Saat ditanya apakah semua orang ingin kaya raya, maka jawabnya pasti satu suara: "yaa..." Tapi begitu dimintai alasannya, deretan motivasi pun menyeruak keluar.
Ada yang ingin berduit banyak supaya bisa belanja sepuasnya. Lainnya ngiler untuk bisa keliling dunia. Tak jarang pula kekayaan itu jugalah yang jadi alasan agar tak perlu capek bekerja lagi.
Lalu, apa alasan Anda? Pernahkah Anda memikirkannya?
Beberapa orang tampaknya bisa kaya dengan mudah. Hanya bicara sedikit, uang pun mengalir dengan mudah. Sebut saja seperti pembicara seminar atau pedagang yang ahli dalam promosi. Namun, tak sedikit pula yang meski sudah bersusah payah, tapi tetap saja melarat.
Apa ya 'nasib' perbedaan mereka itu?
Kerabat Imelda...Percaya atau tidak, apa yang menjadi motivasi sebetulnya turut menentukan bisa kaya/ tidak diri kita ini.
Bagi orang yang ingin kaya untuk alasan bersenang-senang saja misalnya, meski sudah kaya (katakanlah ia baru menang lotre), ia tetap akan jatuh miskin. Kenapa? Karena saat punya uang lebih sedikit saja, sudah dipakai untuk hura-hura, lalu bagaimana kekayaan itu bisa bertahan?
Sebaliknya, seseorang yang ingin kaya dengan motivasi tulus dan jauh dari egois, misalnya agar bisa membantu orang lain, maka bukan hanya harta yang bakal ia dapat, melainkan juga kepercayaan.
Orang demikian biasanya sudah belajar memberi bahkan di saat ia belum punya apa-apa, dan sikap murah hati tersebut membuat orang lain percaya bahwa ia memang bisa mengolah harta dengan bijak. Tidak egois atau korupsi. Dengan begitu, kepercayaan, bantuan, proyek, hingga uluran dana, mengalir dengan mudahnya.
Jadi benar bukan bahwa kaya itu bukan soal uangnya, tapi tentang motivasinya. Motivasi Anda?
SUMBER: Mega Aprilianti - kapanlagi.com
Bagi Kerabat Imelda yang ingin mendapatkan kisah-kisah yang di on-airkan dalam Inspirasi Pagi Imelda FM, silahkan untuk mengunjungi website kami di www.radioimeldafm.com .Adapun blog Inspirasi Pagi ini tidak akan mengupdate lagi kisah-kisah Inspirasi Pagi. Thanks for visiting our blog! #muchLove :)
Saturday, February 26, 2011
Mata Ayah
Cerita ini berawal di sebuah sudut kota. Disana ada seorang remaja, sebut saja namanya Den. Di rumah, Den cuma hidup dengan ayahnya. Kakak-kakak Den sudah menikah dan tidak tinggal di rumahnya lagi. Den adalah seorang siswa kelas 2 SMU. Den juga suka bermain sepak bola. Ia sangat menyukai olah raga itu. Den cukup aktif di dalam klub sepak bola di kotanya. Den mendapat dukungan yang sangat kuat dari ayahnya akan hobinya tersebut.
Den berlatih sepak bola dengan timnya tiga kali seminggu. Sesekali timnya juga mengikuti beberapa kompetisi dan beberapa kali pernah menang. Seperti kali ini, timnya sedang mengikuti sebuah kejuaraan sepak bola yang cukup bergengsi. Pertandingan demi pertandingan dilalui dengan lancar hingga membawa tim tersebut ke babak grand final yang akan diselenggarakan hari sabtu nanti.
Tetapi pada hari Selasa, sebuah berita duka terjadi. Ayah Den meninggal dunia. Dengan menyesal Den meminta ijin pelatihnya bahwa dia tidak bisa datang latihan hari ini. Sang pelatih pun memahami keadaan tersebut. Bahkan sang pelatih juga menyarankan Den untuk beristirahat sejenak. “Jika berkeberatan, kamu tidak perlu memaksakan diri untuk mengikuti pertandingan final besok Sabtu. Tenangkan dirimu dulu, kami akan selalu menunggu kehadiranmu kembali.” Kata pelatih itu.
Pertandingan grand final hari Sabtu pun tiba. Penonton tampak berjubel di tribun lapangan. Kesebelasan Den tampak sangat terdesak oleh tim lawan. Skor saat ini menunjukkan 2-0 untuk tim lawan. Padahal pertandingan sudah berlangsung 20 menit pada babak ke dua.
Tiba-tiba Den menampakkan diri di pinggir lapangan. Tanpa banyak tanya ia langsung ganti baju, memakai sepatu, dan melakukan sedikit pemanasan dengan bola kesayangannya di pinggir lapangan. Pelatih dan rekan-rekan timnya heran dan terkejut melihat hal ini. “Ijinkan saya ikut bertanding pak!” Seru Den pada pelatihnya. Setelah berpikir sejenak, akhirnya pelatih itu mengijinkan Den masuk ke tengah lapangan.
Hal yang mengejutkan terjadi. Entah bagaimana, permainan Den pada malam itu sangat cemerlang. Ia seperti tidak memiliki rasa lelah untuk berlari, merebut, dan menendang bola di menit-menit terakhir itu. Tenaga rekan-rekan satu timnya yang mulai terkuras habis pun menjadi bangkit melihat semangat Den.
Tak diduga, malam itu Den berhasil memasukkan tiga bola ke gawang lawan. Sebuah lompatan tersendiri bagi prestasi Den di timnya selama ini. Sebab selama ini Den jarang memasukkan bola ke gawang lawan, sekalipun beberapa kali pernah ditempatkan pelatih pada posisi striker seperti pada pertandingan malam ini. Akhirnya pertandingan pun selesai. Kesebelasan Den menang dari tim lawan dengan skor 2-3.
“Ada apa kamu, Den? Aku belum pernah melihatmu sehebat ini! Motivasi dan tenagamu malam ini sangat cemerlang!” Seru pelatih dengan bangga.
“Tahukah, pak? bahwa selama ini Ayah sangat mendukung permainan sepak bola saya. Bahkan ia selalu berharap kelak saya bisa menjadi seorang bintang sepak bola.” Kata Den sambil terengah-engah.
“Tahukah pula, Pak. Kalau Ayah saya buta? memang selama ini dia selalu duduk di antara penonton untuk mengikuti setiap pertandingan saya, tetapi seumur hidup dia belum pernah benar-benar melihat saya bertanding!”
Den melanjutkan, “Dan malam ini adalah kali pertama Ayah benar-benar melihat saya bertanding, saya ingin menunjukkan kepada dia, bahwa saya memang pantas untuk dilihat oleh dia.”
SUMBER: ceritainspirasi.net
Den berlatih sepak bola dengan timnya tiga kali seminggu. Sesekali timnya juga mengikuti beberapa kompetisi dan beberapa kali pernah menang. Seperti kali ini, timnya sedang mengikuti sebuah kejuaraan sepak bola yang cukup bergengsi. Pertandingan demi pertandingan dilalui dengan lancar hingga membawa tim tersebut ke babak grand final yang akan diselenggarakan hari sabtu nanti.
Tetapi pada hari Selasa, sebuah berita duka terjadi. Ayah Den meninggal dunia. Dengan menyesal Den meminta ijin pelatihnya bahwa dia tidak bisa datang latihan hari ini. Sang pelatih pun memahami keadaan tersebut. Bahkan sang pelatih juga menyarankan Den untuk beristirahat sejenak. “Jika berkeberatan, kamu tidak perlu memaksakan diri untuk mengikuti pertandingan final besok Sabtu. Tenangkan dirimu dulu, kami akan selalu menunggu kehadiranmu kembali.” Kata pelatih itu.
Pertandingan grand final hari Sabtu pun tiba. Penonton tampak berjubel di tribun lapangan. Kesebelasan Den tampak sangat terdesak oleh tim lawan. Skor saat ini menunjukkan 2-0 untuk tim lawan. Padahal pertandingan sudah berlangsung 20 menit pada babak ke dua.
Tiba-tiba Den menampakkan diri di pinggir lapangan. Tanpa banyak tanya ia langsung ganti baju, memakai sepatu, dan melakukan sedikit pemanasan dengan bola kesayangannya di pinggir lapangan. Pelatih dan rekan-rekan timnya heran dan terkejut melihat hal ini. “Ijinkan saya ikut bertanding pak!” Seru Den pada pelatihnya. Setelah berpikir sejenak, akhirnya pelatih itu mengijinkan Den masuk ke tengah lapangan.
Hal yang mengejutkan terjadi. Entah bagaimana, permainan Den pada malam itu sangat cemerlang. Ia seperti tidak memiliki rasa lelah untuk berlari, merebut, dan menendang bola di menit-menit terakhir itu. Tenaga rekan-rekan satu timnya yang mulai terkuras habis pun menjadi bangkit melihat semangat Den.
Tak diduga, malam itu Den berhasil memasukkan tiga bola ke gawang lawan. Sebuah lompatan tersendiri bagi prestasi Den di timnya selama ini. Sebab selama ini Den jarang memasukkan bola ke gawang lawan, sekalipun beberapa kali pernah ditempatkan pelatih pada posisi striker seperti pada pertandingan malam ini. Akhirnya pertandingan pun selesai. Kesebelasan Den menang dari tim lawan dengan skor 2-3.
“Ada apa kamu, Den? Aku belum pernah melihatmu sehebat ini! Motivasi dan tenagamu malam ini sangat cemerlang!” Seru pelatih dengan bangga.
“Tahukah, pak? bahwa selama ini Ayah sangat mendukung permainan sepak bola saya. Bahkan ia selalu berharap kelak saya bisa menjadi seorang bintang sepak bola.” Kata Den sambil terengah-engah.
“Tahukah pula, Pak. Kalau Ayah saya buta? memang selama ini dia selalu duduk di antara penonton untuk mengikuti setiap pertandingan saya, tetapi seumur hidup dia belum pernah benar-benar melihat saya bertanding!”
Den melanjutkan, “Dan malam ini adalah kali pertama Ayah benar-benar melihat saya bertanding, saya ingin menunjukkan kepada dia, bahwa saya memang pantas untuk dilihat oleh dia.”
SUMBER: ceritainspirasi.net
Kisah Sang Raja dan Bibit Pohon
Jaman dahulu kala, di China kuno hiduplah seorang raja bijaksana. Rakyatnya hidup makmur dan damai, tak pernah ada kekurangan dan kelaparan di negri tersebut. Pada suatu hari, sang raja merasa lelah dan sudah tua, sudah saatnya ia mencari pengganti dirinya. Namun sayang sekali, ia tak memiliki seorang anak. Maka ia mengutus punggawa kerajaan untuk mengumpulkan 5 pemuda cerdas di negrinya.
Setibanya di dalam kerajaan, kelima pemuda tersebut ternganga melihat indahnya istana raja. Mereka memberi hormat dan menunggu titah sang raja. "Wahai pemuda-pemuda tampan, cerdas dan bijaksana, hari ini aku akan memilih salah satu di antara kalian menjadi penggantiku," titah sang raja. Semua pemuda terdiam dan terkejut, mereka tak menyangka bahwa raja akan memberikan tahtanya pada mereka, namun siapa gerangan yang akan ditunjuk menjadi pengganti raja? "Untuk menjadi penggantiku, kalian harus mengikuti satu ujian yang akan kuberikan," sambung sang raja.
Sang raja kemudian mengambil 5 buah kantong, yang masing-masing kantong terdapat sebuah biji bibit pohon. "Tanam, rawat dan siramlah bibit ini dengan segenap hati kalian. Kembalilah kepadaku setelah satu tahun dari sekarang, kita lihat bagaimana hasil tanaman yang kalian rawat. Dari hasil tanaman tersebut aku akan memilih salah satu dari kalian menggantikan diriku," titah raja.
Semua pemuda bergegas kembali ke rumah mereka dan mencari tanah yang baik untuk menanam benih yang diberikan oleh sang raja. Demikian juga Ling, salah satu pemuda jujur yang dipanggil sang raja. Ia bergegas menemui ibunya, dan memberitahukan kabar tersebut. Ling dibantu sang ibu kemudian mencari tanah terbaik dan meletakkannya di sebuah pot. Setiap hari Ling selalu merawat, menyirami benih tersebut. Namun hingga bulan ke dua, ketiga, hingga bulan-bulan berikutnya tak sesentipun benih tersebut tumbuh. Padahal menurut teman-temannya, benih mereka sudah tumbuh menjadi pohon yang subur dengan buah-buah yang mulai muncul. Ling pun sedih, ia sadar bahwa ia telah gagal. Semakin mendekati hari pertemuan di istana, ia semakin bingung. Ia takut bahwa raja akan menghukumnya, namun sang ibu memintanya agar tetap jujur dan bersabar.
Tiba hari di mana sang raja akan memilih pengganti, semua pemuda diminta kembali ke istana dengan membawa semua hasil tanamannya. Dengan sedih, Ling membawa sebuah pot kecil berisi bibit yang tidak tumbuh. Ia tertunduk lesu, sementara semua teman-temannya membawa pohon di pot besar, ada yang berbunga indah, ada pula yang berbuah lebat.
Melihat Ling membawa pot kosong sang raja tertawa, "bagus sekali usahamu," seluruh isi istanapun tertawa melihat Ling yang tertunduk lesu. Raja berkeliling dan melihat tanaman-tanaman lain yang menjulang dengan gagah dan indahnya. Terkagum-kagum, raja memandangi tanaman dengan buah ranum yang subur sambil sesekali mengangguk-angguk.
Raja pun meminta masing-masing maju, bercerita tentang usahanya, dan tibalah pada giliran Ling, yang maju bersama sebuah pot kosong "Nama saya adalah Ling," katanya. Sekali lagi seluruh ruangan riuh ramai menertawakannya. Ada yang meneriakkan kalimat-kalimat ejekan pedas yang membuat Ling semakin malu dan sedih. Sang raja kemudian berkata, "baiklah, aku sudah menemukan siapa yang akan menjadi penggantiku." Ruanganpun senyap seketika menantikan titah raja selanjutnya. Ia kemudian menggandeng tangan Ling, dan mengumumkan Ling sebagai penggantinya. Seketika semua orang terkejut, namun mereka tertunduk memberikan hormat.
"Sebenarnya, bibit yang kuberikan pada kalian setahun lalu adalah bibit yang sudah busuk. Sangat tidak mungkin menghasilkan tanaman yang lebat dengan buah-buah ranum dan bunga-bunga indah dari mereka. Ling, adalah pemuda yang jujur dan berani. Ia membawa sebuah pot kosong dengan bibit yang tidak tumbuh. Untuk itulah aku memilihnya sebagai penggantiku. Ingatlah wahai rakyatku, saat kau menanam sebuah kejujuran, maka kau akan menuai kepercayaan. Saat kau menanam kebaikan, maka kau akan menuai persahabatan. Saat kau menanam kerendah hatian, kau akan menuai kebaikan hati sesama. Saat kau menanam kedamaian, maka kau akan menuai kemenangan. Saat kau menanam kerja keras, kau akan menuai kesuksesan. Saat kau menanam kesabaran, maka kau akan menuai hasil berlebihan. Saat kau menanam keyakinan, kau akan mendapatkan sebuah keajaiban..."
Sebaliknya, apabila seseorang menanamkan ketidakjujuran, maka ia tak akan dipercaya. Saat ia menanam keegoisan, maka ia akan kesepian. Saat ia menanamkan gengsi, ia akan hancur sendiri. Saat ia menanamkan kecemburuan, ia akan menuai celaka. Saat ia menanam kemalasan, ia akan menuai kemiskinan. Saat ia menanamkan keserakahan, ia akan menuai kekurangan. Saat ia menanam dosa, ia akan menuai hukuman.
SUMBER: kapanlagi.com
Setibanya di dalam kerajaan, kelima pemuda tersebut ternganga melihat indahnya istana raja. Mereka memberi hormat dan menunggu titah sang raja. "Wahai pemuda-pemuda tampan, cerdas dan bijaksana, hari ini aku akan memilih salah satu di antara kalian menjadi penggantiku," titah sang raja. Semua pemuda terdiam dan terkejut, mereka tak menyangka bahwa raja akan memberikan tahtanya pada mereka, namun siapa gerangan yang akan ditunjuk menjadi pengganti raja? "Untuk menjadi penggantiku, kalian harus mengikuti satu ujian yang akan kuberikan," sambung sang raja.
Sang raja kemudian mengambil 5 buah kantong, yang masing-masing kantong terdapat sebuah biji bibit pohon. "Tanam, rawat dan siramlah bibit ini dengan segenap hati kalian. Kembalilah kepadaku setelah satu tahun dari sekarang, kita lihat bagaimana hasil tanaman yang kalian rawat. Dari hasil tanaman tersebut aku akan memilih salah satu dari kalian menggantikan diriku," titah raja.
Semua pemuda bergegas kembali ke rumah mereka dan mencari tanah yang baik untuk menanam benih yang diberikan oleh sang raja. Demikian juga Ling, salah satu pemuda jujur yang dipanggil sang raja. Ia bergegas menemui ibunya, dan memberitahukan kabar tersebut. Ling dibantu sang ibu kemudian mencari tanah terbaik dan meletakkannya di sebuah pot. Setiap hari Ling selalu merawat, menyirami benih tersebut. Namun hingga bulan ke dua, ketiga, hingga bulan-bulan berikutnya tak sesentipun benih tersebut tumbuh. Padahal menurut teman-temannya, benih mereka sudah tumbuh menjadi pohon yang subur dengan buah-buah yang mulai muncul. Ling pun sedih, ia sadar bahwa ia telah gagal. Semakin mendekati hari pertemuan di istana, ia semakin bingung. Ia takut bahwa raja akan menghukumnya, namun sang ibu memintanya agar tetap jujur dan bersabar.
Tiba hari di mana sang raja akan memilih pengganti, semua pemuda diminta kembali ke istana dengan membawa semua hasil tanamannya. Dengan sedih, Ling membawa sebuah pot kecil berisi bibit yang tidak tumbuh. Ia tertunduk lesu, sementara semua teman-temannya membawa pohon di pot besar, ada yang berbunga indah, ada pula yang berbuah lebat.
Melihat Ling membawa pot kosong sang raja tertawa, "bagus sekali usahamu," seluruh isi istanapun tertawa melihat Ling yang tertunduk lesu. Raja berkeliling dan melihat tanaman-tanaman lain yang menjulang dengan gagah dan indahnya. Terkagum-kagum, raja memandangi tanaman dengan buah ranum yang subur sambil sesekali mengangguk-angguk.
Raja pun meminta masing-masing maju, bercerita tentang usahanya, dan tibalah pada giliran Ling, yang maju bersama sebuah pot kosong "Nama saya adalah Ling," katanya. Sekali lagi seluruh ruangan riuh ramai menertawakannya. Ada yang meneriakkan kalimat-kalimat ejekan pedas yang membuat Ling semakin malu dan sedih. Sang raja kemudian berkata, "baiklah, aku sudah menemukan siapa yang akan menjadi penggantiku." Ruanganpun senyap seketika menantikan titah raja selanjutnya. Ia kemudian menggandeng tangan Ling, dan mengumumkan Ling sebagai penggantinya. Seketika semua orang terkejut, namun mereka tertunduk memberikan hormat.
"Sebenarnya, bibit yang kuberikan pada kalian setahun lalu adalah bibit yang sudah busuk. Sangat tidak mungkin menghasilkan tanaman yang lebat dengan buah-buah ranum dan bunga-bunga indah dari mereka. Ling, adalah pemuda yang jujur dan berani. Ia membawa sebuah pot kosong dengan bibit yang tidak tumbuh. Untuk itulah aku memilihnya sebagai penggantiku. Ingatlah wahai rakyatku, saat kau menanam sebuah kejujuran, maka kau akan menuai kepercayaan. Saat kau menanam kebaikan, maka kau akan menuai persahabatan. Saat kau menanam kerendah hatian, kau akan menuai kebaikan hati sesama. Saat kau menanam kedamaian, maka kau akan menuai kemenangan. Saat kau menanam kerja keras, kau akan menuai kesuksesan. Saat kau menanam kesabaran, maka kau akan menuai hasil berlebihan. Saat kau menanam keyakinan, kau akan mendapatkan sebuah keajaiban..."
Sebaliknya, apabila seseorang menanamkan ketidakjujuran, maka ia tak akan dipercaya. Saat ia menanam keegoisan, maka ia akan kesepian. Saat ia menanamkan gengsi, ia akan hancur sendiri. Saat ia menanamkan kecemburuan, ia akan menuai celaka. Saat ia menanam kemalasan, ia akan menuai kemiskinan. Saat ia menanamkan keserakahan, ia akan menuai kekurangan. Saat ia menanam dosa, ia akan menuai hukuman.
SUMBER: kapanlagi.com
Bahkan 'Musuh' Pun Ada Gunanya
Jika cerita inspirasi umumnya membahas tentang keuntungan memiliki teman, maka kali ini kita akan merenungkan kebalikannya. Apa manfaat 'baik' seorang musuh?
Musuh di sini bisa berarti musuh dalam arti sesungguhnya, yaitu orang yang bertentangan dengan kita, namun bisa juga mewakili mereka yang kita benci, yang kerap menyakiti hati kita, yang mudah salah paham, yang berada di pihak oposisi, hingga para rival/ saingan.
Cerita ini juga tidak bermaksud mengatakan bahwa Tuhan sengaja menciptakan musuh, sebab bermusuhan merupakan ulah dan kejahatan manusia itu sendiri. Namun dalam hal buruk sekalipun, Tuhan tetap bisa menggunakannya untuk kebaikan. Semua hanya tergantung cara pandang kita saja.
Salah satu manfaat terbesar musuh adalah ia menjadi batasan dan cermin diri sendiri. Batasan untuk apa? Batasan agar kita tidak sombong, merasa diri paling benar, sok, dan lain sebagainya.
Musuh membuat kita ingat bahwa tak semua kelakuan kita bisa diterima. Tak semua humor disukai, tak semua pendapat tepat adanya, bahkan tak semua yang kita tahu itu benar adanya.
Dengan adanya atasan cerewet dan penuntut misalnya, kita otomatis dipacu untuk bekerja ekstra hati-hati, dan bukannya asal-asalan.
Dengan adanya ibu protektif, kita dilatih untuk menjadi anak yang bisa dipercaya dan selalu bertanggung jawab dalam bertindak.
Dengan adanya suami pencemburu, kita diajar untuk lebih hati-hati dalam bersikap terhadap lawan jenis.
Dengan adanya anak yang kurang ajar, kita dididik untuk menjadi orang tua yang berani menerapkan disiplin.
dan sebagainya....
Kerabat Imelda...Jika kita bisa memandang perselisihan dengan orang lain sebagai batu loncatan untuk mengasah karakter kita menjadi lebih baik lagi, maka mengapa tidak mengambil sisi positifnya saja?
Meski begitu, tetaplah ingat tentang salah satu ungkapan pepatah China yang mengatakan "Seribu teman itu kurang, musuh satu sudah terlalu banyak."
Sedapat mungkin, bila hal itu bergantung pada Anda, mari cari perdamaian saja. Dan jika tidak, anggap si 'musuh' sebagai batasan...
SUMBER: kapanlagi.com
Musuh di sini bisa berarti musuh dalam arti sesungguhnya, yaitu orang yang bertentangan dengan kita, namun bisa juga mewakili mereka yang kita benci, yang kerap menyakiti hati kita, yang mudah salah paham, yang berada di pihak oposisi, hingga para rival/ saingan.
Cerita ini juga tidak bermaksud mengatakan bahwa Tuhan sengaja menciptakan musuh, sebab bermusuhan merupakan ulah dan kejahatan manusia itu sendiri. Namun dalam hal buruk sekalipun, Tuhan tetap bisa menggunakannya untuk kebaikan. Semua hanya tergantung cara pandang kita saja.
Salah satu manfaat terbesar musuh adalah ia menjadi batasan dan cermin diri sendiri. Batasan untuk apa? Batasan agar kita tidak sombong, merasa diri paling benar, sok, dan lain sebagainya.
Musuh membuat kita ingat bahwa tak semua kelakuan kita bisa diterima. Tak semua humor disukai, tak semua pendapat tepat adanya, bahkan tak semua yang kita tahu itu benar adanya.
Dengan adanya atasan cerewet dan penuntut misalnya, kita otomatis dipacu untuk bekerja ekstra hati-hati, dan bukannya asal-asalan.
Dengan adanya ibu protektif, kita dilatih untuk menjadi anak yang bisa dipercaya dan selalu bertanggung jawab dalam bertindak.
Dengan adanya suami pencemburu, kita diajar untuk lebih hati-hati dalam bersikap terhadap lawan jenis.
Dengan adanya anak yang kurang ajar, kita dididik untuk menjadi orang tua yang berani menerapkan disiplin.
dan sebagainya....
Kerabat Imelda...Jika kita bisa memandang perselisihan dengan orang lain sebagai batu loncatan untuk mengasah karakter kita menjadi lebih baik lagi, maka mengapa tidak mengambil sisi positifnya saja?
Meski begitu, tetaplah ingat tentang salah satu ungkapan pepatah China yang mengatakan "Seribu teman itu kurang, musuh satu sudah terlalu banyak."
Sedapat mungkin, bila hal itu bergantung pada Anda, mari cari perdamaian saja. Dan jika tidak, anggap si 'musuh' sebagai batasan...
SUMBER: kapanlagi.com
Monday, February 07, 2011
Seberapa Sering Anda 'Jatuh'?
Apakah Anda suka bermain sepeda, merasakan asyiknya ditiup angin dan menari di atas roda yang bergulir? Tentu saja sebelum mahir bersepeda, Anda pasti sempat belajar dan jatuh bangun bukan?
Awalnya Anda akan menjejakkan kaki, berusaha agar bisa berdiri seimbang di atas dua roda itu. Perlahan salah satu kaki Anda dijejakkan agak keras agar sepeda melaju ke depan.
Tak lama kemudian, sesekali sebelah kaki Anda mencoba mengayuhnya. Dan satu detik, dua detik, sepeda Anda melaju ke depan. Namun, kemudian, GUBRAKK! Anda jatuh.
Saat Anda jatuh dari sepeda, akankah Anda berhenti? Seingat saya, tidak. Seseorang yang belajar bersepeda, selalu bersemangat dan tak pernah berhenti sekalipun lutut sudah terluka dan siku tergores kerikil di jalanan.
Kembali sepeda dinaiki, dan pedal dikayuh walau lutut terasa pedih. Beberapa kali terseok dan hampir terjatuh, namun kali ini kaki Anda langsung merespon sehingga sepeda tetap berdiri kokoh. Dan siapa sangka, usaha gigih Anda kemudian membuahkan hasil. Sesekali sepeda dikayuh dan melaju ke depan. Intensitas jatuh mulai berkurang, dan digantikan dengan jalan-jalan setapak yang Anda jelajahi. Indah bukan?
Demikian pula dengan hidup ini. Hidup di mana akhir-akhir ini Anda sering mengeluh karena masalah muncul silih berganti. Anda yang gagal dan 'jatuh' merasa tak sanggup lagi 'mengayuh'. Keinginan Anda berdiri di atas roda kehidupan mulai pudar. Digantikan dengan isak tangis manja yang semakin lama makin memupuskan harapan. Hei, di manakah keberanian Anda itu? Ke manakah semangat yang dulu pernah Anda punya?
Hapus air mata itu, Kerabat Imelda. Ingat kembali masa-masa di mana Anda belajar mengayuh sepeda. Sekalipun lutut dan siku sudah pedih, Anda tak jua berhenti. Dan perjuangan memang sungguh berarti jika Anda mengabaikan keluhan-keluhan kecil itu. Tak perlu takut 'jatuh' dan terluka, karena di depan sana jalanan indah nan liar masih belum Anda lewati. Mari, kembali mengayuh lagi.
SUMBER: kapanlagi.com
Awalnya Anda akan menjejakkan kaki, berusaha agar bisa berdiri seimbang di atas dua roda itu. Perlahan salah satu kaki Anda dijejakkan agak keras agar sepeda melaju ke depan.
Tak lama kemudian, sesekali sebelah kaki Anda mencoba mengayuhnya. Dan satu detik, dua detik, sepeda Anda melaju ke depan. Namun, kemudian, GUBRAKK! Anda jatuh.
Saat Anda jatuh dari sepeda, akankah Anda berhenti? Seingat saya, tidak. Seseorang yang belajar bersepeda, selalu bersemangat dan tak pernah berhenti sekalipun lutut sudah terluka dan siku tergores kerikil di jalanan.
Kembali sepeda dinaiki, dan pedal dikayuh walau lutut terasa pedih. Beberapa kali terseok dan hampir terjatuh, namun kali ini kaki Anda langsung merespon sehingga sepeda tetap berdiri kokoh. Dan siapa sangka, usaha gigih Anda kemudian membuahkan hasil. Sesekali sepeda dikayuh dan melaju ke depan. Intensitas jatuh mulai berkurang, dan digantikan dengan jalan-jalan setapak yang Anda jelajahi. Indah bukan?
Demikian pula dengan hidup ini. Hidup di mana akhir-akhir ini Anda sering mengeluh karena masalah muncul silih berganti. Anda yang gagal dan 'jatuh' merasa tak sanggup lagi 'mengayuh'. Keinginan Anda berdiri di atas roda kehidupan mulai pudar. Digantikan dengan isak tangis manja yang semakin lama makin memupuskan harapan. Hei, di manakah keberanian Anda itu? Ke manakah semangat yang dulu pernah Anda punya?
Hapus air mata itu, Kerabat Imelda. Ingat kembali masa-masa di mana Anda belajar mengayuh sepeda. Sekalipun lutut dan siku sudah pedih, Anda tak jua berhenti. Dan perjuangan memang sungguh berarti jika Anda mengabaikan keluhan-keluhan kecil itu. Tak perlu takut 'jatuh' dan terluka, karena di depan sana jalanan indah nan liar masih belum Anda lewati. Mari, kembali mengayuh lagi.
SUMBER: kapanlagi.com
Padahal Tinggal Satu Jari
Saat sedang asyik melukis kuku jari kaki dan tangan dengan kuteks pinjaman, tiba-tiba saya dikejutkan oleh keadaan isi botol kuteks yang 'sekarat'. "Lho, kuteksnya habis...Padahal tinggal satu jari saja lho..."
Namun apa daya, sekali habis tetaplah habis. Meski dikeruk, dikocok, atau diberi pencair kuteks, warna sisa-sisa kuteks yang dihasilkan tetap berbeda dengan warna di jari lainnya.
Pengalaman ini menyadarkan saya bahwa yang sedikit itu bisa jadi sangat berarti.
Coba Anda bayangkan, semua kuku jari kaki penuh warna pink. Oh cantiknya! Namun ketika pandangan mata beranjak ke kuku tangan, yang ada hanyalah 9 jari 'terisi', dan satunya tertinggal pucat tanpa warna. Kelihatannya kurang sempurna...
Padahal mungkin hanya diperlukan setetes saja kuteks tambahan. Setetes yang mungkin tak berarti bila botol kuteks berada dalam keadaan penuh.
Inilah sebuah keadaan yang menyadarkan saya bahwa apa yang tampaknya sepele bisa jadi sangat penting pada suatu saat. Seperti setetes kuteks dalam botolnya yang kosong, atau setetes air untuk melegakan dahaga pasien paska operasi usus buntu (yang pernah mengalaminya pasti tahu bagaimana susahnya tidak boleh minum setelah operasi).
Kerabat Imelda....Pertanyaan muncul sekarang, adakah di antara Anda yang merasa dirinya sepele dan tak berarti? Entah itu di rumah, kantor, atau sekolah? Atau, apakah ada yang merasa bahwa pemberiannya terlalu kecil dan tak berharga bagi orang lain? Ingat, apa yang tampak sepele bagi Anda, mungkin sangat berarti bagi orang lain. Jadi, jangan sekali-kali meremehkan hal kecil ya.
SUMBER: kapanlagi.com
Namun apa daya, sekali habis tetaplah habis. Meski dikeruk, dikocok, atau diberi pencair kuteks, warna sisa-sisa kuteks yang dihasilkan tetap berbeda dengan warna di jari lainnya.
Pengalaman ini menyadarkan saya bahwa yang sedikit itu bisa jadi sangat berarti.
Coba Anda bayangkan, semua kuku jari kaki penuh warna pink. Oh cantiknya! Namun ketika pandangan mata beranjak ke kuku tangan, yang ada hanyalah 9 jari 'terisi', dan satunya tertinggal pucat tanpa warna. Kelihatannya kurang sempurna...
Padahal mungkin hanya diperlukan setetes saja kuteks tambahan. Setetes yang mungkin tak berarti bila botol kuteks berada dalam keadaan penuh.
Inilah sebuah keadaan yang menyadarkan saya bahwa apa yang tampaknya sepele bisa jadi sangat penting pada suatu saat. Seperti setetes kuteks dalam botolnya yang kosong, atau setetes air untuk melegakan dahaga pasien paska operasi usus buntu (yang pernah mengalaminya pasti tahu bagaimana susahnya tidak boleh minum setelah operasi).
Kerabat Imelda....Pertanyaan muncul sekarang, adakah di antara Anda yang merasa dirinya sepele dan tak berarti? Entah itu di rumah, kantor, atau sekolah? Atau, apakah ada yang merasa bahwa pemberiannya terlalu kecil dan tak berharga bagi orang lain? Ingat, apa yang tampak sepele bagi Anda, mungkin sangat berarti bagi orang lain. Jadi, jangan sekali-kali meremehkan hal kecil ya.
SUMBER: kapanlagi.com
Jika Anda Berjalan Terlalu Cepat
Beberapa tahun yang lalu, seorang eksekutif yang sangat sukses di usia muda bepergian ke arah luar kota mengendarai mobil Jaguar yang baru satu bulan dimilikinya. Mobil yang mulus, baru dan tentu saja berkemampuan ekstra untuk mengadu kecepatan di jalan. Sang eksekutif sangat bangga dengan mobil mewahnya yang merupakan perwujudan hasil karirnya yang gemilang.
Ketika melintasi sebuah daerah pinggiran yang kumuh, sepintas dia melihat seorang anak kecil berlari kencang di antara deretan peti kemas di pinggir jalan. Terdorong ingin tahu, dia pun mengurangi kecepatannya. Anak itu berlutut di pinggir jalan dan ketika mobil si eksekutif melintas di depannya, DAAGH..! Sesuatu menghantam bagian samping mobil Jaguar mulus itu.
Seketika eksekutif muda itu menginjak rem dan memundurkan mobilnya dengan penuh amarah ke tempat anak kecil tadi berlutut. Dengan berapi-api dia keluar dari mobilnya, mengguncangkan pundak anak kecil itu dan berkata, "Kamu tahu apa yang kamu lakukan barusan? Kamu baru saja memberi orang tuamu masalah besar! Di mana orang tuamu?" Eksekutif muda itu mulai menyeret anak kecil itu yang mulai menangis ketakutan.
Sambil tersedu-sedu, anak kecil yang mungkin baru berusia 7 tahun itu memohon-mohon padanya, "Maaf, pak.. saya tidak tahu lagi harus berbuat apa.. Saya melempar batu bata agar ada mobil yang berhenti". Anak kecil itu menarik si eksekutif ke arah samping hingga eksekutif itu melihat seorang anak lain yang lebih besar, tidak mampu bangkit dari jalan dan sebuah kursi roda berada tidak jauh darinya. "Itu kakak saya.. dia terjatuh dari kursi roda dan saya tidak kuat mengangkatnya.."
Tenggorokan eksekutif muda itu langsung terasa kering, dengan putus asa dia membatalkan kata-kata kemarahan yang telah siap diluncurkan dari mulutnya. Dalam diam dan tidak tahu harus berbuat apa lagi, dia mendatangi kakak anak itu dan mengangkatnya kembali ke kursi roda. Nampaknya sang kakak tidak bisa berkomunikasi dengan normal karena dia hanya menangis tanpa suara sementara wajah, kaki dan tangannya nampak lecet dan tergores. Si eksekutif muda mengeluarkan saputangannya dan mulai membersihkan air mata dan serpihan pasir di tubuh anak itu. Kemudian eksekutif muda itu berdiri dan si adik bergegas mendorong kakaknya pulang ke rumah mereka.
Berjalan kembali ke mobilnya, eksekutif muda itu melihat goresan pada body mobilnya yang melesak dan berpikir, "jika anak itu tadi hanya melambai-lambai dan berteriak, mungkin aku juga tidak akan berhenti".
Kerabat Imelda....kadang kala seseorang memang berjalan terlalu cepat dalam hidup sehingga tidak bisa melihat apa yang terjadi di sekitarnya. Kadang kala seseorang berjalan terlalu cepat sehingga malas berhenti sejenak ketika seseorang memanggilnya. Hanya ketika sebuah rintangan dan tamparan menghampiri dirinya maka seseorang itu akan berhenti sejenak.
Bersyukur hari itu hanya sebuah batu bata dan lesakan di mobilnya yang membuat si eksekutif menghentikan sejenak aktivitasnya, dia tidak bisa membayangkan jika sesuatu yang lebih buruk seperti berita kematian, kegagalan usaha dan sebagainya, terjadi hanya untuk membuat dia berhenti dan menyadari ada orang di sekitar yang membutuhkan dia.
SUMBER: kapanlagi.com
Ketika melintasi sebuah daerah pinggiran yang kumuh, sepintas dia melihat seorang anak kecil berlari kencang di antara deretan peti kemas di pinggir jalan. Terdorong ingin tahu, dia pun mengurangi kecepatannya. Anak itu berlutut di pinggir jalan dan ketika mobil si eksekutif melintas di depannya, DAAGH..! Sesuatu menghantam bagian samping mobil Jaguar mulus itu.
Seketika eksekutif muda itu menginjak rem dan memundurkan mobilnya dengan penuh amarah ke tempat anak kecil tadi berlutut. Dengan berapi-api dia keluar dari mobilnya, mengguncangkan pundak anak kecil itu dan berkata, "Kamu tahu apa yang kamu lakukan barusan? Kamu baru saja memberi orang tuamu masalah besar! Di mana orang tuamu?" Eksekutif muda itu mulai menyeret anak kecil itu yang mulai menangis ketakutan.
Sambil tersedu-sedu, anak kecil yang mungkin baru berusia 7 tahun itu memohon-mohon padanya, "Maaf, pak.. saya tidak tahu lagi harus berbuat apa.. Saya melempar batu bata agar ada mobil yang berhenti". Anak kecil itu menarik si eksekutif ke arah samping hingga eksekutif itu melihat seorang anak lain yang lebih besar, tidak mampu bangkit dari jalan dan sebuah kursi roda berada tidak jauh darinya. "Itu kakak saya.. dia terjatuh dari kursi roda dan saya tidak kuat mengangkatnya.."
Tenggorokan eksekutif muda itu langsung terasa kering, dengan putus asa dia membatalkan kata-kata kemarahan yang telah siap diluncurkan dari mulutnya. Dalam diam dan tidak tahu harus berbuat apa lagi, dia mendatangi kakak anak itu dan mengangkatnya kembali ke kursi roda. Nampaknya sang kakak tidak bisa berkomunikasi dengan normal karena dia hanya menangis tanpa suara sementara wajah, kaki dan tangannya nampak lecet dan tergores. Si eksekutif muda mengeluarkan saputangannya dan mulai membersihkan air mata dan serpihan pasir di tubuh anak itu. Kemudian eksekutif muda itu berdiri dan si adik bergegas mendorong kakaknya pulang ke rumah mereka.
Berjalan kembali ke mobilnya, eksekutif muda itu melihat goresan pada body mobilnya yang melesak dan berpikir, "jika anak itu tadi hanya melambai-lambai dan berteriak, mungkin aku juga tidak akan berhenti".
Kerabat Imelda....kadang kala seseorang memang berjalan terlalu cepat dalam hidup sehingga tidak bisa melihat apa yang terjadi di sekitarnya. Kadang kala seseorang berjalan terlalu cepat sehingga malas berhenti sejenak ketika seseorang memanggilnya. Hanya ketika sebuah rintangan dan tamparan menghampiri dirinya maka seseorang itu akan berhenti sejenak.
Bersyukur hari itu hanya sebuah batu bata dan lesakan di mobilnya yang membuat si eksekutif menghentikan sejenak aktivitasnya, dia tidak bisa membayangkan jika sesuatu yang lebih buruk seperti berita kematian, kegagalan usaha dan sebagainya, terjadi hanya untuk membuat dia berhenti dan menyadari ada orang di sekitar yang membutuhkan dia.
SUMBER: kapanlagi.com
Satu Jam Saja
Suatu hari seorang anak kecil datang kepada ayahnya dan bertanya,
“Apakah kita bisa hidup tidak berdosa selama hidup kita?”.
Ayahnya memandang kepada anak kecil itu dan berkata, “Tidak, nak”.
Putri kecil ini kemudian memandang ayahnya dan berkata lagi,
“Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa dalam setahun?”
Ayahnya kembali menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum kepada putrinya.
“Oh ayah, bagaimana kalau 1 bulan, apakah kita bisa hidup tanpa melakukan
kesalahan?”
Ayahnya tertawa, “Mungkin tidak bisa juga, nak”.
“OK ayah, ini yang terakhir kali, apakah kita bisa hidup tidak berdosa
dalam 1 jam saja?”.
Akhirnya ayahnya mengangguk,
“Kemungkinan besar, bisa nak dan Allah yang Maha Pengasihlah yang akan
memampukan kita untuk hidup benar”.
Anak ini tersenyum lega.
“Jika demikian, aku akan hidup benar dari jam ke jam, ayah.
Lebih mudah menjalaninya, dan aku akan menjaganya dari jam ke jam, sehingga aku
dapat hidup dengan benar….”
Kerabat Imelda...Pernyataan tadi mengandung kebenaran sejati.
Marilah kita hidup dari waktu ke waktu, dengan memperhatikan cara kita menjalani hidup ini.
Dari latihan yang paling kecil dan sederhana sekalipun, akan menjadikan kita terbiasa, dan apa yang sudah biasa kita lakukan akan menjadi sifat, dan sifat akan berubah jadi karakter, dan karakter akan menjadi destiny…..
Hiduplah 1 jam TANPA
tanpa kemarahan,
tanpa hati yang jahat,
tanpa pikiran negatif,
tanpa menjelekkan orang,
tanpa keserakahan,
tanpa pemborosan,
tanpa kesombongan,
tanpa kebohongan,
tanpa kepalsuan…
Lalu ulangi lagi untuk 1 jam berikutnya.. .
Hiduplah 1 jam DENGAN
dengan kasih,
dengan sukacita,
dengan damai sejahtera,
dengan kesabaran,
dengan kelemahlembutan,
dengan kemurahan hati,
dengan kerendahan hati,
dg penguasaan diri…
Dan ulangilah untuk 1 jam berikutnya.. .
SUMBER: setitikembuninspirasi.com
“Apakah kita bisa hidup tidak berdosa selama hidup kita?”.
Ayahnya memandang kepada anak kecil itu dan berkata, “Tidak, nak”.
Putri kecil ini kemudian memandang ayahnya dan berkata lagi,
“Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa dalam setahun?”
Ayahnya kembali menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum kepada putrinya.
“Oh ayah, bagaimana kalau 1 bulan, apakah kita bisa hidup tanpa melakukan
kesalahan?”
Ayahnya tertawa, “Mungkin tidak bisa juga, nak”.
“OK ayah, ini yang terakhir kali, apakah kita bisa hidup tidak berdosa
dalam 1 jam saja?”.
Akhirnya ayahnya mengangguk,
“Kemungkinan besar, bisa nak dan Allah yang Maha Pengasihlah yang akan
memampukan kita untuk hidup benar”.
Anak ini tersenyum lega.
“Jika demikian, aku akan hidup benar dari jam ke jam, ayah.
Lebih mudah menjalaninya, dan aku akan menjaganya dari jam ke jam, sehingga aku
dapat hidup dengan benar….”
Kerabat Imelda...Pernyataan tadi mengandung kebenaran sejati.
Marilah kita hidup dari waktu ke waktu, dengan memperhatikan cara kita menjalani hidup ini.
Dari latihan yang paling kecil dan sederhana sekalipun, akan menjadikan kita terbiasa, dan apa yang sudah biasa kita lakukan akan menjadi sifat, dan sifat akan berubah jadi karakter, dan karakter akan menjadi destiny…..
Hiduplah 1 jam TANPA
tanpa kemarahan,
tanpa hati yang jahat,
tanpa pikiran negatif,
tanpa menjelekkan orang,
tanpa keserakahan,
tanpa pemborosan,
tanpa kesombongan,
tanpa kebohongan,
tanpa kepalsuan…
Lalu ulangi lagi untuk 1 jam berikutnya.. .
Hiduplah 1 jam DENGAN
dengan kasih,
dengan sukacita,
dengan damai sejahtera,
dengan kesabaran,
dengan kelemahlembutan,
dengan kemurahan hati,
dengan kerendahan hati,
dg penguasaan diri…
Dan ulangilah untuk 1 jam berikutnya.. .
SUMBER: setitikembuninspirasi.com
Berat Segelas Air
Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Steven Covey (penulis buku laris asal AS) mengangkat segelas air dan bertanya pada para siswanya, "Seberapa berat menurut Anda, segelas air ini?"
Para siswa menjawab mulai dari angka 200 gram sampai 500 gram.
"Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama Anda memegangnya," kata Covey. "Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin Anda harus memanggilkan ambulans untuk saya!"
"Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat. Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya," lanjut Covey. "Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi".
Kerabat Imelda....Seberat apapun beban hidup yang kita miliki, kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi. Apapun beban yang ada di pundak kita hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa, setelah istirahat nanti dapat diambil lagi..
HIDUP INI SINGKAT, jadi cobalah menikmati dan manfaatkan. Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.
SUMBER: andriewongso.com
Para siswa menjawab mulai dari angka 200 gram sampai 500 gram.
"Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama Anda memegangnya," kata Covey. "Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin Anda harus memanggilkan ambulans untuk saya!"
"Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat. Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya," lanjut Covey. "Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi".
Kerabat Imelda....Seberat apapun beban hidup yang kita miliki, kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi. Apapun beban yang ada di pundak kita hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa, setelah istirahat nanti dapat diambil lagi..
HIDUP INI SINGKAT, jadi cobalah menikmati dan manfaatkan. Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita.
SUMBER: andriewongso.com
Arti Sahabat
Cerita remaja ini berawal saat seorang anak SMU yang bernama Rafi sedang duduk-duduk di teras rumahnya. Tiba-tiba ia melihat remaja sebaya sedang naik sepeda lalu jatuh tersungkur tepat di depan rumahnya. Isi tas plastik pemuda itu tumpah dan berhamburan ke luar. Tanpa berpikir panjang, Rafi segera menolongnya. Rafi membantunya berdiri dan mengumpulkan barang-barangnya yang berserakan di jalan. Semprotan serangga, tali, dan beberapa barang lain yang dibawa remaja itu akhirnya sudah masuk ke dalam tas plastiknya lagi. Rafi juga melihat kaki pemuda itu terluka, maka Rafi memintanya mampir sebentar agar lukanya bisa diobati. Anak ABG itu menyetujuinya dan mereka berdua masuk rumah.
Di dalam rumah, Rafi ngobrol dengan dengan anak SMU itu yang akhirnya diketahui bernama Ridwan. Lama sekali Rafi ngobrol dengan Ridwan, mereka menjadi akrab dalam sekejab, mungkin karena umur mereka yang hampir sama. Mereka berbicara tentang sekolah, hobi, guru, dan hal-hal lain yang biasa diceritakan remaja SMU. Semenjak peristiwa itu, mereka berdua menjadi akrab dan saling bersahabat.
Saat lulus SMU, cerita anak abg itu berlanjut. kedua pemuda itu diterima di universitas yang sama. Persahabatan mereka pun makin dekat. Hingga tak terasa, waktu kelulusan pun tiba. Beberapa hari sebelum wisuda Ridwan menemui Rafi, seperti biasa mereka lalu saling mengobrol.
“Hey, Rafi!” kata Ridwan, “Tahukah kamu bahwa jika kamu tidak menolongku dulu, mungkin selamanya aku tidak akan kenal denganmu. Kamu memang sahabat terbaikku.”
“Haha.. biasa ajalah. Lha emangnya kenapa, toh?” Rafi balas bertanya.
“Maaf, jika aku tidak pernah bercerita tentang ini. Masa-masa pertemuan awal kita dulu adalah masa-masa kritis dalam hidupku.” Ridwan mulai bercerita, “Waktu itu, usaha bapakku bangkrut, dia terlilit banyak hutang. Sedangkan ibuku malah lari dengan lelaki lain. Aku selalu jadi korban emosi bapak. Waktu itu saya kecewa sekali dengan mereka dan ingin bunuh diri.”
Ridwan melanjutkan ceritanya, “Tetapi, waktu sehabis membeli racun serangga dan juga tali untuk bunuh diri, sepedaku malah terpeleset di depan rumahmu dan kamu menolongku. Keakraban dan ketulusanmu waktu itu seolah-olah bercerita bahwa masih banyak orang baik di sekitarku. Aku merasa tidak sendiri lagi waktu itu. Aku melihat ada harapan. Canda dan sikapmu membuatku membatalkan niat bunuh diriku. Thanks, bro! entah sadar atau tidak, engkau sudah menyelamatkan nyawaku.”
Kerabat Imelda...Luangkanlah waktu untuk tersenyum pada salah satu orang yang tidak Anda kenal.. mungkin senyum itu bisa menjadi satu-satunya sinar bagi mataharinya yang mulai gelap.
SUMBER: ceritainspirasi.net
Di dalam rumah, Rafi ngobrol dengan dengan anak SMU itu yang akhirnya diketahui bernama Ridwan. Lama sekali Rafi ngobrol dengan Ridwan, mereka menjadi akrab dalam sekejab, mungkin karena umur mereka yang hampir sama. Mereka berbicara tentang sekolah, hobi, guru, dan hal-hal lain yang biasa diceritakan remaja SMU. Semenjak peristiwa itu, mereka berdua menjadi akrab dan saling bersahabat.
Saat lulus SMU, cerita anak abg itu berlanjut. kedua pemuda itu diterima di universitas yang sama. Persahabatan mereka pun makin dekat. Hingga tak terasa, waktu kelulusan pun tiba. Beberapa hari sebelum wisuda Ridwan menemui Rafi, seperti biasa mereka lalu saling mengobrol.
“Hey, Rafi!” kata Ridwan, “Tahukah kamu bahwa jika kamu tidak menolongku dulu, mungkin selamanya aku tidak akan kenal denganmu. Kamu memang sahabat terbaikku.”
“Haha.. biasa ajalah. Lha emangnya kenapa, toh?” Rafi balas bertanya.
“Maaf, jika aku tidak pernah bercerita tentang ini. Masa-masa pertemuan awal kita dulu adalah masa-masa kritis dalam hidupku.” Ridwan mulai bercerita, “Waktu itu, usaha bapakku bangkrut, dia terlilit banyak hutang. Sedangkan ibuku malah lari dengan lelaki lain. Aku selalu jadi korban emosi bapak. Waktu itu saya kecewa sekali dengan mereka dan ingin bunuh diri.”
Ridwan melanjutkan ceritanya, “Tetapi, waktu sehabis membeli racun serangga dan juga tali untuk bunuh diri, sepedaku malah terpeleset di depan rumahmu dan kamu menolongku. Keakraban dan ketulusanmu waktu itu seolah-olah bercerita bahwa masih banyak orang baik di sekitarku. Aku merasa tidak sendiri lagi waktu itu. Aku melihat ada harapan. Canda dan sikapmu membuatku membatalkan niat bunuh diriku. Thanks, bro! entah sadar atau tidak, engkau sudah menyelamatkan nyawaku.”
Kerabat Imelda...Luangkanlah waktu untuk tersenyum pada salah satu orang yang tidak Anda kenal.. mungkin senyum itu bisa menjadi satu-satunya sinar bagi mataharinya yang mulai gelap.
SUMBER: ceritainspirasi.net
Kekuatan Cinta
Sebuah rumah sakit di Amerika sedang melakukan eksperimen yang cukup menarik. Sekelompok bayi dibelai selama sepuluh menit selama tiga kali sehari. Satu kelompok bayi yang lain tidak pernah mendapatkan belaian. Selang beberapa hari kemudian, ternyata berat badan bayi yang mendapatkan belaian menjadi dua kali berat badan bayi dalam kelompok yang tidak pernah dibelai. Faktanya, tanpa cinta bayi tidak akan tumbuh dengan sehat.
Kekuatan cinta sungguh luar biasa. Seperti itu juga jika kita mempratekkan kekuatan cinta terhadap pekerjaan yang sedang kita geluti. Sebagaimana tanpa cinta bayi tidak akan tumbuh dengan sehat, tanpa cinta pekerjaan kita juga tidak akan pernah berkembang. Hampir-hampir mustahil kita mengharapkan karir kita naik sementara kita tidak pernah mencintai pekerjaan kita. Sangat tidak mungkin bisnis kita bisa berkembang jika kita sendiri sudah merasa bosan terhadap bisnis kita tersebut.
Saya tahu rasanya jatuh cinta, karena saya mengalaminya saat pacaran dulu. Saya jadi sedemikain kreatif dalam mengekspresikan cinta. Saya begitu bersemangat dan sedemikian antusias pada saat kencan. Ketika mengalami masalah, saya tidak gampang menyerah. Itulah kekuatan cinta yang saya rasakan.
Saya bisa bayangkan betapa efektifnya pekerjaan yang sedang kita geluti, kalau kita mengerjakannya dengan penuh cinta. Kita akan bekerja dengan penuh semangat, penuh gairah, penuh kreatif, dan tidak gampang menyerah pada saat mengalami masalah. Kalau masih tidak percaya, cobalah amati mereka yang bekerja dengan penuh cinta, lalu bandingkan mereka yang bekerja tanpa rasa cinta sama sekali. Hasilnya akan jelas berbeda. Bagaimana dengan Anda? Apakah hari ini kita justru terjebak dengan rutinitas pekerjaan yang membosankan? Munculkan kembali rasa cinta kita terhadap pekerjaan kita sehingga kita kembali bergairah dalam melakukan pekerjaan kita hari ini.
Setiap pekerjaan akan menjadi efektif dan maksimal jika dikerjakan dengan penuh cinta.
vibizlife.com
Kekuatan cinta sungguh luar biasa. Seperti itu juga jika kita mempratekkan kekuatan cinta terhadap pekerjaan yang sedang kita geluti. Sebagaimana tanpa cinta bayi tidak akan tumbuh dengan sehat, tanpa cinta pekerjaan kita juga tidak akan pernah berkembang. Hampir-hampir mustahil kita mengharapkan karir kita naik sementara kita tidak pernah mencintai pekerjaan kita. Sangat tidak mungkin bisnis kita bisa berkembang jika kita sendiri sudah merasa bosan terhadap bisnis kita tersebut.
Saya tahu rasanya jatuh cinta, karena saya mengalaminya saat pacaran dulu. Saya jadi sedemikain kreatif dalam mengekspresikan cinta. Saya begitu bersemangat dan sedemikian antusias pada saat kencan. Ketika mengalami masalah, saya tidak gampang menyerah. Itulah kekuatan cinta yang saya rasakan.
Saya bisa bayangkan betapa efektifnya pekerjaan yang sedang kita geluti, kalau kita mengerjakannya dengan penuh cinta. Kita akan bekerja dengan penuh semangat, penuh gairah, penuh kreatif, dan tidak gampang menyerah pada saat mengalami masalah. Kalau masih tidak percaya, cobalah amati mereka yang bekerja dengan penuh cinta, lalu bandingkan mereka yang bekerja tanpa rasa cinta sama sekali. Hasilnya akan jelas berbeda. Bagaimana dengan Anda? Apakah hari ini kita justru terjebak dengan rutinitas pekerjaan yang membosankan? Munculkan kembali rasa cinta kita terhadap pekerjaan kita sehingga kita kembali bergairah dalam melakukan pekerjaan kita hari ini.
Setiap pekerjaan akan menjadi efektif dan maksimal jika dikerjakan dengan penuh cinta.
vibizlife.com
Jebakan Tikus
Pada suatu hari, seekor tikus sedang mencari makan. Seperti biasa, dia menyelinap masuk ke dalam gudang. Saat sibuk meraba-raba gudang yang gelap, tikus menemukan sebongkah keju yang sangat besar. Tapi sayang, ternyata keju tersebut melekat pada sebuah jebakan tikus. Sebuah perangkap yang mampu menghancurkan tubuhnya dalam satu detik saja.
Merasa cemas dengan adanya jebakan itu, tikus lalu menemui ayam.
“Hei, di gudang ada jebakan tikus! berhati-hatilah saat memasuki gudang!” seru tikus.
“Saya tahu kalau ini adalah masalah besar bagi kamu.” Jawab ayam, “Tetapi maaf, itu bukan urusanku. Aku tidak terganggu dengan jebakan itu.”
Tidak puas dengan jawaban ayam, tikus kemudian menemui kambing. “Maaf, ya!” Kambing itu berkata, “Saya tidak bisa berbuat banyak. Sebaiknya kau berdoa saja agar keju itu lepas dari jebakannya.” kata si kambing.
Tikus pun merasa sangat kesal dengan jawaban kambing. Ia kemudian menemui sapi untuk memberinya peringatan. Lagi-lagi tikus mendapat jawaban yang sama, “Maaf, ya.” kata sapi sambil tertawa, “Jebakan sekecil itu tidak berarti apa-apa bagi tubuhku yang sebesar ini. Saya tidak merasa terganggu dengan adanya jebakan itu.”
Karena bosan tidak diperhatikan, kemudian tikus meninggalkan gudang dan mencari makan di tempat lain.
Saat tengah malam, tiba-tiba terdengar suara yang sangat keras. “Praaaaaak…” Jebakan tikus itu sepertinya telah menemukan mangsanya. Mendengar suara ini, istri sang petani langsung terbangun dan berlari ke gudang. Tetapi karena gelap, istri petani tersebut tidak menyadari bahwa yang tertangkap di jebakan tersebut adalah seekor ular berbisa. Ular itu lalu menggigitnya. Istri petani pun menjerit-jerit kesakitan.
Melihat keributan itu sang petani segera berlari menuju dapur. Ia menemui istrinya sudah pingsan tergigit ular. Kemudian ia membawa istrinya untuk berobat.
Esok paginya, tubuh si istri masih demam. Maka petani itu memutuskan untuk menyembelih si ayam untuk dibuat sup kesukaan istrinya.
Selama istrinya sakit berhari-hari, banyak sekali tetangga yang menungguinya. Petani itu lalu menyembelih kambingnya. Daging kambing tersebut kemudian dibuat sate untuk hidangan bagi para tamu.
Setelah lebih dari seminggu sakit, sang istri akhirnya meninggal dunia. Banyak sekali orang yang hadir di pemakamannya. Akhirnya sang petani memutuskan untuk menyembelih satu-satunya sapi miliknya. Daging sapi itu dibuat berbagai masakan sebagai hidangan bagi para tamu yang telah hadir di pemakaman istrinya.
Kerabat Imelda...Hidup adalah sebuah perputaran.. atau yang biasa disebut siklus quantum.. masalah dan ancaman yang diderita orang lain dapat menjadi rantai yang akhirnya menimpa diri kita.. so, keep the arms wide open and show your love.
SUMBER: ceritainspirasi.net
Merasa cemas dengan adanya jebakan itu, tikus lalu menemui ayam.
“Hei, di gudang ada jebakan tikus! berhati-hatilah saat memasuki gudang!” seru tikus.
“Saya tahu kalau ini adalah masalah besar bagi kamu.” Jawab ayam, “Tetapi maaf, itu bukan urusanku. Aku tidak terganggu dengan jebakan itu.”
Tidak puas dengan jawaban ayam, tikus kemudian menemui kambing. “Maaf, ya!” Kambing itu berkata, “Saya tidak bisa berbuat banyak. Sebaiknya kau berdoa saja agar keju itu lepas dari jebakannya.” kata si kambing.
Tikus pun merasa sangat kesal dengan jawaban kambing. Ia kemudian menemui sapi untuk memberinya peringatan. Lagi-lagi tikus mendapat jawaban yang sama, “Maaf, ya.” kata sapi sambil tertawa, “Jebakan sekecil itu tidak berarti apa-apa bagi tubuhku yang sebesar ini. Saya tidak merasa terganggu dengan adanya jebakan itu.”
Karena bosan tidak diperhatikan, kemudian tikus meninggalkan gudang dan mencari makan di tempat lain.
Saat tengah malam, tiba-tiba terdengar suara yang sangat keras. “Praaaaaak…” Jebakan tikus itu sepertinya telah menemukan mangsanya. Mendengar suara ini, istri sang petani langsung terbangun dan berlari ke gudang. Tetapi karena gelap, istri petani tersebut tidak menyadari bahwa yang tertangkap di jebakan tersebut adalah seekor ular berbisa. Ular itu lalu menggigitnya. Istri petani pun menjerit-jerit kesakitan.
Melihat keributan itu sang petani segera berlari menuju dapur. Ia menemui istrinya sudah pingsan tergigit ular. Kemudian ia membawa istrinya untuk berobat.
Esok paginya, tubuh si istri masih demam. Maka petani itu memutuskan untuk menyembelih si ayam untuk dibuat sup kesukaan istrinya.
Selama istrinya sakit berhari-hari, banyak sekali tetangga yang menungguinya. Petani itu lalu menyembelih kambingnya. Daging kambing tersebut kemudian dibuat sate untuk hidangan bagi para tamu.
Setelah lebih dari seminggu sakit, sang istri akhirnya meninggal dunia. Banyak sekali orang yang hadir di pemakamannya. Akhirnya sang petani memutuskan untuk menyembelih satu-satunya sapi miliknya. Daging sapi itu dibuat berbagai masakan sebagai hidangan bagi para tamu yang telah hadir di pemakaman istrinya.
Kerabat Imelda...Hidup adalah sebuah perputaran.. atau yang biasa disebut siklus quantum.. masalah dan ancaman yang diderita orang lain dapat menjadi rantai yang akhirnya menimpa diri kita.. so, keep the arms wide open and show your love.
SUMBER: ceritainspirasi.net
Monday, January 17, 2011
Mengeluh
Sebuah kata sederhana yang mungkin jarang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi seringkali kita praktekkan langsung baik secara sadar maupun tidak sadar. Kita semua melakukan hal tersebut setiap saat tanpa menyadarinya. Tahukah Anda semakin sering kita mengeluh, maka semakin sering pula kita mengalami hal tersebut.
Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang hal ini menjadi suatu kebiasaan dan parahnya lagi mengeluh menjadi suatu kebanggaan. Bila Anda memiliki dua orang teman, yang pertama selalu berpikiran positif dan yang kedua selalu mengeluh, tentunya Anda akan lebih senang berhubungan dengan yang berpikiran positif bukan ?
Menjadi seorang yang suka mengeluh mungkin bisa mendapatkan simpati dari teman kita, tetapi tidak akan membuat kita memiliki lebih banyak teman dan tidak akan menyelesaikan masalah kita, bahkan bisa membuat kita kehilangan teman-teman kita.
Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita mengeluh? Kita mengeluh karena kita kecewa bahwa realita yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita. Bagaimana kita mengatasi hal ini. Caranya sebenarnya gampang-gampang susah, kita hanya perlu bersyukur.
Di balik semua hal yang kita keluhkan PASTI ADA hal yang dapat kita syukuri. Sebagai ilustrasi, Anda mengeluh dengan pekerjaan Anda. Tahukah Anda berapa banyak jumlah pengangguran yang ada di Indonesia? Sekarang ini hampir 60% orang pada usia kerja produktif tidak bekerja, jadi bersyukurlah Anda masih memiliki pekerjaan dan penghasilan. Atau Anda mengeluh karena disuruh lembur atau disuruh melakukan kerja ekstra. Tahukah Anda bahwa sebenarnya atasan Anda percaya kepada kemampuan Anda? Kalau Anda tidak mampu tidak mungkin atasan Anda menyuruh Anda lembur atau memberikan pekerjaan tambahan. Bersyukurlah karena Anda telah diberikan kepercayaan oleh atasan Anda.
Bersyukurlah lebih banyak dan percayalah hidup Anda akan lebih mudah dan keberuntungan senantiasa selalu bersama Anda, karena Anda dapat melihat hal-hal yang selama ini mungkin luput dari pandangan Anda karena Anda terlalu sibuk mengeluh.
Try it now
1. Bersyukurlah setiap hari setidaknya satu kali sehari. Bersyukurlah atas pekerjaan Anda, kesehatan Anda, keluarga Anda atau apapun yang dapat Anda syukuri. Ambilah waktu selama 10-30 detik saja untuk bersyukur kemudian lanjutkan kembali kegiatan Anda.
2. Jangan mengeluh bila Anda menghadapi kesulitan tetapi lakukanlah hal berikut ini. Tutuplah mata Anda, tarik nafas panjang, tahan sebentar dan kemudian hembuskan pelan-pelan dari mulut Anda, buka mata Anda, tersenyumlah dan pikirkanlah bahwa suatu saat nanti Anda akan bersyukur atas semua yang terjadi pada saat ini.
3. Biasakan diri untuk tidak ikut-ikutan mengeluh bila Anda sedang bersama teman-teman yang sedang mengeluh dan beri tanggapan yang positif atau tidak sama sekali. Selalu berpikir positif dan lihatlah perubahan dalam hidup Anda.
"Semakin banyak Anda bersyukur kepada Tuhan atas apa yang Anda miliki, maka semakin banyak hal yang akan Anda miliki untuk disyukuri."
SUMBER:vibizlife.com
Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang hal ini menjadi suatu kebiasaan dan parahnya lagi mengeluh menjadi suatu kebanggaan. Bila Anda memiliki dua orang teman, yang pertama selalu berpikiran positif dan yang kedua selalu mengeluh, tentunya Anda akan lebih senang berhubungan dengan yang berpikiran positif bukan ?
Menjadi seorang yang suka mengeluh mungkin bisa mendapatkan simpati dari teman kita, tetapi tidak akan membuat kita memiliki lebih banyak teman dan tidak akan menyelesaikan masalah kita, bahkan bisa membuat kita kehilangan teman-teman kita.
Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita mengeluh? Kita mengeluh karena kita kecewa bahwa realita yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita. Bagaimana kita mengatasi hal ini. Caranya sebenarnya gampang-gampang susah, kita hanya perlu bersyukur.
Di balik semua hal yang kita keluhkan PASTI ADA hal yang dapat kita syukuri. Sebagai ilustrasi, Anda mengeluh dengan pekerjaan Anda. Tahukah Anda berapa banyak jumlah pengangguran yang ada di Indonesia? Sekarang ini hampir 60% orang pada usia kerja produktif tidak bekerja, jadi bersyukurlah Anda masih memiliki pekerjaan dan penghasilan. Atau Anda mengeluh karena disuruh lembur atau disuruh melakukan kerja ekstra. Tahukah Anda bahwa sebenarnya atasan Anda percaya kepada kemampuan Anda? Kalau Anda tidak mampu tidak mungkin atasan Anda menyuruh Anda lembur atau memberikan pekerjaan tambahan. Bersyukurlah karena Anda telah diberikan kepercayaan oleh atasan Anda.
Bersyukurlah lebih banyak dan percayalah hidup Anda akan lebih mudah dan keberuntungan senantiasa selalu bersama Anda, karena Anda dapat melihat hal-hal yang selama ini mungkin luput dari pandangan Anda karena Anda terlalu sibuk mengeluh.
Try it now
1. Bersyukurlah setiap hari setidaknya satu kali sehari. Bersyukurlah atas pekerjaan Anda, kesehatan Anda, keluarga Anda atau apapun yang dapat Anda syukuri. Ambilah waktu selama 10-30 detik saja untuk bersyukur kemudian lanjutkan kembali kegiatan Anda.
2. Jangan mengeluh bila Anda menghadapi kesulitan tetapi lakukanlah hal berikut ini. Tutuplah mata Anda, tarik nafas panjang, tahan sebentar dan kemudian hembuskan pelan-pelan dari mulut Anda, buka mata Anda, tersenyumlah dan pikirkanlah bahwa suatu saat nanti Anda akan bersyukur atas semua yang terjadi pada saat ini.
3. Biasakan diri untuk tidak ikut-ikutan mengeluh bila Anda sedang bersama teman-teman yang sedang mengeluh dan beri tanggapan yang positif atau tidak sama sekali. Selalu berpikir positif dan lihatlah perubahan dalam hidup Anda.
"Semakin banyak Anda bersyukur kepada Tuhan atas apa yang Anda miliki, maka semakin banyak hal yang akan Anda miliki untuk disyukuri."
SUMBER:vibizlife.com
Antara Mimpi dan Realita..
Dua hal yang sangat berbeda namun keduanya bukan merupakan hal yang terpisahkan..
Mungkin seseorang berpikir bahwa mimpi itu hanyalah suatu khayalan di dalam diri..
Dan sebuah fantasi yang menyenangkan bagi pikirannya..
Namun mimpi adalah awal dari suatu keinginan yang pasti..
Yang dapat merubah hidupmu untuk selamanya..
Tanpa mimpi..kau tidak akan mempunyai keinginan untuk merubah keadaan..
Tanpa mimpi..kau tidak akan mempunyai tujuan yang pasti di dalam hidupmu..
Mimpi adalah keinginanmu yang terpendam..
Mimpi adalah awal dari keinginanmu untuk bertindak..
Mimpi adalah suatu hal yang mampu untuk merubah keadaan..
Dan satu hal yang pasti..
Mimpimu dapat menjelma menjadi realita...
Namun untuk merubah mimpimu menjadi realita..
Ada jembatan yang harus kau lalui..
Jembatan itu adalah kemauan keras dari dirimu..
Kemauan keras yang tidak akan goyah..
Sekeras apapun angin bertiup dan badai menghadang..
Sederas apapun hujan yang tercurah dari langit..
Dan sekuat apapun gelombang pasang yang menghadang..
Semua itu tidak akan menggoyahkanmu..
Apabila kau mau untuk melewati jembatan itu..
Untuk merubah mimpimu menjadi realita..
Kau harus membayar harganya..
Kau harus berani untuk bertindak..
Dan kau harus siap tercabik-cabik dari duniamu yang selama ini kau nikmati..
Mungkin kau berpikir..
Hanya dengan sedikit tindakan dan keinginan di mulutmu..
Kau sanggup mewujudkan mimpimu..
Namun sesungguhnya hal itu adalah suatu kesalahan..
Karena tanpa melewati jembatan dan membayar harganya..
Kau tak akan mampu mengubah mimpimu menjadi realita..
Jika kau hanya berkata di mulutmu..
Namun kau tidak berani untuk bertindak dan membayar harganya..
Ketahuilah..
Mimpimu akan tetap menjadi harapan kosong..
Dan jalanmu akan tetap hampa untuk selamanya..
Karena jembatan yang harus kau lalui..
Dan harga yang harus kau bayar..
Adalah penghubung antara mimpi dan realita yang ada..
Yang sanggup untuk merubah segalanya..
Dan sanggup menjadikanmu menjadi pribadi yang lebih kuat..
Jembatan penghubung yang adalah kemauan keras dari dirimu..
Adalah hal yang harus kau lalui..
Dan tidak dapat kau hindari..
Memang untuk melewati jembatan itu..
Pastilah kau akan membayar harga yang mahal di dalam hidupmu..
Namun ketahuilah..
Ketika kau mau untuk melewati jembatan itu dengan sungguh-sungguh tanpa mengeluh..
Kau siap untuk merubah mimpimu menjadi realita yang akan mengubah hidupmu untuk selamanya..
SUMBER:vibizlife.com
Mungkin seseorang berpikir bahwa mimpi itu hanyalah suatu khayalan di dalam diri..
Dan sebuah fantasi yang menyenangkan bagi pikirannya..
Namun mimpi adalah awal dari suatu keinginan yang pasti..
Yang dapat merubah hidupmu untuk selamanya..
Tanpa mimpi..kau tidak akan mempunyai keinginan untuk merubah keadaan..
Tanpa mimpi..kau tidak akan mempunyai tujuan yang pasti di dalam hidupmu..
Mimpi adalah keinginanmu yang terpendam..
Mimpi adalah awal dari keinginanmu untuk bertindak..
Mimpi adalah suatu hal yang mampu untuk merubah keadaan..
Dan satu hal yang pasti..
Mimpimu dapat menjelma menjadi realita...
Namun untuk merubah mimpimu menjadi realita..
Ada jembatan yang harus kau lalui..
Jembatan itu adalah kemauan keras dari dirimu..
Kemauan keras yang tidak akan goyah..
Sekeras apapun angin bertiup dan badai menghadang..
Sederas apapun hujan yang tercurah dari langit..
Dan sekuat apapun gelombang pasang yang menghadang..
Semua itu tidak akan menggoyahkanmu..
Apabila kau mau untuk melewati jembatan itu..
Untuk merubah mimpimu menjadi realita..
Kau harus membayar harganya..
Kau harus berani untuk bertindak..
Dan kau harus siap tercabik-cabik dari duniamu yang selama ini kau nikmati..
Mungkin kau berpikir..
Hanya dengan sedikit tindakan dan keinginan di mulutmu..
Kau sanggup mewujudkan mimpimu..
Namun sesungguhnya hal itu adalah suatu kesalahan..
Karena tanpa melewati jembatan dan membayar harganya..
Kau tak akan mampu mengubah mimpimu menjadi realita..
Jika kau hanya berkata di mulutmu..
Namun kau tidak berani untuk bertindak dan membayar harganya..
Ketahuilah..
Mimpimu akan tetap menjadi harapan kosong..
Dan jalanmu akan tetap hampa untuk selamanya..
Karena jembatan yang harus kau lalui..
Dan harga yang harus kau bayar..
Adalah penghubung antara mimpi dan realita yang ada..
Yang sanggup untuk merubah segalanya..
Dan sanggup menjadikanmu menjadi pribadi yang lebih kuat..
Jembatan penghubung yang adalah kemauan keras dari dirimu..
Adalah hal yang harus kau lalui..
Dan tidak dapat kau hindari..
Memang untuk melewati jembatan itu..
Pastilah kau akan membayar harga yang mahal di dalam hidupmu..
Namun ketahuilah..
Ketika kau mau untuk melewati jembatan itu dengan sungguh-sungguh tanpa mengeluh..
Kau siap untuk merubah mimpimu menjadi realita yang akan mengubah hidupmu untuk selamanya..
SUMBER:vibizlife.com
Bertumbuh dan Berbuah
Bertumbuh dan berbuah, kedua kata ini seringkali lebih mengingatkan kita tentang tumbuh-tumbuhan dan juga buah-buahan …
Tetapi kalau kita perhatikan dan kaji lebih dalam lagi akan makna dari kedua kata ini , maka kita tahu untuk mengaplikasikannya di dalam hidup kita sehari – hari…
Sebagaimana pada umumnya, tumbuh-tumbuhan yang ditanam maupun liar biasanya mengalami pertumbuhan mulai dari sebuah benih yang kering dan mati kemudian muncul tunas baru sebagai cikal bakal kehidupan baru dan pada akhirnya menghasilkan buah…
Demikian pula halnya dengan kehidupan kita manusia, kita juga pasti harus bertumbuh dan berbuah di dalam pengenalan kita akan Sang Pencipta, karena Sang Pencipta yang membuat kita ada di dunia ini, dan tujuan hidup kita haruslah diarahkan kepadaNya.
Sebagai orang yang beriman, di dalam hidup sehari-hari pastilah kita harus mengalami yang namanya bertumbuh dan berbuah didalam pengenalan akan Tuhan.
Hal ini terlihat dari kita dapat membedakan mana yang baik dan mana yang jahat , mana yang merupakan kehendak Tuhan dan mana yang bukan merupakan kehendakNya.
Bukti bahwa kita bertumbuh dan berbuah di dalam pengenalan akan Tuhan adalah kita sanggup memberi pengaruh yang baik bagi orang lain di sekitar kita, seperti di antaranya:
Kita menjadi pribadi yang tidak memiliki kekhawatiran yang berlebihan di dalam hidup sehingga menjadi inspirasi bagi orang lain agar mensyukuri hidup.
Ketika kita berbuah, kita pasti tidak memiliki kekhawatiran yang berlebihan di dalam hidup kita, karena ketika kita memiliki iman percaya kepada Tuhan dan tidak khawatir, kita sanggup untuk mengajarkan kepada orang lain untuk tidak khawatir, karena memang khawatir tidak menyelesaikan persoalan kita, malah menambah kesusahan dan merampas kebahagiaan yang ada.
Kita menjadi pribadi yang bersukacita dan menjadi berkat bagi orang lain.
Ketika kita bersukacita, senyum kita membuat orang lain merasa damai dan senang berada di sekitar kita. Senyum karena sukacita juga bisa membuat hati seseorang yang sebelumnya sedih menjadi terhibur. Ketika kita bersukacita, kita menjadi berkat bagi orang lain dan memberikan damai bagi lingkungan di sekitar kita.
Kita menjadi teladan bagi orang lain.
Hidup yang bertumbuh adalah hidup yang berguna dan menjadi teladan, yang berarti kita dipandang sebagai pribadi yang baik dan menyenangkan,bukan pribadi yang menyusahkan orang lain.
Kita memang harus bertumbuh dan berbuah di dalam pengenalan kita akan Sang Pencipta, karena memang tujuan hidup kita harus mengarah kepada hal-hal baik dan mulia yang telah dipersiapkanNya. Di dalam pertumbuhan kita, memang kita harus setia kepada Sang Pencipta dan tidak melakukan apa yang dilarang oleh Sang Pencipta. Ketika kita ingin bertumbuh dan menghasilkan buah yang baik, sudah merupakan syarat mutlak bagi kita untuk TAAT dan SETIA serta TUNDUK kepada ketetapan Sang Pencipta.
Hiduplah dengan taat dan setia..maka Anda pasti bertumbuh dan menghasilkan buah yang baik di dalam hidup Anda.
SUMBER:vibizlife.com
Tetapi kalau kita perhatikan dan kaji lebih dalam lagi akan makna dari kedua kata ini , maka kita tahu untuk mengaplikasikannya di dalam hidup kita sehari – hari…
Sebagaimana pada umumnya, tumbuh-tumbuhan yang ditanam maupun liar biasanya mengalami pertumbuhan mulai dari sebuah benih yang kering dan mati kemudian muncul tunas baru sebagai cikal bakal kehidupan baru dan pada akhirnya menghasilkan buah…
Demikian pula halnya dengan kehidupan kita manusia, kita juga pasti harus bertumbuh dan berbuah di dalam pengenalan kita akan Sang Pencipta, karena Sang Pencipta yang membuat kita ada di dunia ini, dan tujuan hidup kita haruslah diarahkan kepadaNya.
Sebagai orang yang beriman, di dalam hidup sehari-hari pastilah kita harus mengalami yang namanya bertumbuh dan berbuah didalam pengenalan akan Tuhan.
Hal ini terlihat dari kita dapat membedakan mana yang baik dan mana yang jahat , mana yang merupakan kehendak Tuhan dan mana yang bukan merupakan kehendakNya.
Bukti bahwa kita bertumbuh dan berbuah di dalam pengenalan akan Tuhan adalah kita sanggup memberi pengaruh yang baik bagi orang lain di sekitar kita, seperti di antaranya:
Kita menjadi pribadi yang tidak memiliki kekhawatiran yang berlebihan di dalam hidup sehingga menjadi inspirasi bagi orang lain agar mensyukuri hidup.
Ketika kita berbuah, kita pasti tidak memiliki kekhawatiran yang berlebihan di dalam hidup kita, karena ketika kita memiliki iman percaya kepada Tuhan dan tidak khawatir, kita sanggup untuk mengajarkan kepada orang lain untuk tidak khawatir, karena memang khawatir tidak menyelesaikan persoalan kita, malah menambah kesusahan dan merampas kebahagiaan yang ada.
Kita menjadi pribadi yang bersukacita dan menjadi berkat bagi orang lain.
Ketika kita bersukacita, senyum kita membuat orang lain merasa damai dan senang berada di sekitar kita. Senyum karena sukacita juga bisa membuat hati seseorang yang sebelumnya sedih menjadi terhibur. Ketika kita bersukacita, kita menjadi berkat bagi orang lain dan memberikan damai bagi lingkungan di sekitar kita.
Kita menjadi teladan bagi orang lain.
Hidup yang bertumbuh adalah hidup yang berguna dan menjadi teladan, yang berarti kita dipandang sebagai pribadi yang baik dan menyenangkan,bukan pribadi yang menyusahkan orang lain.
Kita memang harus bertumbuh dan berbuah di dalam pengenalan kita akan Sang Pencipta, karena memang tujuan hidup kita harus mengarah kepada hal-hal baik dan mulia yang telah dipersiapkanNya. Di dalam pertumbuhan kita, memang kita harus setia kepada Sang Pencipta dan tidak melakukan apa yang dilarang oleh Sang Pencipta. Ketika kita ingin bertumbuh dan menghasilkan buah yang baik, sudah merupakan syarat mutlak bagi kita untuk TAAT dan SETIA serta TUNDUK kepada ketetapan Sang Pencipta.
Hiduplah dengan taat dan setia..maka Anda pasti bertumbuh dan menghasilkan buah yang baik di dalam hidup Anda.
SUMBER:vibizlife.com
Semangkuk Nasi Putih
Pada sebuah senja dua puluh tahun yang lalu, terdapat seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir di depan sebuah rumah makan cepat saji di kota metropolitan, menunggu sampai tamu di restoran sudah agak sepi, dengan sifat yang segan dan malu-malu dia masuk ke dalam restoran tersebut. “Tolong sajikan saya semangkuk nasi putih .” Dengan kepala menunduk pemuda ini berkata kepada pemilik rumah makan. Sepasang suami istri muda pemilik rumah makan, memperhatikan pemuda ini hanya meminta semangkuk nasi putih dan tidak memesan lauk apapun, lalu menghidangkan semangkuk penuh nasi putih untuknya. Ketika pemuda ini menerima nasi putih dan sedang membayar berkata dengan pelan: “dapatkah menyiram sedikit kuah sayur di atas nasi saya. “Istri pemilik rumah berkata sambil tersenyum: “Ambil saja apa yang engkau suka, tidak perlu bayar !” Sebelum habis makan, pemuda ini berpikir : “kuah sayur gratis.” Lalu memesan semangkuk lagi nasi putih.” Semangkuk tidak cukup anak muda, kali ini saya akan berikan lebih banyak lagi nasinya.” Dengan tersenyum ramah pemilik rumah makan berkata kepada pemuda ini.” Bukan, saya akan membawa pulang, besok akan membawa ke sekolah sebagai makan siang saya !” Mendengar perkataan pemuda ini, pemilik rumah makan berpikir pemuda ini tentu dari keluarga miskin diluar kota, demi menuntut ilmu datang ke kota, mencari uang sendiri untuk sekolah, kesulitan dalam keuangan itu sudah pasti. Berpikir sampai di situ pemilik rumah makan lalu menaruh sepotong daging dan sebutir telur disembunyikan dibawah nasi, kemudian membungkus nasi tersebut sepintas terlihat hanya sebungkus nasi putih saja dan memberikan kepada pemuda ini. Melihat perbuatannya, istrinya mengetahui suaminya sedang membantu pemuda ini, hanya dia tidak mengerti, kenapa daging dan telur disembunyikan di bawah nasi? Suaminya kemudian membisik kepadanya: “Jika pemuda ini melihat kita menaruh lauk di nasinya dia tentu akan merasa bahwa kita bersedekah kepadanya, harga dirinya pasti akan tersinggung lain kali dia tidak akandatang lagi, jika dia ke tempat lain hanya membeli semangkuk nasi putih, mana ada gizi untuk bersekolah.”"Engkau sungguh baik hati, sudah menolong orang masih menjaga harga dirinya.” “Jika saya tidak baik, apakah engkau akan menjadi istriku ?” Sepasang suami istri muda ini merasa gembira dapat membantu orang lain.
“Terima kasih, saya sudah selesai makan.” Pemuda ini pamit kepada mereka. Ketika dia mengambil bungkusan nasinya, dia membalikan badan melihat dengan pandangan mata berterima kasih kepada mereka.” Besok singgah lagi, engkau harus tetap bersemangat !” katanya sambil melambaikan tangan, dalam perkataannya bermaksud mengundang pemuda ini besok jangan segan-segan datang lagi. Sepasang mata pemuda ini berkaca-kaca terharu, mulai saat itu setiap sore pemuda ini singgah ke rumah makan mereka, sama seperti biasa setiap hari hanya memakan semangkuk nasi putih dan membawa pulang sebungkus untuk bekal keesokan hari. Sudah pasti nasi yang dibawa pulang setiap hari terdapat lauk berbeda yang tersembunyi setiap hari, sampai pemuda ini tamat, selama 20 tahun pemuda ini tidak pernah muncul lagi. Pada suatu hari, ketika suami ini sudah berumur 50 tahun lebih, pemerintah melayangkan sebuah surat bahwa rumah makan mereka harus digusur, tiba-tiba kehilangan mata pencaharian dan mengingat anak mereka yang di sekolahkan di luar negeri yang perlu biaya setiap bulan membuat suami istri ini berpelukan menangis dengan panik. Pada saat ini masuk seorang pemuda yang memakai pakaian bermerek kelihatannya seperti direktur dari kantor bonafid.”Apa kabar?, saya adalah wakil direktur dari sebuah perusahaan, saya diperintah oleh direktur kami mengundang kalian membuka kantin di perusahaan kami, perusahaan kami telah menyediakan semuanya kalian hanya perlu membawa koki dan keahlian kalian ke sana, keuntungannya akan dibagi 2 dengan perusahaan.” “Siapakah direktur di perusahaan kamu ?, mengapa begitu baik terhadap kami? saya tidak ingat mengenal seorang yang begitu mulia !” sepasang suami istri ini berkata dengan terheran.” Kalian adalah penolong dan kawan baik direktur kami, direktur kami paling suka makan telur dan dendeng buatan kalian, hanya itu yang saya tahu, yang lain setelah kalian bertemu dengannya dapat bertanya kepadanya.”
Akhirnya, pemuda yang hanya memakan semangkuk nasi putih ini muncul, setelah bersusah payah selama 20 tahun akhirnya pemuda ini dapat membangun kerajaaan bisnisnya dan sekarang menjadi seorang direktur yang sukses untuk kerajaan bisnisnya. Dia merasa kesuksesan pada saat ini adalah berkat bantuan sepasang suami istri ini, jika mereka tidak membantunya dia tidak mungkin akan dapat menyelesaikan kuliahnya dan menjadi sesukses sekarang.Setelah berbincang-bincang, suami istri ini pamit hendak meninggalkan kantornya. Pemuda ini berdiri dari kursi direkturnya dan dengan membungkuk dalam-dalam berkata kepada mereka : “bersemangat ya ! di kemudian hari perusahaan tergantung kepada kalian, sampai bertemu besok !”
Kebaikan hati dan balas budi selamanya dalam kehidupan manusia adalah suatu perbuatan indah dan yang paling mengharukan.
SUMBER:setitikembuninspirasi.com
“Terima kasih, saya sudah selesai makan.” Pemuda ini pamit kepada mereka. Ketika dia mengambil bungkusan nasinya, dia membalikan badan melihat dengan pandangan mata berterima kasih kepada mereka.” Besok singgah lagi, engkau harus tetap bersemangat !” katanya sambil melambaikan tangan, dalam perkataannya bermaksud mengundang pemuda ini besok jangan segan-segan datang lagi. Sepasang mata pemuda ini berkaca-kaca terharu, mulai saat itu setiap sore pemuda ini singgah ke rumah makan mereka, sama seperti biasa setiap hari hanya memakan semangkuk nasi putih dan membawa pulang sebungkus untuk bekal keesokan hari. Sudah pasti nasi yang dibawa pulang setiap hari terdapat lauk berbeda yang tersembunyi setiap hari, sampai pemuda ini tamat, selama 20 tahun pemuda ini tidak pernah muncul lagi. Pada suatu hari, ketika suami ini sudah berumur 50 tahun lebih, pemerintah melayangkan sebuah surat bahwa rumah makan mereka harus digusur, tiba-tiba kehilangan mata pencaharian dan mengingat anak mereka yang di sekolahkan di luar negeri yang perlu biaya setiap bulan membuat suami istri ini berpelukan menangis dengan panik. Pada saat ini masuk seorang pemuda yang memakai pakaian bermerek kelihatannya seperti direktur dari kantor bonafid.”Apa kabar?, saya adalah wakil direktur dari sebuah perusahaan, saya diperintah oleh direktur kami mengundang kalian membuka kantin di perusahaan kami, perusahaan kami telah menyediakan semuanya kalian hanya perlu membawa koki dan keahlian kalian ke sana, keuntungannya akan dibagi 2 dengan perusahaan.” “Siapakah direktur di perusahaan kamu ?, mengapa begitu baik terhadap kami? saya tidak ingat mengenal seorang yang begitu mulia !” sepasang suami istri ini berkata dengan terheran.” Kalian adalah penolong dan kawan baik direktur kami, direktur kami paling suka makan telur dan dendeng buatan kalian, hanya itu yang saya tahu, yang lain setelah kalian bertemu dengannya dapat bertanya kepadanya.”
Akhirnya, pemuda yang hanya memakan semangkuk nasi putih ini muncul, setelah bersusah payah selama 20 tahun akhirnya pemuda ini dapat membangun kerajaaan bisnisnya dan sekarang menjadi seorang direktur yang sukses untuk kerajaan bisnisnya. Dia merasa kesuksesan pada saat ini adalah berkat bantuan sepasang suami istri ini, jika mereka tidak membantunya dia tidak mungkin akan dapat menyelesaikan kuliahnya dan menjadi sesukses sekarang.Setelah berbincang-bincang, suami istri ini pamit hendak meninggalkan kantornya. Pemuda ini berdiri dari kursi direkturnya dan dengan membungkuk dalam-dalam berkata kepada mereka : “bersemangat ya ! di kemudian hari perusahaan tergantung kepada kalian, sampai bertemu besok !”
Kebaikan hati dan balas budi selamanya dalam kehidupan manusia adalah suatu perbuatan indah dan yang paling mengharukan.
SUMBER:setitikembuninspirasi.com
Two Become One
Dua menjadi satu..
Suatu hal yang luar biasa yang merupakan anugerah Tuhan di dalam hidup setiap manusia..
Terkadang manusia menafsirkan arti cinta dengan begitu dangkal..
Dan terkadang manusia memahami akan arti sebuah cinta dengan pemikiran yang terlalu sempit..
Namun..jika kita melihat dengan lebih dalam..
Cinta adalah awal dimana Tuhan mempersiapkan suatu proyek yang besar di dalam kehidupan kedua anak manusia..
Karena..apa yang dipersatukan oleh Allah..adalah suatu awal dari proyek Allah yang akan memberikan berkat yang luar biasa bagi hidup kedua mempelai dan juga orang lain..
Di dalam hidup..
Memang manusia menginginkan banyak hal di dalam pemikirannya..
Tetapi sesungguhnya..hanya Tuhanlah yang mengetahui akan rahasia hati yang terdalam..
Dan hanya tanganNya yang sanggup mengukir dengan jelas segala masa depan anak manusia..
Dua menjadi satu..
Suatu hal yang merupakan awal dari proyek Allah yang luar biasa..
Dimana Ia akan menjalankan rencanaNya yang besar..
Dimana Ia akan menjawab segala airmata yang tertumpah di hadapanNya..
Dan dimana Ia akan membentuk suatu kekuatan yang saling membangun untuk penggenapan rencanaNya yang besar di muka bumi ini..
Memang..terkadang kita pernah merasakan suatu kemustahilan membayang di depan mata..
Terkadang kita merasakan suatu lingkungan yang dingin, keras, dan dimana kesombongan telah mendarah daging dan sulit untuk dihancurkan..
Bahkan..kita mulai merasakan airmata yang terus-menerus jatuh karena kita sadar..kita tidak sanggup untuk mengubah dunia yang dingin seperti batu dengan kekuatan diri sendiri..
Namun percayalah..
Ia sanggup untuk merubah semua keadaan itu semudah membalikkan telapak tangan..
Ia sanggup untuk mengganti kondisi yang terlihat buruk dan gersang menjadi suatu tempat dimana Ia akan menjalankan rencanaNya yang besar..
Dan melalui dua anak manusia yang telah dipersatukan oleh Allah..
Percayalah..Ia akan memakai kehidupanmu dan pasanganmu untuk membuka suatu lahan yang selama ini gersang dan tertutup..
Karena pasangan yang telah dipersatukan oleh Allah..adalah pasangan yang akan menggenapi rencanaNya untuk membuka lahan yang tertutup..
Pasangan yang dipilihNya adalah suatu kekuatan yang saling bahu-membahu untuk membangun suatu kekuatan yang besar untuk menggenapi suatu proyek yang telah dipersiapkan oleh Allah..
Dan untuk dipakai olehNya untuk membuktikan bahwa tidak ada yang mustahil bagiNya..
Tetapi ketahuilah..
Dua menjadi satu itu..tidak dapat kau mulai dari dosa..
Kau tidak akan mendapatkan pasangan yang terbaik dariNya jika kau tidak sanggup menguasai dirimu..
Kau tidak akan mendapatkan yang terbaik jika kau memulainya dengan agresif dan gegabah tanpa mengerti maksud dan tujuan yang Tuhan inginkan di dalam hidupmu..
Dan kau tidak akan mendapatkan yang terbaik jika kau tidak mau menuruti pilihanNya..
Dua menjadi satu..
Suatu kekuatan yang hebat yang dipersiapkan olehNya..
Suatu penyatuan yang hebat yang telah dirancangkan olehNya untuk suatu maksud yang mulia..
Suatu hal yang dibuat oleh tanganNya untuk membangun suatu kekuatan yang menghancurkan segala pilar-pilar tinggi yang menutup mata hati setiap orang..
Karena ketahuilah..
Dua menjadi satu dimulai dari cinta kepada Allah..
Dari cintamu kepadaNya..kau akan mengerti akan maksud dan tujuanNya dalam kehidupan anak manusia..
Karena cintamu kepadaNya..kau akan sanggup untuk mencintai pasangan hidupmu yang telah dipilih olehNya seumur hidupmu..
Karena Ia mempersatukan kedua anak manusia yang mencintaiNya dan memiliki kesamaan visi yang berdasarkan cinta kepadaNya..
Dan dua menjadi satu..akan menjadi suatu kekuatan yang hebat..jika kau memulainya dari cinta akan Allah dan keikhlasan untuk menuruti kemauan dan pilihanNya di dalam hidupmu..
SUMBER:vibizlife.com
Suatu hal yang luar biasa yang merupakan anugerah Tuhan di dalam hidup setiap manusia..
Terkadang manusia menafsirkan arti cinta dengan begitu dangkal..
Dan terkadang manusia memahami akan arti sebuah cinta dengan pemikiran yang terlalu sempit..
Namun..jika kita melihat dengan lebih dalam..
Cinta adalah awal dimana Tuhan mempersiapkan suatu proyek yang besar di dalam kehidupan kedua anak manusia..
Karena..apa yang dipersatukan oleh Allah..adalah suatu awal dari proyek Allah yang akan memberikan berkat yang luar biasa bagi hidup kedua mempelai dan juga orang lain..
Di dalam hidup..
Memang manusia menginginkan banyak hal di dalam pemikirannya..
Tetapi sesungguhnya..hanya Tuhanlah yang mengetahui akan rahasia hati yang terdalam..
Dan hanya tanganNya yang sanggup mengukir dengan jelas segala masa depan anak manusia..
Dua menjadi satu..
Suatu hal yang merupakan awal dari proyek Allah yang luar biasa..
Dimana Ia akan menjalankan rencanaNya yang besar..
Dimana Ia akan menjawab segala airmata yang tertumpah di hadapanNya..
Dan dimana Ia akan membentuk suatu kekuatan yang saling membangun untuk penggenapan rencanaNya yang besar di muka bumi ini..
Memang..terkadang kita pernah merasakan suatu kemustahilan membayang di depan mata..
Terkadang kita merasakan suatu lingkungan yang dingin, keras, dan dimana kesombongan telah mendarah daging dan sulit untuk dihancurkan..
Bahkan..kita mulai merasakan airmata yang terus-menerus jatuh karena kita sadar..kita tidak sanggup untuk mengubah dunia yang dingin seperti batu dengan kekuatan diri sendiri..
Namun percayalah..
Ia sanggup untuk merubah semua keadaan itu semudah membalikkan telapak tangan..
Ia sanggup untuk mengganti kondisi yang terlihat buruk dan gersang menjadi suatu tempat dimana Ia akan menjalankan rencanaNya yang besar..
Dan melalui dua anak manusia yang telah dipersatukan oleh Allah..
Percayalah..Ia akan memakai kehidupanmu dan pasanganmu untuk membuka suatu lahan yang selama ini gersang dan tertutup..
Karena pasangan yang telah dipersatukan oleh Allah..adalah pasangan yang akan menggenapi rencanaNya untuk membuka lahan yang tertutup..
Pasangan yang dipilihNya adalah suatu kekuatan yang saling bahu-membahu untuk membangun suatu kekuatan yang besar untuk menggenapi suatu proyek yang telah dipersiapkan oleh Allah..
Dan untuk dipakai olehNya untuk membuktikan bahwa tidak ada yang mustahil bagiNya..
Tetapi ketahuilah..
Dua menjadi satu itu..tidak dapat kau mulai dari dosa..
Kau tidak akan mendapatkan pasangan yang terbaik dariNya jika kau tidak sanggup menguasai dirimu..
Kau tidak akan mendapatkan yang terbaik jika kau memulainya dengan agresif dan gegabah tanpa mengerti maksud dan tujuan yang Tuhan inginkan di dalam hidupmu..
Dan kau tidak akan mendapatkan yang terbaik jika kau tidak mau menuruti pilihanNya..
Dua menjadi satu..
Suatu kekuatan yang hebat yang dipersiapkan olehNya..
Suatu penyatuan yang hebat yang telah dirancangkan olehNya untuk suatu maksud yang mulia..
Suatu hal yang dibuat oleh tanganNya untuk membangun suatu kekuatan yang menghancurkan segala pilar-pilar tinggi yang menutup mata hati setiap orang..
Karena ketahuilah..
Dua menjadi satu dimulai dari cinta kepada Allah..
Dari cintamu kepadaNya..kau akan mengerti akan maksud dan tujuanNya dalam kehidupan anak manusia..
Karena cintamu kepadaNya..kau akan sanggup untuk mencintai pasangan hidupmu yang telah dipilih olehNya seumur hidupmu..
Karena Ia mempersatukan kedua anak manusia yang mencintaiNya dan memiliki kesamaan visi yang berdasarkan cinta kepadaNya..
Dan dua menjadi satu..akan menjadi suatu kekuatan yang hebat..jika kau memulainya dari cinta akan Allah dan keikhlasan untuk menuruti kemauan dan pilihanNya di dalam hidupmu..
SUMBER:vibizlife.com
Menjadi Majikan Bagi Nasib Diri Sendiri
"Miskin dan kaya adalah nasib " ini adalah mitos yang berlaku di dalam masyarakat, khususnya di negara berkembang. Tak terkecuali di negara kita, Indonesia.
Kita sering mendengar, bahkan mungkin termasuk di antara kita pernah berucap; miskin sudah merupakan nasib kita. Bagaimanapun kita bekerja keras, nasib tidak mungkin berubah, karena ini sudah suratan takdir. Sebaliknya, kalau nasib kita sudah ditentukan dari "sononya" kaya, maka usaha apa pun, bahkan kerja "seenaknya"pun bisa menjadikan kita sukses dan kaya.
Entah sudah berapa abad umur mitos seperti ini, sadar atau tidak, sudah diterima secara dogmatis di dalam masyarakat kita. Ditambah dengan mitos-mitos modern yang destruktif, seperti; bila kita berpendidikan rendah, hanya lulusan SMA/SMP/ SD, ( bahkan S1, namun merasa hanya lulusan universitas lokal), maka spontan yang timbul di benak kita adalah kita sulit maju, sulit sukses dan kaya.
Dengan rendahnya persepsi terhadap diri sendiri seperti ini, jelas kita telah terkena penyakit mitos yang menyesatkan. Hal ini akan mempengaruhi sikap mental dalam praktek di kehidupan nyata, sehingga menghasilkan kualitas hidup "ala kadarnya" atau sekedar hidup. Jika mitos seperti ini terus menerus dipercaya dan sampai memasuki pikiran bawah sadar kita, maka mitos seperti itu akan melahirkan "nasib gagal", dan kalau mitos negatif seperti itu dimiliki oleh mayoritas masyarakat kita, lalu bagaimana mungkin kita bisa mengentaskan kemiskinan untuk menuju pada cita cita bangsa , yaitu; masyarakat adil-makmur dan sejahtera.
Kemiskinan sering kali merupakan penyakit dari pikiran dan hasil dari ketidaktahuan kita tentang prinsip hukum kesuksesan yang berlaku. Bila kita mampu berpikir bahwa kita bisa sukses dan mau belajar, serta menjalankan prinsip-pinsip hukum kesuksesan, mau membina karakteristik positif, yaitu; punya tujuan yang jelas untuk dicapai,disiplin, mau kerja keras, ulet, siap berjuang dan semangat belajar, maka pasti akan terbuka kemungkinan-kemungkinan atau aktifitas-aktifitas produktif yang dapat merubah nasib gagal menjadi sukses. Miskin menjadi kaya!
Bangun karakter sukses!Seperti pepatah dalam bahasa Inggris "character is destiny", kharakter adalah nasib.
Hancurkan mitos "miskin adalah nasib saya "
Tidak peduli bagaimanapun Anda hari ini, dari keturunan siapa, berwarna kulit apa, atau apa latar belakang pendidikan Anda. Ingat, Anda punya hak untuk sukses!!!
Jadilah majikan bagi nasib diri sendiri.
kita adalah penentu masa depan kita sendiri!
Seperti filosofi yang lahir dari kristalisasi perjuangan sepanjang kehidupan saya, yang telah terbukti yakni : Success is my right ! sukses adalah hak saya! atau arti panjangnya : Kesuksesan bukan milik orang-orang tertentu. Sukses milik Anda, milik saya, dan milik siapa saja yang benar-benar menyadari, menginginkan, dan memperjuangkan dengan sepenuh hati.
Dengan semangat dan sikap mental sukses adalah hak saya ! serta siap berjuang habis-habisan , saya yakin nasib kita pasti berubah lebih baik, karena Tuhan tidak akan tinggal diam untuk membantu kita!
Success is my right !
SUMBER:www.andriewongso.com
Kita sering mendengar, bahkan mungkin termasuk di antara kita pernah berucap; miskin sudah merupakan nasib kita. Bagaimanapun kita bekerja keras, nasib tidak mungkin berubah, karena ini sudah suratan takdir. Sebaliknya, kalau nasib kita sudah ditentukan dari "sononya" kaya, maka usaha apa pun, bahkan kerja "seenaknya"pun bisa menjadikan kita sukses dan kaya.
Entah sudah berapa abad umur mitos seperti ini, sadar atau tidak, sudah diterima secara dogmatis di dalam masyarakat kita. Ditambah dengan mitos-mitos modern yang destruktif, seperti; bila kita berpendidikan rendah, hanya lulusan SMA/SMP/ SD, ( bahkan S1, namun merasa hanya lulusan universitas lokal), maka spontan yang timbul di benak kita adalah kita sulit maju, sulit sukses dan kaya.
Dengan rendahnya persepsi terhadap diri sendiri seperti ini, jelas kita telah terkena penyakit mitos yang menyesatkan. Hal ini akan mempengaruhi sikap mental dalam praktek di kehidupan nyata, sehingga menghasilkan kualitas hidup "ala kadarnya" atau sekedar hidup. Jika mitos seperti ini terus menerus dipercaya dan sampai memasuki pikiran bawah sadar kita, maka mitos seperti itu akan melahirkan "nasib gagal", dan kalau mitos negatif seperti itu dimiliki oleh mayoritas masyarakat kita, lalu bagaimana mungkin kita bisa mengentaskan kemiskinan untuk menuju pada cita cita bangsa , yaitu; masyarakat adil-makmur dan sejahtera.
Kemiskinan sering kali merupakan penyakit dari pikiran dan hasil dari ketidaktahuan kita tentang prinsip hukum kesuksesan yang berlaku. Bila kita mampu berpikir bahwa kita bisa sukses dan mau belajar, serta menjalankan prinsip-pinsip hukum kesuksesan, mau membina karakteristik positif, yaitu; punya tujuan yang jelas untuk dicapai,disiplin, mau kerja keras, ulet, siap berjuang dan semangat belajar, maka pasti akan terbuka kemungkinan-kemungkinan atau aktifitas-aktifitas produktif yang dapat merubah nasib gagal menjadi sukses. Miskin menjadi kaya!
Bangun karakter sukses!Seperti pepatah dalam bahasa Inggris "character is destiny", kharakter adalah nasib.
Hancurkan mitos "miskin adalah nasib saya "
Tidak peduli bagaimanapun Anda hari ini, dari keturunan siapa, berwarna kulit apa, atau apa latar belakang pendidikan Anda. Ingat, Anda punya hak untuk sukses!!!
Jadilah majikan bagi nasib diri sendiri.
kita adalah penentu masa depan kita sendiri!
Seperti filosofi yang lahir dari kristalisasi perjuangan sepanjang kehidupan saya, yang telah terbukti yakni : Success is my right ! sukses adalah hak saya! atau arti panjangnya : Kesuksesan bukan milik orang-orang tertentu. Sukses milik Anda, milik saya, dan milik siapa saja yang benar-benar menyadari, menginginkan, dan memperjuangkan dengan sepenuh hati.
Dengan semangat dan sikap mental sukses adalah hak saya ! serta siap berjuang habis-habisan , saya yakin nasib kita pasti berubah lebih baik, karena Tuhan tidak akan tinggal diam untuk membantu kita!
Success is my right !
SUMBER:www.andriewongso.com
Tempayan Retak
Seorang tukang air India memiliki dua tempayan besar. Masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan, yang dibawa menyilang pada bahunya. Satu dari tempayan itu retak, sedangkan tempayan satunya lagi tidak. Jika tempayan yang tidak retak itu selalu membawa air penuh setelah perjalanan panjang dari mata air ke rumah majikannya. Tempayan retak itu hanya dapat air setengah penuh.
Selama dua tahun, hal ini terjadi setiap hari. Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja si tempayan yang tidak retak merasa bangga akan prestasinya,
karena dapat menunaikan tugasnya dengan sempurna. Namun si tempayan retak yang malang itu,
merasa malu sekali akan ketidaksempurnaannya dan merasa sedih, sebab ia hanya dapat
memberikan setengah dari porsi yang seharusnya dapat diberikannnya.
Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak itu berkata kepada si tukang air,
"Saya sungguh malu pada diri saya sendiri, dan saya ingin mohon maaf kepadamu."
"Kenapa? "Kenapa kamu merasa malu?" tanya si tukang air.
"Selama dua tahun ini, saya hanya mampu membawa setengah porsi air dari yang seharusnya
dapat saya bawa, karena adanya retakan pada sisi saya, telah membuat air yang saya bawa bocor
sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacatku itu, saya telah membuatmu rugi." kata tempayan itu. Si tukang air merasa kasihan pada si tempayan retak, dan dalam belas kasihannya, ia berkata, "Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan."
Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan, dan itu membuatnya sedikit terhibur.
Namun pada akhir perjalanannya, Ia kembali sedih karena separuh air yang dibawanya telah bocor,
dan kembali tempayan retak itu meminta maaf pada si tukang air atas kegagalannya.
Si tukang air berkata kepada tempayan itu,
"Apakah kamu memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu, tapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan yang lain yang tidak retak itu. Itu karena aku selalu menyadari akan cacatmu. Dan aku memanfaatkannya. Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu,
Dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu.Selama dua tahun ini aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk menghias meja majikan kita.
Tanpa kamu, majikan kita tak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang. "
KI...setiap dari kita memiliki cacat dan kekurangan kita sendiri. Kita semua adalah tempayan retak.
Namun jika kita mau, Tuhan akan menggunakan kekurangan kita untuk menghias-Nya.
Di mata Tuhan yang bijaksana, tak ada yang terbuang percuma. Jangan takut akan kekuranganmu.
Kenalilah kelemahanmu dan kamu pun dapat menjadi sarana keindahan Tuhan.
Ketahuilah, didalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan kita.
SUMBER:dari milis motivasi
Selama dua tahun, hal ini terjadi setiap hari. Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja si tempayan yang tidak retak merasa bangga akan prestasinya,
karena dapat menunaikan tugasnya dengan sempurna. Namun si tempayan retak yang malang itu,
merasa malu sekali akan ketidaksempurnaannya dan merasa sedih, sebab ia hanya dapat
memberikan setengah dari porsi yang seharusnya dapat diberikannnya.
Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak itu berkata kepada si tukang air,
"Saya sungguh malu pada diri saya sendiri, dan saya ingin mohon maaf kepadamu."
"Kenapa? "Kenapa kamu merasa malu?" tanya si tukang air.
"Selama dua tahun ini, saya hanya mampu membawa setengah porsi air dari yang seharusnya
dapat saya bawa, karena adanya retakan pada sisi saya, telah membuat air yang saya bawa bocor
sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacatku itu, saya telah membuatmu rugi." kata tempayan itu. Si tukang air merasa kasihan pada si tempayan retak, dan dalam belas kasihannya, ia berkata, "Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan."
Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan, dan itu membuatnya sedikit terhibur.
Namun pada akhir perjalanannya, Ia kembali sedih karena separuh air yang dibawanya telah bocor,
dan kembali tempayan retak itu meminta maaf pada si tukang air atas kegagalannya.
Si tukang air berkata kepada tempayan itu,
"Apakah kamu memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu, tapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan yang lain yang tidak retak itu. Itu karena aku selalu menyadari akan cacatmu. Dan aku memanfaatkannya. Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu,
Dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu.Selama dua tahun ini aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk menghias meja majikan kita.
Tanpa kamu, majikan kita tak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang. "
KI...setiap dari kita memiliki cacat dan kekurangan kita sendiri. Kita semua adalah tempayan retak.
Namun jika kita mau, Tuhan akan menggunakan kekurangan kita untuk menghias-Nya.
Di mata Tuhan yang bijaksana, tak ada yang terbuang percuma. Jangan takut akan kekuranganmu.
Kenalilah kelemahanmu dan kamu pun dapat menjadi sarana keindahan Tuhan.
Ketahuilah, didalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan kita.
SUMBER:dari milis motivasi
Katak Sang Juara Itu Ternyata Tuli
Alkisah, di sebuah lereng gunung yang terjal dan dikelilingi sungai dengan jurang yang curam, terdapat sebuahkerajaan yang dihuni komunitas katak. Sang Raja Katak demi menguji kesetiaan dan keberanian rakyatnya suatu pagi membuat sayembara di antara sesama katak. "Barangsiapa yang bisa mencapai puncakgunung yang terjal itu akan mendapatkan seperempat wilayah kerajaandan diangkat menjadi penguasa di wilayah tersebut," demikian titah sang raja.
Alhasil, ribuan ekor katak ikut berlomba dengan mengikuti 3 fase rintangan, yakni sungai dengan arus sangat deras yang melintas di depan wilayah mereka, kemudian batu karang terjal di seberang sungai, dan terakhir puncak gunung yang licin dengan sekeliling jurang yang curam.
Satu putaran lomba sudah terlewati, hasilnya: hanya tersisa 500 ekor katak. Ribuan ekor lainnya, berguguran. Nah, kemudian antara sesama katak saling berbisik menggunjingkan betapa ngerinya medan perlombaan ini, sampai pada akhirnya hanya 20 katak nekat saja yang berani melanjutkan arena lomba.
Apa yang terjadi? Lereng curam dan arus deras telah menyeleksi katak-katak tersebut hingga tersisa 5 ekor katak untuk melanjutkan putaran terakhir. Katak-katak tersebut saling berpadangan berbisik betapa ngerinya lomba tersebut. Dan yang terjadi adalah hanya 1 ekor katak yang bersedia melanjutkan perlombaan.
Apa yang terjadi..?? Terdengar teriakan cemoohan, mengenai betapa bodohnya katak yang nekat melanjutkan lomba yang mematikan tersebut. Tanpa menghiraukan cemoohan yang ada, sang katak terus melaju dengan mantap walaupun medan yang dihadapi sangat terjal dan.. Luar Biasa..!! Sampailah sang katak di puncak gunung dan menjadi juara.
Apa rahasianya?? Katak Sang Juara tersebut ternyata TULI..!
KI...Setiap orang pasti punya keinginan akan suatu hal atau kejadian. Jika keinginan tersebut begitu kuat, akan menjadi sebuah impian. Untuk meraih impian itu, setiaphari kita akan mendapatkan masukan berupa hal yang mendukung impian kita. Akan tetapi ada juga hal yang melemahkan.
Pada cerita tadi, katak yang tuli tidak terpengaruh terhadap teriakan bahkan cemoohan yang melemahkan, sampai akhirnya jadilah katak itu menjadi Sang Juara. Anda pun bisa menjadi juara dengan menempatkan masukan di sekeliling (baik yang melemahkan maupun yang menguatkan) pada posisi yang tepat dalam usaha meraih impian Anda. Tidak ada salahnya jika Anda berlaku "tuli" terhadap hal-hal yang melemahkan usaha Anda meraih impian, dan bersiap-siaplahlah menjadi Sang Juara..!!
SUMBER:www.andriewongso.com
Alhasil, ribuan ekor katak ikut berlomba dengan mengikuti 3 fase rintangan, yakni sungai dengan arus sangat deras yang melintas di depan wilayah mereka, kemudian batu karang terjal di seberang sungai, dan terakhir puncak gunung yang licin dengan sekeliling jurang yang curam.
Satu putaran lomba sudah terlewati, hasilnya: hanya tersisa 500 ekor katak. Ribuan ekor lainnya, berguguran. Nah, kemudian antara sesama katak saling berbisik menggunjingkan betapa ngerinya medan perlombaan ini, sampai pada akhirnya hanya 20 katak nekat saja yang berani melanjutkan arena lomba.
Apa yang terjadi? Lereng curam dan arus deras telah menyeleksi katak-katak tersebut hingga tersisa 5 ekor katak untuk melanjutkan putaran terakhir. Katak-katak tersebut saling berpadangan berbisik betapa ngerinya lomba tersebut. Dan yang terjadi adalah hanya 1 ekor katak yang bersedia melanjutkan perlombaan.
Apa yang terjadi..?? Terdengar teriakan cemoohan, mengenai betapa bodohnya katak yang nekat melanjutkan lomba yang mematikan tersebut. Tanpa menghiraukan cemoohan yang ada, sang katak terus melaju dengan mantap walaupun medan yang dihadapi sangat terjal dan.. Luar Biasa..!! Sampailah sang katak di puncak gunung dan menjadi juara.
Apa rahasianya?? Katak Sang Juara tersebut ternyata TULI..!
KI...Setiap orang pasti punya keinginan akan suatu hal atau kejadian. Jika keinginan tersebut begitu kuat, akan menjadi sebuah impian. Untuk meraih impian itu, setiaphari kita akan mendapatkan masukan berupa hal yang mendukung impian kita. Akan tetapi ada juga hal yang melemahkan.
Pada cerita tadi, katak yang tuli tidak terpengaruh terhadap teriakan bahkan cemoohan yang melemahkan, sampai akhirnya jadilah katak itu menjadi Sang Juara. Anda pun bisa menjadi juara dengan menempatkan masukan di sekeliling (baik yang melemahkan maupun yang menguatkan) pada posisi yang tepat dalam usaha meraih impian Anda. Tidak ada salahnya jika Anda berlaku "tuli" terhadap hal-hal yang melemahkan usaha Anda meraih impian, dan bersiap-siaplahlah menjadi Sang Juara..!!
SUMBER:www.andriewongso.com
Friday, January 07, 2011
Jaga Perkataanmu
Salah satu pepatah Amerika mengatakan “Stick and stone may break my bones, but words will never hurt me”. Tongkat dan batu dapat mematahkan tulangku, tapi kata-kata takkan menyakitiku. Benarkah ?
Ada orang yang tak pernah memukul, tapi kata-katanya tajam menusuk dan menyakitkan hati. Ketika anak kita diledek temannya, kadang kita katakan ‘biar saja, jangan didengarkan’. Tapi dapatkan kita benar-benar tidak ambil perduli dengan apa yang orang lain katakan ?
Bagaimana dengan istri yang langsung diet ketat gila-gilaan begitu suaminya bilang ‘kamu sekarang gendut,ya.’ Atau anak muda yang nekat bunuh diri saat pacarnya bilang ‘aku tidak lagi cinta padamu’. Bagaimana dengan anak sekolah yang tega menembaki guru dan teman-temannya karena ia selalu jadi bahan bulan-bulanan dan ejekan di sekolah. Masih sederet lagi contoh-contoh lain, termasuk yang berakhir dengan hilangnya harga diri, bahkan perceraian !
Gary Chapman dalam bukunya Lima Bahasa Kasih, menuliskan tentang kata-kata pendukung. Kata-kata positif yang mendukung, menyemangati, membesarkan hati. Kata-kata yang ramah, baik, menghargai, penuh rasa maaf, dan menyiratkan kasih. Contoh yang paling sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari adalah bagaimana ibu menenangkan anaknya yang menangis dengan kata-kata yang lembut. Atau Ayah yang membangkitkan semangat anaknya untuk terus bersekolah dan tekun belajar.
Lidah bisa menjadi pedang bermata dua, bisa menyelamatkan, bisa membunuh. Kadang kita mengucapkan kata-kata yang menyakitkan, lalu kita lupa pernah mengatakan itu. Tapi bagi orang yang menjadi korbannya, walau tahun berlalu mungkin ia masih ingat dan sakit hati. Hendaknya kata-kata yang keluar dari mulut kita boleh menjadi berkat bagi orang lain. Terutama bagi pasangan dan anggota keluarga kita. Berpikirlah dulu sebelum berkata-kata. Hindari lontaran kata-kata kasar dalam kemarahan. Tahan diri untuk mengkritik. Berlatihlah untuk menyampaikan kata-kata penuh kasih, kata yang membangun dan memberi harapan.
Lidah memang tidak bertulang, berpikirlah dulu sebelum menyesal karena mengeluarkan kata-kata yang tak bisa ditarik kembali !
SUMBER:setitikembuninspirasi.com
Ada orang yang tak pernah memukul, tapi kata-katanya tajam menusuk dan menyakitkan hati. Ketika anak kita diledek temannya, kadang kita katakan ‘biar saja, jangan didengarkan’. Tapi dapatkan kita benar-benar tidak ambil perduli dengan apa yang orang lain katakan ?
Bagaimana dengan istri yang langsung diet ketat gila-gilaan begitu suaminya bilang ‘kamu sekarang gendut,ya.’ Atau anak muda yang nekat bunuh diri saat pacarnya bilang ‘aku tidak lagi cinta padamu’. Bagaimana dengan anak sekolah yang tega menembaki guru dan teman-temannya karena ia selalu jadi bahan bulan-bulanan dan ejekan di sekolah. Masih sederet lagi contoh-contoh lain, termasuk yang berakhir dengan hilangnya harga diri, bahkan perceraian !
Gary Chapman dalam bukunya Lima Bahasa Kasih, menuliskan tentang kata-kata pendukung. Kata-kata positif yang mendukung, menyemangati, membesarkan hati. Kata-kata yang ramah, baik, menghargai, penuh rasa maaf, dan menyiratkan kasih. Contoh yang paling sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari adalah bagaimana ibu menenangkan anaknya yang menangis dengan kata-kata yang lembut. Atau Ayah yang membangkitkan semangat anaknya untuk terus bersekolah dan tekun belajar.
Lidah bisa menjadi pedang bermata dua, bisa menyelamatkan, bisa membunuh. Kadang kita mengucapkan kata-kata yang menyakitkan, lalu kita lupa pernah mengatakan itu. Tapi bagi orang yang menjadi korbannya, walau tahun berlalu mungkin ia masih ingat dan sakit hati. Hendaknya kata-kata yang keluar dari mulut kita boleh menjadi berkat bagi orang lain. Terutama bagi pasangan dan anggota keluarga kita. Berpikirlah dulu sebelum berkata-kata. Hindari lontaran kata-kata kasar dalam kemarahan. Tahan diri untuk mengkritik. Berlatihlah untuk menyampaikan kata-kata penuh kasih, kata yang membangun dan memberi harapan.
Lidah memang tidak bertulang, berpikirlah dulu sebelum menyesal karena mengeluarkan kata-kata yang tak bisa ditarik kembali !
SUMBER:setitikembuninspirasi.com
Belajar Bahagia
Belajar ? Untuk bahagia ? Mengapa untuk merasa bahagia saja kita harus belajar ? Karena kata orang bahagia itu perjalanan, a journey, bukan tujuan, not a destination. Waktu masih kanak-anak, kita sangat mudah merasa bahagia, kita bahagia untuk hal-hal yang sederhana. Setelah dewasa, kita terpaku pada standar-standar dunia untuk bisa merasakan bahagia. Kita tidak selalu sadar bahwa bahagia yang sejati itu bukan ditentukan standar masyarakat. Bahagia kalau uangnya banyak, bahagia kalau sukses, bahagia kalau statusnya terpandang, bahagia kalau istrinya cantik atau suaminya pintar, bahagia kalau semuanya lancar dan sesuai harapan kita. Dan seterusnya. Tapi kebahagiaan yang sesungguhnya mestinya tidak bergantung kepada semua itu. Kalau semuanya itu diambil dari kita, atau tidak menjadi milik kita, apakah kita lantas menjadi tidak bahagia ? Semudah itukah kita menyerah untuk tidak lagi bahagia ? Rasanya Sang Hidup ingin kita selalu bahagia, dan menciptakan kita untuk bahagia, sejak awal kta diciptakan. Seperti halnya hidup, bahagia itu diberikan-Nya dengan cuma-cuma, tanpa alasan, tanpa syarat. Semata karena cinta-Nya kepada kita, karena Dia ingin kita menjadi mitra-Nya untuk menjadikan dunia ciptaan ini semakin penuh cinta. itu saja.
Kalau rasa bahagia adalah bila harus begini atau harus begitu…baru bahagia kalau saya begini atau kalau kamu sudah begitu….berarti untuk bahagia yang sesungguhnya, memang aku masih perlu belajar. Sebab bahagia yang dari Sang Hidup itu adalah bukan “bahagia kalau….” , melainkan “bahagia karena…..” yaitu bahagia karena bersyukur, bahagia karena diberi hidup. Karena mencintai proses-proses kehidupan. Karena terbuka kepada kemungkinan. Karena selalu penuh harapan. Apakah bahagia ku sudah bahagia yang sejati ? Bahagia yang sejati sudah kualami bila aku bisa tetap memilih untuk bahagia sekalipun hidup sedang tidak berjalan sperti yang kuinginkan, bahkan di saat dunia ada derita dan kekecewaan. Bahagia karena cinta Sang Tujuan, dan bahagia karena selalu ada harapan, kepada Sang Pemelihara Kehidupan.
Semoga semua mahluk Tuhan berbahagia
SUMBER:setitikembuninspirasi.com
Kalau rasa bahagia adalah bila harus begini atau harus begitu…baru bahagia kalau saya begini atau kalau kamu sudah begitu….berarti untuk bahagia yang sesungguhnya, memang aku masih perlu belajar. Sebab bahagia yang dari Sang Hidup itu adalah bukan “bahagia kalau….” , melainkan “bahagia karena…..” yaitu bahagia karena bersyukur, bahagia karena diberi hidup. Karena mencintai proses-proses kehidupan. Karena terbuka kepada kemungkinan. Karena selalu penuh harapan. Apakah bahagia ku sudah bahagia yang sejati ? Bahagia yang sejati sudah kualami bila aku bisa tetap memilih untuk bahagia sekalipun hidup sedang tidak berjalan sperti yang kuinginkan, bahkan di saat dunia ada derita dan kekecewaan. Bahagia karena cinta Sang Tujuan, dan bahagia karena selalu ada harapan, kepada Sang Pemelihara Kehidupan.
Semoga semua mahluk Tuhan berbahagia
SUMBER:setitikembuninspirasi.com
Why Love Can Make You Do Anything
Hmmm...mungkin sering sekali kita mendengar kata-kata mutiara mengenai cinta...
Sebenarnya...cinta itu bisa dikatakan diluar pemikiran logika..
Banyak orang mau melakukan apapun demi cinta..
Meskipun terkadang hal yang dilakukannya tidak wajar menurut orang lain...
Cinta bisa membuatmu merasa bahagia..
Namun cinta juga bisa membuatmu merasa sakit...
Cinta bisa membuatmu merasa lemah...
Namun cinta juga bisa membuatmu menjadi pribadi yang lebih kuat...
Mungkin cinta memang tak dapat diukur dari logika...
Terkadang cinta membuat seseorang tidak melupakan suatu pribadi yang hanya menghabiskan waktu beberapa menit saja dengannya...
Dan berusaha untuk bertemu dengan pribadi tersebut untuk menghabiskan waktu seumur hidupnya..
Mungkin terkadang orang berpikir kalau itu hanya ada dalam cerita dongeng ataupun film populer..
Namun terkadang hal tersebut memang merupakan suatu kenyataan...
Cinta memang bisa dikatakan benar-benar melewati batas logika...
Ketika ia berada di sekitar kita...
Terkadang kita merasa risih dan ingin marah serta mungkin melupakan dirinya...
Namun ketika ia jauh dari kita...
Kita baru merasakan suatu hal yang berbeda di hati...
Dan mengharapkan agar ia menjadi bagian dalam hidup kita...
Hmmmm...mungkin cinta benar-benar merupakan suatu hal yang tidak bisa dipikirkan secara logika...
Yah..cinta membuatmu menerima pribadi seseorang apa adanya..
Tanpa mempersoalkan masa lalunya..
Meskipun mungkin pada awalnya..
Kau merasakan sesaknya nafasmu..
Ketika ia mengakui semuanya dan berharap akan pengertianmu yang tulus...
Namun cinta memang membuatmu mau melakukan segalanya..
Karena memang itulah cinta...
Tanpa batas...tanpa mempersoalkan segalanya...tanpa takut akan hal yang menghadang...
Namun tentu saja dengan pengorbanan dan air mata...
Karena cinta yang tulus dan murni...
Harus melalui proses pengasahan yang tajam..
Bahkan terkadang menggunakan pisau pengasah yang teramat sangat tajam..
Namun dengan pengasahan tersebutlah cintamu teruji..
Apakah cintamu menjadi semakin kuat ketika dalam pengasahan..
Atau kau berubah menjadi pribadi yang lemah ketika dalam pengasahan...
Cinta memang pada akhirnya harus membuatmu memilih...
Cinta yang kuat memang membuatmu harus menetapkan hati...
Karena ketika kau menetapkan hatimu...
Kebahagiaanmu karena cinta akan merekah di dalam hatimu...
Cinta memang terkadang terasa sakit dan sulit....
Namun jika memang cinta itu murni...
Rasa sakit itupun tidak akan menjadi beban..
Karena kau akan merasa lebih baik merasa sakit karena cinta...
Daripada kau berada di zona aman tetapi tidak bertemu dengan seseorang yang kau cintai...
Jika kita bertanya dan berpikir terus menerus...
Mengapa cinta bisa membuat rasa sakit menjadi suatu hal yang dipandang sebelah mata...
Mungkin logika dan penalaran kita akan terlalu sulit untuk menjabarkannya..
Karena itulah cinta...
Cinta membuatmu mau melakukan apapun....
SUMBER:vibizlife.com
Sebenarnya...cinta itu bisa dikatakan diluar pemikiran logika..
Banyak orang mau melakukan apapun demi cinta..
Meskipun terkadang hal yang dilakukannya tidak wajar menurut orang lain...
Cinta bisa membuatmu merasa bahagia..
Namun cinta juga bisa membuatmu merasa sakit...
Cinta bisa membuatmu merasa lemah...
Namun cinta juga bisa membuatmu menjadi pribadi yang lebih kuat...
Mungkin cinta memang tak dapat diukur dari logika...
Terkadang cinta membuat seseorang tidak melupakan suatu pribadi yang hanya menghabiskan waktu beberapa menit saja dengannya...
Dan berusaha untuk bertemu dengan pribadi tersebut untuk menghabiskan waktu seumur hidupnya..
Mungkin terkadang orang berpikir kalau itu hanya ada dalam cerita dongeng ataupun film populer..
Namun terkadang hal tersebut memang merupakan suatu kenyataan...
Cinta memang bisa dikatakan benar-benar melewati batas logika...
Ketika ia berada di sekitar kita...
Terkadang kita merasa risih dan ingin marah serta mungkin melupakan dirinya...
Namun ketika ia jauh dari kita...
Kita baru merasakan suatu hal yang berbeda di hati...
Dan mengharapkan agar ia menjadi bagian dalam hidup kita...
Hmmmm...mungkin cinta benar-benar merupakan suatu hal yang tidak bisa dipikirkan secara logika...
Yah..cinta membuatmu menerima pribadi seseorang apa adanya..
Tanpa mempersoalkan masa lalunya..
Meskipun mungkin pada awalnya..
Kau merasakan sesaknya nafasmu..
Ketika ia mengakui semuanya dan berharap akan pengertianmu yang tulus...
Namun cinta memang membuatmu mau melakukan segalanya..
Karena memang itulah cinta...
Tanpa batas...tanpa mempersoalkan segalanya...tanpa takut akan hal yang menghadang...
Namun tentu saja dengan pengorbanan dan air mata...
Karena cinta yang tulus dan murni...
Harus melalui proses pengasahan yang tajam..
Bahkan terkadang menggunakan pisau pengasah yang teramat sangat tajam..
Namun dengan pengasahan tersebutlah cintamu teruji..
Apakah cintamu menjadi semakin kuat ketika dalam pengasahan..
Atau kau berubah menjadi pribadi yang lemah ketika dalam pengasahan...
Cinta memang pada akhirnya harus membuatmu memilih...
Cinta yang kuat memang membuatmu harus menetapkan hati...
Karena ketika kau menetapkan hatimu...
Kebahagiaanmu karena cinta akan merekah di dalam hatimu...
Cinta memang terkadang terasa sakit dan sulit....
Namun jika memang cinta itu murni...
Rasa sakit itupun tidak akan menjadi beban..
Karena kau akan merasa lebih baik merasa sakit karena cinta...
Daripada kau berada di zona aman tetapi tidak bertemu dengan seseorang yang kau cintai...
Jika kita bertanya dan berpikir terus menerus...
Mengapa cinta bisa membuat rasa sakit menjadi suatu hal yang dipandang sebelah mata...
Mungkin logika dan penalaran kita akan terlalu sulit untuk menjabarkannya..
Karena itulah cinta...
Cinta membuatmu mau melakukan apapun....
SUMBER:vibizlife.com
Tuesday, January 04, 2011
Mengapa Takut Berbagi?
Hakekatnya manusia terbentuk oleh keadaan untuk bisa bertahan hidup
Manusia berupaya agar dirinya mampu mengatasi sekelilingnya
Suatu kebanggaan apabila mampu mengalahkan sesamanya
Seolah hal itu sesuatu yang biasa dan harus dilakukan
Terlebih memasuki kehidupan modern ini
Persaingan semakin tajam dan tidak ada seorang pun yang mau kalah
Semua berlomba untuk bisa menjadi yang terbaik
Berbagai cara akan dilakukan sekalipun itu menyakiti yang lain
Mari kita berhenti sejenak, apakah yang membuat kita berbahagia ?
Dengan melihat orang sekeliling kita menderita, maka hal itu menjadi kemenangan kita ?
Bukankah Pencipta menginginkan damai dan kebersamaan
Namun keegoisan dan kesombongan menghilangkan nilai hidup yang sesungguhnya
Apa yang sedang kita kejar hari ini?
Bukankah menyenangkan bila saling mendukung dan melengkapi
Sesuatu yang langka, namun kenapa tidak mencobanya
Tidak ada yang terlambat untuk memulai yang baik
Sadari bahwa kita hidup perlu orang lain
Setiap kita memiliki kelebihan dan kekurangan
Tidak ada seorang pun sempurna 100 %
Pasti ada kelemahan yang perlu diatasi
Bukankah menyenangkan bila kita bisa saling berbagi
Memberi nilai lebih bagi yang lemah atau kurang
Tidak akan ada kerugian sedikit pun, melainkan kedamaian melingkupi batin kita
Sepanjang kita mau tulus mengerjakan, pasti yang baik selalu menghampiri kita !
Semakin banyak berbagi, semakin banyak diisi
Bukankah rahmat dan berkah itu seperti air mengalir?
Ketika Anda alirkan melalui saluran-saluran untuk orang lain
Akan terus mendapatkan pasokan dari mata airnya.
SUMBER:vibizlife.com
Manusia berupaya agar dirinya mampu mengatasi sekelilingnya
Suatu kebanggaan apabila mampu mengalahkan sesamanya
Seolah hal itu sesuatu yang biasa dan harus dilakukan
Terlebih memasuki kehidupan modern ini
Persaingan semakin tajam dan tidak ada seorang pun yang mau kalah
Semua berlomba untuk bisa menjadi yang terbaik
Berbagai cara akan dilakukan sekalipun itu menyakiti yang lain
Mari kita berhenti sejenak, apakah yang membuat kita berbahagia ?
Dengan melihat orang sekeliling kita menderita, maka hal itu menjadi kemenangan kita ?
Bukankah Pencipta menginginkan damai dan kebersamaan
Namun keegoisan dan kesombongan menghilangkan nilai hidup yang sesungguhnya
Apa yang sedang kita kejar hari ini?
Bukankah menyenangkan bila saling mendukung dan melengkapi
Sesuatu yang langka, namun kenapa tidak mencobanya
Tidak ada yang terlambat untuk memulai yang baik
Sadari bahwa kita hidup perlu orang lain
Setiap kita memiliki kelebihan dan kekurangan
Tidak ada seorang pun sempurna 100 %
Pasti ada kelemahan yang perlu diatasi
Bukankah menyenangkan bila kita bisa saling berbagi
Memberi nilai lebih bagi yang lemah atau kurang
Tidak akan ada kerugian sedikit pun, melainkan kedamaian melingkupi batin kita
Sepanjang kita mau tulus mengerjakan, pasti yang baik selalu menghampiri kita !
Semakin banyak berbagi, semakin banyak diisi
Bukankah rahmat dan berkah itu seperti air mengalir?
Ketika Anda alirkan melalui saluran-saluran untuk orang lain
Akan terus mendapatkan pasokan dari mata airnya.
SUMBER:vibizlife.com
Keterbatasan
Manusia tidak akan pernah lepas dari keterbatasan
Ini menjadi alasan utama bila kita tidak mencapai sesuatu
Seolah manusia harus menerima kenyataan ini dan menyerah
Bukankah masih banyak waktu untuk mencoba kembali ?
Apakah memang selalu demikian adanya?
Keberadaan manusia di atas bumi ini adalah sebagai penguasa
Diberikan akal pikiran untuk berbuat banyak hal yang baik
Dimampukan mengerjakan apa saja yang dikehendaki
Orang akan berhasil bila dia dapat menembus keterbatasannya
Baginya semua bisa dilakukan tanpa ada yang bisa menghalanginya
Kegagalan dalam mencoba bukan menjadi alasan untuk berhenti
Bukankah apa pun bisa diperbuat untuk menjadikannya berhasil ?
Banyak orang yang tidak beruntung karena ketidaklengkapan panca inderanya
Sepertinya mereka harus dikasihani dan dianggap tidak banyak manfaatnya
Tetapi mereka belajar dan terus mencoba untuk mencapai sesuatu yang diharapkan
Tiada keluhan untuk menyesali diri dan terus mencoba sampai berhasil
Lalu apa yang menjadi rahasia mengatasi semua keterbatasan ini?
Banyak orang berpendapat bahwa perlu dukungan dari sekeliling
Dibutuhkan semangat dan tekad kuat untuk mewujudkannya
Keterbatasan bisa diatasi dengan kerja keras
Hal yang penting sering dilupakan bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan
Pasti ada rencanaNya dalam setiap kelahiran kita
Dia memahami dan memberikan kemampuan untuk mengatasi dunia ini
Ketika kita sepakat denganNya, maka apapun yang mustahil bisa dilakukan
Penghargaan kita akan Pencipta, memberikan dorongan kuat mencapai sesuatu
Sebab Dia tidak pernah mentakdirkan kita untuk selalu gagal dan tertindas
Keterbatasan yang dimiliki, memperlihatkan kita, betapa kita memerlukan Dia
Pastilah Dia menyanggupkan kita menembus keterbatasan yang ada
Apa situasi diri kita saat ini ?
Hanya ada satu kata, jadilah berhasil mengatasi keterbatasan !
SUMBER:vibizlife.com
Ini menjadi alasan utama bila kita tidak mencapai sesuatu
Seolah manusia harus menerima kenyataan ini dan menyerah
Bukankah masih banyak waktu untuk mencoba kembali ?
Apakah memang selalu demikian adanya?
Keberadaan manusia di atas bumi ini adalah sebagai penguasa
Diberikan akal pikiran untuk berbuat banyak hal yang baik
Dimampukan mengerjakan apa saja yang dikehendaki
Orang akan berhasil bila dia dapat menembus keterbatasannya
Baginya semua bisa dilakukan tanpa ada yang bisa menghalanginya
Kegagalan dalam mencoba bukan menjadi alasan untuk berhenti
Bukankah apa pun bisa diperbuat untuk menjadikannya berhasil ?
Banyak orang yang tidak beruntung karena ketidaklengkapan panca inderanya
Sepertinya mereka harus dikasihani dan dianggap tidak banyak manfaatnya
Tetapi mereka belajar dan terus mencoba untuk mencapai sesuatu yang diharapkan
Tiada keluhan untuk menyesali diri dan terus mencoba sampai berhasil
Lalu apa yang menjadi rahasia mengatasi semua keterbatasan ini?
Banyak orang berpendapat bahwa perlu dukungan dari sekeliling
Dibutuhkan semangat dan tekad kuat untuk mewujudkannya
Keterbatasan bisa diatasi dengan kerja keras
Hal yang penting sering dilupakan bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan
Pasti ada rencanaNya dalam setiap kelahiran kita
Dia memahami dan memberikan kemampuan untuk mengatasi dunia ini
Ketika kita sepakat denganNya, maka apapun yang mustahil bisa dilakukan
Penghargaan kita akan Pencipta, memberikan dorongan kuat mencapai sesuatu
Sebab Dia tidak pernah mentakdirkan kita untuk selalu gagal dan tertindas
Keterbatasan yang dimiliki, memperlihatkan kita, betapa kita memerlukan Dia
Pastilah Dia menyanggupkan kita menembus keterbatasan yang ada
Apa situasi diri kita saat ini ?
Hanya ada satu kata, jadilah berhasil mengatasi keterbatasan !
SUMBER:vibizlife.com
Jadikan Hidup Lebih Indah
MEMBERI membuat kita lebih KAYA
SENYUM membuat kita lebih INDAH
KASIH membuat kita lebih BAHAGIA
DOA membuat kita lebih DAMAI
DEKAT TUHAN membuat hidup kita lebih SEMPURNA
Banyak orang mengatakan bahwa hidup ini tidak mudah untuk dijalani.
Karena itu untuk apa kita menambah beban dalam pikiran dan perasaan kita sehingga membuat hidup menjadi tidak nyaman.
Marilah kita buat hidup yang indah dengan lebih banyak memberi dan selalu dekat dengan Tuhan !
Prinsip ’memberi lebih baik daripada menerima’ ternyata sangat berpengaruh dalam hidup ini.
Siapakah orang yang mampu memberi?
Betul ... memang orang kaya mampu untuk memberi.
Tetapi jangan menunggu menjadi kaya baru anda memberi !
Marilah kita memberi, maka hal ini membuat kita, minimal merasa, menjadi lebih kaya dari kondisi sebenarnya.
Dengan memberi, maka kita percaya bahwa kita sudah kaya bahkan lebih kaya.
Cobalah anda beri senyum kepada orang lain, maka ia pun akan membalasnya.
Memberi juga merupakan bukti dari kasih kita kepada sesama.
Nah, hal ini jelas membuat kita menjadi bahagia dan membuat hidup ini indah.
Selain prinsip ’memberi’, maka kedekatan kita dengan Tuhan, antara lain dengan berdoa dan membaca Kitab Suci, akan membuat kita selalu dapat bersukur sehingga kita menjadi penuh damai dan sukacita.
Kedekatan dengan Tuhan membuat kita menjadi manusia yang lebih baik karena kita lebih mengenali perintah-perintahNya dan merasakan kasihNya yang luar biasa. Semua hal ini membuat hidup kita menjadi lebih sempurna. Mau?
SUMBER:vibizlife.com
SENYUM membuat kita lebih INDAH
KASIH membuat kita lebih BAHAGIA
DOA membuat kita lebih DAMAI
DEKAT TUHAN membuat hidup kita lebih SEMPURNA
Banyak orang mengatakan bahwa hidup ini tidak mudah untuk dijalani.
Karena itu untuk apa kita menambah beban dalam pikiran dan perasaan kita sehingga membuat hidup menjadi tidak nyaman.
Marilah kita buat hidup yang indah dengan lebih banyak memberi dan selalu dekat dengan Tuhan !
Prinsip ’memberi lebih baik daripada menerima’ ternyata sangat berpengaruh dalam hidup ini.
Siapakah orang yang mampu memberi?
Betul ... memang orang kaya mampu untuk memberi.
Tetapi jangan menunggu menjadi kaya baru anda memberi !
Marilah kita memberi, maka hal ini membuat kita, minimal merasa, menjadi lebih kaya dari kondisi sebenarnya.
Dengan memberi, maka kita percaya bahwa kita sudah kaya bahkan lebih kaya.
Cobalah anda beri senyum kepada orang lain, maka ia pun akan membalasnya.
Memberi juga merupakan bukti dari kasih kita kepada sesama.
Nah, hal ini jelas membuat kita menjadi bahagia dan membuat hidup ini indah.
Selain prinsip ’memberi’, maka kedekatan kita dengan Tuhan, antara lain dengan berdoa dan membaca Kitab Suci, akan membuat kita selalu dapat bersukur sehingga kita menjadi penuh damai dan sukacita.
Kedekatan dengan Tuhan membuat kita menjadi manusia yang lebih baik karena kita lebih mengenali perintah-perintahNya dan merasakan kasihNya yang luar biasa. Semua hal ini membuat hidup kita menjadi lebih sempurna. Mau?
SUMBER:vibizlife.com
Tuesday, December 21, 2010
Jangan!!!
jangan menunggu bahagia baru tersenyum.
tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia
jangan menunggu kaya baru bersedekah.
tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya
jangan menunggu termotivasi baru bergerak.
tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi
jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli,
tapi pedulilah dengan orang lain! maka kamu akan dipedulikan...
jangan menunggu orang memahami kamu baru kita memahami dia,
tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu
jangan menunggu terinspirasi baru menulis.
tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu
jangan menunggu proyek baru bekerja.
tapi berkerjalah, maka proyek akan menunggumu
jangan menunggu dicintai baru mencintai.
tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai
jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang,
tapi hiduplah dengan tenang, Insya Allah bukan sekadar uang yang datang,
jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti.
tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti
jangan menunggu sukses baru bersyukur.
tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu
jangan menunggu bisa baru melakukan,
tapi lakukanlah! Kamu pasti bisa!
Para Pecundang selalu menunggu Bukti dan Para Pemenang Selalu Menjadi Bukti
Seribu kata mutiara akan dikalahkan Satu Aksi Nyata!
oleh Pramono Dewo
dari milis motivasi
tapi tersenyumlah, maka kamu kian bahagia
jangan menunggu kaya baru bersedekah.
tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya
jangan menunggu termotivasi baru bergerak.
tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi
jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli,
tapi pedulilah dengan orang lain! maka kamu akan dipedulikan...
jangan menunggu orang memahami kamu baru kita memahami dia,
tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu
jangan menunggu terinspirasi baru menulis.
tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu
jangan menunggu proyek baru bekerja.
tapi berkerjalah, maka proyek akan menunggumu
jangan menunggu dicintai baru mencintai.
tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai
jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang,
tapi hiduplah dengan tenang, Insya Allah bukan sekadar uang yang datang,
jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti.
tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti
jangan menunggu sukses baru bersyukur.
tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu
jangan menunggu bisa baru melakukan,
tapi lakukanlah! Kamu pasti bisa!
Para Pecundang selalu menunggu Bukti dan Para Pemenang Selalu Menjadi Bukti
Seribu kata mutiara akan dikalahkan Satu Aksi Nyata!
oleh Pramono Dewo
dari milis motivasi
Friday, December 17, 2010
Mentalitas Penemu
Anda mungkin masih ingat dengan berbagai iklan tentang plester untuk luka. Masih ingat kan dengan iklan tentang anak yang bersepeda, terjatuh dan terluka. Lantas, oleh orangtuanya diberikan plester penutup lukanya. Nah, bagaimanakah penemuan plester luka ini terjadi? Ternyata, plester luka itu pertama kali diinpirasikan oleh seorang koki wanita yang tidak berpengalaman bernama Earl Dickson. Karena kurang trampil, ia seringkali memotong jarinya sendiri saat potong sayur. Akhirnya, oleh suaminya Dickson, yang saat itu bekerja di Johnson and Johnson, ia membuatkan semacam penempel yang dikasih pembalut yang akan segera bisa dipakai saat istrinya terluka. Ternyata, upaya menolong istrinya ini menjadi cikal bakal penemuan plester luka yang luar biasa.
Cerita tadi menginspirasi kita untuk belajar melihat peluang `penemuan' baru dari kejadian yang kita alami sehari hari. Pertama, jangan lagi melihat masalah sebagai sesuatu yang celaka. Kedua, perbesar mata Anda untuk melihat alternatif dan ketiga, jutsru gunakan ilmu dan pengetahuan yang lain dalam melihat permasalahan yang Anda alami sekarang. Selamat menemukan hal-hal baru.
ditulis oleh Anthony Dio Martin
dari milis motivasi
Cerita tadi menginspirasi kita untuk belajar melihat peluang `penemuan' baru dari kejadian yang kita alami sehari hari. Pertama, jangan lagi melihat masalah sebagai sesuatu yang celaka. Kedua, perbesar mata Anda untuk melihat alternatif dan ketiga, jutsru gunakan ilmu dan pengetahuan yang lain dalam melihat permasalahan yang Anda alami sekarang. Selamat menemukan hal-hal baru.
ditulis oleh Anthony Dio Martin
dari milis motivasi
Hasrat Penumpukan
Sudah sejak saya kecil sebetulnya keadaan tak henti mengajarkan, betapa tidak berartinya sebuah penumpukan. Naluri penumpukan pertama yang saya ingat ialah ketika pertama kali saya belajar berpuasa.
Semua jenis makanan rasanya ingin saya kumpulkan, saya sembunyikan untuk saya makan sendiri. Untuk itu, saya malah merasa perlu memilki semacam bunker perlu juga dengan cara sembunyi-sembunyi. Bunker saya itu harus penuh sekaligus harus tetap jadi tempat misteri.
Apa saja makanan yang saya temui saya simpan di sini. Apa saja, karena bagi perut lapar, semua jenis makanan terasa lezat sekali. Sebentar-sebentar bunker rahasia ini saya datangi, aneka makanan itu saya pandangai untuk saya saja), apa yang sanggup saya makan ternyata cuma sedikit saja.
Cukup dengan makan sebagian saja saya sudah telentang kekenyangan. Setelah sebelumnya lemas karena kelaparan, saya segera lemas oleh kekenyangan. Saat itu, diam makan, ternyata apa yang disebut makan itu hanya secepat itu, hanya sesingkat itu dan sesederhana itu.
Seluruh kegaduhan itu ternyata selesai cukup hanya dengan beberapa suapan. Rasanya malu sekali mengiba-iba minta diperbolehkan menyantap seluruh makanan tetapi cukup dengan minum beberapa tegukan, saya sudah kekenyangan yang cuma sebegini, harus ditebus dengan keganasan seperti ini.
Tak perlu seluruh makanan sebanyak itu, tak perlu bernafsu menjadikan seluruhnya menjadi harta karun pribadi, karena yang dibutuhkan ternyata cuma sebatas itu. Tapi lagi-lagi, jika kelaparan datang lagi, akal sehat saya seperti terbang lagi. Kekeliruan demi kekeliruan yang sama terus saya
peragakan berulang-ulang hingga hari ini.
Kini, setelah saya bukan anak kecil lagi, puasa saya memang telah mampu genap sehari. Bunker rahasia itu memang tak ada lagi. Kebiasaan mengumpulkan makanan memang tak lagi saya lakukan. Tetapi apakah berarti saya sudah menjadi kuat di hadapan kelaparan? Rasanya tidak.
Apalagi makin bertambahnya usia, malah makin banyak saja jenis kelaparan yang saya derita. Ada lapar karier, lapar popularitas, lapar perhatian, yang ada di dunia saya ini.
ditulis oleh Prie GS
dari milis motivasi
Semua jenis makanan rasanya ingin saya kumpulkan, saya sembunyikan untuk saya makan sendiri. Untuk itu, saya malah merasa perlu memilki semacam bunker perlu juga dengan cara sembunyi-sembunyi. Bunker saya itu harus penuh sekaligus harus tetap jadi tempat misteri.
Apa saja makanan yang saya temui saya simpan di sini. Apa saja, karena bagi perut lapar, semua jenis makanan terasa lezat sekali. Sebentar-sebentar bunker rahasia ini saya datangi, aneka makanan itu saya pandangai untuk saya saja), apa yang sanggup saya makan ternyata cuma sedikit saja.
Cukup dengan makan sebagian saja saya sudah telentang kekenyangan. Setelah sebelumnya lemas karena kelaparan, saya segera lemas oleh kekenyangan. Saat itu, diam makan, ternyata apa yang disebut makan itu hanya secepat itu, hanya sesingkat itu dan sesederhana itu.
Seluruh kegaduhan itu ternyata selesai cukup hanya dengan beberapa suapan. Rasanya malu sekali mengiba-iba minta diperbolehkan menyantap seluruh makanan tetapi cukup dengan minum beberapa tegukan, saya sudah kekenyangan yang cuma sebegini, harus ditebus dengan keganasan seperti ini.
Tak perlu seluruh makanan sebanyak itu, tak perlu bernafsu menjadikan seluruhnya menjadi harta karun pribadi, karena yang dibutuhkan ternyata cuma sebatas itu. Tapi lagi-lagi, jika kelaparan datang lagi, akal sehat saya seperti terbang lagi. Kekeliruan demi kekeliruan yang sama terus saya
peragakan berulang-ulang hingga hari ini.
Kini, setelah saya bukan anak kecil lagi, puasa saya memang telah mampu genap sehari. Bunker rahasia itu memang tak ada lagi. Kebiasaan mengumpulkan makanan memang tak lagi saya lakukan. Tetapi apakah berarti saya sudah menjadi kuat di hadapan kelaparan? Rasanya tidak.
Apalagi makin bertambahnya usia, malah makin banyak saja jenis kelaparan yang saya derita. Ada lapar karier, lapar popularitas, lapar perhatian, yang ada di dunia saya ini.
ditulis oleh Prie GS
dari milis motivasi
Kebahagiaan yang menular

Seorang pemuda berangkat kerja dipagi Hari. Memanggil taxi, dan naik...
'Selamat pagi Pak,'...katanya menyapa sang sopir taxi terlebih dulu...
'Pagi yang cerah bukan?' sambungnya sambil tersenyum,... lalu bersenandung kecil.
Sang sopir tersenyum melihat keceriaan penumpangnya, dengan senang hati, Ia melajukan taxinya. Sesampainya ditempat tujuan.. Pemuda itu membayar dengan selembar 20ribuan, untuk argo yang hampir 15 ribu.
'Kembaliannya buat bapak saja...selamat bekerja Pak..' kata pemuda dengan senyum.
'Terima kasih...' jawab Pak sopir taxi dengan penuh syukur...
'Wah.. aku bisa sarapan dulu nih... Pikir sopir taxi itu...
Dan ia pun menuju kesebuah warung.
'Biasa Pak?' tanya si mbok warung.
'Iya biasa.. Nasi sayur... Tapi.. Pagi ini tambahkan sepotong ayam'..jawab Pak sopir dengan tersenyum. Dan, ketika membayar nasi , di tambahkannya seribu rupiah 'Buat jajan anaknya si mbok,.. 'begitu katanya.
Dengan tambahan uang jajan seribu, pagi itu anak si mbok berangkat kesekolah dengan senyum lebih lebar. Ia bisa membeli 2 buah roti pagi ini... Dan diberikannya pada temannya yang tidak punya bekal.
Begitulah...cerita bisa berlanjut..Bergulir... .seperti bola salju...Pak sopir bisa lebih bahagia Hari itu...Begitu juga keluarga si mbok...Teman2 si anak...keluarga mereka...Semua tertular kebahagiaan...
Kebahagiaan, seperti juga kesusahan, bisa menular kepada siapa saja disekitar Kita.
Kebahagiaan adalah sebuah pilihan...
Jadi,,,Siapkah kita menularkan kebahagiaan hari ini? ^_^
dari milis motivasi :)
Wednesday, December 15, 2010
Seorang tukang kayu. Suatu saat ketika sedang bekerja, secara tak disengaja arlojinya terjatuh dan terbenam di antara tingginya tumpukan serbuk kayu. Arloji itu adalah sebuah hadiah dan telah dipakainya cukup lama. Ia amat mencintai arloji tersebut. Karenanya ia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali arlojinya.
Sambil mengeluh mempersalahkan keteledoran diri sendiri si tukang kayu itu membongkar tumpukan serbuk yang tinggi itu. Teman-teman karyawan yang lain juga turut membantu mencarinya. Namun sia-sia saja. Arloji kesayangan itu tetap tak ditemukan.
Tibalah saat makan siang. Para pekerja serta pemilik arloji tersebut dengan semangat yang lesu meninggalkan bengkel kayu tersebut. Saat itu seorang anak yang sejak tadi memperhatikan mereka mencari arloji itu, datang mendekati tumpukan serbuk kayu tersebut. Ia menjongkok dan mencari.
Tak berapa lama berselang ia telah menemukan kembali arloji kesayangan si tukang kayu tersebut. Tentu si tukang kayu itu amat gembira. Namun ia juga heran, karena sebelumnya banyak orang telah membongkar tumpukan serbuk namun sia-sia. Kini cuman dia seorang diri saja, dan berhasil menemukan arloji itu.
'Bagaimana caranya engkau mencari arloji ini?' Tanya si tukang kayu.
'Saya hanya duduk secara tenang di lantai. Dalam keheningan itu saya bisa mendengar bunyi 'to-tak, tok-tak'.
Kerbat Imelda, tahukah engkau bahwa problema yang kita hadapi akan berkurang seperempat hanya dengan membiarkan diri duduk secara tenang?
Keheningan adalah pekerjaan rumah yang paling sulit diselesaikan selama hidup. Sering secara tidak sadar kita terjerumus dalam seribu satu macam 'kegaduhan'-.
dari milis motivasi
Sambil mengeluh mempersalahkan keteledoran diri sendiri si tukang kayu itu membongkar tumpukan serbuk yang tinggi itu. Teman-teman karyawan yang lain juga turut membantu mencarinya. Namun sia-sia saja. Arloji kesayangan itu tetap tak ditemukan.
Tibalah saat makan siang. Para pekerja serta pemilik arloji tersebut dengan semangat yang lesu meninggalkan bengkel kayu tersebut. Saat itu seorang anak yang sejak tadi memperhatikan mereka mencari arloji itu, datang mendekati tumpukan serbuk kayu tersebut. Ia menjongkok dan mencari.
Tak berapa lama berselang ia telah menemukan kembali arloji kesayangan si tukang kayu tersebut. Tentu si tukang kayu itu amat gembira. Namun ia juga heran, karena sebelumnya banyak orang telah membongkar tumpukan serbuk namun sia-sia. Kini cuman dia seorang diri saja, dan berhasil menemukan arloji itu.
'Bagaimana caranya engkau mencari arloji ini?' Tanya si tukang kayu.
'Saya hanya duduk secara tenang di lantai. Dalam keheningan itu saya bisa mendengar bunyi 'to-tak, tok-tak'.
Kerbat Imelda, tahukah engkau bahwa problema yang kita hadapi akan berkurang seperempat hanya dengan membiarkan diri duduk secara tenang?
Keheningan adalah pekerjaan rumah yang paling sulit diselesaikan selama hidup. Sering secara tidak sadar kita terjerumus dalam seribu satu macam 'kegaduhan'-.
dari milis motivasi
Monday, December 13, 2010
Mengandalkan Panca Indra
Kebutuhan seseorang terbatas, namun keinginan seseorang tak terbatas
- Terlalu banayak menikmati warna bisa merusak penglihatan
- Terlalu banyak menikmati bunyi akhirnya bisa merusak telinga
- terlalu banyak manikmati makanan bisa merusak rasa
- terlalu banyak melakukan kegiatan , seperti berburu bisa merusak pikiran dan kesehatan mental
- Terlalu banyak mengumpulkan kekayaan membuat orang tidak merasa aman dan merusak mentalnya
Dalamnya laut tidak bisa diukur, demikian juga jalan hidup seseorang. Dalam mengejar ambisi, sesorang tidak tahu kapan harus berhenti. Yang diperoleh bukan kepuasan dan kenyamanan, tapi rasa takut yang terus menerus dan bencana yang akan menimpanya (conficius)
dari milis motivasi
- Terlalu banayak menikmati warna bisa merusak penglihatan
- Terlalu banyak menikmati bunyi akhirnya bisa merusak telinga
- terlalu banyak manikmati makanan bisa merusak rasa
- terlalu banyak melakukan kegiatan , seperti berburu bisa merusak pikiran dan kesehatan mental
- Terlalu banyak mengumpulkan kekayaan membuat orang tidak merasa aman dan merusak mentalnya
Dalamnya laut tidak bisa diukur, demikian juga jalan hidup seseorang. Dalam mengejar ambisi, sesorang tidak tahu kapan harus berhenti. Yang diperoleh bukan kepuasan dan kenyamanan, tapi rasa takut yang terus menerus dan bencana yang akan menimpanya (conficius)
dari milis motivasi
Sifat Air
1. Air mempunyai tiga sifat istimewa
2. Pertama air dapat memberikan makan kepada siapa saja
3. Kedua, karena lunak, air tidak menetang hal- hal yang menyimpang, namun membiarkan semuanya itu berjalan bagaimana mestinya
4.Ketiga, air mengalir ke tempat rendah yang diremehkan orang. Seperti air, yang tempatnya di bawah, orang yang berbudi luhur mau bersikap rendah
5. seperti air yang dalam dan jernih, orang berbudi luhur tetap iam dan menyendiri
6. seperti air yang memberikan makanan kepada siapa pun secara adil, orang yang berbudi luhur tidak pamrih untuk sesuatu yang dilakukannya
7. Apapun yang dikatakan, orang berbudi luhur selamanya jujur dan benar; seperti refleksi suatu benda di air
8 . Karena sifatnya yang lemah, air dapat mengambil bentuk apapun, tergantung dari tempatnya. Kalau orang bisa seperti air, dia dapat memperoleh hasil yang spontan.
sifat air, merupakan renungan conficius
dari milis motivasi
2. Pertama air dapat memberikan makan kepada siapa saja
3. Kedua, karena lunak, air tidak menetang hal- hal yang menyimpang, namun membiarkan semuanya itu berjalan bagaimana mestinya
4.Ketiga, air mengalir ke tempat rendah yang diremehkan orang. Seperti air, yang tempatnya di bawah, orang yang berbudi luhur mau bersikap rendah
5. seperti air yang dalam dan jernih, orang berbudi luhur tetap iam dan menyendiri
6. seperti air yang memberikan makanan kepada siapa pun secara adil, orang yang berbudi luhur tidak pamrih untuk sesuatu yang dilakukannya
7. Apapun yang dikatakan, orang berbudi luhur selamanya jujur dan benar; seperti refleksi suatu benda di air
8 . Karena sifatnya yang lemah, air dapat mengambil bentuk apapun, tergantung dari tempatnya. Kalau orang bisa seperti air, dia dapat memperoleh hasil yang spontan.
sifat air, merupakan renungan conficius
dari milis motivasi
Saturday, December 04, 2010
Harga Kekuasaan itu hanyalah sama dengan segelas air..
Khalifah Harun Ar Rasyid sedang dalam sebuah perjalanan melintasi sebuah gurun pasir menunggangi unta. Bersamanya Seorang Penasehat yang bijak, Ibnu As Samak. Perjalanan panjang di siang yang panas. Terik matahari membuat dehidrasi dan sang khalifah pun kehausan. Pada satu tempat yang teduh, Harun ar Rasyid menepi.
Ibnu Samak menawarkan segelas air sambil berujar, “Khalifah…, dalam kondisi panas dan tenggorokan kehausan, andai kata kau tidak dapatkan air untuk minum kecuali dengan harus mengeluarkan separuh kekuasaanmu, sudikah engkau membayar dan mengeluarkannya? !”
Tanpa pikir panjang khalifah ar Rasyid menjawab, “Tentu Aku bersedia membayarnya seharga itu asal tidak mati kehausan!”
Maka usai mendengarnya, Ibnus Samak memberikan segelas air itu dan khalifah pun tidak lagi kehausan.
Kemudian Ibnu Samak melontarkan pertanyaan lagi, “Wahai Khalifah, andai air segelas yang kau minum tadi tidak keluar dari lambungmu selama beberapa hari tentulah amat sakit rasanya. Perut jadi gak keruan dan semua urusan jadi berantakan karenanya. Andai kata bila kau berobat demi mengeluarkan air itu dan harus menghabiskan separuh kekayaanmu lagi, akankah kau sudi membayarnya? ”
Mendengar itu, sang khalifah merenungi kondisi yang disebut oleh Ibnu Samak. Seolah mengamini maka khalifah menjawab, “Saya akan membayarnya meski dengan separuh kekuasaanku !”
Mendengar jawaban dari sang khalifah, maka Ibnus Samak sang penasehat raja yang bijak kemudian berkomentar, “O…., kalau begitu seluruh Kekuasaan yang khalifah miliki itu rupanya hanya senilai segelas air saja!”
Sahabat, Itu baru kenikmatan segelas air...., coba kita renungkan dan kita rasakan betapa nikmat yang dilimpahkan Allah SWT kepada kita amat sangat banyak, hingga kita tak akan mampu menghitungnya.
Mata kita dengan leluasanya memandang indahnya dunia dan segala ciptaanNYA, akankah kita gunakan untuk memandang yang dilarang oleh Allah Yang Maha Melihat ?
Pendengaran kita mampu menangkap segala bentuk informasi yang membuat kita menjadi orang hebat, akankah kita pakai mendengar hal-hal yang melanggar aturan Allah Yang Maha Mendengar ?
Mulut dan Lidah kita yang mampu menikmati berbagai rasa dan kelezatan serta mengkomunikasikan segala bentuk perasaan dan kebijakan, sudahkah kita jaga agar tidak melukai ? seberapa seringkah kita baca dan kita patuhi Surat-Surat Cinta (Firman) dari Yang Maha Pembuat Kebijakan
Nafas kita yang setiap detik mensuplai kebutuhan oksigen untuk tubuh dan kehidupan kita secara Cuma-Cuma, akankah kita sia-siakan detik demi detik berlalu tanpa ada kontribusi untuk memperjuangkan tegaknya aturan-aturan Allah SWT dalam diri, keluarga dan masyarakat kita ?
Kaki tangan kita yang mampu bergerak secara leluasa untuk mengerjakan berbagai aktifitas kehidupan, sudahkan kita mengekspresikan ketundukan dan ketaatan dengan bersujud dan rukuk kepadaNya disaat Dia memanggil kita ?
Harta dan Kekayaan yang telah diamanahkan kepada kita, sudahkan kita sucikan ? sudah relakah kita investasikan untuk Planning Sukses Akhir Hayat kita ? dan masih banyak nikmat lainnya yang kalau kita hitung dan kita rinci satu per satu kita tidak akan mampu menghitungnya.
dari milis motivasi
Ibnu Samak menawarkan segelas air sambil berujar, “Khalifah…, dalam kondisi panas dan tenggorokan kehausan, andai kata kau tidak dapatkan air untuk minum kecuali dengan harus mengeluarkan separuh kekuasaanmu, sudikah engkau membayar dan mengeluarkannya? !”
Tanpa pikir panjang khalifah ar Rasyid menjawab, “Tentu Aku bersedia membayarnya seharga itu asal tidak mati kehausan!”
Maka usai mendengarnya, Ibnus Samak memberikan segelas air itu dan khalifah pun tidak lagi kehausan.
Kemudian Ibnu Samak melontarkan pertanyaan lagi, “Wahai Khalifah, andai air segelas yang kau minum tadi tidak keluar dari lambungmu selama beberapa hari tentulah amat sakit rasanya. Perut jadi gak keruan dan semua urusan jadi berantakan karenanya. Andai kata bila kau berobat demi mengeluarkan air itu dan harus menghabiskan separuh kekayaanmu lagi, akankah kau sudi membayarnya? ”
Mendengar itu, sang khalifah merenungi kondisi yang disebut oleh Ibnu Samak. Seolah mengamini maka khalifah menjawab, “Saya akan membayarnya meski dengan separuh kekuasaanku !”
Mendengar jawaban dari sang khalifah, maka Ibnus Samak sang penasehat raja yang bijak kemudian berkomentar, “O…., kalau begitu seluruh Kekuasaan yang khalifah miliki itu rupanya hanya senilai segelas air saja!”
Sahabat, Itu baru kenikmatan segelas air...., coba kita renungkan dan kita rasakan betapa nikmat yang dilimpahkan Allah SWT kepada kita amat sangat banyak, hingga kita tak akan mampu menghitungnya.
Mata kita dengan leluasanya memandang indahnya dunia dan segala ciptaanNYA, akankah kita gunakan untuk memandang yang dilarang oleh Allah Yang Maha Melihat ?
Pendengaran kita mampu menangkap segala bentuk informasi yang membuat kita menjadi orang hebat, akankah kita pakai mendengar hal-hal yang melanggar aturan Allah Yang Maha Mendengar ?
Mulut dan Lidah kita yang mampu menikmati berbagai rasa dan kelezatan serta mengkomunikasikan segala bentuk perasaan dan kebijakan, sudahkah kita jaga agar tidak melukai ? seberapa seringkah kita baca dan kita patuhi Surat-Surat Cinta (Firman) dari Yang Maha Pembuat Kebijakan
Nafas kita yang setiap detik mensuplai kebutuhan oksigen untuk tubuh dan kehidupan kita secara Cuma-Cuma, akankah kita sia-siakan detik demi detik berlalu tanpa ada kontribusi untuk memperjuangkan tegaknya aturan-aturan Allah SWT dalam diri, keluarga dan masyarakat kita ?
Kaki tangan kita yang mampu bergerak secara leluasa untuk mengerjakan berbagai aktifitas kehidupan, sudahkan kita mengekspresikan ketundukan dan ketaatan dengan bersujud dan rukuk kepadaNya disaat Dia memanggil kita ?
Harta dan Kekayaan yang telah diamanahkan kepada kita, sudahkan kita sucikan ? sudah relakah kita investasikan untuk Planning Sukses Akhir Hayat kita ? dan masih banyak nikmat lainnya yang kalau kita hitung dan kita rinci satu per satu kita tidak akan mampu menghitungnya.
dari milis motivasi
KISAH SUAMI LELAH PULANG KERJA..
Suatu hari sepasang suami istri bertengkar.
Suami : "Aduh..pulang kantor ini saya capek sekali nih ....!"
Istri : "Emangnya kamu aja yang capek ..! Aku di rumah juga capek...!"
Pada malam hari menjelang tidur sang suami mohon kepada Tuhan.
"Ya..Tuhan yg Maha Kuasa aku lelah/bosen nih... jadi suami kerja dikantor.. Aku mohon jadikanlah aku sbg istriku dan istriku ubahlah jadi aku.
Tuhan pun tersenyum..
Esoknya permohonan sang suami dikabulkan.. dia berubah jadi istrinya. Subuh dia bangun menyiapkan makanan utk suaminya ( yang sebenarnya adalah sang istri). Lalu menyetrika baju utk suami dan anaknya, kemudian memandikan anak-anak. Jam 6:30 memakaikan pakaian anaknya untuk sekolah. Setelah suami dan anaknya berangkat, dia mencuci baju hari itu, lalu menjemurnya, kemudian dia pergi kepasar utk belanja, tak terasa jam sudah pukul 11 siang dia harus menjemput anaknya. Jam 1 siang di beri makan anaknya dengan nasi bungkus yang dibeli. Selesai makan dia mengangkat pakaian yang di jemurnya lalu di menyetrika sampai jam 4 sore
Tak terasa.. dia belum masak untuk suaminya. Jam 4 dia mulai masak sambil nonton tv telenovela. Jam 5 dia mandikan anaknya. Jam 6 dia mandi. Jam 7 dia nonton TV sambil menunggu sang suami.
Setelah suaminya pulang makan dan tidur lelap, si istri berdoa:
"Ya .. Tuhan yg Maha Pengampun... ampunilah aku.. "Aku tidak tau apa yg aku minta.. mohon kembalikan aku seperti sedia kala
Tuhan tersenyum saja.."Baiklah akan saya kabulkan..tapi.. "
"Tapi apa...? Tanya si Istri.
"Tapi kamu harus nunggu 9 bulan lagi.. karena tadi malem kamu positif (hamil)"
Kerabat Imelda, moral dari cerita tadi adalah..Janganlah mengeluh dengan pekerjaan yg telah kita dapat dan jangan iri dengan pekerjaan orang lain...Selalu ada kekurangan dan kelebihan dari apa yang telah kita miliki, jangan mudah iri atas apa yang dimiliki orang lain..
dari milis motivasi
Suami : "Aduh..pulang kantor ini saya capek sekali nih ....!"
Istri : "Emangnya kamu aja yang capek ..! Aku di rumah juga capek...!"
Pada malam hari menjelang tidur sang suami mohon kepada Tuhan.
"Ya..Tuhan yg Maha Kuasa aku lelah/bosen nih... jadi suami kerja dikantor.. Aku mohon jadikanlah aku sbg istriku dan istriku ubahlah jadi aku.
Tuhan pun tersenyum..
Esoknya permohonan sang suami dikabulkan.. dia berubah jadi istrinya. Subuh dia bangun menyiapkan makanan utk suaminya ( yang sebenarnya adalah sang istri). Lalu menyetrika baju utk suami dan anaknya, kemudian memandikan anak-anak. Jam 6:30 memakaikan pakaian anaknya untuk sekolah. Setelah suami dan anaknya berangkat, dia mencuci baju hari itu, lalu menjemurnya, kemudian dia pergi kepasar utk belanja, tak terasa jam sudah pukul 11 siang dia harus menjemput anaknya. Jam 1 siang di beri makan anaknya dengan nasi bungkus yang dibeli. Selesai makan dia mengangkat pakaian yang di jemurnya lalu di menyetrika sampai jam 4 sore
Tak terasa.. dia belum masak untuk suaminya. Jam 4 dia mulai masak sambil nonton tv telenovela. Jam 5 dia mandikan anaknya. Jam 6 dia mandi. Jam 7 dia nonton TV sambil menunggu sang suami.
Setelah suaminya pulang makan dan tidur lelap, si istri berdoa:
"Ya .. Tuhan yg Maha Pengampun... ampunilah aku.. "Aku tidak tau apa yg aku minta.. mohon kembalikan aku seperti sedia kala
Tuhan tersenyum saja.."Baiklah akan saya kabulkan..tapi.. "
"Tapi apa...? Tanya si Istri.
"Tapi kamu harus nunggu 9 bulan lagi.. karena tadi malem kamu positif (hamil)"
Kerabat Imelda, moral dari cerita tadi adalah..Janganlah mengeluh dengan pekerjaan yg telah kita dapat dan jangan iri dengan pekerjaan orang lain...Selalu ada kekurangan dan kelebihan dari apa yang telah kita miliki, jangan mudah iri atas apa yang dimiliki orang lain..
dari milis motivasi
A Boy and a Butterfly
Suatu hr ada seorang anak laki2 sdg memperhatikan sebuah kepompong.. Dan ternyata didlmnya ada kupu2 yg sdg berjuang utk melepaskan diri dari dalam kepompong dan Kelihatannya begitu sulitnya.
Si anak laki2 tsb merasa kasihan pada kupu2 tsb dan berpikir cara utk membantu si kupu2 agar bisa keluar dg mudah. Akhirnya si anak laki2 tadi menemukan ide dan segera mengambil gunting dan membantu memotong kepompong agar kupu2 bisa segera keluar dari sana. Alangkah senang dan leganya si anak laki2 tsb.
Tetapi apa yang terjadi ??? Si kupu2 memang bisa keluar dari sana,Tetapi Kupu2 tsb tidak dapat terbang,hanya dpt merayap
Apa sebabnya??? Ternyata bagi seekor kupu2 yg sdg berjuang dari kepompongnya tsb, yg mana pd saat dia mengerah kan seluruh tenaganya, ada suatu cairan didlm tubuhnya yg mengalir dg kuat ke seluruh tubuhnya yg membuat sayapnya bisa mengembang sehingga ia dapat terbang, tetapi krn tdk ada lg perjuangan tsb maka sayapnya tidak dapat mengembang sehingga jadilah ia seekor kupu2 yg hanya dapa merayap.
Kadangkala good intention, niat baik kita belum tentu menghasilkan sesuatu yg baik.
Sama seperti pada saat kita mengajar anak kita. Kadangkala kita sering membantu mereka krn kasihan atau rasa sayang, tp sebenarnya malah membuat mereka tidak mandiri.
Membuat potensi dalam dirinya tidak berkembang. Memandulkan kreativitas, karena kita tdk tega melihat mereka mengalami kesulitan, yg sebenarnya jika mereka berhasil melewatinya, justru menjadi KUAT.
Demikian jg pd saat kita sedang hrs berjuang menghadapi sesuatu, jangan mengharapkan bantuan orang lain,berjuanglah dahulu dengan mengerahkan segala kemampuan kita... Hidup memang penuh dgn PERJUANGAN.
Sesungguhnya kita sering menyalahkan situasi yang kita hadapi, namun ternyata situasilah yang mendewasakan kita...
Ditulis oleh Pramono Dewo
Dari milis motivasi
Si anak laki2 tsb merasa kasihan pada kupu2 tsb dan berpikir cara utk membantu si kupu2 agar bisa keluar dg mudah. Akhirnya si anak laki2 tadi menemukan ide dan segera mengambil gunting dan membantu memotong kepompong agar kupu2 bisa segera keluar dari sana. Alangkah senang dan leganya si anak laki2 tsb.
Tetapi apa yang terjadi ??? Si kupu2 memang bisa keluar dari sana,Tetapi Kupu2 tsb tidak dapat terbang,hanya dpt merayap
Apa sebabnya??? Ternyata bagi seekor kupu2 yg sdg berjuang dari kepompongnya tsb, yg mana pd saat dia mengerah kan seluruh tenaganya, ada suatu cairan didlm tubuhnya yg mengalir dg kuat ke seluruh tubuhnya yg membuat sayapnya bisa mengembang sehingga ia dapat terbang, tetapi krn tdk ada lg perjuangan tsb maka sayapnya tidak dapat mengembang sehingga jadilah ia seekor kupu2 yg hanya dapa merayap.
Kadangkala good intention, niat baik kita belum tentu menghasilkan sesuatu yg baik.
Sama seperti pada saat kita mengajar anak kita. Kadangkala kita sering membantu mereka krn kasihan atau rasa sayang, tp sebenarnya malah membuat mereka tidak mandiri.
Membuat potensi dalam dirinya tidak berkembang. Memandulkan kreativitas, karena kita tdk tega melihat mereka mengalami kesulitan, yg sebenarnya jika mereka berhasil melewatinya, justru menjadi KUAT.
Demikian jg pd saat kita sedang hrs berjuang menghadapi sesuatu, jangan mengharapkan bantuan orang lain,berjuanglah dahulu dengan mengerahkan segala kemampuan kita... Hidup memang penuh dgn PERJUANGAN.
Sesungguhnya kita sering menyalahkan situasi yang kita hadapi, namun ternyata situasilah yang mendewasakan kita...
Ditulis oleh Pramono Dewo
Dari milis motivasi
Friday, December 03, 2010
Life Balance Ways: Hadapkan Wajah dan Bersyukurlah
Cerita dapat menjadi jembatan yang menghubungkan antara manusia dengan kebenaran, demikian menurut Bhagawan Vyasa, seorang pemikir India. Salah satu cerita yang kali ini saya anggap sebagai kendaraan pemahaman yang tepat adalah kisah mandor dan buruh bangunan.
Seorang mandor bangunan yang bekerja di gedung bertingkat, ingin menyampaikan pesan penting kepada tukang yang bekerja di lantai bawahnya. Mandor ini berteriak-teriak memanggil tukang bangunan di lantai bawahnya, agar ia dapat menjatuhkan catatan berisi pesan penting. Namun, karena asyiknya bekerja, tukang ini tidak mendengar panggilan sang Mandor.
Karena tidak mendengar teriakannya, akhirnya mandor ini melemparkan uang koin logam ke depan pekerja ini. Begitu melihat ada koin di hadapannya, si tukang bukannya mendongak ke atas, tetapi hanya berhenti bekerja sejenak, kemudian mengambil uang logam itu. Beberapa kali sang mandor mencoba melemparkan uang logam, tetapi tetap tidak berhasil membuat pekerja di bawahnya mau mendongak keatas, mengetahui siapa yang menjatuhkan koin tersebut.
Tiba-tiba mandor ini mendapatkan ide lain, ia kemudian mengambil sebuah batu kecil yang ada di depannya dan melemparkannya tepat mengenai pekerja yang ada dibawahnya. Karena merasa sakit terkena lemparan batu, pekerja itu mendongak ke atas mencari tahu siapa yang melemparkan batu itu. Kini barulah sang mandor dapat menyampaikan pesan penting dengan menjatuhkan catatan pesan yang ditulisnya.
Kerabat Imelda, Kisah yang sumbernya entah dari mana sesungguhnya merupakan cerminan dari kehidupan manusia setiap harinya. Tuhan sebagai Penguasa Kehidupan sesungguhnya setiap kali mengirimkan pesan kepada manusia dengan menjatuhkan "koin uang" melalui berbagai anugerah dan kemudahan rejeki kepada manusia. Tuhan seringkali memberikan begitu banyak berkah, rahmat dan kenikmatan setiap harinya kepada kita manusia, agar kita mau menengadahkan wajah kepada-Nya dan bersyukur atas karunia-Nya.
Sayangnya, berbagai hal itu seringkali tidak membuat kita manusia mau menengadahkan wajah kepada-Nya, tidak mau bersyukur atas rahmat-Nya. Begitu asyiknya manusia bekerja mengejar kesuksesan dan kesenangan hidup duniawi, menjadikan seringkali melupakan siapa sesungguhnya Sang Pemberi Anugerah itu.
dari milis motivasi
Seorang mandor bangunan yang bekerja di gedung bertingkat, ingin menyampaikan pesan penting kepada tukang yang bekerja di lantai bawahnya. Mandor ini berteriak-teriak memanggil tukang bangunan di lantai bawahnya, agar ia dapat menjatuhkan catatan berisi pesan penting. Namun, karena asyiknya bekerja, tukang ini tidak mendengar panggilan sang Mandor.
Karena tidak mendengar teriakannya, akhirnya mandor ini melemparkan uang koin logam ke depan pekerja ini. Begitu melihat ada koin di hadapannya, si tukang bukannya mendongak ke atas, tetapi hanya berhenti bekerja sejenak, kemudian mengambil uang logam itu. Beberapa kali sang mandor mencoba melemparkan uang logam, tetapi tetap tidak berhasil membuat pekerja di bawahnya mau mendongak keatas, mengetahui siapa yang menjatuhkan koin tersebut.
Tiba-tiba mandor ini mendapatkan ide lain, ia kemudian mengambil sebuah batu kecil yang ada di depannya dan melemparkannya tepat mengenai pekerja yang ada dibawahnya. Karena merasa sakit terkena lemparan batu, pekerja itu mendongak ke atas mencari tahu siapa yang melemparkan batu itu. Kini barulah sang mandor dapat menyampaikan pesan penting dengan menjatuhkan catatan pesan yang ditulisnya.
Kerabat Imelda, Kisah yang sumbernya entah dari mana sesungguhnya merupakan cerminan dari kehidupan manusia setiap harinya. Tuhan sebagai Penguasa Kehidupan sesungguhnya setiap kali mengirimkan pesan kepada manusia dengan menjatuhkan "koin uang" melalui berbagai anugerah dan kemudahan rejeki kepada manusia. Tuhan seringkali memberikan begitu banyak berkah, rahmat dan kenikmatan setiap harinya kepada kita manusia, agar kita mau menengadahkan wajah kepada-Nya dan bersyukur atas karunia-Nya.
Sayangnya, berbagai hal itu seringkali tidak membuat kita manusia mau menengadahkan wajah kepada-Nya, tidak mau bersyukur atas rahmat-Nya. Begitu asyiknya manusia bekerja mengejar kesuksesan dan kesenangan hidup duniawi, menjadikan seringkali melupakan siapa sesungguhnya Sang Pemberi Anugerah itu.
dari milis motivasi
Mencuci Piring
"Saya suka cuci piring" kata gadis cilik itu.
"Mengapa?" tanyaku takjub.
"Karena saya suka melihat keajaiban setelah mencuci. Piring yang tadinya kotor dan berminyak bisa menjadi bersih dan mengkilap. Mengherankan.....," jawabnya dengan kedua bola mata yang berpendar indah.
Keajaiban dalam cuci piring. Wah, ini sungguh tak terpikirkan olehku. Keajaiban dalam hal-hal yang sangat sederhana. Gadis cilik itu satu diantara lebih dari seratus anak yang berkumpul dan menikmati camping rohani yang diadakan oleh sekolah minggu gerejaku. Dan tiba-tiba aku melihat dan merasakan keajaiban pada kumpulan anak kecil itu. Ternyata hidup adalah keajaiban. Dan keajaiban tidak semata suatu peristiwa yang luar biasa, yang menakjubkan, yang menjadi buah bibir bagi banyak orang. Keajaiban itu sangatlah sederhana dan dapat dinikmati bahkan dalam peristiwa-peristiwa kecil sehari-hari. Ternyata, hidup kita ini dikelilingi oleh banyak keajaiban. Tahukah anda?
Maka kita yang saat ini sedang mengejar keajaiban, mengharapkan dan merindukan keajaiban, tetapi merasa kecewa dan putus asa karena tak pernah menemukannya, mungkin perlu belajar dari gadis cilik itu. Dengan tangan mungilnya, dia dengan tekun mencuci piring makannya dan menemukan keajaiban yang dicari banyak orang saat menikmati hasil kerjanya. Dari piring yang kotor menjadi piring yang mengkilap.
"Saya suka mencuci piring, karena saya suka melihat keajaiban setelah mencuci....."
Keajaiban setelah mencuci. Keajaiban setelah bekerja keras membersihkan sisa-sisa lemak dan menggosok piring makannya sendiri. Keajaiban setelah berusaha.....
Mengapa kita seringkali hanya duduk diam menunggu keajaiban itu datang dengan sendirinya? Tidakkah keajaiban itu pun butuh proses kerja yang tidak ringan? Mengapa seringkali kita merasa kecewa karena disepelekan atau dianggap tidak ada? Tidakkah kita sendirilah yang perlu membuktikan keberadaan kita? Mengapa kita harus tergantung pada orang lain? Mengapa kita harus menganggap diri kita harus diperhatikan, harus dicintai, harus dipuji sebagai bukti keberadaan kita? Bukankah kita sendirilah yang harus berupaya untuk memperhatikan, mencintai dan memuji keberadaan orang lain sehingga mereka bisa tahu bahwa kita ada? Keajaiban hanya akan muncul setelah kita bekerja keras. Setelah gadis cilik itu membersihkan piringnya, dan tidak perlu menanti orang lain yang datang membersihkan piringnya. Gadis cilik itu melihat keajaiban setelah mencuci piringnya sendiri....
Keajaiban itu sesederhana hidup ini. Hidup yang harus dijalani, saat demi saat, hari demi hari, dijalani dan dinikmati. Dengan mengeluh dan merasa kecewa tanpa berbuat apa-apa, kita hanya akan mendapatkan semakin banyak kekecewaan dan perasaan putus asa pun kian dalam. Dan keajaiban yang kita harapkan semakin menjauh dari kita. Dengan matanya yang berpendar indah, gadis cilik itu itu memandang piring makan yang kini mengkilap bersih setelah dia mencucinya. Inilah keajaiban itu. Inilah kegembiraan baginya. Dia tidak menunggu seseorang datang dan membersihkannya. Lalu akan merasa kecewa dan sakit hati jika ternyata tak ada yang mau membantunya untuk mencuci piringnya sendiri. Tidak. Dia bekerja sendiri. Dia berusaha sendiri. Dan menikmati hasilnya sendiri. Keajaiban ada setelah dia mencuci piringnya. Dan dia menikmatinya.
dari milis motivasi
"Mengapa?" tanyaku takjub.
"Karena saya suka melihat keajaiban setelah mencuci. Piring yang tadinya kotor dan berminyak bisa menjadi bersih dan mengkilap. Mengherankan.....," jawabnya dengan kedua bola mata yang berpendar indah.
Keajaiban dalam cuci piring. Wah, ini sungguh tak terpikirkan olehku. Keajaiban dalam hal-hal yang sangat sederhana. Gadis cilik itu satu diantara lebih dari seratus anak yang berkumpul dan menikmati camping rohani yang diadakan oleh sekolah minggu gerejaku. Dan tiba-tiba aku melihat dan merasakan keajaiban pada kumpulan anak kecil itu. Ternyata hidup adalah keajaiban. Dan keajaiban tidak semata suatu peristiwa yang luar biasa, yang menakjubkan, yang menjadi buah bibir bagi banyak orang. Keajaiban itu sangatlah sederhana dan dapat dinikmati bahkan dalam peristiwa-peristiwa kecil sehari-hari. Ternyata, hidup kita ini dikelilingi oleh banyak keajaiban. Tahukah anda?
Maka kita yang saat ini sedang mengejar keajaiban, mengharapkan dan merindukan keajaiban, tetapi merasa kecewa dan putus asa karena tak pernah menemukannya, mungkin perlu belajar dari gadis cilik itu. Dengan tangan mungilnya, dia dengan tekun mencuci piring makannya dan menemukan keajaiban yang dicari banyak orang saat menikmati hasil kerjanya. Dari piring yang kotor menjadi piring yang mengkilap.
"Saya suka mencuci piring, karena saya suka melihat keajaiban setelah mencuci....."
Keajaiban setelah mencuci. Keajaiban setelah bekerja keras membersihkan sisa-sisa lemak dan menggosok piring makannya sendiri. Keajaiban setelah berusaha.....
Mengapa kita seringkali hanya duduk diam menunggu keajaiban itu datang dengan sendirinya? Tidakkah keajaiban itu pun butuh proses kerja yang tidak ringan? Mengapa seringkali kita merasa kecewa karena disepelekan atau dianggap tidak ada? Tidakkah kita sendirilah yang perlu membuktikan keberadaan kita? Mengapa kita harus tergantung pada orang lain? Mengapa kita harus menganggap diri kita harus diperhatikan, harus dicintai, harus dipuji sebagai bukti keberadaan kita? Bukankah kita sendirilah yang harus berupaya untuk memperhatikan, mencintai dan memuji keberadaan orang lain sehingga mereka bisa tahu bahwa kita ada? Keajaiban hanya akan muncul setelah kita bekerja keras. Setelah gadis cilik itu membersihkan piringnya, dan tidak perlu menanti orang lain yang datang membersihkan piringnya. Gadis cilik itu melihat keajaiban setelah mencuci piringnya sendiri....
Keajaiban itu sesederhana hidup ini. Hidup yang harus dijalani, saat demi saat, hari demi hari, dijalani dan dinikmati. Dengan mengeluh dan merasa kecewa tanpa berbuat apa-apa, kita hanya akan mendapatkan semakin banyak kekecewaan dan perasaan putus asa pun kian dalam. Dan keajaiban yang kita harapkan semakin menjauh dari kita. Dengan matanya yang berpendar indah, gadis cilik itu itu memandang piring makan yang kini mengkilap bersih setelah dia mencucinya. Inilah keajaiban itu. Inilah kegembiraan baginya. Dia tidak menunggu seseorang datang dan membersihkannya. Lalu akan merasa kecewa dan sakit hati jika ternyata tak ada yang mau membantunya untuk mencuci piringnya sendiri. Tidak. Dia bekerja sendiri. Dia berusaha sendiri. Dan menikmati hasilnya sendiri. Keajaiban ada setelah dia mencuci piringnya. Dan dia menikmatinya.
dari milis motivasi
Wednesday, December 01, 2010
Kebahagiaan Anda adalah pilihan Anda.
Margaret istri John Maxwell, sedang menjadi pembicara di salah satu seminar tentang kebahagiaan. Seperti biasa, John Maxwell, sang suami, duduk mendengarkan di bangku paling depan. Di akhir sesi, setelah pengunjung bertepuk tangan, ada sesi tanya jawab.
Seorang ibu mengacungkan tangan bertanya, "Mrs. Margaret, apakah suami Anda membuat Anda bahagia?" Pertanyaan yang bagus! Seluruh ruangan terdiam. Margaret berpikir beberapa saat, kemudian mantab menjawab, "Tidak."
Seluruh hadirin terkejut. "Tidak," tegasnya sekali lagi, "John Maxwell tidak bisa membuatku bahagia." Seisi ruangan serentak menoleh ke arah John Maxwell. Lucunya John Maxwell juga menoleh kebelakangan mencari-cari pintu keluar. Rasanya ingin cepat keluar. Malu,
Kemudian Margaret berkata, "John Maxwell seorang suami yang sangat baik. Ia tidak pernah berjudi, mabuk-mabukan, atau selingkuh. Ia setia dan memenuhi semua kebutuhan saya, baik jasmani maupun rohani. Tapi, tetap dia tak bisa membuatku bahagia." Sebuah suara bertanya, "Mengapa?" Jawab Margareth "Karena tak seorang pun di dunia yang bertanggung jawab atas kebahagiaanku selain diriku sendiri. "
Dengan kata lain, maksud Margaret adalah, tidak ada orang yang bisa membuatmu bahagia. Baik itu pasangan hidupmu, sahabatmu, uangmu, hobimu. Semua itu tidak bisa membuatmu bahagia, karena yang bisa membuat dirimu bahagia adalah dirimu sendiri. Kamu bertanggung jawab atas dirimu sendiri. Kalau kamu merasa berkecukupan, tidak merasa minder, selalu percaya diri, kamu tidak akan merasa sedih. Sesungguhnya pola pikir kita yang menentukan apakah kita bahagia atau tidak, bukan faktor luar. Bahagia atau tidaknya hidupmu bukan ditentukan oleh seberapa kaya dirimu, seberapa cantik/tampan pasanganmu, atau sesukses apa hidupmu.
Kebahagiaan adalah masalah pilihan: apakah kamu memilih untuk bahagia atau tidak. Bila itu terletak di tangan kita maka pilihlah untuk BAHAGIA.
dari milis motivasi
Seorang ibu mengacungkan tangan bertanya, "Mrs. Margaret, apakah suami Anda membuat Anda bahagia?" Pertanyaan yang bagus! Seluruh ruangan terdiam. Margaret berpikir beberapa saat, kemudian mantab menjawab, "Tidak."
Seluruh hadirin terkejut. "Tidak," tegasnya sekali lagi, "John Maxwell tidak bisa membuatku bahagia." Seisi ruangan serentak menoleh ke arah John Maxwell. Lucunya John Maxwell juga menoleh kebelakangan mencari-cari pintu keluar. Rasanya ingin cepat keluar. Malu,
Kemudian Margaret berkata, "John Maxwell seorang suami yang sangat baik. Ia tidak pernah berjudi, mabuk-mabukan, atau selingkuh. Ia setia dan memenuhi semua kebutuhan saya, baik jasmani maupun rohani. Tapi, tetap dia tak bisa membuatku bahagia." Sebuah suara bertanya, "Mengapa?" Jawab Margareth "Karena tak seorang pun di dunia yang bertanggung jawab atas kebahagiaanku selain diriku sendiri. "
Dengan kata lain, maksud Margaret adalah, tidak ada orang yang bisa membuatmu bahagia. Baik itu pasangan hidupmu, sahabatmu, uangmu, hobimu. Semua itu tidak bisa membuatmu bahagia, karena yang bisa membuat dirimu bahagia adalah dirimu sendiri. Kamu bertanggung jawab atas dirimu sendiri. Kalau kamu merasa berkecukupan, tidak merasa minder, selalu percaya diri, kamu tidak akan merasa sedih. Sesungguhnya pola pikir kita yang menentukan apakah kita bahagia atau tidak, bukan faktor luar. Bahagia atau tidaknya hidupmu bukan ditentukan oleh seberapa kaya dirimu, seberapa cantik/tampan pasanganmu, atau sesukses apa hidupmu.
Kebahagiaan adalah masalah pilihan: apakah kamu memilih untuk bahagia atau tidak. Bila itu terletak di tangan kita maka pilihlah untuk BAHAGIA.
dari milis motivasi
Friday, November 26, 2010
Aku Ingin Satu Angka Lagi
Kali ini saya ingin share soal Rudy Hartono..Juara All England sebanyak 8 kali. Berikut ini adalah cerita yang pernah diceritakan pada saya beberapa waktu yang lalu :
"Pada suatu kejuaraan All England, Rudy Hartono berhadapan dengan Sture johnson, Juara Eropa asal Swedia, Situasi benar benar kritis, Pada Set pertama Sture Johnson unggul 15 - 4 dan set kedua ia sudah unggul 14 - 0 . Semua pendengar RRI dan pemirsa TVRI benar benar terhenyak, satu angka lagi tamatlah Rudy Hartono.
Alhamdulillah, teriak penyiar RRI, Shutelcock berpindah ke tangan Rudy. "Aku Ingin Satu Angka Saja" kata Rudy ketika Memulai Service, ternyata 1 - 14 . "Aku Ingin Satu Angka Lagi" , dan terjadilah 2 - 14 . Akhirnya 14 - 14 dan Rudy mengakhiri set kedua dengan 17 - 14 . Sture Johnson benar - benar heran, Penonton INDONESIA riuh Rendah. Set ketiga, Rudy lagi - lagi menyatakan , "Aku ingin satu angka lagi....Aku ingin satu angka lagi". Dan set ketiga berakhir dengan 15 - 0 untuk Rudy Hartono. Ia pun maju ke final melawan Finalis dari Denmark, Svend Pri"
Dari cerita di atas ada beberapa hal yang ingin saya share :
1. Jangan pernah menyerah.
Seperti halnya Rudy Hartono, meskipun kita nampaknya sulit meraih cita-cita tetapi teruslah berjuang dan berjuang, sebab sebelum mencapai cita-cita maka itu tandanya masih ada peluang untuk meraih cita-cita. Selama masih ada kesempatan berarti masih bisa berhasil.
2. Kesuksesan itu diraih setahap demi setahap
Tidak ada kesuksesan yang datang tanpa didahului kesuksesan yang lain. Contohnya : kita harus lulus jenjang SD dahulu sebelum bisa ke SMP, dan lulus SMP untuk bisa ke SMA, dst. Jadi tetaplah tekun untuk raih cita-cita.
dari milis motivasi
"Pada suatu kejuaraan All England, Rudy Hartono berhadapan dengan Sture johnson, Juara Eropa asal Swedia, Situasi benar benar kritis, Pada Set pertama Sture Johnson unggul 15 - 4 dan set kedua ia sudah unggul 14 - 0 . Semua pendengar RRI dan pemirsa TVRI benar benar terhenyak, satu angka lagi tamatlah Rudy Hartono.
Alhamdulillah, teriak penyiar RRI, Shutelcock berpindah ke tangan Rudy. "Aku Ingin Satu Angka Saja" kata Rudy ketika Memulai Service, ternyata 1 - 14 . "Aku Ingin Satu Angka Lagi" , dan terjadilah 2 - 14 . Akhirnya 14 - 14 dan Rudy mengakhiri set kedua dengan 17 - 14 . Sture Johnson benar - benar heran, Penonton INDONESIA riuh Rendah. Set ketiga, Rudy lagi - lagi menyatakan , "Aku ingin satu angka lagi....Aku ingin satu angka lagi". Dan set ketiga berakhir dengan 15 - 0 untuk Rudy Hartono. Ia pun maju ke final melawan Finalis dari Denmark, Svend Pri"
Dari cerita di atas ada beberapa hal yang ingin saya share :
1. Jangan pernah menyerah.
Seperti halnya Rudy Hartono, meskipun kita nampaknya sulit meraih cita-cita tetapi teruslah berjuang dan berjuang, sebab sebelum mencapai cita-cita maka itu tandanya masih ada peluang untuk meraih cita-cita. Selama masih ada kesempatan berarti masih bisa berhasil.
2. Kesuksesan itu diraih setahap demi setahap
Tidak ada kesuksesan yang datang tanpa didahului kesuksesan yang lain. Contohnya : kita harus lulus jenjang SD dahulu sebelum bisa ke SMP, dan lulus SMP untuk bisa ke SMA, dst. Jadi tetaplah tekun untuk raih cita-cita.
dari milis motivasi
Subscribe to:
Posts (Atom)