunTetapi dia bernilai untuk siapapunDia tidak pernah kalah dan tidak akan usangDia selalu baru, selalu segar dan tegar. Hanya kitalah sebagai manusia lambat atau cepat, pasti akan termakan oleh proses sang waktuWaktu untuk kehidupan seseorang manusia tidak lama dan sangat terbatasMaka sepantasnya harus kita isi kehidupan ini dengan produktivitas yang sangat bermanfaatBaik dari diri pribadi dan bagi manusia-manusia lainnya.Kesadaran akan nilai waktu harus selalu diingatkanDipelihara dengan rasa syukur yang besar terhadap Sang PenciptaDengan demikian, kita akan menghargai nilai keberadaan sang waktudan nilai-nilai diri kita sebagai manusia sehingga kita akan selalu berusahauntuk dapat menikmati proses waktu itu dengan kualitas kehidupanyang makin lama makin indah, nikmat, bahagia dan sangat berarti...Nikmati waktumu yang masih ADA!Hargai waktumu yang masih TERSISA! &lt;a ref="http://www.andriewongso.com/artikel/aw_artikel/4419/Nikmati_Waktu_Hargai_Waktu/"&gt;SUMBER: Andrie Wongso - andriewongso.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-5048477196846939558?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/5048477196846939558/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=5048477196846939558' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/5048477196846939558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/5048477196846939558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/12/nikmati-waktu-hargai-waktu.html' title='Nikmati Waktu Hargai Waktu'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-5739532303461783822</id><published>2011-12-31T15:15:00.000-08:00</published><updated>2011-12-31T15:15:21.173-08:00</updated><title type='text'>Bergulung Bersama Ombak Lautan</title><content type='html'>Sekelompok mahasiswa mengisi libur panjang mereka dengan berkemah di tepi pantai yang terpencil. Suasana di pantai begitu sepi dan tenang karena pantai tersebut belum dibuka untuk umum. Sebagaimana pantai laut lepas lainnya, ombak menderu, bergulung-gulung tinggi dan menghempas dengan ganas.Di siang hari menjelang sore, sekumpulan anak muda ini duduk-duduk di pantai memandangi laut lepas. Diiringi deburan ombak, mereka menceritakan kehidupan dan isi hati mereka. Kehidupan sebagai orang yang beranjak dewasa, tidaklah mudah bagi beberapa orang. Kerasnya kehidupan seringkali berbenturan dengan idealisme yang selama ini dipegang. Sore itu mereka berbagi kegelisahan dalam ketenangan pantai.Saat berbincang, nampaklah siluet tubuh manusia ikut bergulung dengan ombak. Dengan rasa terkejut, mereka segera berlari ke arah pantai dan mencari cara untuk menolong orang itu. Namun dari siluetnya yang lemah, mereka semua menduga orang itu sudah tak tertolong lagi. Maka mereka mencari sesuatu untuk menarik tubuhnya agar tidak hilang ditelan lautan.Saat mereka sibuk di pantai, gulungan ombak mengantarkan tubuh yang lemas itu ke pantai. Mereka yang tahu langsung berlari untuk menangkapnya di tempat yang agak dangkal. Namun betapa terkejutnya mereka ketika tubuh lemah itu mendadak berdiri, keluar dari air dan berjalan ke pinggir pantai.Para mahasiswa yang masih bingung mendekati si pria yang sedang menatap ombak sambil mengatur nafasnya. Mereka tidak tahan untuk tidak bertanya bagaimana pria itu bisa selamat dari arus lautan yang demikian. Selama ini orang yang terjebak di dalam arus demikian tidak pernah berhasil terbebas dengan kondisi selamat.Si pria menjawab, sebenarnya sangat mudah. Dia hanya mengikuti ke mana ombak membawanya, dia tidak berusaha melawan saat ombak menggulungnya tinggi dan juga tidak melawan saat ombak menghempas ke bawah. Ombak-ombak itu selalu mengarah ke pantai, tinggal menunggu waktu saja hingga sampai ke pantai selain berdoa agar semua berjalan dengan seharusnya.Hidup selalu memiliki masa-masa naik dan turun. Bagaimana kita menyesuaikan dan mengatur diri sendiri dalam setiap situasi, itulah yang menentukan sejauh mana keberhasilan kita dalam hidup. Saat Anda memutuskan untuk keluar atau lari dari situasi sulit, saat itulah Anda kalah dalam perang dan tenggelam ke dasar lautan. &lt;a href="http://woman.kapanlagi.com/inspiring/lentera/10290-bergulung-bersama-ombak-lautan.html"&gt;SUMBER:kapanlagi.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-5739532303461783822?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/5739532303461783822/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=5739532303461783822' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/5739532303461783822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/5739532303461783822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/12/bergulung-bersama-ombak-lautan.html' title='Bergulung Bersama Ombak Lautan'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-8203980455590341339</id><published>2011-12-31T15:14:00.000-08:00</published><updated>2011-12-31T15:14:14.841-08:00</updated><title type='text'>Doa untuk Putraku</title><content type='html'>Pada masa Perang Dunia II, seorang jenderal kenamaan, Douglas McArthur, menullis sebuah puisi untuk putra tercintanya yang saat itu baru berusia 14 tahun. Puisi tersebut mencerminkan harapan seorang ayah kepada anaknya. Ia memberi sang anak puisi indah yang berjudul "Doa untuk Putraku". Inilah isi puisi tersebut: - Doa untuk Putraku -Tuhanku...Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya. Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan.Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan.Tetap Jujur dan rendah hatidalam kemenangan.Bentuklah puteraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja.Seorang Putera yang sadar bahwa mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan.Tuhanku...Aku mohon, janganlah pimpin puteraku di jalan yang mudah dan lunak. Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan.Biarkan puteraku belajar untuktetap berdiri di tengah badai dan senantiasa belajaruntuk mengasihi mereka yang tidak berdaya.Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi, sanggup memimpin dirinya sendiri, sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain.Berikanlah hamba seorang putra yang mengerti makna tawa ceria tanpa melupakan makna tangis duka.Putera yang berhasrat untuk menggapai masa depan yang cerahnamun tak pernah melupakan masa lampau.Dan, setelah semua menjadi miliknya...Berikan dia cukup rasa humor sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguhnamun tetap mampu menikmati hidupnya.Tuhanku...Berilah ia kerendahan hati...Agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki...Pada sumber kearifan, kelemahlembutan, dan kekuatan yang sempurna...Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud, hamba, ayahnya, dengan berani berkata "hidupku tidaklah sia-sia."Kerabat Imelda...Puisi yang ditulis oleh Jenderal Douglas McArthur tersebut merupakan sebuah puisi yang luar biasa. Puisi itu adalah sebuah cermin seorang ayah yang mengharapkan anaknya kelak mampu menjadi manusia yang ber-Tuhan sekaligus mampu menjadi manusia yang tegar, tidak cengeng, tidak manja, dan bertanggung jawab atas kehidupannya sendiri.Seperti contoh sepenggal puisi di atas yg berbunyi: "Janganlah pimpin puteraku di jalan yang mudah dan lunak, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan." Puisi ini menunjukkan bahwa sang jenderal sadar tidak ada jalan yang rata untuk kehidupan sukses yang berkualitas.Seperti kata mutiara yang tidak bosan saya ucapkan: "Kalau Anda lunak pada diri sendiri, kehidupan akan keras terhadap Anda. Namun, kalau Anda keras pada diri sendiri, maka kehidupan akan lunak terhadap Anda."Untuk itu, jangan kompromi atau lunak pada sikap kita yang destruktif, merusak, dan cenderung melemahkan. Maka, senantiasalah belajar bersikap tegas dan keras dalam membangun karakter yang konstruktif, membangun, demi menciptakankehidupan sukses yang gemilang, hidup penuh kebahagiaan!Selamat berjuang!! &lt;a href="http://www.andriewongso.com/artikel/aw_artikel/4427/Doa_untuk_Putraku/"&gt;Sumber:AndrieWongso.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-8203980455590341339?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/8203980455590341339/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=8203980455590341339' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/8203980455590341339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/8203980455590341339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/12/doa-untuk-putraku.html' title='Doa untuk Putraku'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-4097158384222542605</id><published>2011-12-31T15:12:00.000-08:00</published><updated>2011-12-31T15:12:20.427-08:00</updated><title type='text'>Kisah Monyet Dan Apel Palsu</title><content type='html'>Di sebuah hutan, tinggal sekumpulan monyet. Pada suatu hari, seekor monyet pergi ke pinggir hutan dan masuk ke dalam sebuah rumah yang kosong. Di dalam sana, sang monyet merasa lapar dan menemukan semangkuk apel dengan warna yang berkilauan. Sang monyet mengendus apel tersebut, tidak berbau apel. Saat digigit apel itu sangat keras hingga gigi sang monyet sakit.Apel tersebut tidak dapat dimakan, tetapi memiliki bentuk yang bagus dan akan berkilau saat ditimpa cahaya. Monyet tersebut melupakan rasa laparnya lalu membawa apel palsu tersebut ke dalam hutan. Dia memamerkan benda itu sebagai sesuatu yang berharga pada teman-temannya. Dia menjaga apel itu dengan menggenggamnya erat agar tidak jatuh.Tetapi.. sang monyet makin merasa lapar. Apel palsu yang dianggapnya berharga tidak mungkin dimakan. Saat melihat pohon apel dengan buah sungguhan yang harum baunya, sang monyet tidak mau memanjat, takut jika apel palsu yang dia genggam akan rusak dan jatuh ke tanah. Makin lapar dan semakin lapar.. Monyet itu memandang buah apel sungguhan yang menggiurkan.Akhirnya sang monyet mengambil keputusan, dia melempar apel palsu di atas tanah lalu memanjat pohon. Dia mengambil buah apel sungguhan dan memakannya dengan nikmat. Inilah letak kebahagiaan sejati sang monyet. Keputusannya untuk membuang apel palsu yang dianggapnya berharga memang tepat, karena dengan apel sungguhan yang tidak berkilauan, sang monyet merasa kenyang dan bahagia.Kerabat Imelda, kisah ini menjadi inspirasi pada kita semua untuk memilah apa yang kita miliki, apa yang kita butuhkan. Kadang sesuatu yang menurut kita berharga menjadi bumerang yang berbahaya. Misalnya sang monyet bertahan dengan apel palsu yang berkilauan, bisa saja dia mati kelaparan di samping pohon apel sungguhan yang berbuah ranum.Jangan abaikan apa yang ada di sekitar Anda, karena di sanalah kebahagiaan yang sesungguhnya berada. Jika Anda berada di persimpangan jalan untuk memilih sesuatu yang berharga, pastikan Anda mengikuti kebahagiaan sejati, tak hanya sesuatu yang Anda anggap berharga.&lt;a href="http://woman.kapanlagi.com/inspiring/lentera/10291-kisah-monyet-dan-apel-palsu.html"&gt;SUMBER:kapanlagi.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-4097158384222542605?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/4097158384222542605/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=4097158384222542605' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/4097158384222542605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/4097158384222542605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/12/kisah-monyet-dan-apel-palsu.html' title='Kisah Monyet Dan Apel Palsu'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-341312559306038670</id><published>2011-12-31T15:10:00.000-08:00</published><updated>2011-12-31T15:10:20.326-08:00</updated><title type='text'>Percakapan Sebuah Pensil Dan Penghapus</title><content type='html'>Setelah dipakai berhari-hari untuk menyelesaikan banyak gambar, sebuah pensil dan sebuah penghapus diletakkan di atas meja oleh pemiliknya. Ruangan menjadi sunyi senyap begitu si arsitek menyelesaikan gambarnya dan bergegas keluar dari pintu. Tertinggallah mereka berdua, berhadap-hadapan di tengah meja yang nampak masih berserakan.Pensil: Maafkan aku...Penghapus: Untuk apa? Kamu tidak melakukan sesuatu yang salah..Pensil: Lihatlah, tubuhmu mengecil.. Maafkan aku sudah membuatmu menderita. Setiap kali aku berbuat kesalahan, kamu selalu ada untuk menghapusnya. Namun untuk melakukan itu, kamu harus kehilangan bagian tubuhmu. Kamu menjadi semakin kecil dan semakin mengecil setiap kali membantuku.Penghapus: Ya, memang benar. Tapi aku sungguh-sungguh tidak keberatan. Kamu paham benar aku memang diciptakan seperti ini. Aku diciptakan untuk membantumu setiap kali kamu melakukan kesalahan. Walaupun aku sadar, suatu hari nanti aku akan habis dan kamu akan menggantiku dengan yang baru, tapi aku benar-benar senang dengan peranku. Jadi, tolong jangan bersedih, dan jangan khawatir. Aku tidak suka melihatmu sedih.Kerabat Imelda...Orang tua dan anak tiada beda dengan pensil dan penghapus. Mereka selalu ada untuk anak-anaknya, mengurusi, membenahi dan menyelesaikan kesalahan-kesalahan yang diperbuat oleh sang anak. Sering kali dalam perannya sebagai orang tua, mereka harus merasakan sakit fisik maupun psikis. Belum lagi omongan orang yang harus ditanggung orang tua karena ulah yang dibuat anaknya.Seiring waktu kemampuan orang tua semakin menurun, badannya semakin lemah dan pada saatnya akan tiada lagi di dunia ini. Mungkin beratnya beban kehidupan membuat kondisi mereka menurun lebih cepat, mungkin akibat stres memikirkan perilaku anak-anaknya membuat mereka semakin lemah.Walaupun para orang tua sadar, suatu saat anak-anaknya akan menemukan seseorang yang akan mendampingi hidupnya, meneruskan fungsi 'penghapus' dari para orang tua, tapi mereka tetap senang dengan apa yang mereka lakukan untuk anaknya. Orang tua tetap tidak suka melihat anaknya bersedih atau mengkhawatirkan sesuatu.Saat tubuhnya telah renta, dan si anak mungkin tidak membutuhkannya lagi, orang tua sering kali tetap ingin melakukan sesuatu untuk anaknya. Tidak jarang maksud baik ini justru menimbulkan kesulitan dan kesalahpahaman antara anak dan orang tuanya yang sudah lemah. Namun jika Anda mengingat percakapan antara pensil dan penghapus ini, Anda tidak akan lupa betapa orang tua Anda telah mengecil dan mengecil demi Anda.Pada saatnya nanti Anda juga akan beralih dari sebuah pensil menjadi sebuah penghapus untuk anak-anak Anda. Namun jangan menunggu saat itu untuk menyadari peran mulia orang tua Anda. Sadari sekarang, dan hargailah 'penghapus' Anda sebelum semakin kecil dan menghilang.&lt;a href="http://woman.kapanlagi.com/inspiring/lentera/10295-percakapan-sebuah-pensil-dan-penghapus.html"&gt;SUMBER: kapanlagi.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-341312559306038670?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/341312559306038670/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=341312559306038670' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/341312559306038670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/341312559306038670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/12/percakapan-sebuah-pensil-dan-penghapus.html' title='Percakapan Sebuah Pensil Dan Penghapus'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-7252577157343091486</id><published>2011-11-07T14:53:00.001-08:00</published><updated>2011-11-07T14:53:43.924-08:00</updated><title type='text'>7 Keajaiban Dunia (Yang Sesungguhnya)</title><content type='html'>Murid-murid sebuah sekolah mengah pertama di Chicago sedang belajar tentang 7 Keajaiban Dunia. Di akhir pelajaran, para murid diminta untuk membuat daftar apa saja yang mereka anggap sebagai 7 Keajaiban Dunia. Meskipun ada beberapa pendapat yang berbeda, hasil yang paling banyak menunjukkan bahwa 7 Keajaiban Dunia adalah:1. Piramida terbesar di Mesir2. Taj Mahal di India3. Grand Canyon di Arizona4. Terusan Panama5. The Empire State di New York6. Basilika Santo Petrus7. Tembok besar ChinaSambil mengumpulkan daftar tentang 7 Keajaiban Dunia tersebut, sang guru memperhatikan seorang siswa, seorang gadis yang pendiam. Gadis ini masih sibuk dengan daftarnya, jadi sang guru bertanya apakah dia mempunyai masalah dengan tugasnya. Si gadis pendiam ini menjawab, "Iya, ada sedikit masalah. Saya bingung menentukan 7 Keajaiban Dunia karena ada begitu banyak keajaiban di dunia ini." Gurunya menjawab, "Baik, katakan pada kita daftar yang kamu punya, dan mungkin kita dapat membantu."Si gadis sedikit ragu, lalu membaca daftar yang ia punya, "Saya rasa 7 Keajaiban Dunia adalah:1. Bisa menyentuh2. Bisa berbicara3. Bisa melihat4. Bisa mendengar (Dia kembali ragu, lalu kembali berbicara..)5. Bisa merasa6. Bisa tertawa7. Dan bisa mencintai"Ruang kelas itu sunyi seketika, bahkan semua orang bisa mendengar bila ada koin yang terjatuh di ruangan tersebut.Kisah ini sedikit mengingatkan kita bahwa kadang hal-hal kecil dan terlihat biasa adalah hal terindah yang kita miliki. Kita lupa untuk bersyukur akan apa yang kita punya, sedangkan di luar sana banyak orang yang tidak dapat mendengar, buta, tidak dapat tertawa karena dirundung duka, serta perang yang terjadi di mana-manapun menunjukkan kurangnya kita mencintai sesama.Bersyukur pada hal-hal kecil akan membuat kita menghargai apa yang kita miliki. Membuat dunia terasa indah dengan cinta dan kedamaian adalah keajaiban yang tidak pernah kita sadari. So, be thankful to God for everything He has given for us!&lt;a href="http://woman.kapanlagi.com/inspiring/lentera/10198-7-keajaiban-dunia-yang-sesungguhnya.html"&gt;SUMBER:kapanlagi.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-7252577157343091486?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/7252577157343091486/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=7252577157343091486' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/7252577157343091486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/7252577157343091486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/11/7-keajaiban-dunia-yang-sesungguhnya.html' title='7 Keajaiban Dunia (Yang Sesungguhnya)'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-3350593197406024203</id><published>2011-11-07T14:52:00.000-08:00</published><updated>2011-11-07T14:52:55.646-08:00</updated><title type='text'>Ya Atau Tidak Sama Sekali!</title><content type='html'>"Do or Do Not, There Is No Try" quote by Yoda - tokoh fiksi dalam dunia film Star Wars. Lakukan dengan baik, jangan anggap ini coba-coba. Kira-kira itulah terjemahan bebas dari kata-kata tadi. Ada beberapa hal yang dapat kita ambil dari kalimat sederhana tersebut.Jangan pernah ragu. Keraguan adalah salah satu faktor utama yang membuat kita tidak berani dalam melangkah, membuat kita selalu berpikir tanpa pernah berani bergerak dan mengambil resiko yang ada. Hasilnya? Kita tidak akan pernah bergerak. Waktu dan pikiran kita habis membuat strategi dan strategi berikutnya, tanpa pernah menjalani strategi yang ada.Jangan pernah mundur lagi. Ini bukan coba-coba! Tidak ada lagi bagi Anda kemungkinan untuk mengatakan, ini kan hanya iseng, kalo gagal ya sudah! Bayangkan jika serangan Kamikaze di jaman Perang Dunia II masih ragu-ragu, mungkin serangan Pearl Harbour tidak akan banyak membawa sejarah. Keteguhan hati untuk maju, akan banyak membawa hasil karena keteguhan inilah yang akan mendorong kita meraih apa yang kita cita-citakan.Perjuangkan sepenuh hati. Anda sudah meninggalkan keraguan, dan sudah siap bertempur. Apa senjata Anda? Kemampuan Anda. Tidak ada alasan bagi Anda mengatakan hanya memberikan 10% atau 50% atau 70% dari kemampuan anda. Berikan segenap jiwa, hati, pikiran dan kemampuan Anda. Seringkali karena perhatian Anda terpecah, Anda tidak lagi memberikan 100% apa yang Anda punya. Sedangkan kita tahu, keberhasilan menuntut semua perhatian dan kemampuan kita, jadi jika Anda tidak memberikan sepenuhnya apa yang Anda punya, apakah keberhasilan dapat Anda raih?Lakukan, jangan sekedar coba-coba! Beri semua apa yang Anda punya, tinggalkan keraguan, dan jangan menyerah atau mundur! Keberhasilan sedang menanti Anda di sana!&lt;a href="http://woman.kapanlagi.com/inspiring/lentera/920-ya-atau-tidak-sama-sekali.html"&gt;SUMBER:kapanlagi.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-3350593197406024203?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/3350593197406024203/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=3350593197406024203' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/3350593197406024203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/3350593197406024203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/11/ya-atau-tidak-sama-sekali.html' title='Ya Atau Tidak Sama Sekali!'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-3464039290161297759</id><published>2011-11-07T14:44:00.002-08:00</published><updated>2011-11-07T14:44:43.501-08:00</updated><title type='text'>Masak Iya Cicak Lebih Pintar?</title><content type='html'>Cicak tidak bersekolah. Mereka juga tak pernah belajar ilmu bela diri, namun seringkali saat menghadapi bahaya mereka terbukti jauh lebih pandai daripada kita. Saat bahaya menghadang, seekor cicak akan melepas ekornya untuk mengecoh pihak pemangsa. Mungkin banyak dari kita yang sudah mengetahui kenyataan ini. Namun, seringkali kita tak melakukan tindakan yang cerdik saat diintai bahaya.Apakah bahaya itu? Mungkin bukan predator seperti yang ditakuti oleh si cicak, namun bahaya itu bisa saja berupa kebakaran rumah, status sebagai selingkuhan, pacar yang tak lagi menunjukkan cintanya, dan lain sebagainya.Saat rumah dilanda api, banyak orang lebih menyayangkan 'ekor'nya daripada melepasnya. Ekor itu bisa berarti uang, TV, kalung emas, HP, panci baru beli, hingga surat-surat berharga. Bukannya tak penting, saya percaya itu semua berharga. Namun saat keadaan sedemikian genting, manakah yang lebih penting, nyawa atau harta?Lain lagi dengan status sebagai selingkuhan. Sudah ketahuan pihak istri, masih saja enggan putus dengan kekasih terlarang. Apa bukan nekat dan cari perkara itu namanya.Belum lagi dengan pacar yang sudah nyata-nyata tak memperlihatkan sikap sayang, apakah masih ingin bertahan hanya karena "aku masih sayang dia"? Capek deh! Kan masih banyak pria lain yang mau perhatian dan sayang, ngapain bertahan dengan yang jelas-jelas sudah ogah.Belajar dari beberapa contoh di atas, kita semua diajak untuk peka saat 'bahaya mengancam'. Haruskah kita melepas atau mempertahankan? Jika melepas adalah hal terbaik yang memang harus dilakukan maka lepaskan saja. Setuju?&lt;a href="http://woman.kapanlagi.com/inspiring/lentera/4346-masak-iya-cicak-lebih-pintar.html"&gt;SUMBER: Mega Aprilianti - KapanLagi.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-3464039290161297759?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/3464039290161297759/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=3464039290161297759' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/3464039290161297759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/3464039290161297759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/11/masak-iya-cicak-lebih-pintar.html' title='Masak Iya Cicak Lebih Pintar?'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-7094325131767922406</id><published>2011-11-07T14:44:00.000-08:00</published><updated>2011-11-07T14:44:01.448-08:00</updated><title type='text'>Sekantong kue</title><content type='html'>Suatu malam ada seorang wanita cantik yang menunggu pesawatnya datang di bandara. Terdengar pengumuman bahwa pesawat yang akan ditumpanginya akan datang terlambat, maka ia segera berjalan menuju sebuah toko dan membeli sekantong kue dan menemukan sebuah tempat untuk duduk.Ketika sedang asyik membaca buku, dia melihat bahwa pria yang duduk di sampingnya, dengan begitu berani meraih satu atau dua kue dari kantung. Karena dia tidak ingin ada keributan, maka ia mencoba mengabaikan pria itu. Jadi dia mengunyah kue dan melihat jam, agar pria itu menyadari kesalahannya. Beberapa menit telah berlalu, tetapi pria disampingnya tetap saja memakan kuenya. Wanita itu lalu berpikir, “Jika saya tidak begitu baik, saya akan kutonjok dia.”Jika si wanita mengambil satu kue dari kantong, maka si pria juga mengambil satu. Hingga yang tersisa satu buah kue. Si wanita bertanya-tanya dalam hati apa yang akan si pria lakukan. Dengan senyum di wajahnya,dan tawa gugup, si pria mengambil kue terakhir dan membaginya menjadi dua. Dia menawarkan si wanita setengah kue itu. Disaat si pria memakan kue bagiannya, si wanita menyambar kue tersebut dan berpikir “oooh, lelaki ini berani sekali dan kasar. Dia bahkan tidak menunjukkan rasa terima kasih!!”Si wanita begitu lega ketika pengeras suara mengumumkan bahwa pesawat yang akan ditumpanginya telah datang. Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang, menolak untuk melihat kembali pencuri yang tak tahu terima kasih.Dia naik pesawat, dan duduk di kursinya, lalu ia mencari bukunya. Saat ia merogoh tas, ia menahan napas dengan kaget, karena didalam tas tersebut ada kantung kuenya.Jika kantung kuenya ada didalam tas, maka punya siapa yang dari tadi ia makan? Terlambat sudah untuk minta maaf. Dengan amat menyesal, ia menyadari bahwa dia adalah orang yang kasar dan tak tahu terima kasih itu karena telah memakan kue orang lain tanpa meminta ijin.&lt;a href="http://gemintang.com/kisah-sukses-motivasi-inspirasi/sekantong-kue/"&gt;SUMBER: gemintang.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-7094325131767922406?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/7094325131767922406/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=7094325131767922406' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/7094325131767922406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/7094325131767922406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/11/sekantong-kue.html' title='Sekantong kue'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-931915178965656196</id><published>2011-11-07T14:43:00.001-08:00</published><updated>2011-11-07T14:43:26.945-08:00</updated><title type='text'>Adilkah Tuhan?</title><content type='html'>Tuhan memberikan kebebasan kepada manusia untuk mengubah keadaan yang ada pada dirinya. Yang membedakan hasilnya adalah CARA tiap manusia untuk mengubahnya. Ada yg memilih bekerja keras dengan penghasilan yang pas-pasan dan ada yang memilih cara kerja cerdas dengan penghasilan yang besar.Keadaan kita hari ini adalah hasil dari tindakan kita di masa yang lalu. Untuk mengubahnya, diperlukan suatu CARA yang sesuai dengan tujuan hidup kita. Einstein, seorang ilmuwan yang sangat tersohor, berkata: "Orang yang ingin mengubah keadaan dirinya tetapi melakukan hal yang sama adalah orang GILA!" Seharusnya, apabila menginginkan perubahan dalam hidupnya maka ia harus mengubah CARA yang selama ini dilakukannya.Untuk menjadi sukses, tidak mutlak perlu pendidikan yang tinggi. Yang amat diperlukan adalah sebuah keinginan yang kuat, cara yang tepat, serta selalu belajar tiap menghadapi masalah. Siapa bilang lulusan SD tidak bisa kaya? Jika si lulusan SD mau belajar untuk mengembangkan caranya maka ia akan sukses.Misal ia adalah seorang pedagang bakso ketika berusia 15 tahun, selama berjualan bakso ia mengalami berbagai masalah yang menghadang. Namun karena keinginan yang kuat maka ia belajar untuk memperbaiki cara berjualannya, ia mulai melakukan perbaikan terhadap warung baksonya dan melakukan inovasi-inovasi sederhana namun berkesan terhadap usahanya. Alhasil, usaha yang dilakukannya dengan penuh pembelajaran selama 10 tahun membuahkan hasil yang luar biasa; ia mampu memiliki cabang dari warung bakso dimana-mana dalam usia 25 tahun. Sedangkan yang melanjutkan kuliah hingga S-1 di usia 25 tahun baru saja wisuda dan belum mendapatkan pekerjaan yang sesuai.CARA mencari rezeki inilah yang menyebabkan perbedaan; jangan menyalahkan takdir. Karena Tuhan menyerahkan itu kepada manusia. Perhatikan CARAnya dan perbaiki selalu CARAnya.Mereka yang kaya adalah yang mengetahui cara untuk menjadi kaya. Kita harus segera belajar untuk mengetahui caranya.Kaya bukan sebuah keinginan melainkan keHARUSan, agar kita bisa memberikan manfaat lebih banyak kepada orang lain.Dan apabila kita yang lebih dulu mengetahui CARA untuk menjemput rezeki, maka kita harus membantu orang lain (yang belum mengetahui cara untuk menjemput rezeki) dengan menjemputkannya melalui CARA kita dan menyalurkan hak mereka melalui zakat kita.&lt;a href="http://www.andriewongso.com/artikel/artikel_anda/4354/Adilkah_Tuhan/"&gt;SUMBER:Firman Erry Probo - andriewongso.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-931915178965656196?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/931915178965656196/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=931915178965656196' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/931915178965656196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/931915178965656196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/11/adilkah-tuhan.html' title='Adilkah Tuhan?'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-2082058082424720079</id><published>2011-11-07T14:42:00.002-08:00</published><updated>2011-11-07T14:42:47.307-08:00</updated><title type='text'>Aku Tahu, Setidaknya Aku Pernah Mencoba...</title><content type='html'>Berapa kali Anda menyesal di dalam hidup? Satu kali? Dua kali? Atau bahkan ada yang menjawabnya sering? Lantas apa yang menyebabkan Anda seringkali menyesal?Ah, jawabannya pasti karena gagal atau tak sesuai dengan harapan Anda, bukan? Tetapi pikirkan kembali, lebih menyesal mana saat Anda mengalami kegagalan atau Anda tak pernah mencobanya? Kami berani bertaruh, penyesalan terdalam adalah saat Anda tak berani mencoba sesuatu...Aku adalah siswi SMU yang menurutku biasa-biasa saja, tetapi aku tahu benar bahwa sejak aku duduk di bangku SMU ini setiap hari selalu ada pria yang berusaha mengambil hatiku, menyatakan bahwa ia mencintaiku. Awalnya hal itu menyenangkan, sampai tiba di tahun ke-3 dan semua hal itu berubah menjadi hal yang menjengkelkan dan membosankan.Terlebih lagi ada seorang pria dari kelasku. Ia orang yang paling membosankan menurutku. Sejak tahun pertama, kami selalu sekelas. Ia memang murid terpandai, tetapi lihat saja penampilannya. Oh, sama sekali tak rapi. Setidaknya aku masih bisa menikmati perlakukan pria-pria lain yang manis dan selalu tampil keren. Tapi yang ini? He is like a disaster to me!Hingga suatu hari, menjelang perpisahan. Ia memberanikan diri naik ke panggung di malam pensi. Hah, apa pula ini? Bila pria lain yang melakukannya mungkin aku masih bisa tersenyum dan bangga, tetapi si kutu buku ini yang melakukannya. Oh tidak, tamatlah riwayatku! Kataku dalam hati.Namun, hari itu juga, hidupku berubah!Setelah dipermalukan di depan panggung dan ditertawakan seluruh isi sekolah, aku menariknya turun dan membawanya ke sebuah ruang kelas yang sepi. Aku memarahinya habis-habisan dan memprotes semua ulahnya. Rasanya semua emosiku selama tiga tahun tumpah saat itu juga. Aku tahu kata-kataku tak enak didengar olehnya, bahkan mungkin teman-teman tak menduga bahwa aku bisa menjadi sosok yang kasar dan kejam seperti itu. Ia hanya terdiam di depanku. Memandang dan mencermati setiap kata-kataku hingga akupun canggung sendiri."Lihat apa kamu?""Apa sih sebenarnya maumu? Mengapa kamu melakukan hal yang kamu sudah tahu bahwa kamu akan gagal?" tanyaku."Aku tahu, aku mungkin tak pantas untukmu. Tetapi setidaknya aku berani mencoba..." katanya.Aku terdiam. Terdiam cukup lama untuk menelan dan memahami setiap kata-katanya. Sebenarnya memang ia yang paling konsisten untuk menunjukkan rasa sukanya padaku. Tiga tahun. Bukan waktu yang singkat untuk seseorang bertahan menyatakan perasaan pada orang yang disukainya. Kebanyakan pria yang menyatakan cintanya padaku telah menemukan kekasih setelah kutolak. Tak ada yang kekeuh mengejar sekian lama seperti si kutu buku ini.Kemudian aku tahu, bahwa ia akan lebih menyesal menyimpan perasaannya seorang diri dan tak melakukan apapun untuk menyatakan perasaannya padaku. Ia berpikir, lebih baik ia ditolak ketimbang harus diam saja. Dan, sebenarnya diam-diam aku cukup kagum terhadapnya. Ia sudah kutolak berkali-kali, namun ia tetap berusaha."Kupikir ini adalah kesempatan terakhirku. Aku memberikan diriku sebuah tenggat waktu. Bila toh memang pada akhirnya kau tetap menolakku, aku tak akan menyesal karena aku telah mencobanya..." katanya lagi.Dan aku pun memeluknya. Memeluknya erat dan mengatakan "Yes, I do!"Memang tak semua usaha selalu diakhiri dengan hal yang manis dan membahagiakan. Seringkali bahkan diakhiri dengan kekecewaan dan kepedihan. Tetapi, apalah arti sebuah kecewa dibanding penyesalan seumur hidup, kawan? &lt;a href="http://woman.kapanlagi.com/inspiring/lentera/10177-aku-tahu-setidaknya-aku-pernah-mencoba.html"&gt;SUMBER: Agatha Yunita &lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-2082058082424720079?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/2082058082424720079/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=2082058082424720079' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/2082058082424720079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/2082058082424720079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/11/aku-tahu-setidaknya-aku-pernah-mencoba.html' title='Aku Tahu, Setidaknya Aku Pernah Mencoba...'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-8201272260950241952</id><published>2011-11-07T14:42:00.000-08:00</published><updated>2011-11-07T14:42:13.073-08:00</updated><title type='text'>Ori</title><content type='html'>Belum lama ini, di status Blackberry seorang kawan tertulis: "You were born an original. Don't die a copy - John Mason". Anda dilahirkan sebagai pribadi unik yang original, jangan meninggal sebagai seorang peniru belaka.Wow! Sebuah kutipan yang inspiratif. Segera saja pikiran saya terbang ke judul buku Semuel Lusi,  berjudul "The Real Success is The Real You". Sukses yang sejati adalah dengan menjadi diri Anda yang sejati. Di luar kesejatian diri, bukan sukses yang Anda peroleh, melainkan kepalsuan dan keterasingan diri.Kisah populer tentang anak rajawali di kandang ayam menggambarkan inti pesan Mason dan Lusi. Seperti pernah dikisahkan Anthony de Mello, seorang petani menemukan telur rajawali dalam perjalanan pulang ke rumah. Telur itu kemudian diletakkannya di kandang ayam dan dierami induk ayam bersama dengan telur ayam lainnya. Setelah menetas, maka anak rajawali itu tinggal bersama dengan anak-anak ayam lainnya. Ia berada dalam lingkungan ayam. Ia berpikir dan berperilaku sebagaimana layaknya ayam-ayam yang lain. Ia belajar dengan meniru sikap dan perilaku lingkungannya. Hanya saja, ia sering merasa lain sendiri. Ukuran tubuh dan suaranya tidak mirip saudara-saudaranya. Bagaimana pun ia tak punya referensi lain kecuali melihat dirinya sebagai ayam. Lingkungan di mana Anda bergaul mendefinisikan siapa Anda, bukan?Suatu hari, ketika ia sedang bercengkerama dengan kawan-kawannya, seekor burung besar yang gagah melintas di angkasa. Melayang dengan anggun dan berwibawa, burung besar itu tampak perkasa. Matanya tajam menatap ke bawah. Sayapnya terbentang diterpa angin dan seolah tak bergerak. Ia sedang mengincar mangsa untuk sarapan hari itu.Kawan-kawannya segera menarik anak rajawali itu untuk bersembunyi. "Itu burung rajawali, raja segala burung. Ia bisa menyambar kita dan memakan kita. Ayo lari dan bersembunyi," ujar kawan-kawannya mengingatkan. Mereka terbirit-birit mencari tempat berlindung yang aman. Banyak orang senang mencari comfort zone, kan?Cerita anak rajawali di kandang ayam itu bisa berakhir dengan dua versi. Versi pertama, ia tetap tinggal dan hidup sebagai ayam sampai akhir hayatnya. Ia mati sebagai ayam yang berbadan besar. Tidak lebih dan tidak kurang. Begitulah kehidupan yang disia-siakan untuk sekadar memperoleh rasa nyaman. Kehidupan yang dikungkung oleh rasa takut, tak berani mencoba, dan penuh kekhawatiran sepanjang waktu. Kehidupan yang berujung pada penyesalan.Versi kedua lebih menarik. Anak rajawali itu kemudian penasaran dan mulai belajar meloncat-loncat lebih tinggi untuk terbang. Ia naik ke pohon dan terjun sambil mengepakkan sayapnya. Demikianlah perlahan-lahan ia mulai terbang lebih tinggi, lebih tinggi, dan semakin tinggi. Akhirnya ia menyadari keberadaannya sebagai rajawali. Ia bukan ayam. Ia tidak pantas tinggal di kandang ayam. Ia adalah rajawali. Tempatnya adalah di angkasa raya. Ia tak harus hidup bergerombol di kandang-kandang. Ia bisa berkelana sendiri. Ia telah menemukan kesejatian dirinya, dan itu membebaskannya dari kungkungan "suara" mayoritas yang merendahkan potensinya selama ini.Perumpamaan anak rajawali di kandang ayam menawarkan sebuah konsep sukses, yang disimpulkan Semuel Lusi dalam empat proses. Pertama, discovering the real you. Kedua, being the real you. Ketiga, doing the real you. Dan akhirnya, building the real you habitat. Keempat proses itu berporos pada "the real you" yang disingkat menjadi TRY (The Real You). Dengan demikian, kegagalan menemukan TRY adalah kegagalan eksistensial. Sementara keberhasilan menemukan TRY bukanlah akhir, melainkan awal sebuah perjuangan mewujudkan diri melayani suatu maksud yang mulia.Asumsi utama konsep sukses ini adalah bahwa tiap insan memiliki potensi, bakat, talenta, kekuatan, keunggulan, atau apa pun istilahnya, yang unik dan khas serta subyektif. Tiap insan dikaruniai sesuatu dalam dirinya, the power within, the true self, innate image. Inilah yang pertama-tama perlu ditemukan, perlu disadari, perlu dikenali. Seperti anak rajawali yang besar di kandang ayam, ia perlu menggugat diri, mencari jati diri, melakukan refleksi, mencari jawaban yang lebih baik mengenai "siapakah aku?".Selanjutnya, penemuan diri dan kesadaran baru perlu ditindaklanjuti dengan usaha mengaktualisasikan potensi itu, menyalurkan bakat-bakat terbaik itu, dengan menjadi dan melakukan apa-apa yang mencerminkan diri terbaik kita, yang terkait dengan suatu tugas mulia, suatu panggilan. Seperti anak rajawali yang "penasaran" dan mulai belajar untuk meloncat-loncat, belajar terbang lebih tinggi dan lebih tinggi lagi. Kesuksesan kecil dan berbagai kegagalan memperkaya usaha penemuan jati diri sejati. Hidup adalah perjuangan menemukan diri kita yang terbaik lewat tindakan-tinndakan yang bermanfaat bagi sesama.Dengan lain perkataan, tiap orang memiliki tugas mulianya di bumi, dan untuk tugas mulia itulah ia telah diberi bakat-potensi-kemampuan unik oleh "langit". Sepanjang kita menemukan bakat-potensi-kemampuan kita itu dan mengabdikannya untuk tugas mulia di bumi, maka kita telah berhasil menjadi diri kita yang terbaik, yang orisinal. Kita ada untuk melayani suatu maksud yang mulia dan bukan untuk membesar-besarkan diri kita sendiri. Di luar itu, kita hanyalah kepalsuan.Konsep sukses ini "didukung" ratu talkshow Oprah Winfrey. Dalam sebuah pidato wisuda di Rooselvelt University, Oprah mengatakan, antara lain, "Ada panggilan suci dalam hidup kita masing-masing yang melampaui gelar yang akan Anda terima (hari ini). Ada kontrak suci yang Anda buat, yang saya buat dengan Sang Pencipta, ketika kita menjadi ada. Bukan hanya satu sperma dan satu sel telur bertemu ketika kita menjadi esensi diri kita sebagaimana dimaksudkan. Anda membuat perjanjian, Anda memiliki panggilan. Dan entah Anda mengetahuinya atau tidak, adalah tugas Anda untuk menemukan panggilan itu dan terjun untuk melakukannya".You were born an original. Don't die a copy. &lt;a href="http://www.andriewongso.com/artikel/artikel_tetap/4283/Ori/"&gt;SUMBER: ANDRIAS HAREFA - andriewongso.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-8201272260950241952?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/8201272260950241952/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=8201272260950241952' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/8201272260950241952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/8201272260950241952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/11/ori.html' title='Ori'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-3563900239373350009</id><published>2011-11-07T14:41:00.001-08:00</published><updated>2011-11-07T14:41:31.316-08:00</updated><title type='text'>Cinta Lewat Sepotong Cokelat</title><content type='html'>Terbangun dengan kepala berat usai tangis semalam membuatku tak ingin melakukan apapun hari itu. Segera kupungut ponsel yang tampaknya jatuh dari tempat tidur. Kutekan tombol nomor yang kuhafal di luar kepala. "Aku sakit, dan aku tak bisa masuk," kataku kepada sahabat sekaligus atasanku. Dia pun berkata, "Ok, aku mengerti. You need two days off, darling," katanya memutuskan. Ah... leganya hatiku, setidaknya aku masih dapat melanjutkan tidur tak lelapku.Samar-samar kusadari, bahwa cermin yang kupukul hingga retak semalam masih jauh lebih beruntung ketimbang hatiku. Serpihan. Begitulah aku menerjemahkan perasaanku hari itu.Baiklah, aku tak bisa kembali tidur dan menghisap kembali kesedihan di atas tempat tidurku itu. Kurapikan dan mengganti sprei dengan harapan pedihku dapat kubuang. Agak konyol memang, tetapi entah mengapa perasaanku selalu lebih baik setelah merapikannya. Beberapa menit kemudian, kusadari diriku berada di bawah guyuran shower air dingin. Diam beberapa saat, kemudian menghela nafas panjang. Aku tak bisa seperti ini terus. Semua sudah usai dalam semalam, ya... semalam. Dan aku harus segera move on, melanjutkan hidup seperti nasehat orang-orang terhadap makhluk yang patah hati sepertiku.PING!!!Kuraih ponselku dan sebuah nama yang kukenal menyapa. Dia bertanya, mengapa tak melihatku pagi ini. Tanpa menutupi apapun kuceritakan kejadian semalam padanya. Aku sudah biasa menceritakan beberapa hal pribadi tentangku padanya, demikian pula ia. Katakan saja memang beberapa waktu ini ia menjadi salah satu sahabat yang mendukungku. He is cute anyway! Astaga, apa yang sedang kupikirkan. Mendadak pedihku hilang dan diganti perasaan hangat dan nyaman. Segera kuakhiri perbincangan dengannya, aku tahu aku sedang rapuh dan bisa jadi aku melampiaskan kekecewaanku padanya. Dan, aku tak mau itu...Sepotong cokelat...Diam-diam sudah sebulan aku menyandang status single. Ternyata tak jauh berbeda juga rasanya. Nyatanya aku terlalu berlebihan menilai perasaanku yang kupikir tinggal serpihan itu. I am more than OK!Sekotak cokelat disodorkan di mejaku. "Buatmu..." katanya. Ia kemudian duduk di atas mejaku dengan santai. "Hei, kamu nggak sopan!" hardikku. Ia pun tertawa renyah. Katanya ia suka saat melihatku marah, ia memang sangat suka menggodaku sampai aku berteriak atau mencubitnya. Dan begitulah, sebulan ini ia menemani hari-hariku. Sekedar berbincang tentang lagu atau isu di televisi. Namun, ada yang spesial. Cokelat!Hari itu ia sedang membuka luka lama demi menghiburku. Diceritakannya bagaimana ia patah hati dan terluka karena seseorang yang pernah dicintainya. Hingga saat ini sebenarnya ia tak berani mengaku kalau sudah move on. Nyatanya, ia tak juga menyandang status in relationship dengan seseorang. Sudah 2 tahun lebih katanya. Wah, aku termasuk beruntung. Saat putus tak pernah lama menjomblo dan menunggu. Aku selalu mendapatkan seseorang yang baru setelah aku kecewa. Sayangnya, hingga saat ini hatiku belum menetap pada seseorang. Rasanya seperti setelah terluka, diobati, terluka lagi, dilempar, diobati, dan seterusnya...Dalam perbincangan itu, ia bercerita banyak tentang cokelat, hmm... salah satu makanan kegemaranku. Kekasihnya yang dulu pandai membuat makanan, kalau tak salah mengingat, mantan kekasihnya memang sengaja mendalami bidang kuliner. Ia tahu benar bagaimana membuat praline cantik dengan isi yang unik. Yang membuat cokelat itu berbeda dengan cokelat lainnya. Bahkan, ia memadukan minuman beralkohol, yang aku tahu caranya tak semudah yang dibayangkan. Kami pun bercanda, bercerita, menikmati setiap potongan cokelat sembari menyisipkan cerita kebahagiaan dan pedihnya kami. Sejak hari itu, aku jadi lebih sering berbincang dengannya, eumm... kupikir lagi ternyata hampir 24 jam kami selalu berkomunikasi.Sejak hari itu pula, kedekatan kami tak hanya sekedar bercerita tentang kisah patah hati. Kami saling mengobati, merawat, memperhatikan, dan mencintai...Oya, hatiku saat ini telah berlabuh. Aku tak ingin berpindah ke lain hati lagi. Aku nyaman di sini dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya. Karena ia telah membuatku tetap percaya, bahwa cinta itu ada, di dalam kekecewaan maupun kebahagiaan. Jangan takut untuk mencintai...&lt;a href="http://woman.kapanlagi.com/inspiring/lentera/10175-cinta-lewat-sepotong-cokelat.html"&gt;SUMBER:Agatha Yunita - kapanlagi.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-3563900239373350009?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/3563900239373350009/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=3563900239373350009' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/3563900239373350009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/3563900239373350009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/11/cinta-lewat-sepotong-cokelat.html' title='Cinta Lewat Sepotong Cokelat'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-1779558471239815510</id><published>2011-11-07T14:40:00.001-08:00</published><updated>2011-11-07T14:40:49.752-08:00</updated><title type='text'>Hutang Anak terhadap Ibunya</title><content type='html'>Seorang anak kecil menghampiri ibunya di dapur pada suatu malam sementara ibunya sedang menyiapkan makan malam. Lalu anak itu menyerahkan selembar kertas yang ia telah tulis. Setelah Ibu mengeringkan tangannya pada serbet, ia membacanya, dan inilah isi kertas tersebut:Biaya saya membantu ibu potong rumput: Rp. 5000Biaya saya membersihkan kamar saya sendiri: Rp 3000Biaya pergi ke pasar : Rp 1000Menjaga adik selama ibu pergi: Rp. 5000Membuang sampah: Rp. 2000Jumlah ibu berhutang sama saya adalah: Rp 11000Nah, ibunya memandang anak itu sejenak dan sang ibu mengambil pena, membalikkan kertasnya lalu dia menulis, dan ini adalah apa yang ibu telah lakukan:Untuk sembilan bulan ketika Mama mengandung kamu selama kamu tumbuh dalam dirik ibu:GratisUntuk mengobati kamu dan mendoakan kamu saat kamu sakit:GratisUntuk semua saat susah, dan semua air mata yang kamu sebabkan selama ini:GratisUntuk semua malam yang dipenuhi rasa takut dan untuk rasa cemas di waktu yang akan datang:GratisUntuk mainan, makanan, pakaian, untuk kamu:GratisBiaya cinta saya untuk kamu adalah:Gratis.Ketika anak itu selesai membaca apa yang telah ditulis ibunya, air mata jatuh dari matanya, dan dia menatap langsung pada ibunya lalu berkata, “Bu, Maafkan aku, aku sangat sayang ibu.” Dan kemudian ia mengambil pena dan dalam huruf besar besar ia menulis: “SEMUA HUTANG SUDAH DIBAYAR LUNAS! “.&lt;a href="http://gemintang.com/kisah-sukses-motivasi-inspirasi/hutang-anak-terhadap-ibunya/"&gt;SUMBER:gemintang.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-1779558471239815510?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/1779558471239815510/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=1779558471239815510' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/1779558471239815510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/1779558471239815510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/11/hutang-anak-terhadap-ibunya.html' title='Hutang Anak terhadap Ibunya'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-3706285150377076214</id><published>2011-11-07T14:34:00.001-08:00</published><updated>2011-11-07T14:34:30.443-08:00</updated><title type='text'>Filosofi Anak Panah</title><content type='html'>Ibarat anak panah. Mundur selangkah untuk maju, melesat seribu langkah. Bila Anda seorang Muslim, Anda tentu memahami kerasnya larangan agama bila seorang prajurit lari dari perang. Haditsnya jelas. Tetapi bila dalam keadaan genting, terdesak, maka mundur untuk memasang dan mengatur strategi menjadi hal yang sangat dianjurkan.Saya mengibaratkannya anak panah. Bila ingin dilepas, Anda harus menariknya mundur. Setelah itu lepaskan genggaman tangan Anda dan lihatlah hasilnya.. Betapa jauh anak panah itu melesat. Walaupun mungkin tidak mengenai sasaran yang dibidik, tetapi ia lebih dekat dari mangsanya.Contoh yang lain. Bila seorang siswa ingin bertarung dengan ujian sekolahnya, maka ia harus mempersiapkan amunisinya jauh hari sebelumnya. Ya, belajar. Hasil belajar adalah amunisi yang paling diandalkan untuk memerangi soal-soal ujiannya. Kita memang perlu bahkan sangat butuh mempersiapkan segala sesuatu; fisik mental, dan sebagainya untuk menghadapi kejadian-kejadian yang tidak terduga di depan mata kelak. Bila mendung, langit gelap, awan tebal, bersiaplah basah kuyup bila tidak memakai paying atau menggunakan mantel untuk melindungi tubuh dari kerasnya hujan yang mengguyur.Mundur selangkah...Ada banyak rintangan pada semua fokus mimpi-mimpi kita. Rintangan itu akan senantiasa menghambat laju langkah kita. Pasti. Hanya para pecundanglah, dan orang-orang yang kerdil jiwanya dan bermental plastik yang akan menyerah pada keadaannya. Kalah. Angkat tangan. Bahkan mungkin angkat kaki.Para petarung sejati menatapnya dengan optimis. Bila bercita-cita, mereka melakukan persiapan yang matang untuk menghalau hambatan-hambatannya. Bila kalah, bila jatuh… mereka bangkit lagi. Mereka mundur untuk mengevaluasi kekeliruan-kekeliruan sikap dan tindakannya. Ada repetisi. Ada semangat kompetisi yang membakar jiwanya.Anda tentu mengenal Albert Einstein, J.K. Rowling, Kolinel Sanders, dan orang-orang populer lainnya. Mereka adalah manusia-manusia bermental baja. Kesuksesan yang diraihnya tidaklah digapai dengan mudah. Mereka terjatuh dan bangkit kembali. Mereka tidak pernah menyerah pada musuhnya yang digelari kemalasan. Mereka menatap masa depan penuh optimis. Penolakan, sifat acuh, cacian, gelar-gelar tak terhormat, bukan lagi hal baru dalam hidup mereka. Mereka tumbang dan bangkit lagi.Pada prinsipnya, mari kita melangkahkan kaki selama masih hidup. Bila terjatuh, bangkit kembali. Karena mimpi-mimpi itu hanya diraih oleh orang yang bangun dari tidur lelapnya. Bekali diri, bangun sikap optimis, dan tingkatkan antusiasme berkompetisi positif dalam kehidupan ini.&lt;a href="http://www.kulinet.com/baca/filosofi-anak-panah/928/"&gt;SUMBER:Aswar - kulinet.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-3706285150377076214?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/3706285150377076214/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=3706285150377076214' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/3706285150377076214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/3706285150377076214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/11/filosofi-anak-panah.html' title='Filosofi Anak Panah'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-3351819090374449768</id><published>2011-11-07T14:33:00.002-08:00</published><updated>2011-11-07T14:33:59.531-08:00</updated><title type='text'>Biola Dengan Dua Dawai</title><content type='html'>Di sebuah panggung, duduklah seorang violist yang tak dapat melihat. Matanya buta sejak masih kecil, namun ia punya semangat yang luar biasa. Malam itu, ia diberi kesempatan yang langka untuk tampil di depan orang banyak. Tentu saja ia gugup dan takut.Setiap hari, ia selalu berlatih dengan keras untuk konser malam tersebut.Tak sedetik waktupun ia buang untuk melupakan latihan. Ia pernah berkata pada ibunya, bahwa konser itu adalah impiannya. Ia akan sangat bahagia dapat menyuguhkan alunan lagu merdu bagi penonton, hanya itulah keinginannya.Ia pun mulai duduk, memegang biolanya dengan sangat terampil dan segera memainkan sebuah komposisi lagu. Para penonton ada yang memperhatikan, namun tak sedikit pula yang sibuk dengan ponsel atau berbincang dengan teman di sebelahnya. Sampai di pertengahan lagu, tiba-tiba dua dawai biolanya putus. Lagupun terhenti. Suasana menjadi hening... pandangan semua penonton ada padanya.Ia kemudian berdiri. Perlahan, diletakkannya kembali biola di antara bahu dan dagunya. Kemudian, dengan sisa dawai yang ia miliki, dimainkannya lagu indah improvisasi dari nada yang ada.Tentu saja kedengarannya tak seperti komposisi aslinya. Namun, justru lagunya kini membuat semua penonton terdiam, terpaku dan terpukau oleh lagu yang dibawakannya.Violist itu telah kehilangan dua dawai penting pada konsernya, tetapi ia tak mau impiannya hancur hanya karena hal tersebut. Ia berusaha keras menyelesaikan penampilan dengan sisa dawai yang dimilikinya, dan ia berhasil dengan sebuah keajaiban di dalamnya.Banyak kehilangan yang juga kita alami, seperti halnya sang violist. Namun, apakah kemudian kita akan membiarkan kehilangan tersebut menghentikan langkah Anda meraih impian?&lt;a href="http://woman.kapanlagi.com/inspiring/lentera/9872-biola-dengan-dua-dawai.html"&gt;SUMBER:Agatha Yunita - kapanlagi.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-3351819090374449768?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/3351819090374449768/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=3351819090374449768' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/3351819090374449768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/3351819090374449768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/11/biola-dengan-dua-dawai.html' title='Biola Dengan Dua Dawai'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-2238943087848505208</id><published>2011-11-07T14:33:00.000-08:00</published><updated>2011-11-07T14:33:18.293-08:00</updated><title type='text'>Nilai Sepuluh Bagi Tina</title><content type='html'>Tina, cewek berusia 17 tahun, Ia ramah, dan selalu menebar senyum ceriahnya. Tapi, Tina adalah seorang penderita “cerebral palsy”, sejenis kelainan tubuh, dimana beberapa bagian otot-otot tubuhnya kaku dan lumpuh. Karena kelainan ini pula, ia mengalami kesulitan untuk berbicara. Ia harus menggunakan alat bantu untuk menerobos hiruk-pikunyalorong sekolah.Orang-orang agak enggan berbicara dengannya, mengapa ? Entahlah, mungkin karena ia kelihatan ‘berbeda’ dan siswa-siswa tidak tahu atau canggung untuk mendekatinya. Tetapi Tina adalah orang yang ramah. Ia tidak pernah bosan berkata “Hai” dengan orang-orang yang ditemuinya di lorong.Tugas hari ini ialah menghafal puisi yang berjudul “Jangan Putus Asa”. Bobot nilai tugas ini hanya 10, berbeda dengan tugas-tugas lain seperti Quis- yang biasanya aku beri bobot 100 di kurikulum sekolah. Aku jadi ingat sewaktu sekolah dulu, jika ada guru yang memberi tugas dengan bobot nilai 10, pasti aku menganggapnya remeh ..yah karena itu tidakbegitu penting, dan tidak berpengaruh banyak pada nilai indeks akhir semesterku.Hari ini aku – seorang guru di sekolah ini – melihat Tina di kelasku untuk mengikuti tugas yang aku berikan pada murid-muridku. Aku menemukan ada yang lain pada dia.. ya ! dibalik senyum cerahnya itu ia seperti menyimpan kekhawatiran.. “Tidak usah cemas Tina” Kataku pada diri sendiri, “Bobot nilainya cuma 10.”Aku mulai melaksanakan tugas yang aku berikan pada murid-muridku. Satu-per-satu mereka maju ke depan kelas – untuk mengucapkan puisi tanpa teks. Dan dapat kuduga, sebagian besar dari mereka ‘lupa’ atau hanya bisa menghapal sepotong dua potong kata dari puisi tersebut. Yah..mereka juga tahu bahwa bobot nilai tugas ini hanya sedikit, dan akutahu, mereka tidak begitu serius mempelajarinya.Aku mulai bergurau pada mereka, “Jika ada yang masih tidak hapal, Bapak akan langsung suruh kalian push up 10 kali !”. Ya, ini hanya gurauan, dan seisi kelas pun tertawa karena ‘kekesalanku’ ini.Aku tidak sadar, ternyata yang mendapatkan giliran maju ke depan kelas berikutnya adalah Tina.Sepatah demi sepatah Tina mulai mengucapkan bait-bait puisi tersebut. Dan belum sampai akhir bait kedua… Ia mulai lupa. Sebelum aku mulai berkata, tiba-tiba Tina melempar alat bantu jalannya dan mulai mengambil posisi push up. Aku terkejut setengah mati, dan spontan berkata, “Tina, aku hanya bercanda !” Tina pun merangkak mengambil alat bantunya,kemudian – dengan bantuanku ia berdiri lagi, meneruskan puisinya.Dan, Tina berhasil mengucapkan puisi itu secara sempurna ! tidak lupa sama sekali. Dia adalah salah satu diantara 3 muridku yang bisa mengucapkan puisi itu secara sempurna.Ketika selesai berpuisi, salah satu murid bertanya padanya, “Tina,mengapa engkau bersikeras melakukannya ? Bukankah bobot nilainya cuma 10?” Tina memerlukan sedikit waktu sebelum menjawab, “Karena aku ingin seperti kalian, normal !”Keheningan mulai menyelimuti seluruh kelas. Semua tiba-tiba diam – termasuk aku. Kesunyian ini pecah saat ketika seorang siswa berkata, “Tina, sejujurnya kami juga tidak normal, kami hanya anak-anak biasa,sering sekali berbuat kesalahan.”“Aku tahu, ” Jawab Tina dengan senyum lebar menghias wajahnya.Tina memperoleh nilai maksimal saat itu, Sepuluh ! dari bobot nilai yang sebesar 10 juga. Ia juga mendapatkan rasa sayang dan hormat dari teman-teman sekelasnya. Aku tahu betul, baginya, itu jauh lebih berharga dibandingkan nilai yang cuma berbobot sepuluh itu.&lt;a href="http://www.ceritainspirasi.net/nilai-sepuluh-bagi-tina/"&gt;SUMBER:ceritainspirasi.net&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-2238943087848505208?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/2238943087848505208/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=2238943087848505208' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/2238943087848505208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/2238943087848505208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/11/nilai-sepuluh-bagi-tina.html' title='Nilai Sepuluh Bagi Tina'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-8977516870951540651</id><published>2011-11-07T14:32:00.002-08:00</published><updated>2011-11-07T14:32:40.028-08:00</updated><title type='text'>Seperti Apakah Wajah Malaikat Itu?</title><content type='html'>Saat sedang duduk di pangkuan ibu dan dipeluknya, aku bertanya, "seperti apa sih wajah malaikat itu, bu?"Dan, beginilah jawaban ibuku...Wajah malaikat itu seperti...Seseorang asing yang tiba-tiba menolongmu di jalanSeseorang yang berbagi makanan denganmu, sekalipun ia juga sedang kelaparanSeseorang yang memberikanmu segelas susu, saat kau meminta air putihSeseorang yang tak melihat warna kulitmu, juga berapa uang di sakumu saat mengajakmu bermainSeseorang yang mungkin tubuhnya gemuk, kurus, rambutnya panjang atau pendek, atau bahkan tak memiliki rambut sebatang punSeseorang yang selalu memberikan senyuman manisnya, di saat kau marah dan berteriak padanyaSeseorang yang memberikan jaketnya saat melihat kau kedinginan, dan menyelimutimu agar kau tetap hangatSeseorang yang memberikan separuh tempat duduknya, agar kau bisa duduk bersamanyaSeseorang yang terkadang hadir di hidupmu, melalui sosok seorang musuh, teman, kekasih, keluarga, bahkan orang yang membuatmu kecewaSulit sekali melihat mereka dengan mata tertutup. Tetapi percayalah mereka ada di tempat di mana kau ingin melihatnya.&lt;a href="http://woman.kapanlagi.com/inspiring/lentera/9871-seperti-apakah-wajah-malaikat-itu.html"&gt;SUMBER:kapanlagi.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-8977516870951540651?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/8977516870951540651/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=8977516870951540651' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/8977516870951540651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/8977516870951540651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/11/seperti-apakah-wajah-malaikat-itu.html' title='Seperti Apakah Wajah Malaikat Itu?'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-8992485814089350099</id><published>2011-11-07T14:32:00.000-08:00</published><updated>2011-11-07T14:32:02.105-08:00</updated><title type='text'>Kekayaan dan Kebahagiaan</title><content type='html'>Dikisahkan, ada seorang karyawan yang masih muda usia, rajin, dan pekerja keras. Selama bekerja, pantang bagi dia tiba terlambat dan pulang lebih awal. Setiap hari dia berangkat pagi-pagi sekali dan tiba di rumah hingga larut malam. Hal itu dilakukan enam hari dalam seminggu selama bekerja di perusahaan itu.Suatu hari, karena lelah dan ngantuk luar biasa, dia mengalami kecelakaan yang mengharuskannya beristirahat di rumah sakit. Di sana dia bersebelahan ranjang dengan seorang pria paruh baya. Setelah saling bersapa, tidak berapa lama, mereka pun terlibat obrolan seru. "Anak muda, dari ceritamu, bapak tahu kamu serorang pekerja keras dan bersemangat. Apa yang membuatmu begitu?" tanya pria tersebut pada si pemuda."Saya termotivasi oleh bos saya. Dia orang yang sangat sukses. Kelak saya pun ingin sukses seperti dia, maka saya meneladani sikap dan perilaku bos, agar suatu hari saya bisa sesukses beliau." Si anak muda menjawab dengan penuh semangat."Darimana kamu menilai kesuksesan bosmu?""Bosku di usia yang sangat muda sudah menghasilkan harta yang berlimpah, memiliki beberapa perusahaan, dan banyak karyawan. Punya relasi orang-orang hebat. Penampilannya juga sangat menawan, dia selalu berpakaian indah. Pokoknya aku sangat mengagumi dan mengidolakan dia."Lalu, pria itu pun bertanya "Apakah bosmu adalah orang yang bahagia?"Setelah terdiam sesaat, si pemuda menjawab "Eh...saya kira tidak! Saya jarang sekali melihat atau mendengarnya tertawa. Bahkan tersenyum pun bukan hal yang mudah baginya. Dia menderita sakit maag akut. Keluarganya juga berantakan, istrinya pergi meninggalkan dia. Beberapa kali saya pernah ke rumah bos untuk mengantarkan dokumen dan lainnya. Biarpun rumahnya besar, megah dan mewah, tetapi terasa kosong, sepi, dan tampak suram."Pemuda itu melanjutkan berbicara, "Pak, jujur saja, selama ini saya tidak pernah memikirkan tentang kebahagiaan. Bagi saya, sukses adalah kaya, hebat, dan keren. Tetapi, sekarang saya tahu, memiliki rumah dan uang yang banyak, ternyata tidak menjamin kebahagiaan.""Lihatlah anak muda, Tuhan begitu sayang kepadamu. Kecelakaan kecil hari ini, memberimu waktu untuk berpikir dan membenahi diri. Kerja kerasmu selama ini adalah sikap yang baik dan positif, asalkan kamu tahu untuk apa itu semua. Ingin kaya tidaklah salah, tapi usahakan menjadi orang kaya yang bahagia!"Kerabat Imelda...Memiliki kekayaan sebanyak apapun tidak menjamin kebahagiaan orang. Apalagi bila memperolehnya dengan jalan yang tidak halal atau melanggar hukum alam, hukum negara, serta mengorbankan nama baik dan kehormatan diri sendiri dan keluaga. Rasanya, semua nantinya akan sia-sia.Mari tetap semangat dalam berkarya &amp; berikhtiar dengan cara yang positif, baik, dan halal! Bangun kesuksesan dengan seimbang tanpa mengesampingkan kebahagiaan diri sendiri apalagi keluarga.&lt;a href="http://www.andriewongso.com/artikel/aw_artikel/4324/Kekayaan_dan_Kebahagiaan/"&gt;SUMBER: Andrie Wongso - andriewongso.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-8992485814089350099?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/8992485814089350099/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=8992485814089350099' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/8992485814089350099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/8992485814089350099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/11/kekayaan-dan-kebahagiaan.html' title='Kekayaan dan Kebahagiaan'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-2798093142725797389</id><published>2011-11-07T14:30:00.000-08:00</published><updated>2011-11-07T14:30:21.406-08:00</updated><title type='text'>Hewan Ciptaan Tuhan Yang Menginspirasi</title><content type='html'>Apakah Anda pernah mendengar ungkapan 'kelakuanmu seperti binatang!'? Dalam kebanyakan kasus, ketika seseorang berkata seperti itu ke orang lain, mereka ingin hanya sekedar mengejek atau dia tidak suka dengan kelakuan orang tersebut. Tetapi kita tidak pernah berpikir bahwa binatang tidak hanya makhluk bodoh tanpa intelektualitas, mereka juga dapat mengajarkan kita banyak hal.Apa yang dapat kita pelajari dari hewan? Kita dapat mempelajari beberapa hal dari hewan berikut ini.Yang pertama : Singa   Sesuatu yang dapat kita pelajari dari singa adalah: apa pun yang kita lakukan, kita harus melakukannya dengan sepenuh hati dan dengan segenap kekuatan kita. Seperti yang kita tahu, singa selalu mengejar hewan buruannya dengan sekuat tenaga dan tidak akan berhenti mengejar sampai hewan buruannya lemah tak berdaya dalam cengkramannya. Dalam kehidupan kita sebagai manusia, hewan buruan ini adalah ibarat dari cita-cita. Contohlah singa, jangan pernah berhenti sebelum apa yang Anda cita-citakan dapat Anda raih. Semangat!Yang kedua : Ayam jantanAyam jantan dapat mengajarkan empat hal penting pada manusia. Contohnya bangun tidur tepat waktu. Seperti yang kita tahu, setiap pagi ayam jantan tidak pernah melewatkan waktunya untuk berkokok. Hal ini dapat Anda jadikan contoh dalam kehidupan Anda, yaitu untuk membiasakan diri bangun pagi dan tepat waktu sebelum ayam jantan berkokok.Hal lainnya yang dapat kita pelajari adalah keberanian. Ayam jantan selalu membusungkan dadanya ketika berkokok dan itu dianggap sebagai simbol kepercayaan diri yang erat dengan keberanian.Seekor ayam jantan pun selalu berusaha adil dalam membagikan jatah cacing pada pasangan atau anak-anaknya. Dari sini dapat kita contoh bahwa Anda dapat berlaku adil bagi keluarga dan pasangan Anda, mungkin dalam hal pembagian warisan pun Anda dapat meniru sikap adil ayam jantan. Sikap terakhir yang dapat kita sontek dari ayam jantan adalah kemandirian. Ayam jantan selalu berusaha sendiri dan gigih untuk mendapatkan makanannya. Kemandirian dan bahkan kegigihan inilah yang dapat Anda terapkan dalam kehidupan Anda sehari-hari.Yang ketiga : AnjingSeperti yang Anda ketahui, anjing adalah binatang yang setia bahkan berani membela tuannya ketika tuannya itu berada dalam bahaya. Kesetiaan seekor anjing ini yang dapat jadikan contoh, setialah pada Tuhan atau bahkan pasangan Anda. Anjing juga bukan tipe hewan yang serakah, meskipun memiliki nafsu makan yang sangat besar, setelah merasa kenyang dia akan berhenti makan. Tidak seperti manusia yang tidak pernah puas akan apa yang dimiliki, dalam suatu hal, sifat ini dapat menjadi sifat positif. Tetapi dalam hal lain, manusia yang tidak pernah puas akan menjadi orang yang serakah dan tidak pernah bersyukur akan apa yang telah ia miliki.Yang keempat : KeledaiBahkan keledai yang sering menjadi lambang kedunguan juga memiliki sesuatu yang dapat Anda tiru. Katakan saja tidak mudah putus asa. Meskipun seekor keledai merasa lelah, dia tetap membawa beban pada punggungnya, tanpa peduli cuaca panas atau dingin, dan dia selalu gembira melakukan itu. Andai saja kita sebagai manusia memiliki sikap itu, pasti apa yang Anda impikan dapat segera untuk diraih. Tetapi jangan lupa, tetap peduli pada kesehatan. Karena bisa jadi, bukan impian yang Anda raih, tapi malah penyakit karena kelelahan yang Anda dapat.Kerabat Imelda....Ternyata hewan juga mempunyai sifat-sifat positif yang dapat kita tiru ya. Mungkin dengan meniru sifat-sifat hewan yang terpuji ini, Anda dapat menjadi manusia yang lebih baik lagi. Be better Ladies!&lt;a href="http://woman.kapanlagi.com/inspiring/lentera/9867-hewan-ciptaan-nya-yang-menginspirasi.html"&gt;SUMBER: kapanlagi.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-2798093142725797389?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/2798093142725797389/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=2798093142725797389' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/2798093142725797389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/2798093142725797389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/11/hewan-ciptaan-tuhan-yang-menginspirasi.html' title='Hewan Ciptaan Tuhan Yang Menginspirasi'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-297025431221146169</id><published>2011-11-07T14:28:00.002-08:00</published><updated>2011-11-07T14:28:59.970-08:00</updated><title type='text'>Gadis dan Rumah Emas</title><content type='html'>Ada seorang gadis kecil tinggal di sebuah rumah kecil yang sangat sederhana, miskin yang berada di kaki bukit dan saat ia tumbuh besar ia pun bermain di kebun yang kecil dan saat itu ia melihat melewati pagar kebun nya dan melintasi lembah melihat pada rumah indah yang tinggi diatas bukit. Rumah ini memiliki jendela emas.Meskipun ia sangat sayang pada kedua orang tuanya akan tetapi dia sangat ingin tinggal di rumah emas yang berada di atas bukit tersebut.Ketika dia beranjak dewasa dan sudah memiliki akal dan keterampilan seperti layaknya anak remaja saat itu maka dia meminta ijin pada Ibunya untuk bersepeda keluar dari kebun tersebut.Setelah memohon berkali kali kepada ibunya akhirnya sang ibu pun luluh hatinya dan mengizinkan anak nya itu untuk bersepeda asalkan tidak terlalu jauh dari kebun nya dan tetap di perkarangan rumah nya.Akhirnya gadis itu pun pergi ke arah tempat di mana rumah berjendela emas tersebut. Setelah melewati lembah dan naik ke atas bukit, dia bertemu dengan seorang kakek tua yang menyadarkan nya.Kakek tersebut berkata ” Materi di atas dunia ini tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan kasih sayang keluarga”Gadis itu pun langsung memutar arah dan berbalik menuju ke arah rumahnya, meninggalkan rumah emas yang dia sangat dambakannya.Saat menuruni bukit dia melihat dari kejauhan, ada rumah kecil yang atapnya, jendelanya, pintunya, semuanya terbuat dari emas, dan di perkarangan rumah tersebut ada dua orang yang terlihat sedang menunggu.Gadis itu pun kaget, ternyata dua orang tersebut adalah kedua orang tuanya yang khawatir akan keselematan anak gadisnya. Dan ternyata rumah yang dia tinggali adalah rumah yang kesemuanya terbuat dari emas.Kerabat Imelda...Materi bukanlah segalanya, kasih sayang adalah yang paling berharga dalam hidup kita.&lt;a href="http://gemintang.com/kisah-sukses-motivasi-inspirasi/gadis-dan-rumah-emas/"&gt;SUMBER:gemintang.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-297025431221146169?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/297025431221146169/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=297025431221146169' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/297025431221146169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/297025431221146169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/11/gadis-dan-rumah-emas.html' title='Gadis dan Rumah Emas'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-3988412509888902351</id><published>2011-11-07T14:28:00.000-08:00</published><updated>2011-11-07T14:28:17.630-08:00</updated><title type='text'>Iseng yang Positif</title><content type='html'>Banyak karya besar diawali dari pekerjaan iseng yang tidak begitu diharapkan hasilnya tetapi dilakukan dengan keterampilan sepenuhnya. Istilahnya, jika berhasil disyukuri, seandainya gagal pun tidak diratapi.Mark Zuckerberg, tidak menyangka Facebook akan seperti sekarang. Perbuatan isengnya memindahkan buku data mahasiswa Harvard University ke bentuk online interaktif membuahkan hasil yang luar biasa.Setelah beberapa lama ia kemudian mencium peluang bisnis di sana dan kemudian memfokuskan segenap kemampuannya untuk mengembangkan Facebook hingga menjadi satu fenomena internet seperti sekarang. Facebook pun jadi perusahaan yang menguntungkan dan menjadikan Mark Zuckerberg sebagai anak muda terkaya di dunia.Kerabat Imelda..Siapa pun pernah melakukan pekerjaan iseng, baik iseng yang positif maupun iseng yang negatif. Kita mencandai teman karena iseng. Namun kerap kali perbuatan itu menyebabkan kecelakaan atau pengaruh negatif yang tak terpikirkan. Ini tentu saja iseng negatif.Saya membuat perumpamaan lain yang tadi pagi dibahas di program talkshow rutin saya di Jaringan Radio Sonora dengan membawakan cerita klasik "Kaca Mata Guru", suatu cermin iseng negatif yang fatal. Sekelompok murid menyembunyikan kaca mata gurunya. Tak diduga, ketika pulang dengan mengendarai sepedanya, sang guru mendapat kecelakaan akibat penglihatannya yang kurang jelas karena tidak mengenakan kaca mata. Yang mengenaskan guru itu kemudian meninggal. Murid-murid hanya bisa menyesali perbuatan isengnya.Karena itu, mari hindari perbuatan iseng negatif, dan coba perbuatan iseng positif. Awali dengan melihat apa potensi yang kita miliki. Misalnya, ketika menyadari ada bakat akting, kita iseng-iseng ikutan audisi program televisi. Eh, ternyata diterima. Atau bisa juga, iseng-iseng jualan barang, lama-lama jadi keterusan dan setelah beberapa tahun kemudian sukses menjadi pedagang besar.Jika sudah menemukan iseng positif yang tampak akan membuahkan hasil, coba fokus, pelihara momentumnya, kembangkan, dan tekuni sebaik-baiknya. Setelah itu sukses besar siap menyambut.&lt;a href="http://www.andriewongso.com/artikel/catatan_andrie_wongso/4201/Iseng_Positif/"&gt;SUMBER:andriewongso.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-3988412509888902351?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/3988412509888902351/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=3988412509888902351' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/3988412509888902351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/3988412509888902351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/11/iseng-yang-positif.html' title='Iseng yang Positif'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-2523475826599171068</id><published>2011-11-07T14:19:00.001-08:00</published><updated>2011-11-07T14:19:32.284-08:00</updated><title type='text'>Bercermin Dari Gugurnya Daun</title><content type='html'>"Bisa nggak ya?", "Kalau gagal gimana ya?" Pertanyaan-pertanyaan itu mungkin saja timbul di benak Anda. Perasaan ragu membayangi semakin lama keraguan menjadi semakin besar. Dan Anda mulai mengambil langkah mundur.Ketika ada kesempatan menunggu Anda untuk meraihnya apa yang biasanya Anda lakukan? Diam atau nekat mengambil kesempatan itu dengan resiko gagal. Setiap orang memang takut gagal, takut kecewa dan itu wajar saja. Namun pernahkah Anda berpikir untuk meraih kesempatan tersebut dan menghadapi segala resikonya?Memang kita tidak pernah tahu apa yang terjadi di masa depan. Bayangkan saja betapa menyesalnya kita jika satu kesempatan telah terlewat. Setidaknya saat kita ambil kesempatan itu dan gagal, kita masih bisa tersenyum bangga karena pernah mencobanya.Seperti pohon di musim kemarau, ia akan mengugurkan daunnya demi bertahan hidup. Namun kemudian ketika sang hujan datang ia akan bangkit dan membuat daun-daunnya kembali bersemi. Demikian juga Anda akan mencoba bangkit saat Anda jatuh.Lakukan apa yang paling takut Anda lakukan. Jika Anda gagal, jangan ragu untuk mencobanya lagi. Lakukan yang terbaik di kesempatan berikutnya. Nikmati setiap proses dan momennya. Dengan begitu, hidup memang untuk Anda. Ada rencana besar dari-NYA yang sedang menunggu Anda.&lt;a href="http://woman.kapanlagi.com/inspiring/lentera/595-bercermin-dari-gugurnya-daun.html"&gt;SUMBER:kapanlagi.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-2523475826599171068?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/2523475826599171068/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=2523475826599171068' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/2523475826599171068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/2523475826599171068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/11/bercermin-dari-gugurnya-daun.html' title='Bercermin Dari Gugurnya Daun'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-4534790685296278695</id><published>2011-09-30T05:08:00.001-07:00</published><updated>2011-09-30T05:08:57.179-07:00</updated><title type='text'>Life is Wonderful</title><content type='html'>"Buat apa susah..., Buat apa susah..., Lebih baik kita bergembira"Saya yakin,Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan lagu yang dipopulerkan oleh Koes Plus yang berjudul Buat Apa Susah. Dan saya juga yakin, bahwa Anda sering mendengar kata-kata seperti ini : “Hidup sudah susah, buat apa dibikin tambah susah?” Hidup bukan mudah, tetapi hidup itu indah.  Hidup itu susah. Karena kita sendiri yang membuatnya susah. Dan semuanya berawal dari pikiran negatif. Berlanjut ke tindakan yang negatif, dan berakibat timbal balik yang negatif pula. Beberapa orang membiarkan dirinya larut dan hanyut dalam pikiran negatifnya, entah karena ucapan atau tindakan dari orang sekitarnya sehingga merasuki dirinya dan menciptakan self image yang buruk. Akibatnya, mereka tidak mampu mengalihkan pikiran dan perhatian mereka pada hal-hal yang negatif. Mereka lupa untuk fokus pada hal-hal yang positif.  Setiap dari kita pasti pernah mengalami masa-masa sulit atau susah, tetapi hanya sedikit orang yang mampu bangkit kembali karena tidak terus menerus mengasihani diri sendiri (self pity), itu karena mereka memilih untuk bangkit. Dan mereka yang mampu bangkit kembali pasti berani mengatakan bahwa hidup mereka indah. Karena mereka menikmati setiap langkah dalam hidupnya. Orang yang tidak menikmati hidupnya adalah orang yang akan selalu merasa hidupnya susah.Hidup ini Indah. Apabila kita memilih untuk bahagia dan menikmatinya. Peter Parker dari film Spiderman 3 mengatakan, “Whatever comes our way, whatever battle we have ragging inside us, we always have a choice. It’s the choices that makes us who we are, and we can always choose to do what’s right”. Apapun yang terjadi, apapun yang kita hadapi, kita selalu mempunyai pilihan. Pilihan yang menciptakan diri kita. Dan kita selalu bisa memilih untuk melakukan apa yang baik/benar. Hidup ini indah, dan akan indah, semua tergantung pada pilihanmu. Memilih untuk tersenyum atau cemberut? Tertawa atau menangis? Bersyukur atau mengeluh? Bahagia atau bersedih? Keep smiling and enjoy your life ! Because life is wonderful !&lt;a href="http://www.andriewongso.com/artikel/artikel_anda/4257/Life_is_Wonderful/"&gt;SUMBER:andriewongso.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-4534790685296278695?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/4534790685296278695/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=4534790685296278695' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/4534790685296278695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/4534790685296278695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/09/life-is-wonderful.html' title='Life is Wonderful'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-699306652703273898</id><published>2011-09-30T05:07:00.001-07:00</published><updated>2011-09-30T05:07:47.018-07:00</updated><title type='text'>Hiduplah Untuk Berbahagia</title><content type='html'>Kita selalu meyakinkan diri kita bahwa hidup akan lebih baik setelah menikah, mempunyai anak, atau setelah setelah dan setelah. Pada masa anak-anak, kita merasa pasti nanti ketika menginjak masa remaja, hidup akan lebih bahagia. Lebih mudah mendapat izin untuk keluar rumah atau apalah alasan kita. Setelah menginjak usia remaja, rasa frustasi itu datang lagi karena merasa akan lebih bahagia setelah melewati fase ini.Kita mengatakan pada diri kita bahwa hidup akan semakin lengkap ketika mendapat suami tampan dan kaya raya, atau ketika kita mendapat mobil mewah, atau kita akan pergi berkeliling dunia setelah pensiun nanti. Kita terlalu terlena dengan imajinasi kita akan suatu kebahagiaan. Kenyataan yang sebenarnya adalah tidak akan ada waktu yang lebih baik untuk meraih kebahagiaan kalau tidak SEKARANG! Kalau bukan sekarang, kapan lagi?Hidup tidak akan pernah lepas dari tantangan. Tantangan-tantangan hidup inilah yang akan membuat hidup Anda semakin mempunyai arti. Taklukkan tantangan dan berbahagialah!Ada salah satu kutipan dari Alfred D. Souza yang mengatakan "Saya terlalu lama berpikir kapan hidup yang sebenarnya akan dimulai. Selalu saja ada hambatan, hal pertama yang harus digapai, beberapa bisnis yang belum terselesaikan, waktu yang harus disediakan, atau hutang yang harus dibayar. Setelah semuanya selesai, maka hidup akan dimulai. Tetapi saya sadar, semua hambatan yang saya rasakan, itu adalah hidup saya!"Kutipan tersebut seharusnya membuat Anda berpikir, tidak akan ada jalan untuk meraih kebahagiaan. Kebahagiaan adalah proses. Proses yang Anda alami untuk meraih kebahagiaan, sebenarnya adalah kebahagiaan itu sendiri. Berhenti menunggu sampai Anda menyelesaikan pendidikan dan melanjutkan ke jenjang selanjutnya, sampai Anda kehilangan uang Anda dan berusaha sekuat tenaga untuk menghasilkan uang kembali, sampai Anda mempunyai anak dan berhasil membesarkan anak Anda, sampai Anda mendapat pekerjaan yang layak dan pensiun, sampai Anda dapat menikmati masa tua Anda dan meninggal dalam damai, atau bahkan sampai Anda dilahirkan kembali.Hargai setiap detik dalam hidup Anda. Jangan selalu mengeluh karena impian-impian Anda yang belum tercapai, bersyukurlah akan apa yang Anda punya. Berbagi cerita dengan orang-orang yang Anda cintai, menghabiskan waktu dengan mereka, dan yang jelas tidak membuang-buang waktu Anda untuk menanti kebahagiaan adalah cara-cara tepat membuat hidup Anda lebih berharga.Happiness is a journey, not a destination. &lt;a href="http://woman.kapanlagi.com/inspiring/lentera/9783-hiduplah-untuk-berbahagia.html"&gt;SUMBER:kapanlagi.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-699306652703273898?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/699306652703273898/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=699306652703273898' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/699306652703273898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/699306652703273898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/09/hiduplah-untuk-berbahagia.html' title='Hiduplah Untuk Berbahagia'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-8503104143544819011</id><published>2011-09-30T05:06:00.000-07:00</published><updated>2011-09-30T05:06:50.613-07:00</updated><title type='text'>Ilmu Memancing</title><content type='html'>Alkisah, di tepi sebuah sungai, tampak beberapa orang yang sedang memancing. Di antara para pemancing di sana, terdapat dua orang yang terkenal karena kepandaiannya memancing sehingga setiap hari ikan hasil tangkapan mereka berdua selalu berhasil memenuhi ember yang mereka bawa. Penduduk di sekitar situ pun sangat mengagumi mereka.Sekelompok anak muda mendatangi si pemancing ingin berguru kepada mereka. Saat mendengar maksud dan tujuan para pemuda itu, diam-diam si pemancing pertama pergi menghindar mereka sambil menggerutu, "Enak saja anak-anak muda itu mau berguru kepadaku. Ilmuku tidak akan kubagikan percuma kepada mereka karena toh tidak ada untungnya bagiku. Lebih baik waktuku kumanfaatkan sebaik-baiknya, untuk lebih berkonsentrasi mendapatkan ikan sebanyak-banyaknya."Sedangkan pemancing kedua dengan ramah membalas sapaan para pemuda yang datang menghampirinya. "Kalian ingin belajar memancing? Silakan saja. Bapak dengan senang hati akan mengajari kalian."Dan selanjutnya, setiap hari, dan berhari-hari kemudian, dengan tekun dan gembira masing-masing anak mempelajari teknik-teknik memancing, mencari, dan memasang umpan di mata kail untuk menarik perhatian ikan memakan umpan, berlatih konsentrasi, dan lain-lain.Karena gembira dengan ilmu yang didapat, para murid itu membuat kesepakatan bahwa setiap sepuluh ikan hasil tangkapan mereka, akan disisihkan satu ekor untuk guru mereka sebagai tanda ungkapan rasa terima kasih.Berkat kebaikan dan kemurahan hati si pemancing dengan membagikan ilmu kepada orang-orang lain, maka di kemudian hari si pemancing tidak perlu harus memancing ikan setiap hari.Hasil tangkapan yang disisihkan oleh para muridnya ternyata mampu menunjang kehidupannya di kemudian hari, sepanjang sisa hidupnya. Sedangkan pemancing yang lainnya, sepanjang hidupnya harus tetap melakukan pekerjaan memancing sendiri karena tanpa memancing dia tidak bisa menghidupi dirinya sendiri.Kerabat Imelda...Seperti seorang guru, setiap hari membagi ilmu kepada begitu banyak murid tanpa kehilangan sedikitpun ilmu yang dia punyai, bahkan pada kisah pemancing tadi, dengan membagi ilmu memancingnya, dia mendapatkan keuntungan sepanjang hidupnya.Berbahagialah mereka yang mau memberi tanpa mengharapkan balasan karena sesungguhnya hukum alam selalu memberi imbalan atas setiap perbuatan baik tanpa perlu kita memintanya. Maka pada saat kita bisa mempunyai kesempatan untuk memberi, berilah! Karena dari sisi lain kita pasti akan mendapatkan sesuatu, bahkan di luar dugaan kita.&lt;a href="http://www.andriewongso.com/artikel/aw_artikel/4301/Ilmu_Memancing/"&gt;SUMBER:andriewongso.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-8503104143544819011?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/8503104143544819011/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=8503104143544819011' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/8503104143544819011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/8503104143544819011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/09/ilmu-memancing.html' title='Ilmu Memancing'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-1318906423416147702</id><published>2011-09-30T05:05:00.000-07:00</published><updated>2011-09-30T05:05:22.913-07:00</updated><title type='text'>Rumah 1000 Cermin</title><content type='html'>Dahulu kala, di sebuah desa yang begitu jauh, ada sebuah tempat yang bernama rumah 1000 cermin. Seekor anjing kecil yang hidupnya begitu bahagia mengetahui tempat ini dan memutuskan untuk pergi ke sana. Ketika ia tiba, dengan langkah gembiranya ia menaiki tangga menuju pintu rumah itu.Dia melihat pintu dengan telinga yang terangkat tinggi dan ekornya mengibas cepat. Lalu dia terkejut saat menemukan 1000 ekor anjing lain yang begitu gembira dan mengibaskan ekor mereka secepat dia mengibaskan ekornya. Dia tersenyum lebar, dan senyumannya dibalas dengan 1000 senyuman lebar yang hangat dan ramah. Setelah dia meninggalkan rumah itu, dia berpikir, "Rumah ini adalah tempat yang sangat indah. Aku akan kembali dan sering ke sini."Di desa yang sama, ada seekor anjing lainnya yang tidak sebahagia anjing pertama, dia memutuskan untuk pergi ke rumah itu. Pelan-pelan dia menaiki tangga dengan kepala tertunduk. Saat melihat ke pintu, ia menemukan 1000 anjing yang menatapnya dengan tatapan tidak ramah. Lalu dia menggeram dan dia merasa ngeri melihat 1000 anjing kecil menggeram padanya. Ketika dia pergi, dia berpikir, "Rumah ini sangat menakutkan dan aku tidak akan pernah pergi ke sini lagi."Semua wajah di dunia ini adalah cermin. Pantulan wajah seperti apa yang Anda lihat dari orang-orang yang Anda temui? Mulai sekarang, belajarlah bersikap ramah kepada siapa saja. Kembangkan senyum manis Anda pada orang yang Anda temui sehari-hari. Maka orang lain akan senang dan tersenyum kembali Anda. Keep smile! :)&lt;a href="http://woman.kapanlagi.com/inspiring/lentera/9795-rumah-1000-cermin.html"&gt;SUMBER:kapanlagi.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-1318906423416147702?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/1318906423416147702/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=1318906423416147702' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/1318906423416147702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/1318906423416147702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/09/rumah-1000-cermin.html' title='Rumah 1000 Cermin'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-263688044700913731</id><published>2011-09-30T05:04:00.000-07:00</published><updated>2011-09-30T05:04:16.024-07:00</updated><title type='text'>Tanah Sejengkal Berakibat Siksa</title><content type='html'>Kami berasal dari kelurga besar, aku sendiri anak ke empat dari delapan bersaudara. Kami juga bukan dari keluarga yang bisa dibilang kaya, namun begitu ayah memiliki beberapa petak tanah yang didapatnya dari susah payah dan kerja keras, mulai dari usaha dagang sampai menjadi sopir angkot. Hal itu dilakukannya demi untuk menghidupi keluarga dan menyiapkan bekal untuk anak-anaknya suatu hari kelak.Sementara kami anak-anaknya hanya bisa menikmati hasil jerih payah ayah dan ibu tanpa bisa memberi balasan yang setimpal. Apa lagi kakakku yang nomor tiga, sebut saja namanya Adi (bukan nama sebenarnya) hidupnya hanya bisa bergantung pada orang tua, mulai dari rumah sampai usaha toko kelontong, semua diberi oleh ayah. Padahal ia sudah berkeluarga dan memiliki dua orang anak, tak ada sedikitpun keinginan untuk memiliki rumah atau usaha yang berasal dari jerih payahnya sendiri.Sangat  berbeda dibanding saudara-saudaraku yang lain, walau rumah menumpang pada orang tua tapi mereka memilki pendapatan dari pekerjaan yang mereka usahakan sendiri. Apalagi kakakku yang kedua, sebut saja namanya Imran (bukan nama sebenarnya)  saat itu ia sudah mampu membeli sebidang tanah, walau tak luas ia bisa membuat ayah dan ibu bangga.Imran memang agak lain dibanding ke-enam saudaraku, sifatnya sangat mirip dengan ayah, banyak mengalah dan selalu bekerja keras untuk mencapai keinginannya. Tak heran jika ia berhasil membeli sebidang tanah yang letaknya bersebelahan dengan tanah ayah. Imran sebenarnya tak mau tatkala ayah memintanya untuk menempati salah satu kamar yang ada di rumah namun ibu memaksanya karena tak ingin melihat anaknya harus mengontrak rumah, padahal rumah yang ada sekarang cukup besar buat kami.Permasalah mulai muncul saat ayah sering sakit-sakitan, Adi mulai sibuk menghitung-hitung bagian-bagiannya kelak, rumah sebidang tanah dan sejumlah uang. Padahal saat itu ayah belum meninggal dan ibu masih sehat, aku hanya bisa beristigfar melihat kelakuannya, sementara saudara-saudaraku yang lain mulai emosi, pertengkaranpun tak bisa lagi terbendung. Melihat hal itu ayah dan ibu hanya bisa mengeluarkan air mata, “Belum lagi ayah dan ibu tiada mereka sudah meributkan hartaku,” demikian ia pernah berucap kepadaku.Semakin lama keadaan ayah semakin parah dan tak lama kemudian ia akhirnya berpulang, sebulan kemudian ibu menyusul ayah keharibaanNya. Mungkin ibu tak kuat menyaksikan anak-anaknya yang selalu meributkan harta warisan. Singkat cerita kami akhirnya membagikan harta peninggalan kedua orang tua kami, hanya Imran yang menolak bagiannya, ia memberikan bagiannya kepada si bungsu.Masalah kembali timbul tat kala Adi berusaha membuat batas antara tanah bagiannya dengan tanah milik Imran yang kebetulan berbatasan. Adi mengklaim bahwa batas yang sudah ada merupakan akal-akalan Imran, padahal letak perbedaan batas lama dengan batas yang dibuat Adi hanya berjarak tal lebih dari 20 cm atau hanya sejengkal. Untunglah Imran tak mau bersitegang hanya karena tanah yang sejengkal itu, ia mengalah.Waktu terus berjalan, kami semua beraktifitas seperti biasanya. Diantara kakak dan adik-adikku ada yang menjalani dengan keberhasilan, ada yang stagnan ada pula yang mengalami kemunduruan. Yang paling terlihat mencolok dalam perubahannya dalah Adi dan Imran. Kakakku nomor dua itu semakin hari semakin terlihat jaya, sementara Adi sebaliknya. Totko yang dikelolanya bangkrut, sebidang tanah pemberian ayah ikut ludes karena ia jual untuk membeli sebuah mobil dan akhirnay mobil itupun ia jual untuk menutupi kebutuhan hidupnya.Hidupnya semakin morat-marit saat istrinya terlibat skandal percintaan dengan laki-laki lain hingga berujung perceraian. Rumah yang saat itu ia tempati terpaksa dijual. Karena kasihan aku membujuknya untuk tinggal bersamaku, namun entah mengapa ia menolak dan memilih untuk mengontrak. Kulihat ia mulai sering menyendiri, tubuhnya semakin kurus karena tak terurus, tak lama kemudian ia jatuh sakit, kakinya mengalami kelumpuhan permanen.Kelumpuhan membuatnya tak lagi bisa beraktifitas seperti biasannya. Namun ia menolak semua bantuan yang kami tawarkan, ia tetap memilih tinggal dikontrakan yang tak jauh dari rumah keluarga kami yang lain. Sehari-hari ia hanya bisa berbaring, sementara anak-anaknya hanya sesekali berkunjung untuk mengantarkannya makanan.Suatu saat kami dikejutkan dengan kabar yang menyebutkan bahwa Adi telah berada di jalan menuju komplek pemakaman. Saat aku menyusulnya, kulihat Adi tengah beringsut menuju makam ayah sambil terus menyebut nama ayah dan ibu. Celana dibagian lututnya robek, kulihat darah mulai merembes membasahi bagian kakinya, saat hendak kubantu ia menolak. Ia terus meracau memonon ampunan ayah dan ibu. Ia tak lagi memperdulikan keadaan luka di kakinya yang semakin menganga, ia terus bergerak menyeret-nyeret kakinya yang lumpuh.Sepuluh meter menjelang makam ayah dan ibu, Adi ambruk tak dapat meneruskan gerakannya, ia berteriak-teriak memilukan memanggil-manggil nama ayah dan ibu sambil terus memohon ampunan, saat kami berusaha membawanya mendekati makam ayah dan ibu, Adi diam tak bergerak, teriakannyapun tak terdengar lagi dan ternyata ia sudah tak bernyawa, sepuluh meter dari makam ayah dan ibu. Adi tak sempat memeluk kubur mereka seperti keingianannya. Dan kami hanya menghela nafas panjang menyaksikan penderitaan Adi hingga ajal menjemputnya. Semoga Allah memebrinya ampunan. Amiin.&lt;a href="http://www.perempuan.com/tanah-sejengkal-berakibat-siksa/"&gt;SUMBER:perempuan.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-263688044700913731?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/263688044700913731/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=263688044700913731' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/263688044700913731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/263688044700913731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/09/tanah-sejengkal-berakibat-siksa.html' title='Tanah Sejengkal Berakibat Siksa'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-7711325825335256990</id><published>2011-09-30T05:02:00.001-07:00</published><updated>2011-09-30T05:02:38.567-07:00</updated><title type='text'>Nilai Sebuah Kepercayaan</title><content type='html'>Ada seorang pemuda yang dulunya hanya seorang Office Boy biasa di perusahaan Jepang. Namun selang tahun kemudian pemuda ini berhasil menjadi pengusaha sukses di bidang jasa. Kenapa itu terjadi ?Pemuda yang hanya lulus SMP awalnya hanya mencari pekerjaan. Dan diterimalah dia bekerja di kota besar ini. Betapa senangnya pemuda itu. Itu terlihat dari kinerjanya yang selalu bersemangat dalam mengerjakan tugas, selalu tersenyum ramah dan siap menolong teman yang membutuhkannya.Bahkan kerja lembur dan tidur di kantor pun dijalaninya dengan senang. Tugas yang tadinya hanya jadi pesuruh, membereskan file, mengantar minuman di suatu hari meningkat menjadi pembantu administrasi.Saat ada karyawan kantor yang mengalami musibah dan tidak dapat menyelesaikan tugasnya, pemuda itu mau belajar keras menggunakan komputer untuk membantu temannya mengetik tugas. Bos pemuda itu adalah orang Jepang. Dan pemuda itu sering sekali menemani dan membantu bosnya itu bekerja lembur. Walau perintah bos ini menggunakan bahasa Jepang, namun karena keinginan keras untuk belajar maka pemuda itupun menguasai bahasa Jepang sekaligus.Dan penguasaannya terhadap bahasa Jepang juga tidak lepas dari bantuan karyawan Jepang yang ada diperusahaan itu, yang sangat menghargai jika ada bangsa lain yang mau belajar bahasanya. Karena itu setiap teman Jepangnya pulang kampung pemuda itu selalu minta untuk dibawakan buku – buku.Hasilnya terlihat empat tahun kemudian. Dari yang semula hanya pembantu administrasi naik menjadi asisten administrasi penghubung. Setiap ada tamu dari Jepang pemuda itu selalu yang diminta untuk menemani mereka. Menjadi penerjemah bagi mereka dan lama - lama pemuda itu dipercaya mengurus banyak hal seperti menghadap pejabat dan menyampaikan pesan penting antar departemen.Sekian tahun kemudian atas persetujuan dan bantuan bosnya serta kepercayaan yang terbentuk selama ini, pemuda itu meminta ijin mengundurkan diri untuk membuka usaha di bidang jasa, yaitu mengurus berbagai perijinan dan perekrutan karyawan, khususnya untuk perusahaan Jepang yang akan berinvestasi di Indonesia. Pemuda itu merasa bersyukur dengan apa yang telah dialami dan didapatkannya. Dan berjanji akan terus belajar.Kerabat Imelda...kisah ini adalah sebuah contoh proses perjuangan seorang karyawan biasa sampai akhirnya bisa membangun usahanya sendiri. Apa yang dicapainya saat ini tidak dibangun dalam sekejap, tapi dengan kerja keras, kejujuran, dapat dipercaya dan penuh tanggung jawab, mau belajar serta tahu menempatkan diri.Dan kualitas karakter positif itulah yang mengubah hidupnya. Karena itu jika kita ingin berhasil sepertinya maka kita bisa memulainya dari dimana kita berada saat ini dengan belajar, bekerja sungguh – sungguh, dan mampu menjaga kepercayaan yang diberikan. Begitu integritas kita terbangun maka apapun yang kita tekuni lambat atau cepat pasti akan mendapat tempat dan pasti kesuksesan demi kesuksesan akan datang menyusul.&lt;a href="http://www.ceritadanwarta.com/2010/08/nilai-sebuah-kepercayaan.html"&gt;SUMBER:ceritadanwarta.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-7711325825335256990?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/7711325825335256990/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=7711325825335256990' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/7711325825335256990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/7711325825335256990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/09/nilai-sebuah-kepercayaan.html' title='Nilai Sebuah Kepercayaan'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-167182331214910498</id><published>2011-09-30T05:01:00.002-07:00</published><updated>2011-09-30T05:01:52.284-07:00</updated><title type='text'>Hidup adalah Pilihan</title><content type='html'>Ada 2 bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur. Bibit yang pertama berkata, "Aku ingin tumbuh besar,aku ingin menjejakkan akarku dalam-dalam di tanah ini dan menjulangkan tunas-tunasku diatas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari dan kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku"...Dan bibit itupun tumbuh,makin menjulang...Bibit yang kedua berguman..."Aku takut,jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini,aku tak tahu apa yang akan kutemui dibawah sana.Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas,bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak.Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka,dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti jika aku tumbuh dan merekah,semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak! Akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman"...Dan bibit itupun menunggu dalam kesendirian.Beberapa pekan kemudian seekor ayam mengais tanah itu,menemukan bibit yang kedua tadi dan menaploknya segera.Memang selalu ada saja pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon-lakon yang harus kita jalani. Namun seringkali kita berada dalam kepesimisan,kengerian,keraguan,kebimbangan-keseimbangan yang kita ciptakan sendiri. Kita kerap terbuai dengan alasan-alasan untuk tak mau melangkah,tak mau menatap hidup. Karena hidup adalah pilihan, maka hadapilah itu dengan gagah..Dan karena hidup adalah pilihan,maka pilihlah dengan bijak... &lt;a href="http://www.gemintang.com/cerita-motivasi-inspirasi/?cat=&amp;ins_id=207"&gt;SUMBER:www.gemintang.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-167182331214910498?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/167182331214910498/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=167182331214910498' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/167182331214910498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/167182331214910498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/09/hidup-adalah-pilihan.html' title='Hidup adalah Pilihan'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-1688742989371576201</id><published>2011-09-30T05:01:00.000-07:00</published><updated>2011-09-30T05:01:09.249-07:00</updated><title type='text'>Kisah Laki-Laki Dan Keledai</title><content type='html'>Ini kisah sejak zaman dahulu kala. Suatu ketika seorang laki-laki beserta anaknya membawa seekor keledai kepasar.Ditengah jalan, beberapa orang melihat mereka dan tertawa, “Lihatlah orang-orang dungu itu. Mengapa mereka tidak naik keatas keledai itu?”Laki-laki itu mendengar perkataan tersebut. Ia lalu meminta anaknya naik ke atas keledai.Seorang perempuan tua melihat mereka, “Sudah terbalik dunia ini, sungguh anak tidak tau diri!! Ia tenang-tenang diatas keledai, sedangkan ayahnya yang tua dibiarkan berjalan.”Kali ini si-anak turun dari punggung keledai dan ayahnya yang naik.Beberapa saat kemudian, mereka berpapasan dengan seorang gadis muda, “Mengapa kalian berdua tidak menaiki keledai itu bersama-sama?”Mereka menuruti nasehat gadis muda itu. Tidak lama kemudian sekelompok orang lewat. “Binatang malang…., ia menanggung beban dua orang gemuk tak berguna. Kadang-kadang orang bisa sangat kejam!”Sampai disini, ayah dan anak itu sudah muak. Mereka memutuskan untuk memanggul keledai itu.Melihat kejadian itu ,orang-orang tertawa terbahak-bahak, “Lihat manusia keledai memanggul keledai!” sorak mereka.Apa yang Anda tangkap dari cerita tadi??Jika Anda berusaha menyenangkan semua orang, maka Anda tak akan dapat menyenangkan siapapun.Jika Anda berusaha mendengarkan komentar semua orang, bisa jadi Anda tak akan menjadi apapun dan siapapun.Maka jadilah diri sendiri, melangkah dengan pasti… Berbekal Cinta, Ilmu dan Iman… dengan Cinta hidup menjadi indah… dengan Ilmu hidup menjadi mudah, dan dengan Iman hidup kian terarah…..SUMBER: milis motivasi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-1688742989371576201?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/1688742989371576201/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=1688742989371576201' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/1688742989371576201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/1688742989371576201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/09/kisah-laki-laki-dan-keledai.html' title='Kisah Laki-Laki Dan Keledai'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-2954074616385654804</id><published>2011-09-30T05:00:00.001-07:00</published><updated>2011-09-30T05:00:28.150-07:00</updated><title type='text'>Seekor Kambing di Dalam Sumur</title><content type='html'>Pada suatu hari, seekor serigala berjalan-jalan di pinggir hutan. Saat sedang mencari buruan, dia menemukan sebuah sumur yang memiliki air jernih di dalamnya. Karena penasaran dan rasa haus yang melanda, serigala tersebut berjalan di pinggir sumur untuk mencapai air. Karena terburu-buru, sang serigala terpeleset dan masuk ke dalam sumur.Beruntung, sumur tersebut tidak terlalu dalam, hanya seperempat bagian kaki serigala yang terendam. Masalah timbul, bagaimana caranya serigala itu dapat keluar dari dalam sumur? Sang serigala lama memikirkan hal itu hingga dia mendengar suara seekor kambing di luar sumur sedang berjalan-jalan. Sang serigala lalu memanggil kambing."Kambing, masuklah ke dalam sumur ini! Ada banyak air yang rasanya segar sekali..." ujar sang serigala."Benarkah?" tanya sang kambing tidak percaya."Tentu saja, aku tidak berbohong, masuklah!"Sang kambing akhirnya masuk ke dalam sumur dan meminum air yang menurut serigala sangat enak. Ternyata serigala memang tidak berbohong, air di dalam sumur sangat segar dan nikmat. Lalu sang serigala mengatakan, "Tetapi aku bingung bagaimana cara kita keluar dari sini," ujar sang serigala menambahkan. Pada saat itu, kambing juga ikut berpikir.Sang serigala lalu menawarkan sebuah ide jitu, dia meminta kambing untuk menaikkan kedua kaki depannya pada dinding sumur, dengan begitu, serigala dapat keluar ke atas. Kambing menyetujui hal tersebut dan menganggapnya sebagai ide yang cerdas. Tak disangka, serigala tertawa kencang ketika sudah keluar sumur dan membiarkan kambing bingung seorang diri."Dasar kambing bodoh, aku sengaja menyuruhmu masuk ke sumur agar aku dapat keluar. Nah, pikirkan sendiri bagaimana cara agar kau dapat keluar dari sumur itu," Sang serigala lalu meninggalkan kambing yang berada di dalam sumur seorang diri dan tidak tahu bagaimana caranya keluar dari dalam sumur.Kerabat Imelda...dari cerita ini, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa ajakan apapun yang ditawarkan oleh orang lain sebaiknya kita pikirkan dengan baik. Bisa jadi orang yang menawarkan sesuatu yang menggiurkan tidak berbohong pada awalnya, tetapi berhati-hatilah karena Anda bisa terjebak dalam sebuah permainan yang akan merugikan diri Anda sendiri di kemudian hari.&lt;a href="http://woman.kapanlagi.com/inspiring/lentera/9427-seekor-kambing-di-dalam-sumur.html"&gt;SUMBER: kapanlagi.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-2954074616385654804?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/2954074616385654804/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=2954074616385654804' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/2954074616385654804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/2954074616385654804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/09/seekor-kambing-di-dalam-sumur.html' title='Seekor Kambing di Dalam Sumur'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-3116273799478702623</id><published>2011-09-30T04:58:00.001-07:00</published><updated>2011-09-30T04:58:36.134-07:00</updated><title type='text'>Es Krim</title><content type='html'>Pada suatu hari seorang anak kecil masuk ke sebuah restoran terkenal. Dengan langkah riang dan sedikit berlari, anak kecil itu duduk di salah satu bangku kosong di sana. “Sangat Ramai.” gumamnya. Anak kecil itu kemudian mengangkat tangannya untuk memanggil salah satu pelayan restoran. Seorang pelayan perempuan pun segera datang menghampiri anak kecil itu dengan membawa buku menu makanan.“Mau pesan apa, dik?” Tanya pelayan itu. “Berapa harga satu porsi es krim bertabur strawbery dan coklat itu?” Si anak balik bertanya sambil menunjuk salah satu gambar yang terpampang di tembok restoran.“2 Dollar.” Jawab si pelayan dengan ramah. Anak itu kemudian memasukkan tangannya ke dalam saku dan mengeluarkan beberapa keping uang receh danmenghitungnya. “Kalau es krimnya tanpa strawberry dan coklat berapa?”.“1 Dollar.” jawab pelayan itu dengan sedikit aneh.Anak itu kemudian memasukkan tangannya ke saku yang lain, dia mengeluarkan recehan lagi, dan mulai menghitungnya. “Kalau es krimnya tanpa strawberry dan coklat, serta cuma separuh porsi saja berapa?”“Setengah Dollar!” jawab pelayan itu agak ketus. “Baik, saya pesan itu saja.” Kata si anak lagi.Pelayan itu segera kembali ke dapur. Beberapa saat kemudian pelayan kembali ke meja si anak sambil membawa pesanannya. Anak itu pun segera memakan es krim tersebut dengan lahap. Setelah es krim selesai dimakan,pelayan kembali menemui anak itu sambil membawa nota pembayaran.“Semua setengah dollar.” Kata pelayan sambil menyodorkan nota kepada si anak. Si anak lalu mengeluarkan semua uang receh miliknya dan memberikannya pada pelayan. “Ini setengah dollar.” Katanya. Kemudian,tangan anak itu merogoh saku belakangnya dan mengeluarkan selembar uang 10 Dollar. “Dan ini tip untuk kamu.” Kata anak itu tersenyum sambil menyerahkan 10 dollarnya.Kerabat Imelda...terkadang manusia hanya melihat sesuatu dari luarnya. Kesibukan dan keruwetan kejadiansehari hari bisa membuat seseorang lupa untuk ‘melihat lebih dalam’ orang-orang di sekitarnya. Sangat wajar jika seseorang yang sudah pakai Jas mulai menganggap remeh orang-orang yang hanya menggunakan T-Shirt.Tapi cerita tadi mengingatkan kita, bahwa sesuatu yang berharga kadang muncul dari hal-hal yang biasa-biasa saja. Rejeki bisa datang dari arah yang tak terduga, bahwa mata manusia kadang terlalu sempit untuk dapat melihat spektrum kepribadian seseorang. Seperti halnya hujan yang tetap bisa turun saat matahari bersinar terik.Semoga cerita ini bisa menjadi pelajaran yang cukup berharga bagi kita semua.&lt;a href="http://www.ceritainspirasi.net/es-krim/"&gt;SUMBER:ceritainspirasi.net&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-3116273799478702623?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/3116273799478702623/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=3116273799478702623' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/3116273799478702623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/3116273799478702623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/09/es-krim.html' title='Es Krim'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-4609304699825706200</id><published>2011-09-30T04:56:00.000-07:00</published><updated>2011-09-30T04:56:36.095-07:00</updated><title type='text'>Hanya Kebagian Sisanya Saja</title><content type='html'>Seorang Pria paruh baya sedang termenung, berdiri di pelataran parkir sebuah gedung megah yang baru saja berdiri. Pria berpakaian sederhana itu memandang haru tulisan ”Sekolah Gratis &amp; Panti Asuhan” di papan nama gedung tersebut. Air matanya berlinang dan senyum puas pun terhias di bibirnya.Seorang Pemuda berdasi yang sejak tadi memandangi tingkah laku sang pria dari balik kaca dalam gedung bergegas ke luar. Dia menghampiri sang Pria di pelataran parkir.”Selamat pagi, Pak”, sapa Pemuda tersebut.Sang Pria menoleh dan tersenyum sambil berkata, ”Selamat pagi juga, Dik”.”Sejak tadi saya melihat Bapak mengagumi gedung ini. Benar, Pak?”, tanya si Pemuda.”Ya, benar”, jawab sang Pria.”Saya tidak hanya mengagumi keindahan arsitektur gedung ini, tetapi saya juga membayangkan berapa banyak generasi muda calon pemimpin bangsa di masa mendatang yang akan terbantu dengan adanya sekolah gratis dan panti asuhan ini”, lanjutnya lagi.”Itu betul, Pak.”, kata si Pemuda dengan bangga.”Dan salah satu orang yang paling berjasa di balik pendirian gedung ini adalah saya sendiri, Pak.”, kata si Pemuda sambil tersenyum lebar.”Jadi, bisa dikatakan bahwa salah satu founder-nya adalah saya, Pak”, kata si Pemuda sambil menepuk dada.”Oh, ya?”, kata sang Pria sambil terkejut.”Kalau begitu, anda adalah orang yang sangat mulia. Masih muda tetapi banyak berjasa”, kata sang Pria melanjutkan.”Apa saja sih peran anda dalam pembangunan sekolah gratis ini?”, tanya sang Pria dengan penuh minat.”Saya adalah salah satu dari lima kepala mandor yang membangun gedung ini, Pak”, jawab si Pemuda dengan bangga.”Saya membangun gedung ini dengan segenap waktu dan tenaga saya karena bagi saya yang saya lakukan ini adalah investasi untuk masa depan saya”, lanjut si Pemuda.”Dan saya juga setiap bulan selalu menyumbang uang sebesar lima puluh ribu rupiah dari gaji saya selama bekerja sebagai kepala mandor di sini untuk membantu biaya pembangunan gedung sekolah ini”, kata si Pemuda sambil membuka lima jari tangannya.”Jadi, saya adalah salah satu orang yang telah berjasa mencurahkan waktu, tenaga, keahlian, dan uang pribadi saya, sehingga sekolah gratis ini berdiri sekarang”, kata si Pemuda menutup penjelasannya dengan nada bangga.”Kalau hanya ada lima kepala mandor yang menyumbangkan lima puluh ribu rupiah setiap bulannya berarti hanya ada sumbangan sebesar dua ratus lima puluh ribu rupiah saja setiap bulannya”, gumam sang Pria.”Sedangkan biaya setiap bulan yang harus dikeluarkan untuk pembangunan gedung ini pasti besar sekali. Siapa yang menutup kekurangan biaya pembangunannya setiap bulan?”, tanya sang Pria kepada si Pemuda.”Wah, kalau itu sih bukan urusan saya, Pak”, tukas si Pemuda.”Siapa suruh membangun sekolah gratis”, jawabnya lagi.”Begini-begini juga, saya sudah banyak berjasa lho, Pak”, kata si Pemuda membela diri.”Kalau kontribusi Bapak untuk pembangunan ini apa?”, tanya si Pemuda dengan mimik wajah meremehkan.Sambil tersenyum sang Pria menjawab,”Saya hanya memiliki impian berdirinya sebuah sekolah gratis yang akan membantu banyak generasi muda menjadi manusia-manusia unggul calon pemimpin bangsa di masa mendatang.””Sekolah gratis yang akan menjadi contoh bagi banyak orang, agar mau mendirikan hal yang serupa di tengah-tengah perlombaan sekolah-sekolah meningkatkan biaya pendidikannya. Yang konon, katanya biaya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Tetapi kenyataannya, semakin tidak dapat menjamin lulusannya mendapatkan pekerjaan apalagi penghasilan”, kata sang Pria sambil menghela nafas.”Cuma impian saja, Pak?”, kata si Pemuda dengan senyum mengejek.”Kalau hanya itu sih, semua orang juga bisa”, kata si Pemuda meremehkan.”Oh, ya. Saya lupa mengatakan bahwa di luar sumbangan dua ratus lima puluh ribu  untuk biaya pembangunan gedung ini, sebenarnya saya lah yang menutup seluruh sisa kekurangan biayanya setiap bulan”, kata sang Pria.”Jadi, kontribusi saya hanya kebagian menutup sisa kekurangan dari sumbangan anda saja”, tutur sang Pria sambil tersenyum.Kerabat Imelda...Banyak orang yang berjasa kecil ingin ditonjolkan jasa-sajanya dan ingin dihargai atau dihormati oleh orang lain. Mereka ingin dianggap hebat dan sering berkali berkata,  ”karena sayalah maka hal itu terjadi” atau ”kalau tidak ada saya, maka hal itu tidak akan terjadi”. Semua hal berpusat kepada dirinya dan jasanya.Sedangkan orang-orang yang berjasa besar biasanya adalah orang yang rendah hati dan cenderung tidak mau menonjolkan jasa-jasanya. Mereka tidak gila hormat dan tidak menuntut dihargai oleh orang lain karena jasanya. Mereka adalah orang-orang yang memiliki keikhlasan hati dan berjiwa besar. Hal itu lah yang membuat mereka sukses di dunia dan di akhirat.Oleh karena itu, kalau anda ingin menjadi orang yang sukses di dunia dan di akhirat...Selama masih berkesempatan hidup di dunia ini, Berjuanglah!!! Berjuang menjadi orang-orang yang berhati ikhlas.&lt;a href="http://www.andrewho-uol.com/artikel/artikel_victorasih.html"&gt;SUMBER:www.andrewho-uol.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-4609304699825706200?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/4609304699825706200/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=4609304699825706200' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/4609304699825706200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/4609304699825706200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/09/hanya-kebagian-sisanya-saja.html' title='Hanya Kebagian Sisanya Saja'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-667176729609214648</id><published>2011-09-30T04:55:00.000-07:00</published><updated>2011-09-30T04:55:26.999-07:00</updated><title type='text'>Keluarga Kura-Kura Yang Sedang Piknik</title><content type='html'>Pada hari yang cerah, keluarga kura-kura memutuskan untuk pergi piknik di sebuah taman yang cukup jauh dari kediaman mereka. Ayah, ibu dan dua anak kura-kura mempersiapkan bekal piknik sebelum berangkat. Karena kura-kura adalah hewan yang lambat, mereka harus menempuh waktu satu hari satu malam untuk mencapai tempat piknik yang mereka tuju. Tidak ada satu pun dari mereka yang mengeluh, karena mereka sudah terbiasa berjalan lambat.Saat sudah tiba di tempat piknik, anak kura-kura merasa senang karena lokasi piknik tersebut berupa taman yang masih asri dan belum banyak dijamah manusia. Ada air terjun kecil dan terhubung dengan sungai yang airnya sangat jernih, berbeda dengan mata air di dekat kediaman mereka, airnya sedikit keruh dan tidak terlalu segar. Dua anak kura-kura itu bermain dengan riang, sedangkan ibu dan ayah kura-kura mengeluarkan bekal makanan dari dalam tas."Wah, ada bahan makanan yang tertinggal," ujar ibu kura-kura. "Makanan kita tidak akan lezat tanpa bahan makanan itu,""Sayang sekali, bagaimana jika kita mengundi siapa yang harus kembali ke rumah dan mengambil bahan makanan itu kembali?" saran sang ayah kura-kura.Semua setuju, kecuali si sulung, karena dia merasa akan ada sesuatu yang tidak beres dalam rencana tersebut. Tetapi dia diam saja karena tidak ingin mengurangi rasa senang dalam piknik keluarga ini. Akhirnya, hasil undian menunjukkan bahwa si sulung yang harus kembali ke rumah untuk mengambil bahan makanan itu lalu kembali ke lokasi piknik untuk makan bersama-sama. Saat itu, si sulung akhirnya mengeluarkan isi hatinya."Tapi rumah kita jauh dan membutuhkan waktu satu hari untuk mencapainya," ujar si sulung dengan wajah bingung, "Jika aku kembali lagi ke tempat ini, akan menghabiskan waktu dua hari. Bisa-bisa kalian semua sudah memakan bekal piknik itu sebelum aku kembali ke sini,""Tenang saja, nak. Kami semua akan menunggumu kembali dan tidak akan memakan bekal makanan itu." ujar sang ayah berjanji. Ibu kura-kura dan si bungsu juga mengangguk setuju."Janji!" tambah sang sulung."Iya kami berjanji," ujar mereka bertiga.Akhirnya si sulung pergi menuju rumah untuk mengambil bahan makanan yang tertinggal. Berjam-jam mereka menunggu, perut tiga ekor kura-kura itu sudah berbunyi nyaring dan minta diisi. Si bungsu mulai merengek karena lapar sedangkan si sulung baru tiba ke tempat piknik keesokan harinya. Ayah dan ibu kura-kura juga merasakan hal yang sama."Ya sudah, kita makan saja bekal ini, tak apa walaupun bahan makanannya tidak lengkap," ujar ayah kura-kura.Akhirnya mereka membuka tas bahan makanan. Dan pada saat itu, si sulung tiba-tiba melompat dari balik semak-semak."Sudah kuduga kalian akan makan sebelum aku kembali," teriaknya dengan nada suara kecewa, "Makanya aku sembunyi di semak-semak dan tidak pulang untuk membuktikannya.Kerabat Imelda, dari kisah di atas, kita dapat mengambil kesimpulan agar tidak terburu-buru saat merencanakan sesuatu, karena segala hal perlu sebuah pemikiran matang sebelum dilakukan. Selain itu, jangan mudah berjanji bila tidak yakin dengan janji Anda. Jangan berjanji bila itu hanya untuk membuat orang lain percaya pada Anda tetapi Anda sendiri tidak dapat menjaga janji itu dengan baik. &lt;a href="http://woman.kapanlagi.com/inspiring/lentera/9450-keluarga-kura-kura-yang-sedang-piknik.html"&gt;SUMBER:KapanLagi.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-667176729609214648?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/667176729609214648/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=667176729609214648' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/667176729609214648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/667176729609214648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/09/keluarga-kura-kura-yang-sedang-piknik.html' title='Keluarga Kura-Kura Yang Sedang Piknik'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-3311179783620283940</id><published>2011-09-30T04:53:00.001-07:00</published><updated>2011-09-30T04:53:54.884-07:00</updated><title type='text'>Kisah Ibu Kepiting dan Anaknya</title><content type='html'>Pada hari yang cerah, saat air laut mulai surut, ibu kepiting dan anaknya berjalan-jalan di sepanjang pantai. Mereka bertemu dengan banyak makhluk. Ada manusia yang sedang berjalan-jalan, ada anjing, kodok dan lain sebagainya. Sang ibu kepiting mengamati mereka semua, lalu dia mengamati bahwa ada yang salah pada cara berjalan anaknya."Anakku, mengapa kau tidak berjalan lurus ke depan?" ujar sang ibu kepiting, "Coba kau lihat, manusia, anjing, kodok dan semua makhluk yang kita temui berjalan dengan arah lurus ke depan. Hanya kamu yang berjalan dengan arah menyamping," sang ibu kepiting agak cemas karena merasa anaknya tampak aneh dari yang lain."Baiklah ibu, aku akan berjalan dengan arah ke depan," ujar sang anak kepiting. Dia berusaha berjalan dengan arah ke depan, tetapi tidak bisa. Si anak kepiting selalu terjatuh saat mencoba. Bahkan dia merasa kaki-kakinya menjadi sakit bila dipaksa untuk berjalan dengan mengarah ke depan seperti yang dilakukan makhluk-makhluk lainnya."Aku tidak bisa, ibu," ujar si anak kepiting, tetapi sang ibu terus memaksa agar anaknya bisa berjalan lurus. "Coba ibu contohkan bagaimana berjalan lurus ke depan yang benar!" ujar si anak kepiting karena telah putus asa dan lelah mencoba, kaki-kakinya mulai sakit karena memaksa diri untuk menuruti keinginan ibunya.Sang ibu lalu mencontohkan bagaimana cara berjalan lurus ke depan. Nyatanya, sang ibu kepiting tidak dapat melakukan hal tersebut. Dia berkali-kali terjatuh, bahkan tubuhnya terbalik saat memaksakan diri untuk berjalan lurus ke depan. Ternyata dia sendiri tidak bisa memberikan contoh pada anaknya.Akhirnya sang ibu menyerah dan sadar bahwa setiap makhluk punya caranya sendiri-sendiri untuk hidup. Berjalan ke samping di antara makhluk-makhluk yang berjalan lurus ke depan bukan berarti dia aneh atau gagal. Menggali potensi diri jauh lebih baik daripada hanya bercermin dan meniru orang lain.&lt;a href="http://woman.kapanlagi.com/inspiring/lentera/9646-kisah-ibu-kepiting-dan-anaknya.html"&gt;SUMBER:KapanLagi.com &lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-3311179783620283940?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/3311179783620283940/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=3311179783620283940' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/3311179783620283940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/3311179783620283940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/09/kisah-ibu-kepiting-dan-anaknya.html' title='Kisah Ibu Kepiting dan Anaknya'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-2870930917004762061</id><published>2011-09-30T04:52:00.002-07:00</published><updated>2011-09-30T04:53:00.791-07:00</updated><title type='text'>Kisah Dua Sahabat</title><content type='html'>Alkisah, di sebuah perguruan beladiri yang terletak di atas bukit, ada dua orang murid yang bersahabat. Biarpun tinggal di bukit yang berbeda, yang dibatasi oleh sebuah anak sungai, tapi jadwal rutin mereka sama. Setiap hari, keduanya bertemu pada saat mengambil air di sungai untuk keperluan minum dan hidup mereka.Pada suatu hari dan beberapa hari kemudian, murid yang lebih muda mulai merasa khawatir karena dia tidak bertemu dengan sahabatnya saat mengambil air."Duh, jangan-jangan temanku sakit atau terjadi kecelakaan! Atau mungkin bahkan dia telah pergi dari sini tanpa pamit?" batinnya penuh rasa gelisah.Dengan penasaran dan niat untuk membantu kalau-kalau sahabatnya itu sakit atau celaka, si pemuda mendatangi bukit sebelah untuk mencari tahu jawabannya. Tiba di sana, dia melihat sahabatnya sedang berlatih beladiri dan pernafasan. Dia tampak sehat dan tidak kurang suatu apapun."Hai Kak, sudah beberapa hari ini saya tidak melihat kakak mengambil air. Saya sangat khawatir kalau kakak sakit atau kecelakaan. Syukurlah kalau sehat-sehat saja. Tetapi kenapa kakak tidak lagi mengambil air? Bukankah air minum dan keperluan sehari-hari masih diperlukan?" ujar si murid muda penasaran."Terima kasih, Dik. Kamu lihat sendiri, kakak sehat-sehat saja. Mari sini, kakak tunjukkan!"Sambil berjalan, murid yang lebih tua ini melanjutkan," Bukannya kakak tidak butuh air lagi, tetapi selama setahun ini, kakak telah bekerja keras di sela-sela waktu istirahat atau bila pekerjaan bisa kakak selesaikan lebih cepat. Kakak menggali tanah mencari sumber air! Kakak yakin, di sekitar sini pasti terdapat banyak sumber mata air dan jika kita mau mencari dan menggali, pasti akan mendapatkan sumber air. Ternyata usaha dan keyakinan kakak tidak sia-sia.""Nah, sekarang kakak bisa berlatih dengan lebih giat dan mengerjakan hal-hal yang lebih bermanfaat serta lebih menyenangkan dibandingkan dengan kegiatanmengambil air yang setiap hari telah kita lakukan," jelas murid yang jauh lebih tua itu dengan senang.Kerabat Imelda...murid yang lebih tua menggambarkan sosok manusia yang memiliki kesadaran lebih tinggi untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik dan menyenangkan. Dia sadar, bahwa masa depan harus dipersiapkan dari saat ini. Dia juga bersedia menempuh risiko, karena ia percaya pada "harapan" bahwa yang akan dicapainya adalah sesuatu yang lebih besar dan berarti.Dengan manajemen waktu yang baik dan sikap siap berjuang dan berkorban, niscaya keberhasilan dapat kita raih. &lt;a href="http://www.andriewongso.com/artikel/aw_artikel/4270/Kisah_Dua_Sahabat/"&gt;SUMBER:AndrieWongso - andriewongso.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-2870930917004762061?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/2870930917004762061/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=2870930917004762061' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/2870930917004762061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/2870930917004762061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/09/kisah-dua-sahabat.html' title='Kisah Dua Sahabat'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-9090231170724897273</id><published>2011-09-30T04:52:00.000-07:00</published><updated>2011-09-30T04:52:10.063-07:00</updated><title type='text'>Seutas Tali Yang Menahan Gajah</title><content type='html'>Ketika berkunjung ke sebuah kebun binatang, Larry terpesona dengan gajah yang sedang menikmati hangatnya sinar siang hari. Hewan besar dengan kekuatan super ini nampak begitu tenang di sana, di taman khusus untuk gajah, tanpa dikurung dalam kandang. Perhatian Larry kemudian terusik melihat tali yang mengikat gajah itu.Ya, seutas tali. Larry heran, mengapa gajah sebesar ini hanya diikat dengan tali dan bukannya rantai? Dengan kondisi tanpa kandang demikian, tentu tidak sulit bagi gajah untuk memutuskan tali, membebaskan diri dan menyerang pengunjung. Namun nyatanya si gajah tampak baik-baik saja, tidak ingin melarikan diri dan belum pernah ada kabar gajah melepaskan diri dari kebun binatang ini.Kebetulan di dekat situ ada petugas kebun binatang, yang ternyata juga trainer gajah tersebut. Terdorong rasa penasaran, Larry mendekatinya dan bertanya, mengapa hewan sebesar dan sekuat itu hanya diikat dengan tali dan apakah selama ini dia pernah memutuskan tali pengikatnya untuk membebaskan diri.Pelatih gajah menjawab, gajah itu tidak pernah berusaha melepaskan diri karena sedari kecil telah diikat dengan tali berukuran sama. Saat kecil, tali itu cukup besar dan kuat untuk mengikat kakinya sehingga dia tidak pernah mampu memutuskannya. Seiring dewasa, dia tetap diikat dengan tali tersebut namun telah terbiasa dengan pikiran bahwa mereka tidak mampu memutuskannya. Mereka percaya tali itu masih sangat kuat dan tidak pernah mencoba untuk memutuskannya lagi.Larry terhenyak, hanya karena pernah gagal maka gajah itu tidak pernah berpikir untuk mencoba kembali, padahal dia terus tumbuh dan sekarang pasti tidak sulit baginya untuk memutuskan tali itu. Manusia pun tidak ada bedanya. Seringkali kita gagal dalam satu hal dan berkesimpulan 'itu bukan bidangku', 'aku tidak berbakat di sana' dan tidak pernah lagi mencoba. Atau jika ada kesempatan mencoba, maka ketakutan untuk gagal selalu membayangi, dan hasilnya, Anda benar-benar gagal lagi.Jangan pernah menerima batasan-batasan palsu yang diciptakan oleh masa lalu. Waktu berjalan, Anda terus belajar dan kali ini Anda pasti lebih kuat dan lebih mampu dari masa lalu. Mengapa tidak berani mencoba lagi?&lt;a href="http://woman.kapanlagi.com/inspiring/lentera/9317-seutas-tali-yang-menahan-gajah.html"&gt;SUMBER:kapanlagi.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-9090231170724897273?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/9090231170724897273/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=9090231170724897273' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/9090231170724897273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/9090231170724897273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/09/seutas-tali-yang-menahan-gajah.html' title='Seutas Tali Yang Menahan Gajah'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-434981794881618427</id><published>2011-09-30T04:51:00.000-07:00</published><updated>2011-09-30T04:51:21.894-07:00</updated><title type='text'>Jiwa di Balik Setangkai Bunga</title><content type='html'>Lihatlah bunga-bunga yang bermekaran itu, warnanya indah, kuning, merah, ungu dengan daun hijau yang menopang. Di belakangnya layar lebar langit biru di gelar luas menjadi background seolah semua bunga dan daun itu menempel di atas warna birunya. Sebuah pemandangan yang sangat indah dan sempurna.Saat menarik dan menghembuskan nafas, apa yang Anda rasakan? Perasaan senang, bahagia, rasa syukur atau biasa saja, tak merasakan apa-apa? Coba pejamkan mata Anda saat ini, tarik nafas perlahan dan hembuskan. Rasakan benar-benar setiap nafas yang masuk dan keluar dari paru-paru melalui saluran tenggorokan dan hidung serta mulut. Terasa ada yang berbeda bukan?Setiap hal kecil yang Anda alami setiap hari bisa saja selama ini Anda anggap sebagai hal yang biasa. Namun jika Anda mau mencermatinya, setiap hal kecil itu adalah kepingan yang menyusun kebahagiaan di dalam hidup Anda.Kesibukan dan masalah yang muncul setiap hari bisa saja membuat Anda merasa hidup ini tak berarti dan membosankan. Ada sebuah sisi yang terlewatkan dari pandangan Anda, di mana hidup ini merupakan suatu hal yang menarik.Setangkai bunga yang mekar di tepi jalan mungkin luput dari pandangan Anda. Hentikan langkah Anda, lihat sekali lagi, ah ternyata setangkai bunga itu ternyata sangat indah. Mulai lagi dari hal kecil lain yang biasanya selalu terlewatkan dari pandangan Anda, bisa Anda lihat kan ternyata banyak hal yang sangat indah di sekitar Anda.Saat Anda bisa melihat segala hal dari sisi lain, hal-hal kecil khususnya, di situlah hidup ini terasa begitu indah dan menarik. Banyak orang merasa kehilangan jiwa, dan seumur hidup berusaha mencari jiwa itu. Sahabat yang saat ini sedang mencari jiwa, Anda sudah menemukannya! Di balik mekarnya bunga, gemercik air, rumput yang bergoyang tertiup angin, hangatnya sinar matahari, senyum ramah dari seorang penjual nasi. Ketika hidup ini terasa indah dan menarik. Berbahagialah! Anda telah menemukan jiwa Anda. &lt;a href="http://woman.kapanlagi.com/inspiring/lentera/633-jiwa-di-balik-setangkai-bunga.html"&gt;SUMBER:Agatha Yunita - kapanlagi.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-434981794881618427?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/434981794881618427/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=434981794881618427' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/434981794881618427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/434981794881618427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/09/jiwa-di-balik-setangkai-bunga.html' title='Jiwa di Balik Setangkai Bunga'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-1626706170862929288</id><published>2011-09-30T04:50:00.001-07:00</published><updated>2011-09-30T04:50:31.176-07:00</updated><title type='text'>Belajar Apapun!</title><content type='html'>Setiap kali mendengar kata belajar, sepertinya hampir semua telinga berdengung. Itu pun terjadi pada telinga saya. Belajar bukan kata yang perlu ditakuti atau dihindari bahkan tak perlu dijadikan kambing hitam. Kenapa kita selalu mengasumsikan kata belajar dengan sesuatu yang kesannya serius, formal, kaku, membosankan, dan kata-kata yang bernilai negatif. Harusnya kita menyadari bahwa sejak kita dilahirkan kedunia ini, kita tak pernah luput atau lepas dari kata yang satu ini. Sejak bayi kita belajar menangis..apa benar menangis itu belajar? baiklah ambil contoh yang lain, ketika kita berumur 1 tahun kita belajar merangkak, kemudian dilanjutkan dengan belajar berjalan, dan belajar mengucapkan kata "mama". Banyak contoh yang bisa kita ambil bahkan sejak kita masih belum mengerti esensi dari belajar itu sendiri.Ketika kita menginjak masa remaja, kata belajar ini semakin rumit atau semakin membuat kita penuh beban. Tak seperti dulu waktu kita balita yang dengan riang gembiranya melewati masa-masa belajar. Orang tua kita sering menyebutkan atau bahkan meneriakkan kata belajar penuh dengan pengharapan dan tekanan. "Kamu sudah belajar apa hari ini?" , "Kenapa kamu tidak belajar, malah main terus?", "Belajar sana!jangan males-malesan!", "Belajar kamu!atau uang jajan mami potong!". Apa yang terjadi dengan belajar di masa-masa seperti ini? saya teringat ketika duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, Ibu saya pernah berkata "Kamu kenapa ga belajar, katanya mau jadi dokter?"Kata belajar terus terngiang di telinga saya sampai saya menginjak dewasa. Kemudian saya menyikapinya dengan penuh beban. "Apakah benar saya harus giat belajar biar saya jadi dokter nantinya" hati kecil saya berbisik. Namun kenyataan berkata lain saya tidak jadi dokter saat ini, dengan catatan bahwa saya sudah belajar dengan giat pada waktu Sekolah Menengah Umum agar bisa masuk Perguruan Tinggi baik itu Negeri ataupun Swasta yang memiliki jurusan Kedokteran. Kesimpulan salah yang mungkin saya bisa saya ambil pada saat itu adalah tidak perlu giat belajar, toh saya tidak jadi dokter. Namun kesimpulan bijak yang bisa kita ambil dari kasus di atas adalah "ternyata diperlukan bukan sekedar giat belajar untuk mencapai tujuan atau cita-cita yang ingin kita raih", ada faktor-faktor lain yang memang harus kita penuhi dan tentunya ada faktor X yang kita tak pernah ketahui sebelumnya.Dari semua itu saya mendapati hal yang luar biasa dari kata belajar ini. Pada masa pertengahan kuliah, saya menyadari satu hal yang merubah pandangan saya akan kata belajar. Kita tidak perlu selalu bergulat dengan buku-buku tebal, bacaan-bacaan yang penuh dengan teori dan itung-itungan untuk melakukan kegiatan belajar. Dan yang paling utama dari proses belajar adalah jangan pernah belajar kalau hanya ingin mengejar "nilai" berupa angka atau huruf mutu (10, 100, A, B, 3.5, 3.75, dll). Saya lebih menikmati prosesnya dan hasilnya lebih dengan pembuktian yang karya nyata (manfaat bagi diri sendir maupun orang lain). "Nilai" bukan tujuan utama, tapi menurut saya tujuan utama kita harus lebih mulia daripada itu.Ketika kita berbicara dengan orang lain, saling bertukar pikiran atau pun beradu argumen dengan orang lain itu pun salah satu dari bentuk belajar. Saat berdiskusi tersebut, kita belajar mendengarkan pendapat orang lain, belajar menghormati pandangan hidup orang lain. Belajar Apa pun!karena dibalik pembelajaran itu semua pasti ada sesuatu yang bisa kita ambil walaupun itu sedikit, buang yang kurang berguna-nya dan ambil yang berguna-nya bagi kita. Alasan kita tidak menyukai hal tersebut (subjek, topik, pelajaran) jangan selalu dikedepankan, karena "kita tidak pernah atau apa yang terbaik buat kita, tapi Tuhan tahu". Mungkin kita merasa A bukan yang terbaik (bermanfaat) buat kita, tapi siapa tahu sudah menuliskan A adalah yang terbaik buat kita.Saya teringat akan perkataan Aesop, seorang budak semenanjung Balkan yang dibebaskan oleh majikannya dan akhirnya menjadi pembuat fabel terkenal, mengatakan "Penderitaan adalah pelajaran". Jadi jangan menunggu sampai kamu menderita sehingga mendapat pelajaran. Sadarkan dirimu dari sekarang juga, karena saya sangat menyesal tidak mengetahuinya dari dulu.&lt;a href="http://www.kulinet.com/baca/belajar-apapun/1158/"&gt;SUMBER:Yoka Pramadi - kulinet.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-1626706170862929288?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/1626706170862929288/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=1626706170862929288' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/1626706170862929288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/1626706170862929288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/09/belajar-apapun.html' title='Belajar Apapun!'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-2488101420686804819</id><published>2011-09-30T04:49:00.001-07:00</published><updated>2011-09-30T04:49:43.548-07:00</updated><title type='text'>Demi Waktu</title><content type='html'>Bicara soal waktu.Saat ini, sudahkah kita menggunakan waktu sebaik mungkin? "Aku adalah waktu, yang menemanimu sepanjang hari. Mengiringi setiap langkah dan usahamu. Gunakanlah aku sebaik mungkin, karena aku takkan kembali lagi."Waktu ibarat desiran angin, yang terkadang meninobobokanmu, membuatmu terkantuk bahkan tertidur lelap. Ia ada di setiap penjuru kota dan desa, di gunung dan di pantai, di sudut-sudut ruang kehidupan. Pergerakannya kadang tak disadari.Kehadirannya terlupakan padahal setiap harinya, ia menemani setiap langkah kita. Itulah sang waktu, kita akan merugi jika tidak menggunakan waktu secara bijak.Kita memiliki jumlah waktu yang sama dalam kehidupan, yaitu 24 jam sehari. Namun, banyak orang berbeda dalam melakukanhal penting apa saja untuk mengisi waktu yang ada menjadi lebih berguna. Itulah yang membedakan antara orang berhasil dan orang yang menyia-yiakan waktu.Pepatah China mengatakan "waktu adalah uang"; jadi sebenarnya ia sangat berharga. Penggunaan yang efektif dapat menetukan prestasi seseorang, bahwa ia telah menggunakan waktu dengan sebaik mungkin untuk mencapai tujuan hidup. Setiap detik dari sang waktu akan sangat bermanfaat, jika digunakan sebaik mungkin. Di saat tertidurpun, kita menggunakannya untuk memulihkan fisik yang telah letih bekerja.Catatan sejarah juga memperlihatkan bahwa orang-orang yang berhasil telah menggunakan waktu melalui "visi" (pandangan jauh ke depan) dan "misi" (langkah-langkah apa saja yang dilakukan untuk mencapai visi), serta rentetan rencana yang membutuhkan efektivitas penggunaan waktu dan pengaturan prioritas berdasarkan waktu.Kehidupan terus berjalan, bergulir seiring putaran waktu yangmengiringi langkah-langkah kita. Sejak terbit matahari sampai terbenam di upuk Barat, menemani ke peraduan. Tidak ada yang berbeda diantara kita dalam jumlah waktu yang dimiliki, tetap 24 jam sehari. Ia datang dan lalu pergi. Hanya orang-orang yang mampu berpikir dan menggunakan waktu dengan bijaklah, yang mampu "berhasil" mencapai tujuan hidup di dunia, yaitu menjadi manusia yang berguna, dan waktupun akan menjadi SEJARAH. &lt;a href="http://www.andriewongso.com/artikel/artikel_anda/4160/Demi_Waktu/"&gt;SUMBER:Antoni Ludfi Arifin - andriewongso.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-2488101420686804819?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/2488101420686804819/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=2488101420686804819' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/2488101420686804819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/2488101420686804819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/09/demi-waktu.html' title='Demi Waktu'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-4090329486121960232</id><published>2011-09-30T04:48:00.002-07:00</published><updated>2011-09-30T04:48:57.448-07:00</updated><title type='text'>Hidupku Seperti Lilin Yang Terbakar</title><content type='html'>Sebagai seorang anak bungsu, aku (sebut saja dengan nama Ririn) seharusnya mendapat perlakuan yang lebih istimewa dari kakak-kakakku. Tetapi ayah, ibu serta saudara-saudaraku yang lain selalu memperlakukan aku layaknya anak tertua bahkan mungkin anak tiri. Sejak aku masih sekolah di tingkat dasar semua pekerjaan rumah selalu aku yang mengerjakan dan membereskan, kakak-kakakku tak ada yang mau perduli dengan kesulitan-kesulitan yang kudapat.Sebetulnya aku memang berkewajiban membantu kedua orang tuaku yang hanya memiliki usaha kecil-kecilan dengan membuka toko kelontong. Itulah sebabnya saat aku menginjak usia 15 tahun, aku bertekad membiayai sekolahku sendiri. Dan  tekadku itu akhirnya menjadi kenyataan hingga aku lulus SMU.Setamat SMU, dan karena aku telah memiliki pengalaman dalam bekerja dengan mudahnya aku mendapat pekerjaan. Aku diterima menjadi seorang karyawan di toko serba ada. Karena hasil kerjaku yang dinilai sangat baik, membuat jabatanku sangat cepat naik dan secara otomatis gajiku juga naik dengan cepat.Namun hasil yang kudapat dari pekerjaan itu habis hanya untuk membantu kakak-kakakku dalam membiayai hidup dan sekolah anak-anaknya. Tentu saja hal itu membuatku sangat kecewa. Mereka yang seharusnya membantu adiknya malah terus merongrongku dengan segala kesulitannya. Namun jika aku berfikir lebih jernih, mungkin ini memang sudah kewajibanku membantu mereka yang tengah dalam kesulitan.Di tempatku bekerja inilah aku akhirnya bertemu dengan Agus (bukan nama sebenarnya) yang menjadi suamiku saat ini. Bersama Agus aku memilki banyak kesamaan. Selain ketampanan dan kecerdasan otaknya, seperti juga aku Agus juga berasal dari keluarga yang keadaan social ekonominya sangat sederhana. Karena itu aku berharap kami bisa sama-sama memulai dari bawah utnuk mencapai hidup sejahtera.Dan akhirnya kami menikah. Namun pernikahan itu ternyata tak seindah yang aku bayangkan. Diawal pernikahanku sudah mulai timbul pertengkaran. Setelah pertengkaran itu, aku baru menyadari bahwa dibalik ketampanan dan kecerdasannya, Agus seorang yang temperamental sekalipun untuk masalah yang terbilang sepele.Kelakuan buruknya ternyata tak sampai disitu, Agus juga ternyata gemar berjudi dan inilah awal kehancuran hidupku. Dari kegemarannya berjudi akhirnya membuat Agus memiliki banyak hutang. Gaji bulananya tak pernah cukup untuk menutupi hutangnya tersebut. Bahkan sejak tahun kedua pernikahannku, tidak sesenpun gaji bulannya diberikan padaku, semuanya menguap dimeja judi.Karena kegemarannya itu pula Agus pernah ditahan pihak kepolisian karena tertangkap basah sedang berjudi. Karena tak tega melihat ia di penjara, akupun mengeluarkan agus dengan uang jaminan. Tapi ternyata Agus tak juga jera dia tetap saja berjudi, padahal usia pernikanku dengan Agus telah memasuki tahun ke-enam.Sampai kami melahirkan anak pertama tabiat Agus bukanya mereda, malah sebaliknya kegemarannya berjudi semakin menjadi-jadi. Tapi aku bertekad memperjuangkan perkawinanku ini, dengan harapan Agus bisa merubah semua kebiasaan buruknya. Selain itu aku memang tak ingin anakku nanti bertanya tentang ayahnya jika aku memutuskan untuk bercerai.Diluar dugaan, Agus yang begitu temperamental ternyata memiliki kerapuhan. Ia pernah mencoba mengakhiri hidupnya dengan minum racun serangga, namun untunglah jiwanya masih tertolong. Efek dari perbuatannya tersebut, aku harus menanggung beban biaya yang tak sedikit lantaran Agus harus dirawat selama beberapa hari karena racun yang ia telan telah masuk kedalam paru-parunya.Belum selesai sampai disitu, bebanku semakin bertambah dengan datangnya empat orang kolektor kartu kredit yang menagih hutang Agus. Saat itu tak kurang dari dua puluh tiga juta yang harus kukeluarkan untuk melunasi hutang tersebut.Dan terpaksa aku harus menguras habis isi tabunganku, belum lagi biaya untuk keperluan anakku yang masih balita. Sepertinya hidupku memang bukan untukku melainkan untuk orang-orang yang aku kasihi dan cintai, biarlah aku berkorban untuk mereka dan mudah-mudahan Tuhan memberiku ketabahan dan jalan keluar.&lt;a href="http://www.perempuan.com/hidupku-seperti-lilin-yang-terbakar/"&gt;SUMBER:perempuan.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-4090329486121960232?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/4090329486121960232/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=4090329486121960232' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/4090329486121960232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/4090329486121960232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/09/hidupku-seperti-lilin-yang-terbakar.html' title='Hidupku Seperti Lilin Yang Terbakar'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-1152377449429638304</id><published>2011-09-30T04:48:00.000-07:00</published><updated>2011-09-30T04:48:02.314-07:00</updated><title type='text'>Hanya Manusia Biasa</title><content type='html'>Bayangkan Anda baru membeli poster artis idola Anda. Anda menatap poster itu lama sekali. Mulai dari mata, hmm mata yang sempurna. Beralih ke hidung, hidung di gambar itu begitu mancung, lalu bibirnya, wah seksi sekali......Apakah Anda pernah memelototi poster idola Anda seperti itu?Tak hanya sampai di situ, begitu Anda melihat gaya jalannya, gaya bicaranya, gaya pakaiannya, hingga gaya penataan rumahnya, semuanya terlihat begitu sempurna.Sepertinya dia memang sempurna. Lalu, Anda mulai membandingkan diri Anda dengannya. Kehidupannya dengan kehidupan idola Anda. Dan Anda tanpa sadar mulai meniru gaya bicaranya, gaya pakaiannya dan gaya-gayanya yang lain.Hati-hati! Anda mungkin telah terobsesi. Bukan saja idola Anda, namun tetangga sebelah rumah pun bisa tampak 'lebih' segala-galanya dari Anda. Lebih kaya, lebih cantik, lebih bahagia.......Oleh karena itu, maka ada istilah 'rumput tetangga lebih hijau'.Mengidolakan seseorang itu sah-sah saja, asal jangan sampai terobsesi. Ingatlah, bahwa mereka juga manusia biasa seperti kita. Jika mereka lupa sikat gigi, mulut mereka pun akan bau, sama saja seperti kita.Memang tidak dilarang jika Anda meneladani hal-hal baik yang dimiliki seseorang. Namun, jangan sampai hal itu kemudian membuat Anda menjadi 'bukan diri Anda'.Anda unik. Anda memang tidak sama dengan artis idola Anda. Banggalah dengan apa yang Anda miliki. Banggalah dengan keberadaan diri Anda sendiri.Ingat, ada sebuah rahasia umum yang sering terlupakan...."Mereka hanya manusia biasa...sama seperti kita."&lt;a href="http://woman.kapanlagi.com/inspiring/lentera/526-hanya-manusia-biasa.html"&gt;SUMBER:kapanlagi.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-1152377449429638304?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/1152377449429638304/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=1152377449429638304' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/1152377449429638304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/1152377449429638304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/09/hanya-manusia-biasa.html' title='Hanya Manusia Biasa'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-274754922606614990</id><published>2011-09-30T04:47:00.000-07:00</published><updated>2011-09-30T04:47:06.988-07:00</updated><title type='text'>Ombak Besar, Ombak Kecil</title><content type='html'>Alkisah, di tengahsamudra yang luas, saat air laut pasang, tampak ombak besar bergulung-gulung dengan gemuruh suaranya yang menggelegar, seakan ingin menyatakan keberadaan dirinya yang besar dan gagah perkasa.Sementara itu, jauh di belakang gelombang ombak besar, terdengar gemericik suara ombak kecil bersusah payah mengikuti jejak si ombak besar. Tertatih-tatih, mengekor hempasan ombak besar. Si ombak kecil merasa dirinya begitu kecil, lemah, tidak berdaya, dan tersisih di belakang. Sungguh, terasa menyakitkan.Dengan suaranya yang lemah, kurang percaya diri, ombak kecil bertanya kepada ombak besar. Maka sayup-sayup, terdengar serangkaian percakapan di antara mereka."Hai ombak besar...! Aku ingin bertanya kepadamu...!! Mengapa engkau begitu besar, begitu kuat, dan gagah perkasa? Sementara lihatlah diriku... begitu kecil, lemah, dan tidak berdaya. Aku ingin seperti kamu!"Ombak besar pun menjawab, "Sahabatku, kamu mengganggap dirimu kecil dan tidak berdaya. Sebaliknya, kamu mengganggap aku begitu hebat dan luar biasa. Anggapanmu itu muncul karena kamu belum sadar dan belum mengerti jati dirimu yang sebenarnya!""Jati diri? Kalau jati diriku bukan ombak kecil, lalu apa...?" timpal ombak kecil.Ombak besar meneruskan, "Memang di antara kita terasa berbeda, tetapi sebenarnya jati diri kita adalah sama! Kamu bukan ombak kecil, aku pun juga bukan ombak besar. Ombak kecil dan ombak besar adalah sifat kita yang sementara. Jati diri kita yang sejati adalah air. Bila kamu bisa menyadari bahwa kita sama-sama air, maka kamu tidak akan menderita lagi. Kamu adalah air, setiap waktu kamu bisa menikmati menjadi ombak besar seperti aku: kuat, gagah, dan perkasa."Kerabat Imelda...Sebagai manusia, sering kali kita terjebak dalam kebimbangan akibat situasi sulit yang kita hadapi. Yang sesungguhnya, itu hanyalah pernak-pernik atau tahapan dalam perjalanan kehidupan. Seringkali kita memvonis (keadaan itu) sebagai suratan takdir, lalu muncullah mitos: "Aku tidak beruntung", "Nasibku jelek", "Aku orang gagal". Bahkan ada yang menganggap kondisi tersebut sebagai bentuk ketidakadilan Tuhan!Dengan memahami bahwa jati diri kita adalah sama-sama manusia, tidak ada alasan untuk merasa kecil dan kerdil dibandingkan dengan orang lain. Karena sesungguhnya, kesuksesan, kesejahteraan, dan kebahagiaan bukan monopoli orang-orang tertentu. Jika orang lain bisa sukses, kita pun juga bisa sukses!Kesadaran tentang jati diri, bila telah ditemukan, maka di dalam diri kita akan timbul daya dorong dan semangat hidup yang penuh gairah; sedahsyat ombak besar di samudra nan luas, siap menghadapi setiap tantangan dan mengembangkan potensi terbaik demi menapaki puncak tangga kesuksesan. &lt;a href="http://www.andriewongso.com/artikel/aw_artikel/4237/Ombak_Besar_Ombak_Kecil/"&gt;SUMBER: Andrie Wongso - andriewongso.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-274754922606614990?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/274754922606614990/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=274754922606614990' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/274754922606614990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/274754922606614990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/09/ombak-besar-ombak-kecil.html' title='Ombak Besar, Ombak Kecil'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-2147497491128116409</id><published>2011-09-30T04:45:00.001-07:00</published><updated>2011-09-30T04:45:48.253-07:00</updated><title type='text'>Raihlah Kemenangan Sejati</title><content type='html'>Dalam kehidupan manusia sangatlah diperlukan rasa "menaklukkan", suatu rasa superior dan rasa menang. Mengapa demikian? Karena hal ini berkaitan dengan identitasnya. Manusia selalu ditentukan untuk bisa menaklukan dan berkuasa, untuk itulah kita begitu memerlukan kemenangan di dalam hidup kita. Kemenangan kita dimulai dari bagaimana kita menghargai pencapaian-pencapaian kita setiap hari. Tanpa rasa menang ini, kita akan merasa seperti ada sesuatu yang hilang di dalam hidup kita. Itu sebabnya manusia mencoba segala cara untuk merasakan kemenangannya, bahkan walaupun dengan sesuatu yang semu.Seperti contohnya, saya melihat banyak sekali anak muda yang menyukai permainan-permainan seperti PlayStation, games online atau games yang ada di telepon genggam. Mengapa mereka begitu menyukai permainan itu dan bahkan ada yang sampai kecanduan? Karena mereka telah dapat merasakan kemenangan dan saat kalah, mereka akan selalu mencoba untuk memenangkan permainan itu sampai akhirnya benar-benar memperoleh kemenangan dari permainan tersebut. Walaupun hal itu tidak nyata, namun sensasi yang mereka rasakan sangat nyata. Sensasi kemenangan itulah yang membuat mereka kecanduan dan senang main games.Pada kenyataannya, kehidupan ini setiap hari memberikan kesempatan untuk menaklukan dan menang bagi kita. Namun penghargaan dan perayaan kemenangan harus dimulai oleh diri sendiri. Setiap kali kita bangun pagi, kita memulai hari kita dengan berangkat sampai ke tempat kerja, itu adalah sebuah kemenangan. Ketika kita bisa mencapai target pada hari tersebut, seperti berhasil memprestasikan hasil karya kita, maka klien akan merasa puas dengan pelayanan kita dan itu adalah kemenangan kita juga! Berikanlah ucapan selamat pada diri sendiri dan buatlah perayaan dan penghargaan untuk kita sendiri. Lakukan dengan cara sederhana namun menyenangkan.Piala sorak sorai penonton sedang menanti kita di depan sana; itu tinggal masalah waktu saja. Namun kita harus menjalani setiap detik kehidupan kita sebagai seorang pemenang. Karena itu adalah jati diri kita yang sesungguhnya! Maka, teman-teman dan pembaca sekalian, Anda berhak merasakan kemenangan dan meraih kemenangan itu dengan rasa percaya diri yang penuhm sikap berani menghadapi kehidupan serta tidak gentar menghadapi tantangan.Semoga kisah ini dapat menginspirasi Anda semua untuk bisa menjadi seorang Pemenang di dalam kehidupan Anda.&lt;a href="http://www.andriewongso.com/artikel/artikel_anda/4233/Raihlah_Kemenangan_Sejati/"&gt;SUMBER: Nokinda Wita - andriewongso.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-2147497491128116409?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/2147497491128116409/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=2147497491128116409' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/2147497491128116409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/2147497491128116409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/09/raihlah-kemenangan-sejati.html' title='Raihlah Kemenangan Sejati'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-3804932525054469807</id><published>2011-09-30T04:44:00.001-07:00</published><updated>2011-09-30T04:44:47.575-07:00</updated><title type='text'>Celoteh Anakku Membuatku Tersadar</title><content type='html'>Dua minggu sebelum Ramadhan kemarin tiba, seperti  biasa kami selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi makam ibuku. Namun kali ini istri dan anak-anakku yang lain tak bisa ikut serta, dan aku hanya bisa mengajak Dytha anak bungsuku yang masih berusia tujuh tahun. Walau terlihat masih kecil, Dytha anak yang sangat cerdas. Di sekolah ia termasuk pemegang peringkat teratas dari tiga puluh siswa.Angin bertiup sepoi-sepoi ketika kami tiba di area pemakaman umum tempat ibuku atau nenek dari Dytha beristirahat ditempatnya yang terakhir. Pakaian dan rambut anakku yang panjang melambai-lambai ditiup angin. Sesekali ia menutup matanya karena debu ikut berterbangan, sementara tangan satunya dengan erat memegang celana panjangku. Setelah berjalan agak jauh ke penjuru pemakaman aku dan Dytha tiba di sebuah kubur yang telah terbentuk rapi.Di batu nisan tertera tanggal lahir dan wafatnya ibu 19-10-1915 : 20- 01-1965, “Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo’a untuk nenekmu” Sejenak Dytha melihat wajahku, sebentar kemudian ia mulai menirukan apa yang aku lakukan, mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata. Ia mendengarkan aku yang tengah berdo’a untuk Neneknya.Namun tiba-tiba Dytha bertanya,  “Ayah, nenek waktu meninggal umurnya lima puluh tahun  ya Yah.” Aku  mengangguk sembari tersenyum, seraya memandang pusara Ibu. Setelah diam sejenak ia kembali berceloteh,  “Hmm, berarti nenek sudah meninggal 42 tahun ya Yah…” Kata Dytha berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung. “Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 42 tahun … ” jawabku dengan nafas dalam.Kulihat Dytha memadang areal pekuburan, entah apa yang ada dibenaknya saat itu. kemudian matanya tertumbuk pada sebuah nisan yang berada persis di samping makam neneknya. Di nisan itu tertera sebuah nama dan tanggal lahir serta wafatnya. Abdul Muis, 19-02-1882 : 30-01-1910?.“Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya Yah”, jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya. Sekali lagi aku hanya bisa mengangguk. Tiba-tiba saja aku ingin megelus kepala anakku dan aku semakin tidak mengerti apa yang ada dibenaknya saat itu. “Memangnya kenapa nak ?” kataku balik bertanya. “Hmmm, ayah khan pernah bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kalau kita banyak dosanya, kita akan disiksa di dalam kubur” kata Dytha sambil meminta persetujuanku. “Iya kan yah?”Aku hanya bisa  tersenyum, “Lalu?” “Iya .. Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 42 tahun dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 42 tahun nenek senang dikubur, Ya nggak yah?” mata Dytha berbinar karena bisa menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya. Sementera aku diam-diam merasa terkejut dengan celotehnya dan aku mulai merasakan kegalauan.  “Iya nak, kamu pintar,” jawabku pendek.Pulang dari pemakaman, celoteh anakku siang tadi masih saja terngiang-ngiang di telingaku. Aku terus saja memikirkan hal itu. “Empat puluh dua tahun hingga sekarang, kalau kiamat datang seratus tahun lagi, seratus empat puluh dua tahun disiksa atau bahagia dalam kubur,” aku mulai tertunduk membayangkan jika aku yang menhadapi siksa itu. tak terasa air mataku mulai menetes di atas sejadahku.“Jika aku wafat dan meninggalkan banyak jejak dosa dalam hidupku, lalu kiamat masih seribu tahun lagi, berarti aku akan disiksa selama itu, ya Allah,” saat itu juga air mataku tumpah tak terbendung. “Iya kalau kiamat datang seribu tahun lagi, kalau dua ribu tahun lagi atau tiga ribu tahun kedepan, selama itu aku akan disiksa,” kegalauan dan kecemasan mendadak menyelimuti sekujur jiwa dan ragaku, aku juga semakin ngeri membayangkan hal itu.Ya Allah… aku semakin menunduk dan sadar atas apa yang sudah aku kerjakan selama hidup, aku semakin sadar bahwa dosa sudah lebih banyak dari pada kebajikan yang pernah aku lakukan. Allahumma as aluka khusnul khootimah.. berulang kali aku baca doa itu berharap Allah mengampuni aku dan tak memberikan siksa yang maha dahsyat di alam kubur nanti, hingga akhirnya tangisku tak terbendung, meledak dikeheningan malam di bulan Ramadhan yang suci ini.Kutatap dalam-dalam wajah putri bungsuku yang telah tertidur saat aku masih mengerjakan Sholat Isya. Wajahnya begitu damai karena tak ada setitik dosapun pada dirinya. Dytha terus saja tertidur tanpa tahu, aku sebetulnya ingin mengucapkan terima kasih karena telah menyadarkanku tentang kehidupan dan akhir dari kehidupan itu sendiri, “Yaa Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau letakkan dihatiku…” ucapku lirih, sambil kucium kening anakku.&lt;a href="http://www.perempuan.com/celoteh-anakku-membuatku-tersadar/"&gt;SUMBER:perempuan.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-3804932525054469807?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/3804932525054469807/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=3804932525054469807' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/3804932525054469807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/3804932525054469807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/09/celoteh-anakku-membuatku-tersadar.html' title='Celoteh Anakku Membuatku Tersadar'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-6746236270062065121</id><published>2011-09-30T04:43:00.000-07:00</published><updated>2011-09-30T04:43:07.659-07:00</updated><title type='text'>Pulang Kembali dan Jadilah Suci</title><content type='html'>Setiap tahun kita merayakan Idul Fitri. Dan setiap tahun kita disuguhi kabar-kabar tentang mudik yang semakin hari semakin meningkat, baik jumlah populasi orang, kendaraan maupun tingkat kerawanan.Meningkatnya jumlah populasi pemudik baik yang menggunakan kendaraan pribadi maupun umum, membuka peluang tersendiri bagi orang-orang tertentu yang segera dapat menangkapnya. Ada perusahaan-perusahaan besar yang langsung menangkap peluang tersebut dengan membuka pos-pos tertentu di tititk-titik keramaian untuk menawarkan barang-barang dan jasa yang dikelolanya. Ada juga orang-orang kecil yang menangkap peluang tersebut dengan membuka kios-kios atau jasa tertentu baik itu tempat peristirahatan sekadar untuk melepas lelah, atau menjual makanan minuman penghalau lapar dan dahaga. Bahkan anak-anak kecil pun mampu menangkap peluang tersebut. Mereka terjun untuk meraup receh dengan menjual jasa membersihkan kendaraan-kendaraan yang berhenti pada perempatan atau di tempat-tempat tertentu, baik itu kendaraan beroda 4 atau roda 2. Semua itu sah-sah saja dan baik adanya.Semakin dekat dengan Lebaran, nampaknya hampir semua orang semakin sibuk. Media massa semakin sibuk mengabarkan informasi di sekitar dan yang berkaitan dengan kegiatan yang tiap tahun telah menjadi semacam "ritual" itu. Para pemudik sibuk dengan berbagai macam persiapan dan pelaksanaan mudik. Bahkan kita saksikan betapa banyaknya pemudik yang rela menunggu, berlelah-lelah, berdesak-desakan dan berebut kendaraan umum yang akan membawa mereka ke daerah tujuan.Mengamati kegiatan dan kesibukan menjelang, selama dan sesudah Lebaran kita diingatkan kembali bahwa bangsa kita masih sangat menghargai tradisi. Kita senantiasa diingatkan kembali untuk pulang kembali kepada kesadaran dan menjadikan diri kita suci, fitri, seperti sediakala kita diciptakan. Kita diingatkan lagi apakah persiapan kita semakin layak untuk pulang kembali ke tanah air keabadian dalam kondisi yang fitri itu.Mungkin kita pernah mendengar istilah "Forgiven but not forgotten". Artinya memaafkan tapi bukan melupakan. Hal ini mengandung dua pendapat. Pendapat pertama beranggapan kalau sudah memaafkan harusnya ya dilupakan. Bukankah memaafkan berarti tidak mempersoalkannya walau hanya dalam hati? Pendapat kedua meyakini, memaafkan memang harus dilakukan tapi melupakan, nanti dulu. Rasa sakit itu masih terasa.Ada sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi tanpa dengan berkata-kata, dia menulis di atas pasir: HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU.Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis. Di sana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu: HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU.Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya, "Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di atas batu?"Sambil tersenyum temannya menjawab, "Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup angin".Jika kita sadari benar, memendam luka atas kesalahan orang lain akan membuat jiwa seakan terikat belenggu kekesalan, kemarahan, kesakitan yang lambat laun menjadikan lemahnya hati untuk merdeka. Bagaikan selembar kertas putih, kita membiarkan tinta-tinta hitam kegeraman hati menitikkan noda-noda di hamparan kesuciannya. Memang tak mudah melupakan luka yang begitu membekas di lorong-lorong jiwa kita, terlebih kalau hal itu begitu menyakitkan. Tetapi apakah kita akan terus membiarkan hati dihantui perasaan kecewa dan sedih hingga keresahan hadir mengelilingi alam pikiran dan tindakan kita?Berusahalah untuk mengikis perlahan kristal-kristal hitam kekecewaan dengan membuka sedikit-sedikit pintu maaf untuk orang lain. Biarkan keikhlasan hati menelurusi lorong-lorong jiwa tanpa tersendat menuju kebersihan hati..Ribuan maaf bisa kita mohonkan, tetapi mengapa satuan maaf tidak dapat kita berikan? Semoga di hari yang Fitri ini kita dapat pulang kembali pada kesadaran hakiki dan menjaga kesucian hati.Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia... ALLAH tahu betapa keras engkau sudah berusaha.Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih... ALLAH sudah menghitung airmatamu.Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu begitu saja... ALLAH sedang menunggu bersama denganmu.Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelepon... ALLAH selalu berada di sampingmu.Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi... ALLAH punya jawabannya.Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan... ALLAH dapat menenangkanmu.Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan... ALLAH sedang berbisik kepadamu.Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur... ALLAH telah memberkatimu.Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban... ALLAH telah tersenyum padamu.Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi... ALLAH sudah membuka matamu dan memanggil dengan namamu.Ingat bahwa di mana pun kau atau ke mana pun kau menghadap... ALLAH TAHU.Kerabat Imelda, selama dua belas bulan dalam kebersamaan, tentulah ada gesekan, benturan dan ketidaknyamanan. Namun semua itu marilah kita tempatkan dalam kerangka pendewasaan dan pengembangan pribadi kita. Oleh karena itu, di hari yang fitri ini, dari lubuk hati yang paling dalam kami ucapkan,Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1432 H. Mohon Maaf Lahir Batin.Marilah memulai hari baru dengan semangat Idul Fitri!&lt;a href="http://www.andriewongso.com/artikel/viewarticleprint.php?idartikel=3569"&gt;SUMBER:Teha Sugiyo - andriewongso.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-6746236270062065121?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/6746236270062065121/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=6746236270062065121' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/6746236270062065121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/6746236270062065121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/09/pulang-kembali-dan-jadilah-suci.html' title='Pulang Kembali dan Jadilah Suci'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-4799034687699781253</id><published>2011-08-23T21:19:00.000-07:00</published><updated>2011-08-23T21:20:12.310-07:00</updated><title type='text'>13 Alasan Puasa Mengubah Hidup Anda</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Ramadhan tahun ini akan segera berakhir, dan kita akan masuk ke bulan Syawal, merayakan Hari Kemenangan. Setelah menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadhan ini, tentunya ada perubahan yang Anda alami. Tidak hanya belajar sabar dan menahan diri, ada berbagai pelajaran berharga yang tidak kita sadari dari berpuasa. Memang...secara umum tujuan berpuasa adalah untuk membersihkan hati manusia dari dosa, untuk menyucikan kembali jiwa dan hati. Namun ada manfaat, alasan dan tujuan yang lebih praktis, yang bisa membantu Anda lebih mudah meresapi hikmah puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Puasa MENDEKATKAN DIRI kita pada Tuhan, dan membuat kita lebih mudah mengungkapkan kesulitan serta merasakan kemurahan hati dari Allah sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Puasa mengajarkan KEPATUHAN. Ketika memutuskan tidak berpuasa, Anda masih bisa melanjutkan hidup seperti biasa. Namun karena Anda mau patuh pada ajaran agama, maka Anda pun bertekad untuk melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Membantu Anda menemukan KEBAHAGIAAN yang sesungguhnya melalui kesederhanaan, pengekangan diri dan perayaan kebahagiaan yang tidak berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. MEMAHAMI rasanya kehausan dan kelaparan. Bagi Anda yang biasa kelaparan karena diet, penderitaan kaum papa yang kelaparan mungkin tidak menyentuh hati Anda. Saat puasa inilah Anda akan sadar bagaimana rasanya kelaparan dan kehausan sepanjang hari dan setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Dengan puasa kita belajar untuk MENERIMA keadaan sulit yang harus diterima, yang tidak bisa diubah lagi. Semangat ini sama dengan sikap kita yang tawakal menanti saat berbuka dan menahan diri selama satu bulan penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Puasa melatih kita untuk KONSENTRASI dan mau berusaha demi sesuatu yang diyakini. Saat amarah dan emosi datang, kita akan belajar menjadikan moral sebagai prioritas dalam menyelesaikan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Puasa mengajarkan manusia untuk BERSERAH DIRI dan PERCAYA akan kuasa-Nya di saat menghadapi saat-saat sulit. Mungkin Anda memiliki penyakit maag yang sepertinya tidak memungkinkan untuk puasa, namun nyatanya banyak juga yang bisa berpuasa penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Sekian jam lamanya tidak makan dan hanya sedikit waktu untuk berbuka mengajarkan untuk BERSYUKUR di saat senang dan sabar serta bertekun di saat sulit. Ini juga mengajarkan agar kita tidak bersenang-senang terus-terusan hingga lupa diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Selama puasa amarah harus DITAKLUKKAN, bukan DIALIHKAN. Hal ini pelatihan berharga untuk kemudian diterapkan dalam hidup Anda setelah bulan Ramadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Ada batasan untuk sahur, ada waktu khusus untuk berbuka dan taraweh. Melalui puasa Anda juga diajarkan untuk TEPAT WAKTU dan DISIPLIN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. TOLERANSI dan MEMAAFKAN adalah poin klasik yang selalu berlaku sepanjang masa. Puasa mengajarkan dua hal ini yang walaupun klasik, namun tetap saja tidak bisa dilaksanakan dengan baik oleh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Penahanan diri selama puasa juga mengajarkan Anda dalam MENGATUR EKONOMI. Dengan berhemat dan memilah-milah pengeluaran yang tidak berlebihan, kini Anda tahu bahwa sebenarnya selalu ada saja uang yang bisa diamalkan untuk orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Puasa juga MEMATANGKAN pribadi seseorang. Dengan kemauan untuk memaafkan, menahan diri dan bisa membuat prioritas, pribadi Anda akan benar-benar dimatangkan melalui proses puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Kerabat Imelda...sudahkah Anda merasakan segala manfaat tersebut???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://woman.kapanlagi.com/inspiring/lentera/9576-13-alasan-puasa-mengubah-hidup-anda.html"&gt;SUMBER: kapanlagi.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-4799034687699781253?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/4799034687699781253/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=4799034687699781253' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/4799034687699781253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/4799034687699781253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/08/13-alasan-puasa-mengubah-hidup-anda.html' title='13 Alasan Puasa Mengubah Hidup Anda'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-6994742773315092568</id><published>2011-08-23T21:18:00.000-07:00</published><updated>2011-08-23T21:19:11.729-07:00</updated><title type='text'>Memulai Dari Nol</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Seringkali kita dengar kalimat, "dimulai dari angka nol ya..." Ya! betul, memang kalimat ini seringkali diucapkan pria atau wanita berseragam merah yang memberikan senyumnya ramah ketika membantu mengisi bahan bakar kendaraan kita. Mungkin jika hanya didengarkan sekilas saja, kalimat ini tak ada pengaruh dan arti apa-apa selain mengingatkan pada iklan di televisi. Tapi tunggu dulu...coba resapkan lagi maknanya di dalam hati Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemajuan teknologi menuntut segala sesuatu harus instan dan serba cepat. Di sana sini kita lihat restoran fast food berdiri tegak memberikan service dan menu makanan yang serba cepat. Ada lagi berbagai makanan instan yang cukup diseduh dengan air panas dan tak sampai 5 menit siap untuk dimakan. Karena kebiasaan tersebut kemudian kita jadi terbawa suasana dan menginginkan segala sesuatu lainnya instan dan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja beberapa keinginan seperti, kenaikan jabatan, prestasi, harta kekayaan, banyak orang menghalalkan segala cara untuk menggapai semua keinginan tersebut, dan tak ingin menghabiskan waktu lama untuk meraihnya. Serba instan dan cepat, kalau bisa sih tak perlu berusaha keras, berangkat pagi dan disiplin kerja supaya bisa menjadi manager. Atau tak usah kerja keras, namun bisa memegang setir Volvo Silver seperti yang dikemudikan Robert Pattinson dalam TWILIGHT, shopping setiap hari, dan menghabiskan waktu di salon atau spa langganan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerabat Imelda, jangan pernah lupakan apabila segala sesuatu itu manis jika kita memulai dengan usaha dan kerja keras kita. Kita tak bisa sampai ke lantai lima tanpa melewati lantai paling dasar terlebih dahulu. Sekalipun The Flash yang memiliki kekuatan supercepat masih harus melewati lantai dasar, beda dengan Superman yang bisa terbang, tetapi kita tidak mungkin terbang untuk mencapai lantai lima bukan? Karena itu hanya terjadi di film kartun dan fiksi lainnya. Jadi mari kita maju dan melangkah bersama, ribuan langkah maju yang akan kita ambil dimulai dari satu langkah yang bersemangat, dan begitulah seterusnya sampai tujuan kita tercapai. Tetap semangat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://woman.kapanlagi.com/inspiring/lentera/912-memulai-dari-nol.html"&gt;SUMBER:Agatha Yunita - kapanlagi.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-6994742773315092568?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/6994742773315092568/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=6994742773315092568' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/6994742773315092568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/6994742773315092568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/08/memulai-dari-nol.html' title='Memulai Dari Nol'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-247176118990846800</id><published>2011-08-23T21:17:00.000-07:00</published><updated>2011-08-23T21:18:10.987-07:00</updated><title type='text'>Satu Kalimat Sederhana Tapi Kedahsyatannya Sanggup Menjebol Tembok Yajuj &amp; Majuj</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Di antara bangsa-bangsa manusia, tidak ada bangsa yang sekuat ya'juj ma'juj, sekejam ya'juj ma'juj, dan sebanyak ya'juj ma'juj. Namun tidak disangka, bahwa kelak yang membebaskan mereka dari tembok kokoh Dzulqarnain adalah kalimat 'Insya Allah'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW pernah ditanya oleh An-Nadhar bin Al-Harits dan 'Uqbah bin Ani Mu'ith sebagai utusan kaum kafir Quraisy. Pertanyaan yang diajukan oleh kedua orang ini adalah bagaimana kisah Ashabul Kahfi?, Bagaimana kisah Dzulqarnain?, dan Apa yang dimaksud dengan Ruh?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda kepada dua orang itu, "Besok akan saya ceritakan dan saya jawab." Akan tetapi Rasulullah SAW lupa mengucapkan "Insya Allah". Akibatnya wahyu yang datang setiap kali beliau menghadapi masalah pasti terputus selama 15 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan orang Quraisy setiap hari selalu menagih janji kepada Rasulullah saw dan berkata "Mana ceritanya? besok..besok..besok.." Ketika itu Rasulullah saw sangat bersedih. Akhirnya Allah menurunkan wahyu surat Al-Kahfi yang berisi jawaban kedua pertanyaan pertama, pertanyaan ketiga berada dalam surat Al-Israa ayat 85.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Allah berfirman pada akhir surat Al-Kahfii :&lt;br /&gt;    "Janganlah kamu sekali-kali mengatakan, 'Sesungguhnya saya akan melakukan hal ini besok,' kecuali dengan mengatakan Insya Allah." (QS Al-Kahfi :23-24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kalimat yang sering kita salah artikan tetapi orang yang paling mulia disisiNya, yang telah diampuni dosanya baik yang telah lalu dan yang akan datang pun ditegur oleh Allah SWT karena lupa mengucapkan "Insyaa Allah". Ada rahasia besar apa dibalik kalimat Insya Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan petikan ayat tadi, di ayat tersebut Allah memerintahkan manusia ketika semua rencana sudah matang dan pasti janganlah mengatakan “Sesungguhnya aku akan mengerjakan besok” tetapi harus diikuti dengan ucapan Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab ucapan “Sesungguhnya aku akan mengerjakan besok” adalah sebuah 'ucapan kepastian', keyakinan diri jika hal itu benar-benar akan dilakukannya, bukan keraguan-keraguannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, Insya Allah adalah penegas ucapan kepastian dan keyakinan. Bukan keragu-raguan. Dari situlah tubuh kita mengeluarkan semacam kekuatan dan kepasrahan total yang tidak kita sadari sebagai syarat utama tercapainya sebuah keberhasilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia hanya berencana dan berikhtiar, Allah yang menentukan hasilnya. Manusia terlalu lemah untuk mengucapkan ‘pasti’, karena Allah sebagai sang pemilik tubuh ini dapat berkehendak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat baik baik! Jika kalian tidak yakin atau tidak dapat memastikan sebuah rencana, maka jangan pernah mengatakan Insya Allah, cukup katakan saja “Maaf, saya tidak bisa” atau “Maaf, saya tidak dapat menghadiri …”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi bila kalian yakin bisa melakukan rencana itu, maka katakanlah “Insya Allah”, niscaya kalian akan melihat sebuah ketentuan Allah sesuai dengan apa yang telah dijanjikan oleh-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka (bangsa Ya'juj &amp; Ma'juj) berusaha untuk keluar dengan berbagai cara, hingga sampai saat matahari akan terbenam mereka telah dapat membuat sebuah lobang kecil untuk keluar. Lalu pemimpinnya berkata,'Besok kita lanjutkan kembali pekerjaan kita dan besok kita pasti bisa keluar dari sini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Namun keesokkan harinya lubang kecil itu sudah tertutup kembali seperti sedia kala atas kehendak Allah. Mereka pun bingung tetapi mereka bekerja kembali untuk membuat lubang untuk keluar. Demikian kejadian tersebuat terjadi berulang-ulang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hingga kelak menjelang Kiamat, di akhir sore setelah membuat lubang kecil pemimpin mereka tanpa sengaja berkata, “Insya Allah, Besok kita lanjutkan kembali pekerjaan kita dan besok kita bisa keluar dari sini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka keesokan paginya lubang kecil itu ternyata masih tetap ada, kemudian terbukalah dinding tersebut sekaligus kegaibannya dari penglihatan masyarakat luar sebelumnya."&lt;br /&gt;"Dan Kaum Ya’juj dan Ma’juj yang selama ribuan tahun terkurung telah berkembang pesat jumlahnya akan turun bagaikan air bah memuaskan nafsu makan dan minumnya di segala tempat yang dapat mereka jangkau di bumi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kaum perusak sekelas ya'juj dan ma'juj saja bisa berhasil meskipun tanpa sengaja mengucapkan Insya Allah, bagaimanakah halnya dengan kita. Apalagi jika disertai dengan kesadaran dan penuh kepastian mengucapkannya. Yakinlah, janji Allah SWT selalu benar, Dia-lah sebaik baik penepat janji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Ibnu Harmalah dari bibinya berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Kamu mengatakan tidak ada permusuhan, padahal sesungguhnya kamu senantiasa memerangi musuh, sehingga datanglah Ya'juj dan Ma'juj; yang lebar jidatnya, sipit matanya, menyala (merah) rambutnya, mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi, wajahnya seperti martil."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://situslakalaka.blogspot.com/2011/07/satu-kalimat-sepele-tapi-kedahsyatannya.html?m=1"&gt;SUMBER:situslakalaka.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-247176118990846800?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/247176118990846800/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=247176118990846800' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/247176118990846800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/247176118990846800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/08/satu-kalimat-sederhana-tapi.html' title='Satu Kalimat Sederhana Tapi Kedahsyatannya Sanggup Menjebol Tembok Yajuj &amp; Majuj'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-2742712121848842576</id><published>2011-08-23T21:16:00.001-07:00</published><updated>2011-08-23T21:16:54.603-07:00</updated><title type='text'>Kisah Tukang Cukur yang Mempertanyakan Adanya Tuhan</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si tukang cukur bilang,”Saya tidak percaya Tuhan itu ada”.&lt;br /&gt;“Kenapa kamu berkata begitu ???” timpal si konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, apa yang terjadi di jalanan itu menunjukkan bahwa Tuhan itu tidak ada? Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, mengapa ada orang sakit??, mengapa ada anak terlantar??"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika Tuhan ada, pastiah tidak akan ada orang sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan bagaimana Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar (mlungker-mlungker, istilah jawa-nya), kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata,” Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si tukang cukur tidak terima,” Kamu kok bisa bilang begitu ??”.&lt;br /&gt;“Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak!” elak si konsumen.&lt;br /&gt;“Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana,” Si konsumen menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!” sanggah si tukang cukur.&lt;br /&gt;”Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya”, jawab si tukang cukur membela diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cocok!” kata si konsumen menyetujui.” Itulah point utama-nya!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama dengan Tuhan, Tuhan itu juga ada, tapi apa yang terjadi… orang-orang tidak mau datang kepada-Nya, dan tidak mau mencari-Nya. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER: dari milis motivasi&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-2742712121848842576?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/2742712121848842576/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=2742712121848842576' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/2742712121848842576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/2742712121848842576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/08/kisah-tukang-cukur-yang-mempertanyakan.html' title='Kisah Tukang Cukur yang Mempertanyakan Adanya Tuhan'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-2605190506117467208</id><published>2011-08-23T21:15:00.000-07:00</published><updated>2011-08-23T21:16:16.873-07:00</updated><title type='text'>Mungkin ini Balasan Atas Dosa-dosaku</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Hidupku terasa pahit. Sebelum menikah dengan Noval (bukan nama sebenarnya), aku telah menikah dengan seorang pria, sebut saja namanya Narto (bukan nama sebenarnya).   Pernikahan kami hanya berumur dua tahun, sebelum akhirnya Narto memergoki aku yang tengah berselingkuh dengan laki-laki lain. Buntut dari semua itu, Narto akhinrya memaksaku bercerai dan membawa serta anak semata wayangku. Maaf, aku tak mau bercerita terlalu banyak tentang masa laluku. Sampai sekarang aku masih terus mengingat dan menangisi  anakku. Aku ingin berjumpa dan memeluknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah jadi janda, aku kembali ke rumah orang tuaku. Berusaha menghibur diriku, dengan lebih mendekatkan diri pada  Tuhan. Beberapa tahun lamanya aku memilih menjanda. Aku coba berusaha dengan membuka warung kecil-kecilan yang hasilnya hanya cukup untuk keperluan sehari-hari kami. Cap janda membuat aku  tak enak hati, dan tak bisa bergaul dengan teman-teman seperti dulu. Teman-teman yang dulu jadi sahabatku, kurasakan menjauh dariku. Ah… mungkin mereka takut  suami mereka melirikku, atau aku rebut. Padahal aku pernah bersumpah tak akan pernah menikah dengan pria beristri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sumpah  itu akhirnya kulanggar, Narto laki-laki yang telah memiliki istri akhirnya menaklukan sumpahku Lingkungan rumahku yang padat membuat  gosip tentang aku begitu ramai. Bahkan tiap aku lewat di depan ibu-ibu, juga para remaja putri, mereka  menyindir dengan suara keras. “Jangan merebut suami orang dong!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan Narto akhirnya menikah  di Penghulu. Tak ada pesta, yang ada hanya pengajian di malam hari, mengundang para tetangga, namun hanya sedikit yang datang datang,  padahal ibuku telah menyiapkan  nasi lengkap dengan lauk pauknya  dikemas dalam kardus.  Aku cuma bisa meneteskan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau aku tak lagi punya muka di kampungku ini, aku tetap tinggal di kampung ini, di rumah kontrakan.  Karena penghasilan Narto sebagai kuli tak menentu. Seringkali Narto tak membawa uang.   Namun, aku tak pernah marah. Aku  tetap berjualan di warung. Walau hasilnya kecil, cukuplah untuk  makan  sehari-hari. Tak lama kemudian, aku hamil. Aku sangat bahagia.  Kerinduanku pada anak dari perkawinan sebelumnya terasa  terbayar. Aku sangat menjaga kehamilanku ini. Aku rutin ke  bidan kandungan di Puskesmas. Juga mengkonsumi makanan bergizi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat kata aku akhirnya melahirkan. Begitu bayiku lahir suara tangisnya nyaring membahana.  Alhamdulillah. “Selamat, Bu. Bayi ibu, laki-laki, sehat,” kata bidan. Kulihat wajah bidan dan ibuku nampak pucat. Tak nampak bahagia. Kenapa?  karena kelelahan, kubiarkan diriku tertidur lelap.  Begitu bangun tidur, aku mencari-cari bayi laki-lakiku.  ‘Mana bayiku? Aku ingin menyusui bayiku,’ kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidan dan ibuku nampak bingung, dan saling berpandangan. ‘Lagi tidur nyenyak, Bu. Ibu istirahat saja dulu. Nanti kalau  bayinya nangis, saya akan bawa bayi Ibu ke sini,’ ujar bidan. Walau curiga dengan kejanggalan ini, aku berusaha tenang.  Ketika terdengar tangis bayi, aku dengan antusias  berharap, bayi itu  dibawa ke tempatku. Ternyata tidak, tak berapa lama tangis bayi itu terhenti.  “Lho, bayiku  kenapa nggak dibawa kemari?” tanyaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kondisi Ibu masih  belum fit.  Ibu harus banyak istirahat.  Bayi Ibu, kami beri  susu dalam botol,” jelas  bidan.&lt;br /&gt;Aku berusaha mengerti. Walau terasa aneh bagiku. Aku memang lemas.  Tapi, bukankah biasa, seorang ibu melahirkan, tubuhnya lunglai?  Kerinduanku pada  bayiku memuncak. Kenapa bidan itu tak mau memberikan bayiku? Ya Tuhan, ada apa dengan bayiku?   Ah… aku tak ingin berpikir yang tidak-tidak. Akhirnya aku cuma bisa menangis.  Saat itu, kerinduanku pada 3 anakku lainnya pun menjadi-jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malamnya,  suamiku datang.  Dia berusaha tersenyum padaku, dan mengecup dahiku.   Lalu dia berkata, “Sabar  ya, Bu.  Kita sedang dicoba oleh Tuhan,” “Kenapa, Pak?’ tanyaku.  “Bayi kita cacat.  Dia tak punya tangan,” kata suamiku. Hah? Jadi itu penyebabnya, kenapa bidan dan ibuku merahasiakan kecacatan bayiku.   Tubuhku terasa makin lemas. Saat itu juga, aku bangun dari tempat tidur. Bersama suamiku, kami ke kamar tempat   bayiku tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat bayiku nampak tampan, ia terbungkus hangat  dalam kain bedong.  Tak terlihat bayiku cacat.  Aku bongkar kain bedong di bagian tangan. Ya Tuhan,  bayiku tak memiliki tangan.  Saat itu juga dunia seakan runtuh, jeritan pilu mengantarku dalam kegamangan menghadapi kenyataan ini. namun berikutnya aku mulai sadar dengan apa yang saat ini aku hadapi, aku hanya bisa pasrah. Mungkin ini balasan yang setimpal atas dosa-dosa yang selam ini aku perbuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.perempuan.com/mungkin-ini-balasan-atas-dosa-dosaku/"&gt;SUMBER:perempuan.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-2605190506117467208?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/2605190506117467208/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=2605190506117467208' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/2605190506117467208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/2605190506117467208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/08/mungkin-ini-balasan-atas-dosa-dosaku.html' title='Mungkin ini Balasan Atas Dosa-dosaku'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-28121892826791764</id><published>2011-08-23T21:14:00.000-07:00</published><updated>2011-08-23T21:15:06.517-07:00</updated><title type='text'>Bring Cheer to Others</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Di saat kita sedang mengalami kejenuhan, bosan, suntuk atau bahkan mengalami masalah yang berat, sering kali kita membangun tembok-tembok yang tinggi bertuliskan "DO NOT DISTURB" (Jangan Mengganggu). Tentu saja, teman-teman dan keluarga kita bisa melihat tembok itu dengan jelas, karena tulisan tersebut melekat pada wajah kita. Dan kita juga menjadi pribadi yang tidak mau peduli dengan sekitar kita. "EGP! Tidak peduli! Saya juga sedang ada masalah!" Begitulah pembelaan yang sering kita lontarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya butuh dihibur!" atau "Saya jenuh, tetapi tidak ada yan peduli pada saya!" Pertanyaannya, bagaimana orang bisa mendekati kita di saat kita tetap memperlihatkan duri di punggung kita seperti landak yang siap menyerang? Dengan tembok-tembok yang bertuliskan "Do Not Disturb!"? Melihat wajah kita yang sedang stres, marah, tidak ada senyum, tentu mereka sudah ketakutan atau menjaga jarak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita menuntut orang-orang untuk mengerti kondisi kita, perhatian dengan kita karena kita terlalu mengasihani diri sendiri ("Saya kan sedang ada masalah, hidup saya susah," dan sebagainya). Loh, memang yang punya masalah hanya kita sendiri? Semua orang pasti punya masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan egoisnya manusia, di saat dia sedang mengalami masalah, di saat dia sedih, dia akan mengatakan, "Bagaimana saya bisa menghibur orang lain, sedangkan diri sayalah yang butuh dihibur?" atau "Bagaimana saya bisa berbagi, sedangkan saya sudah tidak punya apa-apa lagi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari yang lalu, saya merasa jenuh dan lelah sekali dengan rutinitas saya. Lalu, saya berpikir untuk me-nonaktifkan BBM saya. Tetapi, saya tidak melakukannya. Saat malam tiba, saya baru saja ingin beristirahat. Tiba-tiba, satu per satu teman saya mengirimkan BBM dan meminta waktu saya untuk mendengarkan curhatan mereka, ada yang merasa kesepian, ada yang merasa jenuh. Saya pun dengan sabar membaca BBM mereka, lalu, menarik nafas dalam-dalam, dan tersenyum, dan membalas BBM mereka dengan memberikan semangat kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, mereka mengucapkan terima kasih atas waktu dan semangat yang saya berikan kepada mereka. Mereka memberikan icon 'tersenyum'. Saya tidak membantu mereka menyelesaikan masalah, tetapi saya mencoba untuk menghibur mereka, bahwa segalanya akan baik-baik saja. Lalu apa yang terjadi? Saya yang tadinya juga merasa jenuh dan tidak semangat, seolah dikembalikan semangatnya dua kali lipat. Mereka mengucapkan terimakasih berkali-kali. Saya tidak merasa berbuat apa-apa, tidak membantu apa-apa. Saya hanya memberikan waktu untuk mendengarkan mereka. Terkadang, tanpa kita sadari, sekecil apapun yang kita lakukan untuk orang lain, itu sangat berarti bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin teman-teman juga pernah mengalami hal yang sama dengan pengalaman saya ini. Semoga kita selalu belajar untuk berbagi dalam kondisi apapun, karena apa yang kita bagikan akan dikembalikan kepada kita, bahkan dilipatgandakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mark Twain mengatakan "The best way to cheer yourself is to try to cheer someone else up" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.andriewongso.com/artikel/artikel_anda/4207/Bring_Cheer_to_Others/"&gt;SUMBER: Rosita - andriewongso.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-28121892826791764?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/28121892826791764/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=28121892826791764' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/28121892826791764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/28121892826791764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/08/bring-cheer-to-others.html' title='Bring Cheer to Others'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-6256225749143062734</id><published>2011-08-23T21:13:00.000-07:00</published><updated>2011-08-23T21:14:07.687-07:00</updated><title type='text'>Kekuatan Memberi Seperti Nyala Lilin</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Di sebuah kota, tinggal satu keluarga dengan dua orang buah hati, keduanya laki-laki. Si sulung berusia 15 tahun, sedangkan si bungsu berusia 10 tahun. Karena keluarga itu tidak terlalu kaya, kedua anak mereka tidur dalam satu kamar. Mereka selalu akrab, si sulung adalah anak yang cerdas, nilai-nilainya selalu baik dan si bungsu selalu ingin tahu akan segala hal, nilai-nilai sekolahnya juga sama baiknya dengan sang kakak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu malam, si bungsu bertanya pada si sulung, "Kakak, kenapa kita harus berbagi dengan orang lain. Kalau kita sering memberi dan berbagi pada orang lain, apa yang kita miliki akan habis diberikan pada orang lain, iya kan?" ujarnya dengan polos. Sang kakak tersenyum mendengar pertanyaan dari adiknya, dia selalu senang jika mendapat sebuah pertanyaan, berarti dia akan belajar satu hal baru dari pertanyaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebelum kakak menjawab, kita akan melakukan sebuah percobaan kecil," ujar si sulung. Dia langsung mengambil lima batang lilin kecil dan korek api yang tersimpan di dalam meja belajar. Orang tua mereka sengaja menyimpan benda tersebut agar pada saat pemadaman listrik, mereka berdua tidak bingung mencari lilin di dapur. Si sulung membuat empat lilin tersebut berdiri di sudut kamar dan memegang satu lilin. "Sekarang, matikan lampu kamar!" perintah si sulung pada adiknya dengan nada lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat lampu telah mati, si sulung bertanya pada adiknya, "Apa yang bisa kamu lihat sekarang?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tidak melihat apa-apa, kak, kamar kita jadi gelap," jawab si bungsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baiklah..." si sulung lalu menyalakan lilin yang dia pegang dengan sebatang korek. Ruangan sudah sedikit terang, tetapi belum sepenuhnya terang. "Sekarang, lilin yang aku pegang akan membagikan sinarnya pada lilin yang lain," Si sulung menyalakan satu lilin dengan lilin yang dia pegang. Ruangan lebih terang. Lalu lilin kedua, ruangan lebih terang lagi. Begitu seterusnya hingga lilin kelima menyala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lihat, sekarang ruangan kita sudah terang," ujar si sulung sambil tersenyum. "Kamu bisa menyimpulkan apa yang sudah kakak lakukan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si bungsu mengangguk, "Aku mengerti, jika kakak tidak membagi sinar lilin pada lilin yang lain, kamar kita tidak akan terang. Tetapi karena kakak membagi sinar lilin pada lilin yang masih mati, kakak secara tidak langsung mendapat sinar yang lebih terang. Lilin bisa menyala, dan ruangan semakin terang,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang kakak tersenyum, "Ya, itulah kekuatan dari memberi. Percayalah, kita tidak akan kekurangan karena memberikan sesuatu baik dari segi materi, pikiran atau tenaga pada orang lain. Karena apa yang kita berikan akan menjadi umpan balik yang jauh lebih besar. Tetapi ingat, saat memberi, jangan menghitung apa yang telah kita berikan, karena Tuhan selalu punya perhitungan dengan cara-Nya sendiri,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya tersenyum. Malam itu, sang adik mendapat pelajaran baru yang sekiranya bisa menjadi sebuah pelajaran agar kita semua tidak pelit untuk saling berbagi pada orang lain dan lingkungan yang ada di sekitar kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://woman.kapanlagi.com/inspiring/lentera/9064-kekuatan-memberi-seperti-nyala-lilin.html"&gt;SUMBER:Wenny Sri Widowati - kapanlagi.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-6256225749143062734?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/6256225749143062734/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=6256225749143062734' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/6256225749143062734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/6256225749143062734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/08/kekuatan-memberi-seperti-nyala-lilin.html' title='Kekuatan Memberi Seperti Nyala Lilin'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-8452864345622256912</id><published>2011-08-23T21:12:00.000-07:00</published><updated>2011-08-23T21:13:01.914-07:00</updated><title type='text'>Mie Yang Terlalu Matang</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Pelajaran tentang membina sebuah hubungan, saya dapatkan dari kebiasaan makan pagi saat masih kecil dulu. Ibu selalu menekankan pentingnya sarapan bersama sebelum berangkat beraktivitas, padahal beliau sendiri harus berangkat bekerja di pagi hari. Untuk itu, ibu bangun lebih pagi dari kami semua dan melakukan beberapa hal sekaligus sambil bersiap-siap untuk berangkat kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang selalu saya keluhkan saat itu adalah, mie yang dimasak terlalu matang sehingga tidak lagi terasa teksturnya dan membuat menu mie kami terasa memuakkan. Saya tahu Ayah juga tidak suka dengan sesuatu yang lembut seperti itu. Ayah benci bubur, pasta dan mie yang terlalu matang, namun anehnya Ayah tidak pernah sekalipun menegur ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya memberanikan diri mengatakannya, Ibu berjanji akan mengurangi waktu memasak mie agar tidak terlalu matang. Namun tidak ada perubahan, walaupun Ibu selalu berkata 'oops.. maaf, mienya terlalu matang lagi' dan Ayah akan berkata 'masih enak kok'. Maka saya berpikir Ayah harus mengatakan pendapatnya agar ibu benar-benar mengusahakan agar mie itu tidak terlalu matang lagi. Lagipula saya penasaran mengapa Ayah nampak tidak keberatan dengan mie itu, padahal dia sendiri pasti tidak menyukainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu kesempatan, saya pun menanyakan pada Ayah dan dia memegang pundak saya sambil menjelaskan. Ayah berkata bahwa Ibu harus melakukan banyak hal di pagi hari, dan mie itu terlalu matang karena Ibu memberi banyak air dan merebusnya agak lama sehingga Ibu punya waktu yang cukup untuk berpakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Ayah melanjutkan, mengapa kita harus mengeluh? Mie yang terlalu matang masih tetap membuat kita kenyang dan tidak membuat sakit. Hidup itu penuh dengan hal-hal dan orang-orang yang tidak sempurna, seperti Ayah dan saya yang sering lupa menutup pintu, lupa membereskan barang-barang dan banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu, saya hanya menangkap bahwa kelalaian Ibu harus dimaklumi. Namun seiring usia, saya menangkap makna yang lebih dalam dari itu. Ada banyak ketidaksempurnaan dalam hidup ini, dan ada banyak kesalahan yang kita buat sebanyak orang lain berbuat kesalahan di mata kita. Tidak semua kesalahan ini harus dipermasalahkan dan diselesaikan, banyak di antaranya hanya perlu untuk dipahami dan diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang Anda lihat sebagai kesalahan, mungkin bukan sebuah kesalahan namun perbedaan. Menerima perbedaan dan memahami ketidaksempurnaan adalah dasar untuk menciptakan hubungan yang sehat, tahan lama dan tidak pernah membosankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://woman.kapanlagi.com/inspiring/lentera/8990-mie-yang-terlalu-matang.html"&gt;SUMBER:kapanlagi.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-8452864345622256912?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/8452864345622256912/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=8452864345622256912' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/8452864345622256912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/8452864345622256912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/08/mie-yang-terlalu-matang.html' title='Mie Yang Terlalu Matang'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-643869867886646207</id><published>2011-08-23T21:10:00.000-07:00</published><updated>2011-08-23T21:11:57.797-07:00</updated><title type='text'>Everyday is a Miracle</title><content type='html'>Saya pernah bertemu seorang berusia 65 tahun. Waktu itu saya bekerja sebagai pelayan gift-shop di hotel. Setelah customer selesai berbelanja dan akan meninggalkan toko, biasanya saya mengucapkan salam "have a nice day" dan itu saya ucapkan juga kepada nenek tersebut sehabis ia membayar di kasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek itu berhenti dan berpaling ke arah saya sambil berkata, "Anakku, setiap hari adalah miracle day, bukan nice day!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ia bercerita bahwa ia telah operasi jantung dua kali. Yang pertama ia menerima donor jantung anak usia 14 tahun tetapi tidak kompartibel dan sempat koma selama tiga hari. Lalu kedua kali ia menerima jantung pria berusia 35 tahun dan ternyata cocok hingga saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek itu menambahkan sejak peristiwa tersebut ia merasakan hidup yang kedua kalinya. Baginya setiap saat adalah "miracle"; setiap tarikan dan hembusan nafas adalah keajaiban. Jadi hidup bukan hanya "nice day" tetapi hidup adalah "miracle every second".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan singkat dengan nenek tersebut telah membuat saya lebih menghargai arti hidup, dan nenek itu datang sebagai guru bagi saya agar lebih menghargai hidup. Hidup akan jauh lebih berarti bila kita bisa memanfaatkannya dengan baik daripada sekadar menghitung hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip kata Tom Hanks dalam film Forrest Gump: "Life is like a box of chocolate, we never know what we gonna get". Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan tetapi dengan mempersiapkan diri dan attitude every day is miracle seperti nenek tersebut mungkin akan membuat hidup kita lebih hidup dan lebih berwarna baik bagi diri kita maupun bagi lingkungan sekitar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.andriewongso.com/artikel/artikel_anda/4198/Everyday_is_a_Miracle/"&gt;SUMBER:Kwan Hartono - andriewongso.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-643869867886646207?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/643869867886646207/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=643869867886646207' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/643869867886646207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/643869867886646207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/08/everyday-is-miracle.html' title='Everyday is a Miracle'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-5186752839010244680</id><published>2011-08-23T21:09:00.000-07:00</published><updated>2011-08-23T21:10:04.495-07:00</updated><title type='text'>Tak Berharga Bagiku, Namun Segalanya Bagimu</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Bicara tentang konsep berharga, setiap orang pasti memiliki standar 'apa yang bernilai' bagi dirinya masing-masing. Sesuatu hal/ barang mungkin sama sekali tak penting bagi kita, namun bagi orang lain, itu bisa jadi harta karun yang tak ternilai. Bahkan apa yang kita anggap sampah sekalipun, bisa jadi keuntungan bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh sederhana, makanan sisa. Bagi kita yang berlimpah uang dan makanan, membuang makanan karena merasa kenyang mungkin tak jadi masalah. Namun bagi mereka yang kelaparan dan tak punya uang, mengais dan mendapatkan makanan sisa dari pembuangan bisa jadi merupakan berkah tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain makanan sisa, kertas, baju, bungkus makanan, koran, atau bahkan mantan pacar sekalipun, semua hal yang tak lagi berarti bagi kita, bisa terhitung penting bagi pihak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, nilai apakah yang bisa kita petik dari renungan kali ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, semua yang kita miliki hanyalah bagian dari siklus kehidupan saja. Saat seseorang kehilangan, lainnya pasti mendapat. Saat seorang meninggal, ingatlah bahwa selalu ada bayi yang lahir. Ada duka, namun pasti ada tawa, sebab roda kehidupan selalu berputar, sehingga kita bisa merasakan semua sisi hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, hargai apa yang kita punya, dan relakan yang telah hilang. Uang saku hilang misalnya, memang membuat bete, namun coba pikir, siapa tahu orang yang menemukannya sedang sangat butuh uang...dan batal mencuri hanya gara-gara mendapat uang 'dari' Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau, mantan pacar. Dulu penting, sekarang mungkin tidak, namun jelas ia tetap penting bagi keluarga dan pacar barunya. Ehm...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memiliki hati lapang seluas samudera, maka kita takkan pernah merasa rugi atau dirugikan. Sebab dengan kondisi hati ikhlas dan nerimo, kita bisa lebih mudah untuk mensyukuri segala yang terjadi. Dan akibatnya, hidup pun jadi lebih indah. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://woman.kapanlagi.com/inspiring/lentera/6092-tak-berharga-bagiku-namun-segalanya-bagimu.html"&gt;SUMBER:kapanlagi.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-5186752839010244680?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/5186752839010244680/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=5186752839010244680' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/5186752839010244680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/5186752839010244680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/08/tak-berharga-bagiku-namun-segalanya.html' title='Tak Berharga Bagiku, Namun Segalanya Bagimu'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-7170200935489235451</id><published>2011-08-23T21:07:00.000-07:00</published><updated>2011-08-23T21:08:35.619-07:00</updated><title type='text'>Fokus dan Nikmati Pekerjaanmu</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Alkisah, ada seorang pianis yang sangat piawai memainkan tuts pianonya. Dia telah memenangi banyak kejuaraan dan telah menjalani pertunjukan di berbagai tempat. Tidak peduli penonton yang menyaksikan pertunjukkannya banyak atau sedikit, ataupun dia berhasil memenangkan pertadingan atau tidak, saat bermain piano, wajahnya tampak selalu berseri-seri, enjoy, seakan di sanalah letak segala kebahagiaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, saat reuni dengan teman-teman lamanya, seorang sahabat bertanya kepadanya, "Kami perhatikan, saat bermain piano, kamu terlihat begitu senang dan bahagia. Sepertinya tidak ada kesusahan sama sekali!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho, hidup memang seharusnya dihadapi dengan senang kan?" jawabnya si pianis sambil tersenyum. Lalu ua melanjutkan, "Yah, kalian tahu kan bagaimana masa remajaku dulu. Begitu banyak hobi dan aktivitas yang aku geluti. Mulai dari menggambar, bermain musik, juga berbagai cabang olah raga. Ambisiku satu, yaitu ingin selalu menjadi juara di setiap lomba. Aku rajin berlatih dan berusaha, tetapi karena begitu banyak kegiatan, akhirnya tidak mampu berprestasi secara maksimal dan gagal. Kegagalan-kegagalan itu membuatku kecewa, marah, sedih, dan frustasi pada diri sendiri. Aku pun mulai malas-malasan dan kehilangan motivasi sehingga pelajaran di sekolah pun ikut jatuh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang kamu bisa menjadi seorang pianis hebat yang tampak selalu happy. Bagaimana ceritanya?" tanya temannya penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Melihat raporku yang jelek dan kelakuanku yang menyebalkan, ayahku tidak marah dan berusaha menyadarkan aku. Suatu hari, saat kami sedang bersantai, ayah melakukan sedikit eksperimen. Beliau mengambil segenggam jagung dan sebuah corong kecil. Telapak tanganku diletakkan di bawah corong. 'Kamu tangkap jagung ini ya,' kata ayah.Lalu dilepaslah sebiji jagung, yang segera meluncur cepat dan tertangkap di telapak tanganku. Kemudian satu biji lagi, dan tertangkap lagi dengan sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Nah, sekarang siap-siap ya!' seru ayah sambil melepas segenggam jagung ke corong. Apa hasilnya? Tidak ada satu biji jagung pun yang jatuh ke tanganku karena lobang corong kecil dan biji jagung tersumbat di situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini penjelasan ayahku: 'Seperti itulah kehidupan ini; setiap hal atau pekerjaan harus dikerjakan satu persatu, fokus, dan penuh konsentrasi. Maka setiap pekerjaan akan bisa diselesaikan dengan baik dan maksimal, sehingga kamu puas dan merasa bahagia.'"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerabat Imelda...Seringkali kita berkeinginan melakukan banyak pekerjaan sekaligus dan mendapatkan hasil yang memuaskan, namun dalam kenyataannya justru kekecewaan yang didapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghasilkan sukses yang luar biasa, kita harus fokus pada satu titik pekerjaan terlebih dahulu. Lakukan pekerjaan satu persatu dan fokuskan pada apa yang menjadi kelebihan kita. Jika kita melakukan pekerjaan dengan penuh cinta, konsentrasi, dan keyakinan, niscaya hasilnya akan memuaskan, bahkan tidak jarang dampaknya akan mengejutkan! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.andriewongso.com/artikel/aw_artikel/4022/Fokus_dan_Nikmati_Pekerjaanmu/"&gt;SUMBER: Andrie Wongso - andriewongso.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-7170200935489235451?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/7170200935489235451/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=7170200935489235451' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/7170200935489235451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/7170200935489235451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/08/fokus-dan-nikmati-pekerjaanmu.html' title='Fokus dan Nikmati Pekerjaanmu'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-791737702584168749</id><published>2011-08-23T21:06:00.000-07:00</published><updated>2011-08-23T21:07:30.291-07:00</updated><title type='text'>Kasih Sayang Ibu</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Sang ibu berdiri di depan hakim menguraikan kisahnya yang pahit dengan anak perempuannya. Anak perempuan satu-satunya. Sang ibu telah mengorbankan masa mudanya, kesenangan dan kebahagiaannya demi anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berkorban tidak keluar menonton hanya agar anaknya tidak ditinggal sendirian. Dia memakai pakaian yang koyak agar dapat membelikan anaknya gaun baru. Dia selalu mendahulukan anaknya atas dirinya; anak yang makan lebih dahulu dan ibu yang makan sisa anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sang anak mengingkari budi ibu. Dia tidak menyukainya bahkan membencinya. Sang anak menilai ibunya sebagai penjaga penjara yang terbuat dari emas, tetapi melarangnya keluar bersama temannya dan menuntut darinya pertanggungjawaban yang berat setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ia pulang, ibu selalu bertanya, "Dari mana Engkau? Siapa saja yang Engkau temui? Dan apa saja obrolan kalian?" Kalau sang anak duduk terdiam, ibunya bertanya, "Mengapa diam? Apa yang Engkau pikirkan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah ibu pun tidak henti-hentinya; Cuci kakimu! Sisir rambutmu! Gosok gigimu! Duduk yang baik! Jangan cibirkan bibirmu ketika bicara! Dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang anak memutuskan bahwa cara satu-satunya untuk bebas dari aneka belenggu itu adalah menghabisi ibunya. Maka setiap hari ia mencampurkan sedikit racun dalam makanan ibunya, yang mengakibatkan kesehatan sang ibu memburuk hingga dimasukkan ke rumah sakit. Para dokter menemukan bahwa ada racun yang diberikan kepadanya sejak tiga bulan yang lalu dan seandainya itu berlanjut selama seminggu lagi, niscaya ibu yang malang itu akan meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi turun tangan dan akhirnya sang anak mengaku bahwa dialah yang memberi racun itu. Di depan pengadilan sang anak mengaku bahwa ia tidak menyesal atas perbuatannya karena dia tidak menyukai ibunya dan memang ingin melepaskan diri darinya. Hakim peradilan Sheffield Inggris terperanjat dan menyatakan bahwa kejahatan tersebut amat serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah upaya pembunuhan yang disengaja dan dengan tekad yang kuat. Karena itu sang hakim memutuskan bahwa sang anak harus dimasukan dalam penjara anak-anak, tetapi karena undang-undang dalam kasus semacam ini menetapkan keharusan adanya persetujuan tertulis ibu, maka sang hakim mengharap kiranya sang ibu membubuhkan tanda tangan untuk persetujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ibu memegang pena dengan tangan gemetar dan mulai menggoreskan tanda tangannya atas putusan itu. Tetapi tiba-tiba dia berhenti dan pena terjatuh dari tangannya. Ia lalu menoleh kepada hakim dengan air mata yang berlinang sambil berkata, "Saya harap berilah aku kesempatan sekali lagi, juga dia." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ramadan.detik.com/read/2011/08/07/103930/1698246/985/kasih-sayang-ibu?"&gt;SUMBER:Buku "Yang Ringan Yang Jenaka" karangan M Quraish Shihab&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-791737702584168749?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/791737702584168749/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=791737702584168749' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/791737702584168749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/791737702584168749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/08/kasih-sayang-ibu.html' title='Kasih Sayang Ibu'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-3404550873955652164</id><published>2011-08-23T21:05:00.000-07:00</published><updated>2011-08-23T21:06:21.815-07:00</updated><title type='text'>Tuhan Memberiku Banyak Anugerah</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Namaku Aini (nama samaran), aku dilahirkan di sebuah kota besar di Timur Indonesia, usiaku saat ini 27 tahun dan memilki satu adik dan dua orang kakak. Perjalanan hidupku memang mengalami banyak liku-liku, suka duka, bahkan kepahitan hidup yang membuatku terus meneteskan air mata, hingga rasanya pada titik tertentu air mata ini habis terkuras oleh kepedihan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya kehidupanku terasa berjalan sangat normal. Keluarga kami cukup dihormati, karena ayahku adalah seorang kepala bagian di sebuah BUMN.  Ayah adalah seorang sosok yang begitu hangat terhadap keluarga, walau dari mulutnya jarang terucap kata-kata sayang dan cinta, namun dari perlakuannya terhadap kami, aku yakin bahwa ayah amat menyayangi kami sekeluarga. Namun untuk urusan pendidikan, ayah bersikap sangat tegas dan keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan semasa kecil, ternyata berlalu dengan sangat singkat. Semua bermula dengan jatuh sakitnya kakakku yang tertua, Sebut saja namanya Irfan (nama samaran). Irfan adalah anak kesayangan ayah, yang menurut ayah anak terpintar di keluarga dan kelak akan dapat membahagiakan kami semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakitnya Irfan membuat keluarga terutama ayah, begitu tertekan. Di pagi hari, tiba-tiba rumah kami dipenuhi sanak famili. Dan seorang tante membisikan ketelingaku bahwa Irfan sudah meninggal dunia. Seketika bumi sepertinya hendak runtuh dan aku menjerit histeris. Tak lama berselang mobil jenzah tiba, kulihat tubuh kakakku terbujur kaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan sejak kepergian Irfan, ayah memutuskan untuk pindah tempat tinggal. Menurut ayah kenangan yang ada di rumah selalu mengingatkan ayah pada almarhum Irfan. Setelah menjual rumah dan tanah, ayah lantas mengambil pensiun dini dan mencoba menjadi pengusaha dengan membeli beberapa kios untuk berjualan. Namun usaha yang dirintis ayah tidak membuahkan hasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lambat laun, keadaan ayah semakin melemah. Ayah yang semula kukenal sebagai seorang penuh dengan fitalitas dan semangat, saat itu mulai sering berputus asa. Ia selalu saja mengatakan jika Irfan masih hidup, mungkin kehidupan keluarga tidak akan seperti ini. Setelah itu beliau jatuh sakit. Saat diperiksa dokter yang merawatnya mengatakan bahwa ayah mengalami depresi dan tekanan mental yang luar biasa hingga di otaknya ditemui sesuatu yang ganjil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat keadaan yang serba sulit itu bertambah sulit saat kakak keduaku mengalami perilaku yang tak lazim. Ia mulai suka menyendiri dan bahkan berbicara sendiri, pergi pagi hari dan puang saat malam menjelang. Semakin lama tingkahnya semakin menghawatirkan, seringkali ia marah-marah tanpa sebab, berteriak dan menangis. Dan semua itu semakin memperparah keadaan ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun lamanya kami berjuang untuk kesembuhan ayah dan kakakku. Seringkali ibu harus mondar-mandir dari kamar ayah untuk menghiburnya, lalu ke kamar kakak untuk meredakan emosinya. Itu semua membuat keadaan ekonomi kami semakin hancur, karena ibu terpaksa harus mempergunakan tabungannya untuk keperluan sehari-hari dan pengobatan ayah serta kakakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa minggu kemudian, ayah akhirnya tak kuasa lagi memendam tekanan batinnya, beliau akhirnya menghebuskan nafasnya yang terakhir, dalam kematiannya yang begitu menyedihkan, ayah membawa luka hati karena menyaksikan anak keduanya mengalami gangguan jiwa dan aku hanya bisa menjerit histeris dan sekali lagi air mata ini mengalir deras membasahi seluruh jiwa yang lara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, hidup memang harus kami lanjutkan. Selanjutnya aku tumbuh menjadi remaja yang yang tak termotifasi dengan hal apapun. Kalaupun aku berkuliah, itu karena aku tak tega dengan ibu yang ingin melihatku berhasil dalam pendidikan. Itupun sering terganggu dengan keadaan kakak yang terus saja membuat ibuku susah bahkan tak jarang ibu menangis dan merintih teramat sedih, menahan beban hidupnya yang demikian pahit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan susah payah aku mencoba berkonsentrasi menyelesaikan kuliahku. Kadang-kadang aku harus meminjam uang dari teman-teman untuk membayar kembali mata kuliah yang harus kuambil ulang, karena uang kuliah yang diberikan ibu seringkali kupakai untuk hal-hal yang tidak semestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan  aku harus menerima resiko dari apa yang telah aku lakukan. Satu persatu teman seangkatanku lulus dan mendapat pekerjaan dan aku tertinggal dengan hutang-hutang yang harus aku bayar. Aku hanya bisa memohon kiranya Tuhan memberiku kekuatan agar aku mampu melewati cobaan demi cobaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan-lahan mulai nampak jalan terang. Untunglah Tuhan masih memberiku jalan. Aku mencoba meneruskan usaha yang dirintis ayah dan juga memberikan les privat buat anak-anak tetanggaku, dan mulai mengumpulkan uang hingga aku bisa membayar hutang dan melunasi cicilan uang kuliahku. Dan akupun berhasil menyelesaikan kuliahku walau dengan hasil yang pas-pasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin hari aku semakin sadar bahwa hidup tanpa Tuhan adalah kebodohan dan aku lebih baik mati daripada hidup jauh dari Tuhan. Aku yakin bahwa keberhasilanku mengatasi permasalahan hidup adalah juga karena kuasa-Nya. Aku merasa selama ini tak pernah mensyukuri apa yang telah aku dapatkan, padahal masih banyak orang yang lebih menderita dari aku, Dan kini aku sadar, bahwa Tuhan telah memberiku banyak anugerah yang tidak aku sadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.perempuan.com/tuhan-memberiku-banyak-anugerah/"&gt;SUMBER:perempuan.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-3404550873955652164?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/3404550873955652164/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=3404550873955652164' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/3404550873955652164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/3404550873955652164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/08/tuhan-memberiku-banyak-anugerah.html' title='Tuhan Memberiku Banyak Anugerah'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-3344902243530107269</id><published>2011-08-23T21:04:00.000-07:00</published><updated>2011-08-23T21:05:17.507-07:00</updated><title type='text'>Mengapa Berita Buruk Lebih Banyak Daripada Berita Baik?</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Mengapa kita lebih banyak menyebarkan berita-berita kejahatan daripada berita-berita kebaikan? Kalau dikatakan ada seseorang yang mencuri, menipu, berkhianat, atau menyogok, atau kecanduan minuman keras atau perjudian, maka berita itu akan tersebar ke semua pelosok di mana terdapat sahabat, kenalan dan teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalau diberitakan bahwa si A adalah seorang yang jujur, suci dan menolak menjual dirinya, maka berita ini akan terhenti dimana dia bermula dan orang-orang akan mengangguk-anggukan kepala mereka sambil mendiskusikannya dan berusaha untuk membantah berita baik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang menerima berita keburukan dengan penerimaan yang baik dan tidak membebani diri untuk membahas dan meneliti kebenarannya. Mereka menerimanya seakan-akan sesuatu yang berharga, lalu menyebarluaskannya di semua tempat, bahkan dengan penambahan-penambahan yang dibutuhkan oleh situasi dan kondisi. Jika meluas siklus berita itu, ia menjadi mitos/ berita besar sehingga kalau kadar yang dicuri, misalnya seribu pound, maka pada akhir perjalanan, berita tentang jumlah yang dicuri paling sedikit mencapai sepuluh ribu pound.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Adapun berita yang mengandung sesuatu yang baik, maka dengan sangat cepat dia terkubur akibat kematian mendadak, bagaikan serangan jantung. Kalaupun ia mendapat kesempatan untuk hidup beberapa saat sehingga berkeliling sekali atau dua kali keliling, maka ia menjadi semakin 'kurus' dan lemah, bahkan seringkali beralih dari berita baik menjadi buruk atau disampaikan disertai dengan anggukan kepala, gumam dan cibiran bibir yang mengandung makna keraguan tentang kebenarannya, atau bahwa berita tersebut adalah berita aneh yang sulit dipercaya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bagaimana menafsirkan fenomena ini? Penafsirannya adalah: kejahatan terpendam dalam jiwa. Kita semua memiliki kesalahan, keburukan, nafsu yang mendorong kepada kejahatan. Sehingga ketika kita mendengar berita yang sejalan dengan hal-hal di atas, jiwa menjadi senang, bahkan menambahnya karena dia kita anggap sebagai pembenaran atas kelemahan pribadi kita (kalau kita menganggap diri kita lemah), atau pembenaran atas niat memerkenankan kelemahan itu (kalau kelemahan tersebut masih dalam proses), atau sebagai alasan untuk melakukan tindakan kalau kita masih menahan diri dalam koridor yang tertutup oleh akhlak dan kondisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ramadan.detik.com/read/2011/08/04/102143/1696235/985/mengapa-berita-buruk-lebih-banyak-daripada-berita-baik"&gt;SUMBER: dari buku 'Yang Ringan Jenaka' karangan M Quraish Shihab&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-3344902243530107269?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/3344902243530107269/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=3344902243530107269' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/3344902243530107269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/3344902243530107269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/08/mengapa-berita-buruk-lebih-banyak.html' title='Mengapa Berita Buruk Lebih Banyak Daripada Berita Baik?'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-2939763992381480701</id><published>2011-08-23T21:03:00.000-07:00</published><updated>2011-08-23T21:04:12.216-07:00</updated><title type='text'>Perjuangan Keras Si Kupu-Kupu</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Suatu hari dalam pelajaran Biologi di sebuah sekolah, seorang guru akan mengajarkan tentang bagaimana proses ulat berubah menjadi kupu-kupu yang cantik. Untuk memberi gambaran langsung dari penjelasan yang akan dia berikan, guru Biologi ini membawa kepompong gemuk yang siap merekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah pelajaran, saat si kepompong belum bereaksi, sang guru mendapat panggilan untuk keluar kelas sejenak. Sebelum pergi, dia berpesan kepada para murid di kelas itu agar tidak mengganggu dan membantu apa pun yang terjadi pada kepompong itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak kemudian kepompong mulai bergerak-gerak, anak-anak pun mengerubung di dekatnya. Sebagian besar dari mereka belum pernah melihat kupu-kupu keluar dari kepompong, sehingga mereka sangat antusias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ujungnya telah keluar sedikit, kupu-kupu itu nampak begitu kesulitan untuk keluar. Badannya menggeliat-geliat terus menerus tanpa menunjukkan hasil yang berarti. Ujung sayapnya telah terlihat, namun tidak juga bisa keluar sepenuhnya. Kupu-kupu itu terus berusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak berseru, "dia pasti kesakitan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-temannya menyahut tanda setuju, namun tidak ada yang bergerak karena ingat pesan guru Biologi itu. Segera anak yang berseru tadi segera maju, dan terdorong rasa kasihan dia mulai membantu kupu-kupu itu keluar dengan menyobek sedikit demi sedikit kepompong pembungkusnya. Akhirnya si kupu pun keluar dengan mudah dan nampak mengepak-ngepak lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak kembali ke tempat duduknya dan beberapa saat kemudian guru Biologi itu kembali. Melihat kupu-kupu itu di meja dan bertanya kepada kelas tersebut, siapa yang telah membantu kupu-kupu itu keluar. Anak tadi mengangkat tangannya dan mengaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baiklah.. sekarang kupu-kupu itu tidak akan bisa terbang selamanya", jawab guru itu sambil tersenyum sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia menjelaskan, perjuangan keras kupu-kupu itu saat keluar dari kepompong justru menguatkan sayap-sayapnya sehingga dia bisa terbang saat sudah bebas nanti. Membantunya keluar dari kepompong memang membuat kupu-kupu itu keluar lebih mudah, namun setelah itu dia tidak bisa ke mana-mana karena tidak mampu menggerakkan sayapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupu-kupu seperti halnya diri kita atau orang-orang yang kita sayangi. Bebas dari penderitaan dan membantu orang lain untuk bebas dari penderitaan itu memang harus, namun jangan pernah melompati prosesnya. Jalani semuanya, karena dengan itu Anda akan menjadi pribadi yang lebih kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerabat Imelda...Kadang kala kita harus membiarkan kesulitan menyiksa diri kita, atau menyiksa orang-orang yang kita sayangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://woman.kapanlagi.com/inspiring/lentera/9313-perjuangan-keras-si-kupu-kupu.html"&gt;SUMBER:kapanlagi.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-2939763992381480701?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/2939763992381480701/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=2939763992381480701' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/2939763992381480701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/2939763992381480701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/08/perjuangan-keras-si-kupu-kupu.html' title='Perjuangan Keras Si Kupu-Kupu'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-1806198426819884789</id><published>2011-08-23T21:02:00.000-07:00</published><updated>2011-08-23T21:03:07.736-07:00</updated><title type='text'>Aku Mau Berubah</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Dikisahkan, di sebuah seminar motivasi, setelah mendengar banyak kiat-kiat dan pelajaran di sana, saatnya para peserta pulang dengan membawa kesan dan semangat yang membara untuk dipraktikkan di kehidupan mereka lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara mereka, beberapa orang yang merasa sangat terbantu setelah mengikuti seminar tersebut, memberitahu teman dan saudara-saudaranya bahwa seminar yang diikutinya sangat bagus dan luar biasa. Kemudian, mereka mulai melakukan anjuran yang diajarkan serta mengalami perubahan cara pandang &amp; kebiasaan. Di kesehariaannya, mereka berusaha terus menyemangati diri sendiri, aktif mengikuti kegiatan yang positif, mengarahkan seluruh perhatiannya pada usaha yang dijalankan, dan hasilnya....perubahan yang luar biasa di kehidupannya! Mereka mengalami kemajuan yang berarti dan mensyukuri hal itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kelompok yang lain. Setelah mengikuti seminar, mereka juga tampak bersemangat, bersiap-siap untuk mengadakan perubahan, membuat rencana sedetail mungkin. Sayangnya, setelah beberapa saat, rencana yang dibuat tetaplah rencana. Ada mental block karena kebiasaan yang dijalani selama ini, yakni malas, suka menunda, tidak bisa menerima penolakan, cepat putus asa saat mengalami benturan, serta cara pandang yang negatif terhadap sekelilingnya. Akhirnya mereka kembali ke pola lama dan mulai menyalahkan keadaan di sekelilingnya yang dituduh tidak mendukung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, saat ditanya, Anda pernah mengikuti seminar motivasi? "Oh ya. Saya pernah mengikutinya, seminar yang bagus, pesertanya banyak dan pembicaranya hebat! Tapi, apa yang diajarkan tidak mudah untuk dijalankan. Karena sukses kan milik orang-orang tertentu dan sayangnya saya bukanlah orang itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kelompok yang lain lagi. Setelah mengikuti seminar, mereka pun mulai mencoba membuat perubahan. Sayangnya, upayanya tidak terlalu kuat. Maka, saat orang-orang di sekelilingnya tidak menyukai perubahan yang dicobanya, dia pun merasa dijauhi dan tidak diterima di lingkungannya. Akhirnya, sudah bisa ditebak kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerabat Imelda....Seminar sehebat apapun, teknik secanggih apapun, rumus teori seampuh apapun, selamanya tidak akan mampu mengubah manusia jika manusia itu sendiri tidak mau mengubah dirinya sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, kehidupan adalah ruang kuliah atau tempat belajar tanpa batas. Seorang "pembelajar sejati" bisa menjadi guru bagi dirinya sendiri. Sementara seorang "pembelajar tulen" akan cepat sekali menyerap apa yang terjadi di sekelilingnya dan dengan cerdas mampu mencerna sebagai bahan belajar untuk kemajuan karier dan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi akhirnya semua kembali pada diri sendiri;bagaimana kita mengelola pikiran dan sikap mental dalam menghadapi perubahan, sekaligus secara tegas mau berubah hingga mampu mengaktualisasikan diri sampai ke puncak kesuksesan! Salam sukses luar biasa!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.andriewongso.com/artikel/aw_artikel/3831/Aku_Mau_Berubah/"&gt;SUMBER:Andrie Wongso - www.andriewongso.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-1806198426819884789?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/1806198426819884789/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=1806198426819884789' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/1806198426819884789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/1806198426819884789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/08/aku-mau-berubah.html' title='Aku Mau Berubah'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-904659685093972542</id><published>2011-08-23T21:00:00.000-07:00</published><updated>2011-08-23T21:02:06.162-07:00</updated><title type='text'>Resep dari Malaikat</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Seseorang yang berputus asa karena kesempitan hidupnya memutuskan untuk bunuh diri. Ia mengambil sebilah pisau untuk menikam jantungnya, tetapi tiba-tiba ia merasa takut mati dengan cara itu, maka ia memutuskan untuk bunuh diri dengan meminum racun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara ini pun dia batalkan karena katanya, "saya akan terlalu lama kesakitan. Manjatuhkan diri dari puncak gunung akan merenggut nyawaku lebih cepat," begitu pikirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun setelah sampai dipuncak, ia takut melihat curamnya lembah. Maka ia memutuskan untuk meminta bantuan orang lain agar merenggut nyawanya. Namun, setiap orang yang ditemuinya merasa heran dan enggan memenuhi perminataan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya ia bertemu 'seseorang' yang dimohonnya agar mencabut nyawanya. Yang ditemuinya bertanya:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Apakah Anda mengenal saya?"&lt;br /&gt;"Tidak," jawab orang yang ingin bunuh diri.&lt;br /&gt;"Saya adalah Izrail, malaikat pencabut nyawa," ujar sosok itu.&lt;br /&gt;"Aduhai, telah lama saya mencari Anda. Tolonglah cabut nyawaku!!"&lt;br /&gt;"Tidak! Aku hanya mencabut nyawa jika ada perintah Allah, dan aku belum mendapat perintah-Nya menyangkut dirimu," jawab malaikat pencabut nyawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menguraikan sebab keinginannya mengakhiri hidupnya, malaikat memberinya 'resep' agar memperoleh rezeki, berupa ramuan yang dapat menyembuhkan penyakit. Malaikat berpesan, "Berilah pada pasienmu dan perhatikanlah, jika kau melihatku berada pada arah kepala pasien, maka ketahuilah bahwa ia akan segera mati. Engkau tidak perlu mengobatinya, dan bila Engakau melihatku berada di arah kakinya, maka obatilah ia karena ajal yang ditetapkan Allah baginya belum tiba."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika dia sendiri yang sakit. Ramuan malaikat pun disiapkannya untuk mengobati dirinya, tapi ia melihat malaikat berada pada arah kepalanya, maka ia memutar posisinya, namun malaikat ikut memutar posisi sambil berkata, "Dahulu Engkau enggan hidup dan mengharapkan mati, tapi Allah belum menghendaki. Kini Engkau enggan mati, tapi Allah memerintahkanku mencabut nyawamu. Sudi atau tak sudi, Engkau harus kembali kepada-Nya karena ajalmu telah tiba."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ramadan.detik.com/read/2011/08/01/093817/1693490/985/resep-dari-malaikat"&gt;SUMBER: Dari buku "Yang Ringan Yang Jenaka" karangan M Quraish Shihab&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-904659685093972542?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/904659685093972542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=904659685093972542' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/904659685093972542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/904659685093972542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/08/resep-dari-malaikat.html' title='Resep dari Malaikat'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-6420000255653847340</id><published>2011-08-23T20:59:00.000-07:00</published><updated>2011-08-23T21:00:39.531-07:00</updated><title type='text'>Rahasia Masakan Ibuku</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Selama ini tampaknya para ibu punya rahasia. Setiap kali pergi jauh ke luar kota, rasanya ingin sekali makan masakan ibu. Bahkan, masakan koki di restaurant terkenal belum tentu mengalahkan masakan ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masakan ibu mungkin sederhana, tetapi di setiap sendok dan cecapan rasanya ada yang berbeda, sungguh istimewa. Apakah mungkin caranya memotong setiap sayuran? Apakah penyedap rasa khusus yang dibeli ibu di pasar? Atau ibu pernah belajar memasak dari koki terkenal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan senyumnya yang mendamaikan, ibu menggelengkan kepalanya. Ibu tidak punya teknik khusus untuk memotong sayuran. Tidak pula menggunakan penyedap rasa yang dibeli di pasar, apalagi penyedap rasa dikatakan tak baik untuk kesehatan. Ibu tak pernah memakainya. Ibu juga tak pernah belajar dari koki terkenal. Semua masakan ibu dipelajari lewat turun temurun, dan terkadang lewat potongan resep yang dibaca di tabloid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apa rahasia di balik masakanmu, bu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikeluarkannya sebuah kotak dari dapur. Kotak itu tak terlalu besar, mungkin berukuran 20 x 20 cm. Tampaknya kotak itu sudah tua usianya, bisa jadi ini adalah warisan nenek moyang yang membuat masakan ibu jadi super lezat. Berbinarlah aku hendak diberi tahu rahasia oleh ibu. Sebentar lagi, masakanku pasti sama lezatnya dengan masakan ibu, pikirku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penuh semangat kubuka kotak itu. Matakupun membisu. Dalam bayanganku, ada bumbu rahasia yang digunakan ibu. Namun kotak itu tak lebih dari kotak kayu kosong dengan ukiran indah yang tampak kuno. Ah ibu, aku sedang tak ingin bercanda nih bu. Tunjukkan padaku, apa rahasia masakan ibu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih tersenyum ibu pun memintaku untuk melihat lagi ke dalam kotak tua itu. Kali ini kupejamkan mata terlebih dahulu, berharap setelah ini aku melihat serbuk ajaib dari negeri peri atau semacamnya. Lagi, kubuka mata dan masih kotak kosong di depanku. Aku pun tertunduk lesu. Diraih tanganku oleh ibu, sambil berbisik, diceritakannyalah rahasia masakan ibu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasia yang selama ini seharusnya aku tahu. Bahkan tanpa membuka kotak itu, dan membayangkan serbuk peri, bumbu rahasia, atau semua khayalan bodohku. Ah, ya benar bu. Cintalah yang ada di setiap menu masakanmu. Yang membuatnya istimewa dan mengalahkan menu koki restaurant terkenal manapun. Akan kubawa rahasia masakanmu ini bu, kelak keluarga dan anak cucuku juga akan selalu merindukan masakanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://woman.kapanlagi.com/inspiring/lentera/9074-rahasia-masakan-ibuku.html"&gt;SUMBER:Agatha Yunita - kapanlagi.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-6420000255653847340?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/6420000255653847340/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=6420000255653847340' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/6420000255653847340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/6420000255653847340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/08/rahasia-masakan-ibuku.html' title='Rahasia Masakan Ibuku'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-6493482004374084658</id><published>2011-08-23T20:58:00.000-07:00</published><updated>2011-08-23T20:59:32.782-07:00</updated><title type='text'>Adzan Itu Terus Terngiang Di Telinganya</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Dua bulan lalu saya datang ke Islamic Center. Kedatangan saya tersebut  memang atas undangan panitia sebuah acara yang digelar di tempat itu untuk menjadi pembicara mengenai Islam kepada organisasi-organisasi atau forum non muslim. Kebetulan hari itu ada beberapa warga negara asing yang ikut hadir dalam acara tersebut. Dan saya diberi waktu bicara selama hampir dua jam, dan tak ada reaksi berlebihan saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saat berada dikantor, sekitar pukul satu siang saya didatangi oleh seorang perempuan bule dengan kerudung yang rapih. Saya sedikit terkejut sebab ketika masuk ke ruangan saya dia mengucapkan salam dengan sangat fasih, bahkan hampir saja saya mengira kalau yang bersangkutan itu adalah orang Syam (Palestina, Jordan atau Libanon).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kemudian mempersilahkannya duduk dan menanyakan maksud dan tujuannya serta berasal dari mana. Sesaat kemudian ia menjelaskan tentang dirinya, ia mengaku bernama Helen (nama samaran), ia adalah seorang turis yang berasal dari Amerika Serikat dan bermaksud ingin mengetahui lebih dalam tentang agama Islam. Kebetulan ia turut hadir dalam acara di Islamic Center sehari sebelumnya dan mengetahui dimana saya berkantor dari panitia pelaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian saya mulai bertanya dari mana ia belajar tentang salam hingga bisa sefasih itu. Helen dengan senyum mengmbang mengatakan bahwa ia sangat fasih berbahasa arab karena ia pernah beberapa tahun tinggal di Arab dan belajar bahasa arab. Mendengar hal itu saya hanya bisa mengangguk-anggukan kepala saya. Tanpa terasa percakapan saya dengannya memakan waktu cukup panjang hingga saya akhirnya tahu persis asal-usulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kemudian beratanya mengapa ia sampai memiliki keinginan untuk mengetahui lebih dalam tentang Islam. Dari mulutnya mengalir cerita, bahwa ia telah lama mengenal Islam, dan sejak sepuluh tahun yang lalu ada sesuatu yang selalu mengganjal dalam hidupnya, dan saat ini ia merasa bahwa gangguan itu bisa dapat teratasi dengan kedatanganya ke tempat saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak saya merasa bingung, dan kembali bertanya, apa yang mangganjal dalam hidupnya dan mengapa ia memiliki keyakinan bahwa ganjalan tersebut akan segera hilang saat ia datang ketempat saya. Tiba-tiba saja Helen yang sejak kedatanganya nampak tegar dan selalu tersenyum, kini meneteskan air mata, dan mengungkapkan ganjalan hidup yang selama hampir sepuluh tahun ia rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Helen telah lama memendam keinginan untuk menjadi seorang muslim, namun ada beberapa hal yang ia khawatirkan, terutama tentang karirnya. Ia takut jika masuk Islam karinya akan segera berakhir, karena pengalaman yang dia lihat selama ini di beberapa negara Muslim. Menurutnya, mayoritas wanita Muslim di negara-negara Muslim tidak bekerja dan lebih memperioritaskan dirinya kepada pekerjaan-pekerjaan rumah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kemudian mencoba menjelaskan ke Helen bahwa tidak ada peraturan dalam Islam yang membatasi karir kaum wanita. Walau memang perlu diketahui bahwa karir itu akan dilihat kepada prioritas-prioritas tuntutan hidup. Kalau seandainya menjadi ibu rumah tangga itu menjadi tuntutan utama bagi perempuan, dan ketika dipaksakan untuk meniti karir di luar maka berarti terjadi “kesemrawutan” dalam hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penjelasan-penjelasan yang cukup panjang  itu nampaknya Helen sudah banyak tahu. Cuma ada semacam ketakutan tersendiri bahwa nantinya setelah menjadi Muslim dia akan dilarang untuk berkarir. Kini Helen nampak lebih tenang. Hampir tidak berbicara dan bahkan beberapa kali saya pancing untuk bertanya juga tidak dihiraukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja sekali lagi nampak berlinang airmata dan mengatakan: “Ada sesuatu yang harus saya katakan kepada anda,” katanya sambil mengusap air matanya yang mulai menetes. Sepuluh tahun lalu ia mendengar suara azan saat ia berada di Suriah dan saya mengatakan bahwa suara Adzan orang-orang suriah itu sangat indah, tapi kemudian ia menatap mata saya dengan sungguh-sunguh, sambil mengatakan bahwa suara Azan yang indah tersebut tak pernah mau hilang dari telinganya dan ia merasa bahwa ia harus mendengarkan ajakan itu setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa sadar, saya langsung mengatakan “Subhanallah!”. Ternyata dia juga sudah tahu maknanya. Saya kemudian berkata “Sister, God is loving you. Your heart is being attached to the divine inspiration, and I am sure you are being blessed with that”. Nampak Helen hanya menangis mendengar nasehat-nasehat saya itu. Akhirnya, setelah memanggil dua saksi, Jemie dengan berlinang airmata secara resmi menerima Islam sebagai jalan hidupnya yang baru. Allahu Akbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.perempuan.com/category/story/"&gt;SUMBER:perempuan.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-6493482004374084658?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/6493482004374084658/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=6493482004374084658' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/6493482004374084658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/6493482004374084658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/08/adzan-itu-terus-terngiang-di-telinganya.html' title='Adzan Itu Terus Terngiang Di Telinganya'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-2946938537157985989</id><published>2011-08-23T20:57:00.000-07:00</published><updated>2011-08-23T20:58:18.752-07:00</updated><title type='text'>Kisah Pencari Kayu Bakar</title><content type='html'>Alkisah, di sebuah desa di pinggiran hutan, ada tiga anak muda yang pekerjaan sehari-harinya mencari kayu bakar di hutan. Potongan kayu-kayu kecil yang ada di hutan itu dikumpulkan untuk dijual ke desa lain.Hasilnya, digunakan untuk membeli kebutuhan hidup mereka dan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, ketika sedang mencari kayu bakar, ketiganya menemukan sebuah kotaknya yang aneh. Ketika dibuka, mereka sangat terkejut! Rupanya di dalam kotak itu terdapat begitu banyak perhiasan yang terbuat dari emas. Lalu mereka bertiga berembuk dan keputusannya adalah perhiasan yang mereka temukan itu akan dibagi tiga sama rata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebelum perhiasan itu dibagi, ketiga pemuda itu sepakat untuk makan siang terlebih dahulu. Lalu pemuda yang usianya paling muda diminta mengambil sebatang emas dan pergi ke desa terdekat untuk membeli makanan yang paling enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dia pergi meninggalkan teman-temannya, kedua temannya menyusun rencana untuk membunuhnya agar perhiasan itu bisa dibagi untuk berdua saja; dengan begitu masing-masing akan mendapatkan bagian lebih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu pemuda yang berangkat pergi untuk membeli makanan, tiba-tiba dia juga terpikir suatu pikiran negatif! Dia berpikir, "Jika makanan yang saya beli ini diberi racun, kedua temanku pasti akan meninggal setelah memakannya. Dengan demikian perhiasan itu akan menjadi milikku sepenuhnya!" Maka, setelah membeli makanan, dia lalu mampir ke sebuah kedai yang menjual racun serangga dan diam-diam menaburkannya pada makanan yang baru dibelinya itu. Kemudian, dia bergegas kembali ke hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sampai di tempat perhiasan itu ditemukan, tanpa disangkanya, kedua temannya ini langsung melampiaskan niatnya untuk membunuh, dan pemuda malang itu pun meninggal. Jenazahnya kemudian disingkirkan, dibuang di sebuah semak-semak yang lain. Puas karena niatnya terlaksana, serta merasa sangat lapar, kedua pemuda itu sepakat untuk menikmati makanan yang tadi dibeli oleh temannya. Dengan rakus, mereka malahapnya sampai habis dan akhirnya meninggal karena keracunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat kata, ketiga pemuda ini tewas karena pikiran negatif yang mereka pikirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerabat Imelda, jika kita berpikiran negatif pada seseorang, tentu ada orang lain yang juga akan berpikiran negatif pada diri kita. Inilah hukum timbal-balik; memang tidak kelihatan, tetapi bisa terjadi kapan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran negatif yang dikembangkan tidaklah membawa kebaikan pada diri kita; sebaliknya justru akan membawa kehancuran bagi diri sendiri. Olah karena itu, berpikirlah positif terhadap orang lain, agar ada orang lain yang berpikiran positif terhadap diri kita. Jangan mudah untuk menuduh, menghakimi, dan menilai seseorang sebelum kita mengetahui lebih dekat. Lebih baik kembangkan pikiran netral, yaitu lihatlah dahulu, dengarkan, dan kemudian baru memberikan respons. Ini lebih tepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.andriewongso.com/artikel/artikel_tetap/4196/Kisah_Pencari_Kayu_Bakar/"&gt;SUMBER:Soegianto Hartono - andriewongso.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-2946938537157985989?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/2946938537157985989/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=2946938537157985989' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/2946938537157985989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/2946938537157985989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/08/kisah-pencari-kayu-bakar.html' title='Kisah Pencari Kayu Bakar'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-1244197254262017929</id><published>2011-08-23T20:54:00.000-07:00</published><updated>2011-08-23T20:57:00.090-07:00</updated><title type='text'>Kebaikan Lewat Segelas Susu</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Cerita ini disarikan seperti tulisan asli di sebuah blog, seperti dikisahkan oleh seorang dokter bernama Howard Kelly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, seorang anak laki-laki berkeliling dari rumah ke rumah untuk mengantarkan koran seperti biasanya. Karena dari keluarga kurang mampu, ia harus terbiasa bekerja sejak kecil untuk membiayai sekolahnya sendiri. Bekerja sepanjang hari terkadang ia harus menahan lapar, tanpa makan dan tanpa minum. Hal itu sudah biasa ia rasakan, sampai suatu saat ia tak mampu menahan rasa lapar di perutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, tidak. Aku harus makan sesuatu, perutku terasa sangat sakit," katanya bergumam pada diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun memutuskan, di rumah terakhir nanti ia akan memberanikan diri meminta makanan untuk ia sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Ia pun mulai melatih setiap kalimat yang akan ia katakan. "Permisi, saya hendak mengantarkan koran. Bolehkah saya meminta sesuatu untuk dimakan?" gumamnya lagi. Berulangkali kalimatnya dibenarkan dan disusunnya ulang. Dalam hatipun ia berdoa, semoga pemilik rumah terakhir nanti berbaik hati memberikannya sepiring nasi goreng untuk mengenyangkan perutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak disangka, begitu pintu dibuka, sang anak tersebut justru gugup. Ia takut bahwa ia akan diusir dan dimaki. Alhasil, dari bibirnya ia hanya dapat berkata, "bolehkah aku meminta segelas air putih. Aku haus," katanya. Namun wanita muda yang membukakan pintunya tahu benar, anak kecil itu tampak lemah dan kelaparan. "Harus bangun sepagi ini dan mengantarkan koran, kau pasti kelaparan," kata wanita itu sambil menyodorkan segelas penuh susu kental. Diminumnya susu itu perlahan, "berapa aku harus membayarnya?" tanyanya polos. Wanita itu menjawab, "tak ada yang harus kau bayar. Ibuku mengajarkan untuk tidak mengharapkan apapun saat berbuat kebaikan." Setelah hari itu, Howard Kelly, anak kecil pengantar koran itu selalu hidup dalam semangat dan tak kenal menyerah. Ia berjuang keras untuk mencukupi kebutuhan sekolahnya, serta tak menyia-nyiakan kesempatannya bersekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahun-tahun kemudian, Dr. Howard Kelly mendapat panggilan kritis dari salah seorang pasien yang baru saja dibawa dengan ambulan. Melihat kota asal pasien wanitanya yang merupakan kota kelahirannya, ia pun bergegas dengan penuh rasa penasaran. Memeriksa dengan cermat, Dr. Howard Kelly tak akan pernah lupa tatapan lembut wanita yang lekat dalam ikatannya. Ya, belasan tahun lalu, wanita itu telah menyodorkan segelas susu hangat kental agar ia tak kelaparan. Dan kali ini, tiba giliran Howard membalas ketulusan dan kebaikan hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Howard Kelly, memutuskan menyembuhkan wanita tersebut sepenuh hati. Menanggung semua biaya rumah sakit dan memeriksa setiap inci tubuh wanita tersebut untuk memastikan ia sudah sehat dan siap pulang ke rumah. Wanita tua itupun cemas, memegang sebuah amplop tagihan rumah sakit. Dan saat membaca isi amplop tersebut ia hanya bisa takjub, air mata perlahan menetes di pipinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Howard Kelly berkata "Paid in full with one glass of milk"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebaikan dalam segelas susu, dibalas beratus kali lipat dengan sebuah jasa tak terkira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://woman.kapanlagi.com/inspiring/lentera/9220-kebaikan-lewat-segelas-susu.html"&gt;SUMBER:kapanlagi.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-1244197254262017929?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/1244197254262017929/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=1244197254262017929' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/1244197254262017929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/1244197254262017929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/08/kebaikan-lewat-segelas-susu.html' title='Kebaikan Lewat Segelas Susu'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-2396951366509045850</id><published>2011-08-23T20:53:00.000-07:00</published><updated>2011-08-23T20:54:37.889-07:00</updated><title type='text'>KACA JENDELA YANG KOTOR</title><content type='html'>Ada sebuah quote dari William Blake yang berbunyi: "If the doors of perception were cleansed, everything would appear as it is – infinite. – Jika pintu persepsi dibersihkan, segala hal akan nampak sebagaimana adanya – sangat luar biasa." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah...sebelum saya menjelaskan maksud dari quote tadi, saya akan menceritakan sebuah peristiwa yang dialami sepasang suami istri. Pasangan tersebut baru pindah ke sebuah kontrakan baru di kampung padat penduduk. Setiap pagi di depan rumah mereka banyak orang sibuk mencuci dan menjemur pakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari I, sang istri berkomentar, "Aneh ya, kenapa orang-orang kalau mencuci pakaian sama sekali tidak bersih. Kotorannya masih tebal begitu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu berlalu, dan sang istri selalu berkomentar bahwa cucian warga yang dijemur di depan kontrakan mereka itu masih sangat kotor. Selama seminggu sang suami hanya diam saja mendengar komentar-komentar istrinya. Lalu pada hari ke-8, si istri memberikan komentar lagi seperti biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah, itu baru bersih. Pak, lihat cucian mereka sekarang menjadi bersih sekali. Tapi kenapa kemarin-kemarin cucian mereka begitu kotor ya?" gumam si istri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tadi pagi saya bangun pagi-pagi sekali. Saya bersihkan semua kaca jendela rumah kita sampai betul-betul bersih," jawab suaminya seraya pergi meninggalkan si istri yang masih terperangah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan ini berkaitan erat dengan persepsi, yaitu cara pandang berdasarkan pola pikir dan perilaku individu masing-masing. Setiap orang dapat mendeskripsikan situasi atau kejadian secara berbeda berdasarkan penglihatan mereka. Persepsi itu akan mempengaruhi pola pikir serta tindakan kita selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realitas kehidupan ini terbentuk oleh persepsi kita atau cara pandang kita terhadap segala sesuatu. Apa yang Anda yakini, itulah yang Anda terima. Tetapi seandainya kita mampu mengubahnya (persepsi) menjadi positif, maka segala sesuatu dalam kehidupan ini akan nampak lebih menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Wayne Dyer mengatakan, "When you change the way you look at things, the things you look at change. – Ketika Anda mengubah cara pandang terhadap sesuatu, maka apa yang Anda lihat akan berubah." Inilah beberapa hal pokok untuk menghancurkan persepsi negatif dan menciptakan kehidupan yang seharusnya Anda nikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama adalah selalu berusaha membiasakan diri fokus pada nilai-nilai positif, maka persepsi kita menjadi lebih positif. Contoh ketika kita fokus pada kekurangan seseorang, maka kita akan terus mencari kekurangannya. Tetapi jika kita fokus pada kebaikan seseorang, maka kita akan terus berusaha mencari kebaikan di dalam dirinya dan semakin tertarik pada orang tersebut, bahkan terinspirasi olehnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sama seperti awal orang sedang dalam masa pacaran, pasti masing-masing memandang pasangan serasa tak memiliki kekurangan karena yang terlihat kelebihannya saja. Hari-hari senantiasa romantis, sebab dalam hubungan itu masing-masing hanya fokus pada sifat-sifat yang positif dan menarik. Semakin ia fokus pada kualitas positif, maka ia pun melihat pasangan semakin menakjubkan sehingga makin jatuh cinta. Begitupun sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara lain untuk menjaga persepsi Anda tetap positif adalah dengan selalu berpikir dan bersikap optimis. Saya sangat sependapat dengan Henry Ford yang pernah mengatakan, "If you think you can or if you think you can't either way you're always right. – Jika Anda berpikir Anda bisa atau jika Anda berpikir tidak bisa, itu pasti terjadi." Berpikir dan bersikap optimis tentu membantu persepsi Anda lebih jernih, sehingga nampak jelas peluang-peluang baru yang dapat menolong situasi Anda atau memandu Anda menuju sukses dan kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikir terbuka dan bersedia belajar tentang banyak hal merupakan salah satu upaya untuk menjernihkan persepsi. Kehidupan ini sangat lengkap artinya terdiri dari beragam situasi, sebab, macam, dan lain sebagainya. Tidak mungkin seseorang menguasai semua ilmu atau menyelami pikiran banyak orang di dunia. Jadi sebaiknya jangan terburu-buru menciptakan kesimpulan, melainkan mencari pelajaran positif yang dapat dipetik sebagai bekal untuk berpikir dan bertindak lebih bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda masih ingat.Beberapa waktu yang lalu, media cetak maupun elektronik di tanah air bahkan luar negri sedang dihebohkan video asusila artis papan atas. Jika benar mereka melakukan tindak asusila itu, bukan berarti semua perilaku mereka negatif. Alangkah bijaksana jika kita menjadikan hal itu sebagai pembelajaran untuk tidak mencoba melanggar norma susila, agama maupun hukum, apapun profesi yang kita jalani, karena dampak buruknya sangat luar biasa tak hanya merugikan diri sendiri tetapi juga keluarga dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saya perhatikan, orang-orang yang hidupnya cukup sukses di dunia ini senantiasa menjaga persepsi mereka tetap positif. Sehingga sikap dan tindakan mereka juga positif, contohnya tekun berusaha, rendah hati, disiplin, cermat atau berhati-hati dalam segala hal dan lain sebagainya. Disamping itu, mereka mampu melakukan tanggung jawab dengan baik dan menghasilkan karya luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persepsi seumpama `kaca jendela' untuk melihat segala sesuatu nampak baik atau buruk. Ketika Anda mampu menjadikan persepsi selalu positif, maka Anda juga mempunyai kekuatan untuk melihat segala hal dengan lebih jernih, penuh optimisme, semangat, kasih sayang dan cinta, dan lain sebagainya, sehingga membantu Anda selalu bersikap positif dan tidak menyerah pada keadaan sesulit apapun untuk meraih sukses dan kebahagiaan. Oleh sebab itu, jika Anda ingin mencapai hasil akhir yang menyenangkan, maka jangan pernah membiarkan 'kaca jendela' Anda kotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://motivatorindonesia.com/artikel/artikel-motivasi/kaca-jendela-yang-kotor-andrew-ho.html"&gt;SUMBER:Andrew Ho - motivatorindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-2396951366509045850?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/2396951366509045850/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=2396951366509045850' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/2396951366509045850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/2396951366509045850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/08/kaca-jendela-yang-kotor.html' title='KACA JENDELA YANG KOTOR'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-2237716146027936855</id><published>2011-08-23T20:52:00.000-07:00</published><updated>2011-08-23T20:53:19.377-07:00</updated><title type='text'>Senang di Dunia, Senang di Akhirat</title><content type='html'>&lt;br /&gt;Hampir setiap malam, di teras rumah yang berada di depan rumah saya —maksud saya: rumah kontrakan saya— di daerah pinggiran Jakarta, beberapa pemuda selalu menghabiskan waktu selama beberapa jam untuk bersenang-senang: menikmati lintingan ganja. Duduk melingkar sambil membicarakan apa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah-wajah mereka kusam. Mata di wajah mereka merah. Suara-suara mereka terdengar berat khas orang mabuk. Terkadang tertawa terbahak-bahak. Kencang. Dalam kondisi seperti itu tentu saja mereka tidak bisa diharapkan untuk memahami suasana. Justru kami —saya dan beberapa penghuni kontrakan lain, para pendatang— seolah-olah yang diharuskan memahami kesenangan para pemuda setempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membiarkan mereka meski kegaduhan mereka terkadang mengganggu. Apalagi rumah yang terasnya mereka tempati untuk nongkrong, penghuninya adalah keluarga muda yang memiliki bayi baru berumur sekian bulan. Mungkin, para pemuda itu berpikir: kami tidak akan berbuat macam-macam jika kalian membiarkan kami menikmati kesenangan kami. Padahal dengan seperti itu pun mereka sudah berbuat macam-macam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka akan bubar jika lintingan-lintingan ganja itu telah habis. Setelah itu mereka melanjutkan dengan kesenangan yang lain, yaitu bermain remi sambil berjudi kecil-kecilan, sampai dini hari. Hampir setiap hari mereka seperti itu. Kecuali jika mereka kehabisan 'bekal'. Untuk beberapa hari, teras rumah yang berada di depan rumah saya itu akan sepi. Setelah bekal kembali terkumpul, mereka pun melanjutkan kesenangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali melihat para pemuda itu menikmati kesenangan mereka, saya selalu teringat kisah dalam al-Risslah al-Qusyayriyyah fi 'Ilm al-Tashawwuf, sebuah kitab tentang tasawuf yang telah berusia lebih dari seribu tahun karya Abu Qasim al-Qusyairi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, seorang sufi bernama Ma'ruf al-Kurkhi sedang duduk-duduk bersama murid-muridnya. Kemudian, lewatlah rombongan yang tampaknya sedang merayakan sesuatu. Mereka memainkan alat-alat musik dan bernyanyi-nyanyi sambil meminum minuman keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lihatlah orang-orang itu," kata salah seorang muridnya. "Mereka berbuat maksiat secara terang-terangan. Mereka tidak malu kepada Tuhan. Maka, apalagi kepada sesama manusia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Doakanlah mereka agar celaka," kata si murid kepada Ma'ruf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mana-mana, guru akan selalu lebih bijak daripada murid-muridnya. Sebab itulah orang Jawa mengatakan, 'guru' adalah singkatan dari 'digugu lan ditiru' yang artinya 'dituruti dan diteladani'. Jika ada orang yang dianggap guru tapi tak berperilaku selayaknya guru, sehingga tak patut digugu lan ditiru, ia akan tetap menjadi guru, hanya saja dengan singkatan yang berbeda, yaitu 'guru' singkatan dari 'wagu tur saru' yang artinya 'tak pantas dan cabul'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma'ruf al-Kurkhi kemudian mengangkat tangannya. Ia berdoa, "Ya Tuhanku! Seperti mereka bisa bersenang-senang di dunia ini, buatlah mereka bisa bersenang-senang di akhirat nanti."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami tidak memintamu berdoa seperti itu," kata si murid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma'ruf al-Kurkhi menjawab, "Jika di akhirat kelak mereka bisa bersenang-senang, artinya Tuhan mengampuni maksiat mereka di dunia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma'ruf ingin mengajarkan kepada para muridnya bahwa dunia adalah tempat kemungkinan-kemungkinan. Apa yang tampak buruk tidak selalu akan berakhir tetap dalam kondisi buruk. Sebab itu, ia tak perlu dikutuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerabat Imelda/ Itulah yang disebut dengan al-raja' dalam ilmu tasawuf, yaitu mengharap segala sesuatu menjadi baik, atau berakhir dengan kebaikan. Orang yang menjaga al-raja' dalam dirinya tidak akan pernah merasa puas dengan kebaikan, dan sebab itu ia tidak mengutuk keburukan, tapi berharap keburukan itu akan menjadi atau berakhir dengan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ramadan.detik.com/read/2010/08/30/102705/1430836/630/senang-di-dunia-senang-di-akhirat"&gt;SUMBER:Juman Rofarif - detikramadan.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-2237716146027936855?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/2237716146027936855/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=2237716146027936855' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/2237716146027936855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/2237716146027936855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/08/senang-di-dunia-senang-di-akhirat.html' title='Senang di Dunia, Senang di Akhirat'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-7302596368725568535</id><published>2011-07-30T20:51:00.000-07:00</published><updated>2011-07-30T20:53:21.867-07:00</updated><title type='text'>KAMU SANGAT DIBERKATI</title><content type='html'>pernah nggak sih anda merasakan kalo hidup itu bener-bener ‘bad’ dan nggak berarti lagi dan berharap, coba kalo kita bisa ada di kehidupan yang lain! saya akui, saya cukup sering merasa begitu.&lt;br /&gt;saya pikir, hidup ini kayanya cuma nambahin kesulitan-kesulitan saya aja! ‘kerja menyebalkan’, hidup tak berguna’, dan nggak ada sesuatu yang beres!&lt;br /&gt;tapi semua itu berubah… sejak kemarin…&lt;br /&gt;pandangan saya tentang hidup ini benar-benar telah berubah! tepatnya terjadi setelah saya bercakap-cakap dengan teman saya. ia mengatakan kepada saya bahwa walau ia mempunyai 2 pekerjaan dan berpenghasilan sangat minim setiap bulannya, namun ia tetap merasa bahagia dan senantiasa bersukacita.&lt;br /&gt;saya pun jadi bingung, bagaimana bisa ia bersukacita selalu dengan gajinya yang minim itu untuk menyokong kedua orangtuanya, mertuanya, istrinya, 2 putrinya, ditambah lagi tagihan-tagihan rumah tangga yang numpuk!&lt;br /&gt;kemudian ia menjelaskan bahwa itu semua karena suatu kejadian yang ia alami di india. hal ini dialaminya beberapa tahun yang lalu saat ia sedang berada dalam situasi yang berat.&lt;br /&gt;setelah banyak kemunduran yang ia alami itu, ia memutuskan untuk menarik nafas sejenak dan mengikuti tur ke india. ia mengatakan bahwa di india, ia melihat tepat di depan matanya sendiri bagaimana seorang ibu memotong tangan kanan anaknya sendiri dengan sebuah golok!!&lt;br /&gt;keputusasaan dalam mata sang ibu, jeritan kesakitan dari seorang anak yang tidak berdosa yang saat itu masih berumur 4 tahun! terus menghantuinya sampai sekarang.&lt;br /&gt;kamu mungkin sekarang bertanya-tanya, kenapa ibu itu begitu tega melakukan hal itu? apa anaknya itu ’so naughty’ atau tangannya itu terkena suatu penyakit sampai harus dipotong? ternyata tidak!&lt;br /&gt;semua itu dilakukan sang ibu hanya agar anaknya dapat …mengemis…!&lt;br /&gt;ibu itu sengaja menyebabkan anaknya cacat agar dikasihani orang-orang saat mengemis di jalanan! saya benar-benar tidak dapat menerima hal ini, tetapi ini adalah kenyataan!&lt;br /&gt;hanya saja hal mengerikan seperti ini terjadi di belahan dunia yang lain yang tidak dapat saya lihat sendiri!&lt;br /&gt;kembali pada pengalaman sahabat saya itu, ia juga mengatakan bahwa setelah itu ketika ia sedang berjalan-jalan sambil memakan sepotong roti, ia tidak sengaja menjatuhkan potongan kecil dari roti yang ia makan itu ke tanah. kemudian dalam sekejap mata, segerombolan anak kira-kira 6 orang anak sudah mengerubungi potongan kecil dari roti yang sudah kotor itu… mereka berebutan untuk memakannya! (suatu reaksi yang alami dari kelaparan).&lt;br /&gt;terkejut dengan apa yang baru saja ia alami, kemudian sahabatku itu menyuruh guidenya untuk mengantarkannya ke toko roti terdekat.&lt;br /&gt;ia menemukan 2 toko roti dan kemudian membeli semua roti yang ada di kedua toko itu! pemilik toko sampai kebingungan, tetapi ia bersedia menjual semua rotinya. kurang dari $100 dihabiskan untuk memperoleh 400 potong roti (jadi tidak sampai $0,25 / potong) dan ia juga meng- habiskan kurang lebih $ 100 lagi untuk membeli barang keperluan sehari-hari. kemudian ia pun berangkat kembali ke jalan yang tadi dengan membawa satu truk yang dipenuhi dengan roti dan barang-barang keperluan sehari-hari kepada anak-anak (yang kebanyakan cacat) dan beberapa orang-orang dewasa disitu! ia pun mendapatkan imbalan yang sungguh tak ternilai harganya, yaitu kegembiraan dan rasa hormat dari orang-orang yang kurang beruntung ini!&lt;br /&gt;untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasa heran bagaimana seseorang bisa melepaskan kehormatan dirinya hanya untuk sepotong roti yang tidak sampai $ 0,25! ia mulai bertanya-tanya pada dirinya sendiri, betapa beruntungnya ia masih mempunyai tubuh yang sempurna, pekerjaan yang baik, juga keluarga yang hangat. juga untuk setiap kesempatan dimana ia masih dapat berkomentar mana makanan yang enak, mempunyai kesempatan untuk berpakaian rapi, punya begitu banyak hal dimana orang-orang yang ada di hadapannya ini amat kekurangan!&lt;br /&gt;sekarang aku pun mulai berpikir seperti itu juga! sebenarnya, apakah hidup saya ini sedemikian buruknya? tidak, sebenarnya tidak buruk sama sekali!! nah, bagaimana dengan kamu?&lt;br /&gt;mungkin di waktu lain saat kamu mulai berpikir seperti aku, cobalah ingat kembali tentang seorang anak kecil yang harus kehilangan sebelah tangannya hanya untuk mengemis di pinggir jalan!&lt;br /&gt;saudara, banyak hal yang sudah kita alami dalam menjalani kehidupan kita selama ini, sudahkah kita bersyukur? apakah kita mengeluh saja dan selalu merasa tidak puas dengan apa yang sudah kita miliki?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini/ di ambil dari note theresia ratih sawitridjati/ dari milis motivasi/ untuk inspirasi pagi imelda fm//&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-7302596368725568535?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/7302596368725568535/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=7302596368725568535' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/7302596368725568535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/7302596368725568535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/07/kamu-sangat-diberkati.html' title='KAMU SANGAT DIBERKATI'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-7619855544935440573</id><published>2011-07-30T20:49:00.000-07:00</published><updated>2011-07-30T20:51:17.505-07:00</updated><title type='text'>TINDAKAN LEBIH PENTING DARIPADA PENGETAHUAN</title><content type='html'>PADA SUATU HARI SEORANG ILMUWAN TERKENAL BERTANYA KEPADA GURU AGAMANYA, "PAK, APAKAH INTI PENTING DI DALAM AGAMA?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"JANGAN MELAKUKAN SEGALA DOSA, SEBALIKNYA JALANKAN SEMUA AMAL DAN KEBAIKAN,” JAWABNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ILMUWAN ITU MENGANGGAP BAHWA ITU ADALAH JAWABAN STANDAR YANG TERLALU LUAS DAN KURANG JELAS. "APA YANG BAPAK KATAKAN ITU TERLALU SEDERHANA. ANAK BERUSIA TIGA TAHUN PUN AKAN SUDAH TAHU JAWABAN SEPERTI ITU," TIMPALNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“MEMANG ANAK SEUSIA ITU JUGA AKAN MENGERTI, TAPI ORANG TUA YANG TELAH BERUSIA DELAPAN PULUH TAHUN BELUM TENTU BISA MELAKUKANNYA,” SAHUT GURU AGAMA ITU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PESAN:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APA YANG TELAH DIUNGKAPKAN OLEH SANG ILMUWAN SANGAT SERING KITA TEMUKAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI. BANYAK ORANG YANG CUKUP PINTAR DAN MENGERTI TENTANG RAMBU-RAMBU KEHIDUPAN/  DARI ILMU PENGETAHUAN YANG MEREKA PELAJARI/ SEMINAR, BUKU, TELEVISI DAN LAIN SEBAGAINYA. MISALNYA BILA KITA INGIN SUKSES, MAKA KITA HARUS BERSIKAP POSITIF (LEBIH RAMAH, DISIPLIN, JUJUR, GIGIH BERUSAHA, DAN LAIN SEBAGAINYA) SERTA MENJAUHI TINDAK NEGATIF (KORUPSI, KOLUSI DAN NEPOTISME, MENGHASUT, MENIPU DAN LAIN SEBAGAINYA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TETAPI HANYA SEBAGIAN KECIL DIANTARA KITA YANG BENAR-BENAR SUKSES DAN BAHAGIA. BANYAK JUGA ORANG PINTAR YANG MELANGGAR ATURAN NEGARA MAUPUN AGAMA, MISALNYA BERBUAT KORUPSI, PEMBUNUHAN, PRAKTIK ILEGAL DAN TINDAK KRIMINAL LAINNYA. MENGAPA? KARENA SEMUA PENGETAHUAN ITU HANYA SEBATAS WACANA ATAU TIDAK BERLANJUT KEDALAM TINDAKAN NYATA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KUNCI KEBAHAGIAAN DAN KEBERHASILAN DALAM KEHIDUPAN SETELAH MENCARI ILMU PENGETAHUAN ADALAH MEMPRAKTEKKAN SEMUA ILMU PENGETAHUAN TERSEBUT KEDALAM TINDAKAN NYATA. SEGUDANG ILMU PENGETAHUAN TIDAK AKAN BERMANFAAT BILA KITA SENDIRI TIDAK MENJALANKANNYA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BENJAMIN DISRAELI berkata : “TINDAKAN TIDAK SELALU MEMBAWA KEBAHAGIAAN, TETAPI TIDAK ADA KEBAHAGIAAN TANPA TINDAKAN,” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEBALIKNYA, BETAPAPUN SEDERHANA ILMU PENGETAHUAN YANG KITA MILIKI AKAN MEMILIKI KEKUATAN YANG DAHSYAT JIKA KITA MENGGUNAKANNYA SETIAP HARI DAN SETIAP SAAT. CONTOH SEDERHANA MISALNYA KITA KETAHUI BAHWA BERSIKAP DISIPLIN, JUJUR DAN TERSENYUM ATAU RAMAH KEPADA SEMUA ORANG ITU BAIK. PENGETAHUAN TERSEBUT AKAN MEMBERIKAN MANFAAT LEBIH DAHSYAT TERHADAP BERBAGAI HAL TERMASUK KESUKSESAN DAN SUASANA HATI BILA KITA SENANTIASA MEMPRAKTEKKANNYA. OLEH SEBAB ITU LATIHLAH DIRI KITA SENANTIASA MELAKUKAN TINDAKAN NYATA ATAS APA YANG SUDAH KITA KETAHUI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.andriewongso.com/artikel/viewarticleprint.php?idartikel=591 "&gt;SUMBER : ANDREW HO - ANDREWONGSO.COM&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-7619855544935440573?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/7619855544935440573/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=7619855544935440573' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/7619855544935440573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/7619855544935440573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/07/tindakan-lebih-penting-daripada.html' title='TINDAKAN LEBIH PENTING DARIPADA PENGETAHUAN'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-6323652587430202975</id><published>2011-07-30T20:31:00.003-07:00</published><updated>2011-07-30T20:37:04.715-07:00</updated><title type='text'>PELAJARAN HIDUP DI STASIUN JATINEGARA</title><content type='html'>Ketika pulang tugas audit dari surabaya Kereta Argo angrek yang saya tumpangi dari Stasiun Pasar turi surabaya perlahan-lahan memasuki stasiun Jatinegara. Para penumpang yang akan turun di Jatinegara saya lihat sudah bersiap-siap di depan pintu, karena sudah di jemput oleh keluarga. suasana jatinegara penuh sesak seperti biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, dari jendela, saya lihat beberapa orang porter/buruh angkut berlomba lebih dulu masuk ke kereta yang masih melaju. Mereka berpacu dengan kereta, persis dengan kehidupan mereka yang terus berpacu dengan tekanan kehidupan kota Jakarta. Saat kereta benar-benar berhenti, kesibukan penumpang yang turun dan porter yang berebut menawarkan jasa kian kental terasa. Sementara di luar kereta saya lihat kesibukan kaum urban yang akan menggunakan kereta. Mereka kebanyakan berdiri,karena fasilitas tempat duduk kurang memadai. Sebuah lagu lama PT. KAI yang selalu dan selalu diputar dengan setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba terdengar suara anak kecil membuyarkan keasyikan saya mengamati perilaku orang-orang di Jatinegara. Saya lihat seorang bocah berumur sekitar 10 tahun berdiri disamping saya. Kondisi fisiknya menggambarkan tekanan kehidupan yang berat baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulitnya hitam dekil dengan baju kumal dan robek-robek disana-sini. Tubuhnya kurus kering tanda kurang gizi. “Ya?” Tanya saya kepada anak itu karena saya tadi konsentrasi saya melihat orang-orang di luar kereta. “Maaf, apakah air minum itu sudah tidak bapak butuhkan ?” katanya dengan penuh sopan sambil jarinya menunjuk air minum di atas tempat makanan dan minum samping jendela. Pandangan saya segera mengikuti arah telunjuk si bocah. Oh, air minum dalam kemasan gelas dari katering kereta yang tidak saya minum. Saya bahkan sudah tidak peduli sama sekali dengan air itu. Semalam saya hanya minta air minum dalam kemasan gelas untuk jaga-jaga dan menolak nasi yang diberikan oleh pramugara. Perut saya sudah cukup terisi dengan makan di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak. Mau ? Nih…” kata saya sambil memberikan air minum kemasan gelas kepada bocah itu. Diterimanya air itu dengan senyum simpul. Senyum yang tulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menit kemudian, saya lihat dari balik jendela kereta, bocah tadi berjalan beririringan dengan 3 orang temannya. Masing-masing membawa tas kresek di tangannya. Ke empat anak itu kemudian duduk melingkar dilantai emplasemen. Mereka duduk begitu saja. Mereka tidak repot-repot membersihkan lantai yang terlihat kotor. Masing- masing kemudian mengeluarkan isi tas kresek masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya perhatikan, rupanya isinya adalah “harta karun” yang mereka temukan di atas kereta. Saya lihat ada roti yang tinggal separoh, jeruk medan, juga separuh; sisa nasi catering kereta, dan air minum dalam kemasan gelas !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya dengan rukun mereka saling berbagi “harta karun” temuan mereka dari kereta. Saya lihat bocah paling besar menciumi nasi bekas catering kereta untuk memastikan apakah sudah basi atau belum. Tanpa menyentuh sisa makanan, kotak nasi itu kemudian disodorkan pada temannya. Oleh temannya, nasi sisa tersebut juga dibaui. Kemudian, dia tertawa dengan penuh gembira sambil mengangkat tinggi-tinggi sepotong paha ayam goreng. Saya lihat, paha ayam goreng itu sudah tidak utuh. Nampak jelas bekas gigitan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi si bocah tidak peduli, dengan lahap paha ayam itu dimakannya. Demikian juga makanan sisa lainnya. Mereka makan dengan penuh lahap. Sungguh, sebuah “pesta” yang luar biasa. Pesta kemudian diakhiri dengan berbagi air minum dalam kemasan gelas !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyaksikan itu semua, saya jadi tertegun. Saya lihat sendiri persis di depan mata, potret anak-anak kurang beruntung yang mencoba bertahan dari kerasnya kehidupan. Nampaknya hidup mereka adalah apa yang mereka peroleh hari itu. Hidup adalah hari ini. Esok adalah mimpi dan misteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cita-cita ?&lt;br /&gt;Masa Depan ? Lebih absurd lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya pribadi, pelajaran berharga yang saya petik adalah, bahwa saya harus makin pandai bersyukur atas segala rejeki dan nikmat yang diberikan oleh Tuhan. Dan tidak lagi memandang sepele hal yang nampak sepele, seperti misalnya: air minum kemasan gelas. Karena bisa jadi sesuatu yang bagi kita sepele, bagi orang lain sangat berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER: www.kisahinspiratif.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-6323652587430202975?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/6323652587430202975/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=6323652587430202975' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/6323652587430202975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/6323652587430202975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/07/pelajaran-hidup-di-stasiun-jatinegara.html' title='PELAJARAN HIDUP DI STASIUN JATINEGARA'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20918084.post-2472675455696037115</id><published>2011-07-30T20:31:00.002-07:00</published><updated>2011-07-30T20:36:03.674-07:00</updated><title type='text'>Menari Dengan Alunan Cinta</title><content type='html'>"Love is like playing the piano. First you must learn to play by the rules, then you must forget the rules and play from your heart."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dua hati merasakan nyaman dan aman, di situlah saatnya dua hati menjalin suatu hubungan. Melangkah di awal mungkin adalah suatu hal yang agak sulit. Ada kalanya Anda harus menyesuaikan langkah dengan kekasih Anda. Yah itulah aturan dalam bercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintai bukanlah hal yang sulit dan rumit. Anda hanya harus mengerti dan menjalankan semua aturan yang ada. Jika memang Anda ingin hubungan yang bahagia, ikuti saja aturan demi aturan tersebut. Pertama-tama, Anda harus memupuk kepercayaan di dalam hati masing-masing. Percaya bahwa perasaan yang Anda miliki mampu membuat dia nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya Anda harus saling mengerti, mengalah dan jujur. Layaknya bermain piano, Anda harus mengenal dan mengerti nada demi nada yang Anda mainkan. Berpikirlah seolah Anda adalah dirinya. Tempatkan diri Anda di posisinya setiap kali Anda hendak melakukan sesuatu. Dengan demikian, segala sesuatu dapat dilakukan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian segala sesuatu akan mengalir dengan dirinya. Perasaan itu kian dalam dan menyatu. Sampai Anda tak perlu lagi menjalani semuanya dengan aturan-aturan yang pernah Anda pelajari pada awalnya. Karena ketika hati berbicara, tak satupun nada yang terdengar sumbang. Sebuah lagu cinta akan dimainkan dengan sangat baik. Membawa kedamaian dan kebahagiaan bagi pemain dan pendengarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://woman.kapanlagi.com/inspiring/lentera/418-menari-dengan-alunan-cinta.html"&gt;SUMBER: Agatha Yunita - kapanlagi.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20918084-2472675455696037115?l=inspirasipagi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/feeds/2472675455696037115/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20918084&amp;postID=2472675455696037115' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/2472675455696037115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20918084/posts/default/2472675455696037115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inspirasipagi.blogspot.com/2011/07/menari-dengan-alunan-cinta.html' title='Menari Dengan Alunan Cinta'/><author><name>inspirasipagi.imeldafm</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13939562656653649112</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
