Ada seorang ayah yang menjelang ajalnya di hadapan sang Istri berpesan DUA hal kepada 2 anak laki-lakinya :
- Pertama : Jangan pernah menagih hutang kepada orang yg berhutang kepadamu.
- Kedua : Jika pergi ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari.
Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin.
Pada suatu hari sang Ibu menanyakan hal itu kepada mereka.
Jawab anak yang bungsu :
“Ini karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih”.
“Juga Ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong, padahal sebetulnya saya bisa berjalan kaki saja, tetapi karena pesan ayah itu, akibatnya pengeluaranku bertambah banyak”.
Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, sang Ibu pun bertanya hal yang sama.
Jawab anak sulung :
“Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena Ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak pernah menghutangkan sehingga dengan demikian modal tidak susut”.
“Juga Ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam.
Karenanya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup.”
“Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris, karena mempunyai jam kerja lebih lama”.
MORAL CERITA :
Kisah diatas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di tanggapi dengan presepsi yang berbeda.
Jika kita melihat dengan positive attitude maka segala kesulitan sebenarnya adalah sebuah perjalanan membuat kita sukses tetapi kita bisa juga terhanyut dengan adanya kesulitan karena rutinitas kita… pilihan ada di tangan anda.
‘Berusahalah melakukan hal biasa dengan cara yang luar biasa’
dari milis motivasi
Bagi Kerabat Imelda yang ingin mendapatkan kisah-kisah yang di on-airkan dalam Inspirasi Pagi Imelda FM, silahkan untuk mengunjungi website kami di www.radioimeldafm.com .Adapun blog Inspirasi Pagi ini tidak akan mengupdate lagi kisah-kisah Inspirasi Pagi. Thanks for visiting our blog! #muchLove :)
Thursday, March 26, 2009
Cerita dari India
Sebuah keluarga mapan dengan dua orang anak hidup di India, Laksmi perempuan berusia 8 tahun dan anak kedua lelaki persis di bawah Laksmi. Pada hari minggu pagi, Laksmi menangis berat dengan air mata menganak suangi, dengan sangat berat hati sambil menangis tersedu-sedu membolak balik sendok di piring yang berisi Yogurt dicampur nasi. Sang ayah, Rahul, dari meja tempat kerjanya sambil memijit-mijit tuts-tuts komputernya, berusaha membujuk Laksmi agar segera menghabiskan Nasi Yogurt – nya. Di India Yogurt campur nasi adalah sarapan pagi yang lazim, karena rasanya asam lidah anak-anak kadang kelu dibuatnya.
Sang Ibu yang sedang memandikan anak bungsunya, turut serta menbujuk rayu Laksmi agar segera menghabiskan sarapanya. Tetapi Laksmi tetap saja menangis sambil membanting-banting sendok ke piring yang masih penuh berisi yogurt dengan nasi. Dengan terpaksa dia berusaha menelan sarapan yang tidak disukainya.
Tetapi tiba-tba Laksmi angkat bicara,; “Saya akan makan sarapan ini sampai habis’’, asalkan papa mami berjanji satu hal pada ku”. Sang ayah melirik istrinya sambil mengerdipkan mata dan menganggukkan kepala kepada suaminya tanda mereka setuju. Tetapi sang ayah berkata, “tapi jangan minta yang bukan-bukan ya!”, “juga jangan minta yang mahal-mahal”. Pikir sang ayah, paling-paling anak ini minta dibelikan mainan baru, atau baju baru, atau sepatu baru. Laksmi menjawab, “ya papi!”. Dengan berat hati laksmi memakan semua Yogurt bercampur nasi yang ada di hadapannya.
Setelah selesai makan Yogurt dan menghapus sisa air mata yang hampir mengering di pipinya, Laksmi menagih janji kedua orang tuanya. Iapun berujar: “Pa aku ingin kepalaku dibotaki”, sang ayah terperanjat setengah tidak percaya dengan permintaan putrinya, tidak menyangka permintaan Laksmi membotaki kepalanya yang ditumbuhi rambut sebahu, yang indah itu. Sang ayahpun bingung dan berusaha mengelak dengan menawarkan Ps baru, pikirnya biarpun mahal asalkan kecantikan putrinya tidak berkurang, bagaimana jadinya kalau putrinya yang imut itu dibotaki kepalanya.
Begitu melihat orang tuanya akan mengelak, Laksmi pun mulai menangis. Sang ayah berpikir, kalau saya tidak menepati janji, berarti saya telah mengajar anak ini menjadi pendusta kelak, pada hal setiap hari saya selalu mengajarkan kepada anak ini untuk menepati janji, tidak berbohong.
Dengan berat hati sang Ayah dan Ibu sepakat menggunduli kepala Laksmi sampai licin. Esok harinya karena kuatir anaknya akan ditertawai teman-teman sekelasnya sang ayah membelikan topi dan bersama Istrinya mengantarkan sang anak ke sekolah. Begitu sampai digerbang pintu sekolah Rahul melihat seorang anak keluar dari mobil, dengan kepala Botak licin bersih persis seperti kepala baru Laksmi. Sang ayah terkejut melihat anak itu, pikirnya cuma Laksmi yang berkepala botak. Diapun lega melihat bahwa bukan hanya putrinya yang berkepala botak, diapun berguman dalam hati, “mungkin ini kebijakan dari sekolah”. Laksmi turun dari mobil dan berlari menghampiri Vijai, bocah lelaki yang baru saja turun dari mobil ayahnya yang berkepala botak itu, sambil bergandengan tangan berlari menuju kelas.
Ayah Vijai menghapiri Rahul, dan berkata, “ Putri anda sungguh berhati mulia tuan’ anda sungguh keluarga yang diberkati Tuhan”. “Anak saya, Vijai sejak kecil kena kanker leukimia dan harus menjalani terapi setiap hari, hingga rambutnya rontok, kemarin dia datang kerumah dan berjanji kepada Vijai bahwa ia akan membotaki rambutnya, karena Vijai tidak mau masuk sekolah lagi karena diejek teman-temanya.”
Di dalam mobil menuju pulang kerumah, sang ayah dan Ibu menangis, air matanya tumpah, tidak menyangka anaknya yang masih kecil itu berkorban sedemikian besar dengan menangis sambil memakan yogurt dengan susah payah. Apakah Tuhan yang sudah ku korbankan padanya?. Sambil menangis ia mengucapap syukur pada Tuhan.
dari milis motivasi
Sang Ibu yang sedang memandikan anak bungsunya, turut serta menbujuk rayu Laksmi agar segera menghabiskan sarapanya. Tetapi Laksmi tetap saja menangis sambil membanting-banting sendok ke piring yang masih penuh berisi yogurt dengan nasi. Dengan terpaksa dia berusaha menelan sarapan yang tidak disukainya.
Tetapi tiba-tba Laksmi angkat bicara,; “Saya akan makan sarapan ini sampai habis’’, asalkan papa mami berjanji satu hal pada ku”. Sang ayah melirik istrinya sambil mengerdipkan mata dan menganggukkan kepala kepada suaminya tanda mereka setuju. Tetapi sang ayah berkata, “tapi jangan minta yang bukan-bukan ya!”, “juga jangan minta yang mahal-mahal”. Pikir sang ayah, paling-paling anak ini minta dibelikan mainan baru, atau baju baru, atau sepatu baru. Laksmi menjawab, “ya papi!”. Dengan berat hati laksmi memakan semua Yogurt bercampur nasi yang ada di hadapannya.
Setelah selesai makan Yogurt dan menghapus sisa air mata yang hampir mengering di pipinya, Laksmi menagih janji kedua orang tuanya. Iapun berujar: “Pa aku ingin kepalaku dibotaki”, sang ayah terperanjat setengah tidak percaya dengan permintaan putrinya, tidak menyangka permintaan Laksmi membotaki kepalanya yang ditumbuhi rambut sebahu, yang indah itu. Sang ayahpun bingung dan berusaha mengelak dengan menawarkan Ps baru, pikirnya biarpun mahal asalkan kecantikan putrinya tidak berkurang, bagaimana jadinya kalau putrinya yang imut itu dibotaki kepalanya.
Begitu melihat orang tuanya akan mengelak, Laksmi pun mulai menangis. Sang ayah berpikir, kalau saya tidak menepati janji, berarti saya telah mengajar anak ini menjadi pendusta kelak, pada hal setiap hari saya selalu mengajarkan kepada anak ini untuk menepati janji, tidak berbohong.
Dengan berat hati sang Ayah dan Ibu sepakat menggunduli kepala Laksmi sampai licin. Esok harinya karena kuatir anaknya akan ditertawai teman-teman sekelasnya sang ayah membelikan topi dan bersama Istrinya mengantarkan sang anak ke sekolah. Begitu sampai digerbang pintu sekolah Rahul melihat seorang anak keluar dari mobil, dengan kepala Botak licin bersih persis seperti kepala baru Laksmi. Sang ayah terkejut melihat anak itu, pikirnya cuma Laksmi yang berkepala botak. Diapun lega melihat bahwa bukan hanya putrinya yang berkepala botak, diapun berguman dalam hati, “mungkin ini kebijakan dari sekolah”. Laksmi turun dari mobil dan berlari menghampiri Vijai, bocah lelaki yang baru saja turun dari mobil ayahnya yang berkepala botak itu, sambil bergandengan tangan berlari menuju kelas.
Ayah Vijai menghapiri Rahul, dan berkata, “ Putri anda sungguh berhati mulia tuan’ anda sungguh keluarga yang diberkati Tuhan”. “Anak saya, Vijai sejak kecil kena kanker leukimia dan harus menjalani terapi setiap hari, hingga rambutnya rontok, kemarin dia datang kerumah dan berjanji kepada Vijai bahwa ia akan membotaki rambutnya, karena Vijai tidak mau masuk sekolah lagi karena diejek teman-temanya.”
Di dalam mobil menuju pulang kerumah, sang ayah dan Ibu menangis, air matanya tumpah, tidak menyangka anaknya yang masih kecil itu berkorban sedemikian besar dengan menangis sambil memakan yogurt dengan susah payah. Apakah Tuhan yang sudah ku korbankan padanya?. Sambil menangis ia mengucapap syukur pada Tuhan.
dari milis motivasi
Cerita dari India
Sebuah keluarga mapan dengan dua orang anak hidup di India, Laksmi perempuan berusia 8 tahun dan anak kedua lelaki persis di bawah Laksmi. Pada hari minggu pagi, Laksmi menangis berat dengan air mata menganak suangi, dengan sangat berat hati sambil menangis tersedu-sedu membolak balik sendok di piring yang berisi Yogurt dicampur nasi. Sang ayah, Rahul, dari meja tempat kerjanya sambil memijit-mijit tuts-tuts komputernya, berusaha membujuk Laksmi agar segera menghabiskan Nasi Yogurt – nya. Di India Yogurt campur nasi adalah sarapan pagi yang lazim, karena rasanya asam lidah anak-anak kadang kelu dibuatnya.
Sang Ibu yang sedang memandikan anak bungsunya, turut serta menbujuk rayu Laksmi agar segera menghabiskan sarapanya. Tetapi Laksmi tetap saja menangis sambil membanting-banting sendok ke piring yang masih penuh berisi yogurt dengan nasi. Dengan terpaksa dia berusaha menelan sarapan yang tidak disukainya.
Tetapi tiba-tba Laksmi angkat bicara,; “Saya akan makan sarapan ini sampai habis’’, asalkan papa mami berjanji satu hal pada ku”. Sang ayah melirik istrinya sambil mengerdipkan mata dan menganggukkan kepala kepada suaminya tanda mereka setuju. Tetapi sang ayah berkata, “tapi jangan minta yang bukan-bukan ya!”, “juga jangan minta yang mahal-mahal”. Pikir sang ayah, paling-paling anak ini minta dibelikan mainan baru, atau baju baru, atau sepatu baru. Laksmi menjawab, “ya papi!”. Dengan berat hati laksmi memakan semua Yogurt bercampur nasi yang ada di hadapannya.
Setelah selesai makan Yogurt dan menghapus sisa air mata yang hampir mengering di pipinya, Laksmi menagih janji kedua orang tuanya. Iapun berujar: “Pa aku ingin kepalaku dibotaki”, sang ayah terperanjat setengah tidak percaya dengan permintaan putrinya, tidak menyangka permintaan Laksmi membotaki kepalanya yang ditumbuhi rambut sebahu, yang indah itu. Sang ayahpun bingung dan berusaha mengelak dengan menawarkan Ps baru, pikirnya biarpun mahal asalkan kecantikan putrinya tidak berkurang, bagaimana jadinya kalau putrinya yang imut itu dibotaki kepalanya.
Begitu melihat orang tuanya akan mengelak, Laksmi pun mulai menangis. Sang ayah berpikir, kalau saya tidak menepati janji, berarti saya telah mengajar anak ini menjadi pendusta kelak, pada hal setiap hari saya selalu mengajarkan kepada anak ini untuk menepati janji, tidak berbohong.
Dengan berat hati sang Ayah dan Ibu sepakat menggunduli kepala Laksmi sampai licin. Esok harinya karena kuatir anaknya akan ditertawai teman-teman sekelasnya sang ayah membelikan topi dan bersama Istrinya mengantarkan sang anak ke sekolah. Begitu sampai digerbang pintu sekolah Rahul melihat seorang anak keluar dari mobil, dengan kepala Botak licin bersih persis seperti kepala baru Laksmi. Sang ayah terkejut melihat anak itu, pikirnya cuma Laksmi yang berkepala botak. Diapun lega melihat bahwa bukan hanya putrinya yang berkepala botak, diapun berguman dalam hati, “mungkin ini kebijakan dari sekolah”. Laksmi turun dari mobil dan berlari menghampiri Vijai, bocah lelaki yang baru saja turun dari mobil ayahnya yang berkepala botak itu, sambil bergandengan tangan berlari menuju kelas.
Ayah Vijai menghapiri Rahul, dan berkata, “ Putri anda sungguh berhati mulia tuan’ anda sungguh keluarga yang diberkati Tuhan”. “Anak saya, Vijai sejak kecil kena kanker leukimia dan harus menjalani terapi setiap hari, hingga rambutnya rontok, kemarin dia datang kerumah dan berjanji kepada Vijai bahwa ia akan membotaki rambutnya, karena Vijai tidak mau masuk sekolah lagi karena diejek teman-temanya.”
Di dalam mobil menuju pulang kerumah, sang ayah dan Ibu menangis, air matanya tumpah, tidak menyangka anaknya yang masih kecil itu berkorban sedemikian besar dengan menangis sambil memakan yogurt dengan susah payah. Apakah Tuhan yang sudah ku korbankan padanya?. Sambil menangis ia mengucapap syukur pada Tuhan.
dari milis motivasi
Sang Ibu yang sedang memandikan anak bungsunya, turut serta menbujuk rayu Laksmi agar segera menghabiskan sarapanya. Tetapi Laksmi tetap saja menangis sambil membanting-banting sendok ke piring yang masih penuh berisi yogurt dengan nasi. Dengan terpaksa dia berusaha menelan sarapan yang tidak disukainya.
Tetapi tiba-tba Laksmi angkat bicara,; “Saya akan makan sarapan ini sampai habis’’, asalkan papa mami berjanji satu hal pada ku”. Sang ayah melirik istrinya sambil mengerdipkan mata dan menganggukkan kepala kepada suaminya tanda mereka setuju. Tetapi sang ayah berkata, “tapi jangan minta yang bukan-bukan ya!”, “juga jangan minta yang mahal-mahal”. Pikir sang ayah, paling-paling anak ini minta dibelikan mainan baru, atau baju baru, atau sepatu baru. Laksmi menjawab, “ya papi!”. Dengan berat hati laksmi memakan semua Yogurt bercampur nasi yang ada di hadapannya.
Setelah selesai makan Yogurt dan menghapus sisa air mata yang hampir mengering di pipinya, Laksmi menagih janji kedua orang tuanya. Iapun berujar: “Pa aku ingin kepalaku dibotaki”, sang ayah terperanjat setengah tidak percaya dengan permintaan putrinya, tidak menyangka permintaan Laksmi membotaki kepalanya yang ditumbuhi rambut sebahu, yang indah itu. Sang ayahpun bingung dan berusaha mengelak dengan menawarkan Ps baru, pikirnya biarpun mahal asalkan kecantikan putrinya tidak berkurang, bagaimana jadinya kalau putrinya yang imut itu dibotaki kepalanya.
Begitu melihat orang tuanya akan mengelak, Laksmi pun mulai menangis. Sang ayah berpikir, kalau saya tidak menepati janji, berarti saya telah mengajar anak ini menjadi pendusta kelak, pada hal setiap hari saya selalu mengajarkan kepada anak ini untuk menepati janji, tidak berbohong.
Dengan berat hati sang Ayah dan Ibu sepakat menggunduli kepala Laksmi sampai licin. Esok harinya karena kuatir anaknya akan ditertawai teman-teman sekelasnya sang ayah membelikan topi dan bersama Istrinya mengantarkan sang anak ke sekolah. Begitu sampai digerbang pintu sekolah Rahul melihat seorang anak keluar dari mobil, dengan kepala Botak licin bersih persis seperti kepala baru Laksmi. Sang ayah terkejut melihat anak itu, pikirnya cuma Laksmi yang berkepala botak. Diapun lega melihat bahwa bukan hanya putrinya yang berkepala botak, diapun berguman dalam hati, “mungkin ini kebijakan dari sekolah”. Laksmi turun dari mobil dan berlari menghampiri Vijai, bocah lelaki yang baru saja turun dari mobil ayahnya yang berkepala botak itu, sambil bergandengan tangan berlari menuju kelas.
Ayah Vijai menghapiri Rahul, dan berkata, “ Putri anda sungguh berhati mulia tuan’ anda sungguh keluarga yang diberkati Tuhan”. “Anak saya, Vijai sejak kecil kena kanker leukimia dan harus menjalani terapi setiap hari, hingga rambutnya rontok, kemarin dia datang kerumah dan berjanji kepada Vijai bahwa ia akan membotaki rambutnya, karena Vijai tidak mau masuk sekolah lagi karena diejek teman-temanya.”
Di dalam mobil menuju pulang kerumah, sang ayah dan Ibu menangis, air matanya tumpah, tidak menyangka anaknya yang masih kecil itu berkorban sedemikian besar dengan menangis sambil memakan yogurt dengan susah payah. Apakah Tuhan yang sudah ku korbankan padanya?. Sambil menangis ia mengucapap syukur pada Tuhan.
dari milis motivasi
Wednesday, March 18, 2009
Harimau dan Serigala
Di sebuah hutan, tinggallah seekor serigala pincang. Hewan itu hidup bersama
seekor harimau yang besar berbadan coklat keemasan. Luka yang di derita
serigala, terjadi ketika ia berusaha menolong harimau yang di kejar pemburu.
Sang serigala berusaha menyelamatkan kawannya. Namun sayang, sebuah panah yang
telah di bidik malah mengenai kaki belakangnya. Kini, hewan bermata liar itu tak
bisa berburu lagi bersama harimau, dan tinggal di sebuah gua, jauh dari
perkampungan penduduk.
Sang harimau pun tahu bagaimana membalas budi. Setiap selesai berburu, di
mulutnya selalu tersisa sepotong daging untuk dibawa pulang. Walaupun sedikit,
sang serigala selalu mendapat bagian daging hewan buruan. Sang harimau paham,
bahwa tanpa bantuan sang kawan, ia pasti sudah mati terpanah si pemburu. Sebagai
balasannya, sang serigala selalu berusaha menjaga keluarga sang harimau dari
gangguan hewan-hewan lainnya. Lolongan serigala selalu tampak mengerikan bagi
siapapun yang mendengar. Walaupun sebenarnya ia tak bisa berjalan dan hanya
duduk teronggok di pojok gua.
Rupanya, peristiwa itu telah sampai pula ke telinga seorang pertapa. Sang
pertapa, tergerak hatinya untuk datang, bersama beberapa orang muridnya. Ia
ingin memberikan pelajaran tentang berbagi dan persahabatan, kepada anak
didiknya. Ia juga ingin menguji keberanian mereka, sebelum mereka dapat lulus
dari semua pelajaran yang diberikan olehnya. Pada awalnya banyak yang takut,
namun setelah di tantang, mereka semua mau untuk ikut.
Di pagi hari, berangkatlah mereka semua. Semuanya tampak beriringan, dipandu
sang pertapa yang berjalan di depan rombongan. Setelah seharian berjalan,
sampailah mereka di mulut gua, tempat sang harimau dan serigala itu menetap.
Kebetulan, sang harimau baru saja pulang dari berburu, dan sedang memberikan
sebongkah daging kepada serigala. Melihat kejadian itu, sang pertapa bertanya
bertanya kepada murid-muridnya, "Pelajaran apa yang dapat kalian lihat dari
sana..?".Seorang murid tampak angkat bicara, "Guru, aku melihat kekuasaan dan
kebaikan Tuhan. Tuhan pasti akan memenuhi kebutuhan setiap hamba-Nya. Karena
itu, lebih baik aku berdiam saja, karena toh Tuhan akan selalu memberikan
rezekinya kepada ku lewat berbagai cara."
Sang pertapa tampak tersenyum. Sang murid melanjutkan ucapannya, "Lihatlah
serigala itu. Tanpa bersusah payah, dia bisa tetap hidup, dan mendapat makanan."
Selesai bicara, murid itu kini memandang sang guru. Ia menanti jawaban darinya.
"Ya, kamu tidak salah. Kamu memang memperhatikan, tapi sesungguhnya kamu buta.
Walaupun mata lahirmu bisa melihat, tapi mata batinmu lumpuh. Berhentilah
berharap menjadi serigala, dan mulailah berlaku seperti harimau."
***
Adalah benar bahwa Tuhan ciptakan ikan kepada umat manusia. Adalah benar pula,
Tuhan menghamparkan gandum di tanah-tanah petani. Tapi apakah Tuhan ciptakan
ikan-ikan itu dalam kaleng-kaleng sardin? Atau, adakah Dia berikan kepada kita
gandum-gandum itu hadir dalam bentuk seplastik roti manis? Saya percaya,
ikan-ikan itu dihadirkan kepada kita lewat peluh dan kerja keras dari nelayan.
Saya juga pun percaya, bahwa gandum-gandum terhidang di meja makan kita, lewat
usaha dari para petani, dan kepandaian mereka mengolah alat panggang roti.
Begitulah, acapkali memang dalam kehidupan kita, ada fragmen tentang serigala
yang lumpuh dan harimau yang ingin membalas budi. Memang tak salah jika disana
kita akan dapat menyaksikan kebesaran dan kasih sayang dari Tuhan. Dari sana
pula kita akan mendapatkan pelajaran tentang persahabatan dan kerjasama. Namun,
ada satu hal kecil yang patut diingat disana, bahwa: berbagi, menolong, membantu
sudah selayaknya menjadi prioritas dalam kehidupan kita. Bukan karena hal itu
adalah suatu keterpaksaan, bukan pula karena di dorong rasa kasihan dan ingin
membalas budi.
Berbagi dan menolong, memang sepatutnya mengalir dalam darah kita. Disana akan
ditemukan nilai-nilai dan percikan cahaya Tuhan. Sebab disana, akan terpantul
bahwa kebesaran Tuhan hadir dalam tindak dan perilaku yang kita lakukan. Di
dalam berbagi akan bersemayan keluhuran budi, keindahan hati dan keagungan
kalbu. Teman, jika kita bisa memilih, berhentilah berharap menjadi serigala
lumpuh, dan mulailah meniru teladan harimau.
dari milis motivasi
seekor harimau yang besar berbadan coklat keemasan. Luka yang di derita
serigala, terjadi ketika ia berusaha menolong harimau yang di kejar pemburu.
Sang serigala berusaha menyelamatkan kawannya. Namun sayang, sebuah panah yang
telah di bidik malah mengenai kaki belakangnya. Kini, hewan bermata liar itu tak
bisa berburu lagi bersama harimau, dan tinggal di sebuah gua, jauh dari
perkampungan penduduk.
Sang harimau pun tahu bagaimana membalas budi. Setiap selesai berburu, di
mulutnya selalu tersisa sepotong daging untuk dibawa pulang. Walaupun sedikit,
sang serigala selalu mendapat bagian daging hewan buruan. Sang harimau paham,
bahwa tanpa bantuan sang kawan, ia pasti sudah mati terpanah si pemburu. Sebagai
balasannya, sang serigala selalu berusaha menjaga keluarga sang harimau dari
gangguan hewan-hewan lainnya. Lolongan serigala selalu tampak mengerikan bagi
siapapun yang mendengar. Walaupun sebenarnya ia tak bisa berjalan dan hanya
duduk teronggok di pojok gua.
Rupanya, peristiwa itu telah sampai pula ke telinga seorang pertapa. Sang
pertapa, tergerak hatinya untuk datang, bersama beberapa orang muridnya. Ia
ingin memberikan pelajaran tentang berbagi dan persahabatan, kepada anak
didiknya. Ia juga ingin menguji keberanian mereka, sebelum mereka dapat lulus
dari semua pelajaran yang diberikan olehnya. Pada awalnya banyak yang takut,
namun setelah di tantang, mereka semua mau untuk ikut.
Di pagi hari, berangkatlah mereka semua. Semuanya tampak beriringan, dipandu
sang pertapa yang berjalan di depan rombongan. Setelah seharian berjalan,
sampailah mereka di mulut gua, tempat sang harimau dan serigala itu menetap.
Kebetulan, sang harimau baru saja pulang dari berburu, dan sedang memberikan
sebongkah daging kepada serigala. Melihat kejadian itu, sang pertapa bertanya
bertanya kepada murid-muridnya, "Pelajaran apa yang dapat kalian lihat dari
sana..?".Seorang murid tampak angkat bicara, "Guru, aku melihat kekuasaan dan
kebaikan Tuhan. Tuhan pasti akan memenuhi kebutuhan setiap hamba-Nya. Karena
itu, lebih baik aku berdiam saja, karena toh Tuhan akan selalu memberikan
rezekinya kepada ku lewat berbagai cara."
Sang pertapa tampak tersenyum. Sang murid melanjutkan ucapannya, "Lihatlah
serigala itu. Tanpa bersusah payah, dia bisa tetap hidup, dan mendapat makanan."
Selesai bicara, murid itu kini memandang sang guru. Ia menanti jawaban darinya.
"Ya, kamu tidak salah. Kamu memang memperhatikan, tapi sesungguhnya kamu buta.
Walaupun mata lahirmu bisa melihat, tapi mata batinmu lumpuh. Berhentilah
berharap menjadi serigala, dan mulailah berlaku seperti harimau."
***
Adalah benar bahwa Tuhan ciptakan ikan kepada umat manusia. Adalah benar pula,
Tuhan menghamparkan gandum di tanah-tanah petani. Tapi apakah Tuhan ciptakan
ikan-ikan itu dalam kaleng-kaleng sardin? Atau, adakah Dia berikan kepada kita
gandum-gandum itu hadir dalam bentuk seplastik roti manis? Saya percaya,
ikan-ikan itu dihadirkan kepada kita lewat peluh dan kerja keras dari nelayan.
Saya juga pun percaya, bahwa gandum-gandum terhidang di meja makan kita, lewat
usaha dari para petani, dan kepandaian mereka mengolah alat panggang roti.
Begitulah, acapkali memang dalam kehidupan kita, ada fragmen tentang serigala
yang lumpuh dan harimau yang ingin membalas budi. Memang tak salah jika disana
kita akan dapat menyaksikan kebesaran dan kasih sayang dari Tuhan. Dari sana
pula kita akan mendapatkan pelajaran tentang persahabatan dan kerjasama. Namun,
ada satu hal kecil yang patut diingat disana, bahwa: berbagi, menolong, membantu
sudah selayaknya menjadi prioritas dalam kehidupan kita. Bukan karena hal itu
adalah suatu keterpaksaan, bukan pula karena di dorong rasa kasihan dan ingin
membalas budi.
Berbagi dan menolong, memang sepatutnya mengalir dalam darah kita. Disana akan
ditemukan nilai-nilai dan percikan cahaya Tuhan. Sebab disana, akan terpantul
bahwa kebesaran Tuhan hadir dalam tindak dan perilaku yang kita lakukan. Di
dalam berbagi akan bersemayan keluhuran budi, keindahan hati dan keagungan
kalbu. Teman, jika kita bisa memilih, berhentilah berharap menjadi serigala
lumpuh, dan mulailah meniru teladan harimau.
dari milis motivasi
Tuesday, March 17, 2009
Segitiga Cinta
Ada banyak alasan orang untuk menikah. Ada yang bilang bahwa pasangannya enak diajak bicara. Ada yang bilang pasangannya sangat perhatian. Ada yang bilang merasa aman dekat dengan pasangannya. Ada yang bilang pasangannya macho atau sexy. Ada yang bilang pasangannya pandai melucu. Ada yang bilang pasangannya pandai memasak. Ada yang bilang pasangannya pandai menyenangkan orang tua. Pendek kata kebanyakan orang bilang dia COCOK dengan pasangannya.
Ada banyak alasan pula untuk bercerai. Ada yang bilang pasangannya judes, bila diajak bicara cenderung emosional. Ada yang bilang pasangannya sangat memperhatikan pekerjaannya saja, lupa kepada orang-orang di rumah yang setia menunggu. Ada yang bilang pasangannya sangat pendiam, tidak dapat bertindak cepat dalam situasi darurat, sehingga merasa kurang terlindungi. Ada yang bilang pasangannya kurang menggairahkan. Ada yang bilang pasangannya gak nyambung kalau bicara. Ada yang bilang masakan pasangannya terlalu asing atau terlalu manis. Ada yang bilang pasangannya tidak dapat mengambil hati mertuanya. Pendek kata kebanyakan orang bilang bahwa dia TIDAK COCOK LAGI dengan pasangannya.
Kebanyakan orang sebetulnya menikah dalam ketidakcocokan. Bukan dalam kecocokan. Ahli psikologi menyebut kecocokan-kecocokan diatas sebagai sebuah ilusi pernikahan. Dua orang yang pada waktu pacaran merasa cocok tidak akan serta merta berubah menjadi tidak cocok setelah mereka menikah.
Ada hal-hal yang hilang setelah mereka menikah, yang sebelumnya mereka pertahankan benar-benar selama pacaran. Sebagai contoh, pada waktu pacaran dua sejoli akan saling memperhatikan, saling mendahulukan satu dengan yang lain, saling menghargai, saling mencintai. Lalu/ apa yang dapat menjadi pengikat yang mampu terus mempertahankan sebuah pernikahan, bila kecocokan-kecocokan itu tidak ada lagi? Jawabannya adalah KOMITMEN.
Seorang kawan saya di Surabaya membuat sebuah penelitian, perilaku selingkuh kaum adam pada waktu mereka dinas luar kota dan jauh dari anak/isterinya. Apa yang membuat pria-pria tersebut selingkuh tidak perlu dijabarkan lagi. Tetapi apa yang membuat pria-pria tersebut bertahan untuk tidak selingkuh? Jawaban dari penelitian tersebut sama dengan diatas yaitu : KOMITMEN.
Hanya komitmen yang kuat mampu menahan gelombang godaan dunia modern pada waktu seorang pria berada jauh dari keluarganya. Begitu pula sebaliknya, pada kasus wanita yang berselingkuh.
Komitmen adalah sebagian dari cinta dalam definisi seorang psikolog kenamaan bernama Sternberg. Dia menyebutnya sebagai “triangular love” atau segitiga cinta dimana ketiga sudutnya berisi: Intimacy (keintiman), Passion (gairah) dan Commitment (komitmen). Sebuah cinta yang lengkap dalam sebuah rumah tangga selayaknya memiliki ketiga hal diatas.
Intimacy atau keintiman adalah perasaan dekat, enak, nyaman, ada ikatan satu dengan yang lainnya.
Passion atau gairah adalah perasaan romantis, ketertarikan secara fisik dan seksual dan berbagai macam perasaan hangat antar pasangan.
Commitment atau komitmen adalah sebuah keputusan final bahwa seseorang akan mencintai pasangannya dan akan terus memelihara cinta tersebut “until the death do us apart”.
Itulah segitiga cinta karya Sternberg yang cukup masuk akal untuk dipelihara dalam kehidupan rumah tangga. Bila sebuat relasi kehilangan salah satu atau lebih dari 3 unsur diatas, maka relasi itu tidak dapat dikatakan sebagai cinta yang lengkap dalam konteks hubungan suami dan isteri, melainkan akan menjadi bentuk-bentuk cinta yang berbeda.
Sebagai contoh :
Bila sebuah relasi hanya berisi intimacy dan commitment saja, maka relasi seperti ini biasa disebut sebagai persahabatan.
Bila sebuah relasi hanya bersisi passion dan intimacy saja tanpa commitment, maka ia biasa disebut sebagai kumpul kebo. Bila sebuah relasi hanya mengandung passion saja tanpa intimacy dan commitment, maka ia biasa disebut sebagai infatuation (tergila-gila)
Intinya adalah.... jika ingin membuat hubungan menjadi lebih baik tanamkan dalam hati tentang arti commitment yang sebenarnya. Itulah arti cinta yang sebenarnya................
dari milis motivasi
Ada banyak alasan pula untuk bercerai. Ada yang bilang pasangannya judes, bila diajak bicara cenderung emosional. Ada yang bilang pasangannya sangat memperhatikan pekerjaannya saja, lupa kepada orang-orang di rumah yang setia menunggu. Ada yang bilang pasangannya sangat pendiam, tidak dapat bertindak cepat dalam situasi darurat, sehingga merasa kurang terlindungi. Ada yang bilang pasangannya kurang menggairahkan. Ada yang bilang pasangannya gak nyambung kalau bicara. Ada yang bilang masakan pasangannya terlalu asing atau terlalu manis. Ada yang bilang pasangannya tidak dapat mengambil hati mertuanya. Pendek kata kebanyakan orang bilang bahwa dia TIDAK COCOK LAGI dengan pasangannya.
Kebanyakan orang sebetulnya menikah dalam ketidakcocokan. Bukan dalam kecocokan. Ahli psikologi menyebut kecocokan-kecocokan diatas sebagai sebuah ilusi pernikahan. Dua orang yang pada waktu pacaran merasa cocok tidak akan serta merta berubah menjadi tidak cocok setelah mereka menikah.
Ada hal-hal yang hilang setelah mereka menikah, yang sebelumnya mereka pertahankan benar-benar selama pacaran. Sebagai contoh, pada waktu pacaran dua sejoli akan saling memperhatikan, saling mendahulukan satu dengan yang lain, saling menghargai, saling mencintai. Lalu/ apa yang dapat menjadi pengikat yang mampu terus mempertahankan sebuah pernikahan, bila kecocokan-kecocokan itu tidak ada lagi? Jawabannya adalah KOMITMEN.
Seorang kawan saya di Surabaya membuat sebuah penelitian, perilaku selingkuh kaum adam pada waktu mereka dinas luar kota dan jauh dari anak/isterinya. Apa yang membuat pria-pria tersebut selingkuh tidak perlu dijabarkan lagi. Tetapi apa yang membuat pria-pria tersebut bertahan untuk tidak selingkuh? Jawaban dari penelitian tersebut sama dengan diatas yaitu : KOMITMEN.
Hanya komitmen yang kuat mampu menahan gelombang godaan dunia modern pada waktu seorang pria berada jauh dari keluarganya. Begitu pula sebaliknya, pada kasus wanita yang berselingkuh.
Komitmen adalah sebagian dari cinta dalam definisi seorang psikolog kenamaan bernama Sternberg. Dia menyebutnya sebagai “triangular love” atau segitiga cinta dimana ketiga sudutnya berisi: Intimacy (keintiman), Passion (gairah) dan Commitment (komitmen). Sebuah cinta yang lengkap dalam sebuah rumah tangga selayaknya memiliki ketiga hal diatas.
Intimacy atau keintiman adalah perasaan dekat, enak, nyaman, ada ikatan satu dengan yang lainnya.
Passion atau gairah adalah perasaan romantis, ketertarikan secara fisik dan seksual dan berbagai macam perasaan hangat antar pasangan.
Commitment atau komitmen adalah sebuah keputusan final bahwa seseorang akan mencintai pasangannya dan akan terus memelihara cinta tersebut “until the death do us apart”.
Itulah segitiga cinta karya Sternberg yang cukup masuk akal untuk dipelihara dalam kehidupan rumah tangga. Bila sebuat relasi kehilangan salah satu atau lebih dari 3 unsur diatas, maka relasi itu tidak dapat dikatakan sebagai cinta yang lengkap dalam konteks hubungan suami dan isteri, melainkan akan menjadi bentuk-bentuk cinta yang berbeda.
Sebagai contoh :
Bila sebuah relasi hanya berisi intimacy dan commitment saja, maka relasi seperti ini biasa disebut sebagai persahabatan.
Bila sebuah relasi hanya bersisi passion dan intimacy saja tanpa commitment, maka ia biasa disebut sebagai kumpul kebo. Bila sebuah relasi hanya mengandung passion saja tanpa intimacy dan commitment, maka ia biasa disebut sebagai infatuation (tergila-gila)
Intinya adalah.... jika ingin membuat hubungan menjadi lebih baik tanamkan dalam hati tentang arti commitment yang sebenarnya. Itulah arti cinta yang sebenarnya................
dari milis motivasi
Monday, March 16, 2009
Small Things with Great Love
Kita mungkin tidak bisa melakukan hal besar, Tapi kita bisa melakukan hal kecil dengan Cinta yang Besar. ( Da Ai )
Inilah cerita dari ibu Teresa sebelum kematiannya :
” Kalau saya memungut seseorang yang lapar dari jalan, saya beri
dia sepiring nasi, sepotong roti. Tetapi seseorang yang hatinya
tertutup, yang merasa tidak dibutuhkan, tidak dikasihi, dalam
ketakutan, seseorang yang telah dibuang dari masyarakat - kemiskinan
spiritual seperti itu jauh lebih sulit untuk diatasi.”
Mereka yang miskin secara materi bisa menjadi orang yang indah.
Pada suatu petang kami pergi keluar, dan memungut empat orang dari
jalan dan salah satu dari mereka ada dalam kondisi yang sangat buruk.
Saya memberitahu para suster : “Kalian merawat yang tiga; saya akan
merawat orang itu yang kelihatan paling buruk.”
Maka saya melakukan untuk dia segala sesuatu yang dapat dilakukan,
dengan kasih tentunya. Saya taruh dia di tempat tidur dan ia memegang
tangan saya sementara ia hanya mengatakan satu kata : ” Terima kasih “,
lalu ia meninggal.
Saya tidak bisa tidak, harus memeriksa hati nurani saya sendiri.
Dan saya bertanya : ” Apa yang akan saya katakan, seandainya saya
menjadi dia ?” dan jawaban saya sederhana sekali. Saya mungkin berusaha
mencari sedikit perhatian untuk diriku sendiri. Mungkin saya berkata :
” Saya lapar, saya hampir mati, saya kedinginan, saya kesakitan, atau
lainnya”.
Tetapi ia memberi saya jauh lebih banyak, ia memberi saya
ucapan syukur atas dasar kasih. Dan ia meninggal dengan senyum di wajahnya.
Lalu ada seorang laki -laki yang kami pungut dari selokan, sebagian
badannya sudah dimakan ulat, dan setelah kami bawa dia ke rumah
perawatan ia hanya berkata : “Saya telah hidup seperti hewan di jalan,
tetapi saya akan mati seperti malaikat, dikasihi dan dipedulikan.”
Lalu, setelah kami selesai membuang semua ulat dari tubuhnya, yang
ia katakan dengan senyum ialah : ” Ibu, saya akan pulang kepada Tuhan”
lalu ia meninggal.
Begitu indah melihat orang yang dengan jiwa besar tidak mempersalahkan
siapapun, tidak membandingkan dirinya dengan orang lain.
Seperti malaikat, inilah jiwa yang besar dari orang-orang yang kaya
secara rohani sedangkan miskin secara materi.
* Hidup adalah kesempatan, gunakan itu.
* Hidup adalah keindahan, kagumi itu.
* Hidup adalah mimpi, wujudkan itu.
* Hidup adalah tantangan, hadapi itu.
* Hidup adalah kewajiban, penuhi itu.
* Hidup adalah mahal, jaga itu.
* Hidup adalah kekayaan, simpan itu.
* Hidup adalah kasih, nikmati itu.
* Hidup adalah janji, genapi itu.
* Hidup adalah kesusahan, atasi itu.
* Hidup adalah nyanyian, nyanyikan itu.
* Hidup adalah perjuangan, perjuangkanlah itu
* Hidup adalah tragedi, hadapi itu.
* Hidup adalah petualangan, lewati itu.
* Hidup adalah keberuntungan, laksanakan itu.
* Hidup adalah terlalu berharga, jangan rusakkan itu.
* Hidup adalah hidup, berjuanglah untuk itu.
” We can do no great things, only small things with great love. ”
Mother Teresa
dari milis motivasi
Inilah cerita dari ibu Teresa sebelum kematiannya :
” Kalau saya memungut seseorang yang lapar dari jalan, saya beri
dia sepiring nasi, sepotong roti. Tetapi seseorang yang hatinya
tertutup, yang merasa tidak dibutuhkan, tidak dikasihi, dalam
ketakutan, seseorang yang telah dibuang dari masyarakat - kemiskinan
spiritual seperti itu jauh lebih sulit untuk diatasi.”
Mereka yang miskin secara materi bisa menjadi orang yang indah.
Pada suatu petang kami pergi keluar, dan memungut empat orang dari
jalan dan salah satu dari mereka ada dalam kondisi yang sangat buruk.
Saya memberitahu para suster : “Kalian merawat yang tiga; saya akan
merawat orang itu yang kelihatan paling buruk.”
Maka saya melakukan untuk dia segala sesuatu yang dapat dilakukan,
dengan kasih tentunya. Saya taruh dia di tempat tidur dan ia memegang
tangan saya sementara ia hanya mengatakan satu kata : ” Terima kasih “,
lalu ia meninggal.
Saya tidak bisa tidak, harus memeriksa hati nurani saya sendiri.
Dan saya bertanya : ” Apa yang akan saya katakan, seandainya saya
menjadi dia ?” dan jawaban saya sederhana sekali. Saya mungkin berusaha
mencari sedikit perhatian untuk diriku sendiri. Mungkin saya berkata :
” Saya lapar, saya hampir mati, saya kedinginan, saya kesakitan, atau
lainnya”.
Tetapi ia memberi saya jauh lebih banyak, ia memberi saya
ucapan syukur atas dasar kasih. Dan ia meninggal dengan senyum di wajahnya.
Lalu ada seorang laki -laki yang kami pungut dari selokan, sebagian
badannya sudah dimakan ulat, dan setelah kami bawa dia ke rumah
perawatan ia hanya berkata : “Saya telah hidup seperti hewan di jalan,
tetapi saya akan mati seperti malaikat, dikasihi dan dipedulikan.”
Lalu, setelah kami selesai membuang semua ulat dari tubuhnya, yang
ia katakan dengan senyum ialah : ” Ibu, saya akan pulang kepada Tuhan”
lalu ia meninggal.
Begitu indah melihat orang yang dengan jiwa besar tidak mempersalahkan
siapapun, tidak membandingkan dirinya dengan orang lain.
Seperti malaikat, inilah jiwa yang besar dari orang-orang yang kaya
secara rohani sedangkan miskin secara materi.
* Hidup adalah kesempatan, gunakan itu.
* Hidup adalah keindahan, kagumi itu.
* Hidup adalah mimpi, wujudkan itu.
* Hidup adalah tantangan, hadapi itu.
* Hidup adalah kewajiban, penuhi itu.
* Hidup adalah mahal, jaga itu.
* Hidup adalah kekayaan, simpan itu.
* Hidup adalah kasih, nikmati itu.
* Hidup adalah janji, genapi itu.
* Hidup adalah kesusahan, atasi itu.
* Hidup adalah nyanyian, nyanyikan itu.
* Hidup adalah perjuangan, perjuangkanlah itu
* Hidup adalah tragedi, hadapi itu.
* Hidup adalah petualangan, lewati itu.
* Hidup adalah keberuntungan, laksanakan itu.
* Hidup adalah terlalu berharga, jangan rusakkan itu.
* Hidup adalah hidup, berjuanglah untuk itu.
” We can do no great things, only small things with great love. ”
Mother Teresa
dari milis motivasi
Tuesday, March 10, 2009
Belajar Pada Air
Belajarlah pada sifat air…
1. Tidak mengalah
2. Tidak mengalahkan
3. Sampai tujuan
Tujuan air adalah laut.. Dari mata air di puncak gunung, air mengalir lewat sungai menuju laut.
Ketika jalannya terhalang oleh batu batu sungai, ia tidak mengalah, tapi ia juga tidak perlu mengalahkan batu itu. Ia lewat disampingnya.
Ketika dibendung oleh manusia dan tak dapat lagi mengalir, ia tidak mengalah. Ia tidak perlu mengalahkan bendungan itu, tapi ia meresap menjadi mata air di tempat yang lain atau menjadi uap air lalu menjadi hujan di tempat yang lain dan menjadi mata air di tempat yang lain.
Yang pasti, ia tetap pada tujuannya yaitu laut, tanpa mengalahkan batu batu sungai, bendungan, dll. Tidak pernah ia menyerah pada apa yang telah menjadi tujuannya yaitu laut. Semua itu dicapainya tanpa mengalah dan mengalahkan perintangnya.
Belajarlah darinya.
dari milis motivasi
1. Tidak mengalah
2. Tidak mengalahkan
3. Sampai tujuan
Tujuan air adalah laut.. Dari mata air di puncak gunung, air mengalir lewat sungai menuju laut.
Ketika jalannya terhalang oleh batu batu sungai, ia tidak mengalah, tapi ia juga tidak perlu mengalahkan batu itu. Ia lewat disampingnya.
Ketika dibendung oleh manusia dan tak dapat lagi mengalir, ia tidak mengalah. Ia tidak perlu mengalahkan bendungan itu, tapi ia meresap menjadi mata air di tempat yang lain atau menjadi uap air lalu menjadi hujan di tempat yang lain dan menjadi mata air di tempat yang lain.
Yang pasti, ia tetap pada tujuannya yaitu laut, tanpa mengalahkan batu batu sungai, bendungan, dll. Tidak pernah ia menyerah pada apa yang telah menjadi tujuannya yaitu laut. Semua itu dicapainya tanpa mengalah dan mengalahkan perintangnya.
Belajarlah darinya.
dari milis motivasi
Monday, March 09, 2009
BALADA WANITA RENTA, SEBATANG KARA YANG BUTA MATA
Jika Anda tinggal di Madiun, dan tinggal di dekat wanita ini, Anda akan mengenal Wanita malang ini. Mbah Lasinem Namanya. Usianya sudah sangat lanjut. Kalau kita mengamati dengan seksama raut wajahnya, keriput diseluruh wajah selain mencerminkan usia yang renta juga menyiratkan penderitaan hidup yang beliau alami. Ketika semua saudara kandungnya sudah tiada dipanggil menghadap Sang Kuasa, beliau harus menjalani hidup dalam keadaan buta. Suami yang biasa menjadi tempat berbagi duka dan sukapun telah tiada. Sementara anak yang jadi penghias keindahan rumah tangga, yang diharapkan bisa menjadi teman juga tiada pernah diberikan oleh Sang Pemilik Jagat Raya.
Susah dan papa sudah menjadi bagian hidupnya, kemana mau cerita jika semua kerabatnya nasibnya juga tidak jauh berbeda. Tetap saja simbah kita yang satu ini setiap hari hanya merenung dan menghitung sisa hari. Jika hujan turun, rintik hujanlah yang menemani. Atap rumah yang bocor selalu menjadi bagian hidup di musim hujan yang selalu membasahi lantai rumahnya yang terbuat dari tanah dan masih alami.
Ya inilah rumah yang menjadi bagian Mbah Lasinem . Rumah yang selalu menaunginya dikala sang surya menebar cahaya garangnya. Tapi jangan dibayangkan apa yang ada di dalam rumah itu adalah barang-barang berharga. Hanya ada sebuah kursi usang yang cukup untuk duduk sendiri perempuan renta yang buta ini. Jangan berharap ada kitchen set di rumah ini. Meja makan yang reyot. Jika Anda bersandar di meja itu baru benar-benar yakin kalau meja itu sudah sangat usang. Itupun jika Anda tidak percaya dengan penglihatan Anda bahwa meja itu sudah begitu usang dan saatnya diganti.
Siapapun, jika dalam kondisi sangat renta dan lagi buta, pasti akan berharap akan tersedia makanan barang sedikit di mejanya. Tapi Anda harus yakin bahwa di rumah Mbah Lasinem itu tidak ada. Ketika LMI datang menjelang sore, yang tampak diatas meja hanyalah nasi beberapa sendok yang tertutup tempat makan transparan bukan keluaran Tupperware. Ya. Hanya itu yang terlihat. Sisa nasi tadi pagi. Nasi pemberian tetangga sebelah. Tanpa terlihat ada sayur dan lauknya, mungkin sudah habis untuk makan tadi pagi. Kalaupun Mbah Lasinem mau makan, mungkin juga terasa kurang enak. Bukan hanya karena tak ada lagi sayur dan lauknya, melainkan karena sudah banyak semut yang mendahuluinya memakan nasi itu.
Tidur adalah saat yang paling nyaman bagi Mbah Lasinem. Tapi kalau Anda yang tidur di tempat tidur Mbah Lasinem, mungkin Anda tak pernah berharap untuk mengulanginya. Bagaimana tidak, spring bed Mbah lasinem hanyalah PRING BED. Sebuah dipan bambu tanpa kasur. Dipan bambu itu hanya beralaskan tikar plastik. Jangan Anda mencari selimut disana, karena mbah Lasinem memang tak pernah memiliki atau memakainya.
Tak usah Anda mencari Air Conditioner atau sekedar kipas angin, karena rumah Mbah Lasinem tidak ada aliran listrik. Jika Anda menginginkan hembusan angin, dinding rumah Mbah lasinem akan memberikan cukup angin untuk mendinginkan badan dan mengeringkan keringat yang bercucuran. Angin akan sangat mudah masuk menerobos dinding anyaman bambu, tak peduli siang atau malam, tak peduli hari yang panas maupun malam yang dingin.
Kita tidak usah sombong menutup hidung jika malam hari bertandang, asap dari obat nyamuk bakar akan memenuhi ruangan rumah yang hanya terdiri satu ruangan itu. Itulah cara Mbah Lasinem mengusir nyamuk-nyamuk nakal yang ada di rumahnya.
Saudara, banyak diantara kita yang bergelimangan harta, yang halal maupun yang haram. Apapun itu. Dari mulai gaji, honor kegiatan, Uang makan, tunjangan jabatan. Belum lagi hasil usaha di luar, bunga tabungan, saham, kontrakan, rental atau hanya sekedar bisnis pulsa. Kita akan buang-buang dan kita belanjakan sesuka kita.
Kita banyak lupa saudaraku, Mbah Lasinem juga memiliki hak atas harta kita. Ingat saudara, 2,5% setiap harta Anda adalah milik mereka-mereka yang tidak mampu, fakir miskin, anak-anak yatim dan orang-orang yang membutuhkan. Apakah kita akan menjadi orang yang serakah dengan memakan 100% penghasilan kita? 2,5% yang menjadi hak fakir miskin jika tidak kita keluarkan, suatu saat akan diambil oleh Allah. Jika Allah mengambil, maka Dia akan mengambil dalam bentuk musibah, Kehilangan, kerugian, penyakit dan bahkan kematian.
Untuk itu, jangan biarkan 2,5% bagian harta fakir miskin merusak harta Anda yang 97,5%.
dari milis motivasi
Susah dan papa sudah menjadi bagian hidupnya, kemana mau cerita jika semua kerabatnya nasibnya juga tidak jauh berbeda. Tetap saja simbah kita yang satu ini setiap hari hanya merenung dan menghitung sisa hari. Jika hujan turun, rintik hujanlah yang menemani. Atap rumah yang bocor selalu menjadi bagian hidup di musim hujan yang selalu membasahi lantai rumahnya yang terbuat dari tanah dan masih alami.
Ya inilah rumah yang menjadi bagian Mbah Lasinem . Rumah yang selalu menaunginya dikala sang surya menebar cahaya garangnya. Tapi jangan dibayangkan apa yang ada di dalam rumah itu adalah barang-barang berharga. Hanya ada sebuah kursi usang yang cukup untuk duduk sendiri perempuan renta yang buta ini. Jangan berharap ada kitchen set di rumah ini. Meja makan yang reyot. Jika Anda bersandar di meja itu baru benar-benar yakin kalau meja itu sudah sangat usang. Itupun jika Anda tidak percaya dengan penglihatan Anda bahwa meja itu sudah begitu usang dan saatnya diganti.
Siapapun, jika dalam kondisi sangat renta dan lagi buta, pasti akan berharap akan tersedia makanan barang sedikit di mejanya. Tapi Anda harus yakin bahwa di rumah Mbah Lasinem itu tidak ada. Ketika LMI datang menjelang sore, yang tampak diatas meja hanyalah nasi beberapa sendok yang tertutup tempat makan transparan bukan keluaran Tupperware. Ya. Hanya itu yang terlihat. Sisa nasi tadi pagi. Nasi pemberian tetangga sebelah. Tanpa terlihat ada sayur dan lauknya, mungkin sudah habis untuk makan tadi pagi. Kalaupun Mbah Lasinem mau makan, mungkin juga terasa kurang enak. Bukan hanya karena tak ada lagi sayur dan lauknya, melainkan karena sudah banyak semut yang mendahuluinya memakan nasi itu.
Tidur adalah saat yang paling nyaman bagi Mbah Lasinem. Tapi kalau Anda yang tidur di tempat tidur Mbah Lasinem, mungkin Anda tak pernah berharap untuk mengulanginya. Bagaimana tidak, spring bed Mbah lasinem hanyalah PRING BED. Sebuah dipan bambu tanpa kasur. Dipan bambu itu hanya beralaskan tikar plastik. Jangan Anda mencari selimut disana, karena mbah Lasinem memang tak pernah memiliki atau memakainya.
Tak usah Anda mencari Air Conditioner atau sekedar kipas angin, karena rumah Mbah Lasinem tidak ada aliran listrik. Jika Anda menginginkan hembusan angin, dinding rumah Mbah lasinem akan memberikan cukup angin untuk mendinginkan badan dan mengeringkan keringat yang bercucuran. Angin akan sangat mudah masuk menerobos dinding anyaman bambu, tak peduli siang atau malam, tak peduli hari yang panas maupun malam yang dingin.
Kita tidak usah sombong menutup hidung jika malam hari bertandang, asap dari obat nyamuk bakar akan memenuhi ruangan rumah yang hanya terdiri satu ruangan itu. Itulah cara Mbah Lasinem mengusir nyamuk-nyamuk nakal yang ada di rumahnya.
Saudara, banyak diantara kita yang bergelimangan harta, yang halal maupun yang haram. Apapun itu. Dari mulai gaji, honor kegiatan, Uang makan, tunjangan jabatan. Belum lagi hasil usaha di luar, bunga tabungan, saham, kontrakan, rental atau hanya sekedar bisnis pulsa. Kita akan buang-buang dan kita belanjakan sesuka kita.
Kita banyak lupa saudaraku, Mbah Lasinem juga memiliki hak atas harta kita. Ingat saudara, 2,5% setiap harta Anda adalah milik mereka-mereka yang tidak mampu, fakir miskin, anak-anak yatim dan orang-orang yang membutuhkan. Apakah kita akan menjadi orang yang serakah dengan memakan 100% penghasilan kita? 2,5% yang menjadi hak fakir miskin jika tidak kita keluarkan, suatu saat akan diambil oleh Allah. Jika Allah mengambil, maka Dia akan mengambil dalam bentuk musibah, Kehilangan, kerugian, penyakit dan bahkan kematian.
Untuk itu, jangan biarkan 2,5% bagian harta fakir miskin merusak harta Anda yang 97,5%.
dari milis motivasi
Menjadi Yang Terbaik Itu Urusan Pribadi
'Be the best!' begitu kata para pakar pemberi semangat. Jadilah yang terbaik. Kita meyakini bahwa dengan menjadi yang terbaik, kita akan berhasil meraih kesuksesan. Kemudian, kita menengok ke kiri dan ke kanan. Menyaksikan betapa teman-teman kita telah berprestasi tinggi sehingga semangat untuk menjadi yang terbaik mendorong kita untuk melampaui pencapaian-pencapai an mereka. Dengan begitu, kita menjadi manusia yang sangat kompetitif. Permasalahan yang muncul kemudian adalah; kita sering lupa bahwa untuk melampaui kinerja orang lain, kita perlu mengindahkan etika. Bahwa dalam berkompetisi ada rambu-rambu yang perlu kita ikuti. Jika tidak, maka kita akan melakukan 'cara apa saja' demi meraih gelar manusia terbaik itu. Mengapa manusia seperti kita sering terjebak pada situasi seperti itu?
Itu karena kita cenderung menganggap konsepsi menjadi yang terbaik itu sebagai sebuah gagasan untuk membanding-bandingk an diri kita dengan orang lain. Kita merasa berkewajiban untuk menjadi 'lebih' dari orang lain. Jika teman-teman kita di kantor pada rajin, maka 'be the best' secara salah kaprah berarti; 'lebih rajin daripada orang lain'. Jika orang lain pintar, maka kita mesti 'lebih' pintar dari orang itu. Jika orang lain hebat, maka kita harus 'lebih' hebat darinya. Maka, akhirnya kita terjebak pada proses pengejaran orang lain, atau berlari meninggalkan mereka dibelakang. Tetapi, apakah salah jika kita mempunyai sifat kompetitif seperti itu? Mungkin tidak salah. Namun, kita sering menjadi tidak sadar bahwa hidup kita menjadi sekedar berkutat pada perlombaan tak berkesudahan itu.
Memangnya apa pasal jika demikian? Kelihatannya memang tidak ada persoalan. Namun, jika kita tilik lebih dekat, semangat kompetitif itu merupakan salah satu sumber kecemasan manusia modern. Orang bisa tidak tidur nyenyak hanya gara-gara temannya dikantor mendapatkan rating appraisal lebih baik dari dirinya. Orang bisa gelisah hanya gara-gara orang lain hampir menyaingi dirinya dalam suatu tugas tertentu. Pendek kata, para mediocre berpusing ria untuk bisa melampaui orang-orang hebat. Sedangkan orang-orang hebat berdebar jantung karena tiba-tiba saja mereka mendapati para pendatang baru menunjukkan potensi untuk menjadi pesaing handal dimasa depan.
Itulah sebabnya, dijaman ini kita sering menemukan orang yang berusaha mati-matian menghambat pertumbuhan dan perkembangan orang lain. Ada pula yang begitu protektif kepada kedudukannya. Atau, mereka yang begitu pelit untuk sekedar berbagi ilmu kepada koleganya. Karena, mereka tahu bahwa orang-orang disekitarnya mempelajari sesuatu untuk menjadi ancaman dikemudian hari. Dan kita tahu bahwa semua itu dibahanbakari oleh sebuah konsepsi yang keliru tentang 'being the best'. Mengapa saya harus menolong orang lain untuk menjadi 'the best'? Bukankah jika dia menjadi 'the best' maka itu berarti bahwa mungkin saya sudah tidak the best lagi?
Sesungguhnya menjadi 'the best' itu adalah sebuah perjalanan pribadi. Bukan perjalanan yang melibatkan orang lain. Dan itu berarti bahwa sama sekali tidak ada hubungan antara 'menjadi yang terbaik' dengan melampaui orang lain. Lho, kok begitu? Ya memang begitu. Sebab, menjadi yang terbaik itu seharusnya diletakkan pada konteks 'menjadi manusia terbaik sesuai dengan kapasitas diri sesungguhnya' . Dengan begitu, kita tidak akan terlampau pusing apakah orang lain lebih baik dari kita atau tidak. Sebab, jika kita sudah menjadi yang terbaik sesuai dengan kapasitas diri kita, maka kekhawatiran itu mesti tidak ada lagi.
Teman anda mengatakan bahwa dia bisa melakukan ini dan itu, sedangkan anda tidak. Jika anda menempatkan konsep 'be the best' secara keliru, maka Anda akan panas mendengarnya. Lalu anda mati-matian berusaha agar bisa melakukan hal yang sama, atau mungkin juga anda melakukan sesuatu agar saingan anda tidak lagi bisa melakukan hal itu. Sebaliknya, dengan konsepsi yang benar; anda akan menerima kenyataan bahwa memang orang itu bisa melakukan ini dan itu. Tetapi, anda sendiripun sadar bahwa ada banyak hal lain yang anda bisa lakukan tetapi orang itu tidak. Benarkah? Tentu benar. Karena, kita percaya bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Dan itu berarti, kita mengakui kalau orang lain memiliki kelebihan dari kita. Jadi, kita tidak akan panas hati ketika ada orang mengkalim diri lebih baik dari kita. Dan itu juga berarti kita menyadari bahwa kita memiliki kelebihan dari orang lain. Jadi, meskipun mereka lebih dalam hal-hal tertentu, kita juga pasti lebih dalam hal lain. Juga berarti bahwa meskipun anda hebat dalam hal-hal tertentu, anda bersedia menerima kenyataan bahwa orang lain lebih baik dari anda dalam hal lain.
Dengan konsepsi itu juga, kita bisa membebaskan diri dari sebuah persaingan penuh kecemasan seperti itu. Persaingan yang sering menjebak kita untuk melakukan tindakan-tindakan tidak sportif, atau memaksakan diri melakukan sesuatu yang sesungguhnya diluar kemampuan kita. Sebaliknya, konsepsi itulah yang bisa membawa kita kepada dua hal, yaitu; (1) ikut senang atas kehebatan dan keunggulan orang lain, dan (2) bersemangat untuk menemukan 'hal terbaik' apa yang bisa kita temukan dalam hidup kita. Sehingga, kita berkesempatan untuk mengakui fitrah Tuhan tentang kenyataan bahwa; setiap manusia itu dilahirkan dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dan kita bisa mengikuti apa yang Tuhan inginkan, yaitu; saling melengkapi satu sama lain.
ditulis :Dadang Kadarusman
dari milis motivasi
Itu karena kita cenderung menganggap konsepsi menjadi yang terbaik itu sebagai sebuah gagasan untuk membanding-bandingk an diri kita dengan orang lain. Kita merasa berkewajiban untuk menjadi 'lebih' dari orang lain. Jika teman-teman kita di kantor pada rajin, maka 'be the best' secara salah kaprah berarti; 'lebih rajin daripada orang lain'. Jika orang lain pintar, maka kita mesti 'lebih' pintar dari orang itu. Jika orang lain hebat, maka kita harus 'lebih' hebat darinya. Maka, akhirnya kita terjebak pada proses pengejaran orang lain, atau berlari meninggalkan mereka dibelakang. Tetapi, apakah salah jika kita mempunyai sifat kompetitif seperti itu? Mungkin tidak salah. Namun, kita sering menjadi tidak sadar bahwa hidup kita menjadi sekedar berkutat pada perlombaan tak berkesudahan itu.
Memangnya apa pasal jika demikian? Kelihatannya memang tidak ada persoalan. Namun, jika kita tilik lebih dekat, semangat kompetitif itu merupakan salah satu sumber kecemasan manusia modern. Orang bisa tidak tidur nyenyak hanya gara-gara temannya dikantor mendapatkan rating appraisal lebih baik dari dirinya. Orang bisa gelisah hanya gara-gara orang lain hampir menyaingi dirinya dalam suatu tugas tertentu. Pendek kata, para mediocre berpusing ria untuk bisa melampaui orang-orang hebat. Sedangkan orang-orang hebat berdebar jantung karena tiba-tiba saja mereka mendapati para pendatang baru menunjukkan potensi untuk menjadi pesaing handal dimasa depan.
Itulah sebabnya, dijaman ini kita sering menemukan orang yang berusaha mati-matian menghambat pertumbuhan dan perkembangan orang lain. Ada pula yang begitu protektif kepada kedudukannya. Atau, mereka yang begitu pelit untuk sekedar berbagi ilmu kepada koleganya. Karena, mereka tahu bahwa orang-orang disekitarnya mempelajari sesuatu untuk menjadi ancaman dikemudian hari. Dan kita tahu bahwa semua itu dibahanbakari oleh sebuah konsepsi yang keliru tentang 'being the best'. Mengapa saya harus menolong orang lain untuk menjadi 'the best'? Bukankah jika dia menjadi 'the best' maka itu berarti bahwa mungkin saya sudah tidak the best lagi?
Sesungguhnya menjadi 'the best' itu adalah sebuah perjalanan pribadi. Bukan perjalanan yang melibatkan orang lain. Dan itu berarti bahwa sama sekali tidak ada hubungan antara 'menjadi yang terbaik' dengan melampaui orang lain. Lho, kok begitu? Ya memang begitu. Sebab, menjadi yang terbaik itu seharusnya diletakkan pada konteks 'menjadi manusia terbaik sesuai dengan kapasitas diri sesungguhnya' . Dengan begitu, kita tidak akan terlampau pusing apakah orang lain lebih baik dari kita atau tidak. Sebab, jika kita sudah menjadi yang terbaik sesuai dengan kapasitas diri kita, maka kekhawatiran itu mesti tidak ada lagi.
Teman anda mengatakan bahwa dia bisa melakukan ini dan itu, sedangkan anda tidak. Jika anda menempatkan konsep 'be the best' secara keliru, maka Anda akan panas mendengarnya. Lalu anda mati-matian berusaha agar bisa melakukan hal yang sama, atau mungkin juga anda melakukan sesuatu agar saingan anda tidak lagi bisa melakukan hal itu. Sebaliknya, dengan konsepsi yang benar; anda akan menerima kenyataan bahwa memang orang itu bisa melakukan ini dan itu. Tetapi, anda sendiripun sadar bahwa ada banyak hal lain yang anda bisa lakukan tetapi orang itu tidak. Benarkah? Tentu benar. Karena, kita percaya bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Dan itu berarti, kita mengakui kalau orang lain memiliki kelebihan dari kita. Jadi, kita tidak akan panas hati ketika ada orang mengkalim diri lebih baik dari kita. Dan itu juga berarti kita menyadari bahwa kita memiliki kelebihan dari orang lain. Jadi, meskipun mereka lebih dalam hal-hal tertentu, kita juga pasti lebih dalam hal lain. Juga berarti bahwa meskipun anda hebat dalam hal-hal tertentu, anda bersedia menerima kenyataan bahwa orang lain lebih baik dari anda dalam hal lain.
Dengan konsepsi itu juga, kita bisa membebaskan diri dari sebuah persaingan penuh kecemasan seperti itu. Persaingan yang sering menjebak kita untuk melakukan tindakan-tindakan tidak sportif, atau memaksakan diri melakukan sesuatu yang sesungguhnya diluar kemampuan kita. Sebaliknya, konsepsi itulah yang bisa membawa kita kepada dua hal, yaitu; (1) ikut senang atas kehebatan dan keunggulan orang lain, dan (2) bersemangat untuk menemukan 'hal terbaik' apa yang bisa kita temukan dalam hidup kita. Sehingga, kita berkesempatan untuk mengakui fitrah Tuhan tentang kenyataan bahwa; setiap manusia itu dilahirkan dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dan kita bisa mengikuti apa yang Tuhan inginkan, yaitu; saling melengkapi satu sama lain.
ditulis :Dadang Kadarusman
dari milis motivasi
Sunday, March 08, 2009
Aku Sakit Kau Tak Menjengukku
Pada saat heningnya malam itu, kawan saya tiba-tiba bertemu dengan Nabi
Muhammad. Ia kaget setengah mati. Bahkan sangat canggung sikapnya.
Barangkali takut, atau, lebih tepat, ia dihinggapi semacam rasa pekewuh yang
amat merepotkan hatinya.
“Nah, sahabatku,” berkata Nabi. “Kamu sebenarnya sayang sama aku atau tidak,
sih?”
Agak gelagapan kawan saya menjawab pertanyaan Nabi.
“Sayang sih, sayang wahai Nabi….”
“Kenapa kamu tidak pernah ingat aku? Kenapa kamu tidak pernah menyebut
namaku?”
“Aduh, Nabi, gimana yaaa, …”
Ia gemetar, “bukannya tidak cinta. Tapi mana sempat, ya, Nabi. Waktuku
terkuras habis, bahkan kurang, untuk mengingat-ingat Allah. Juga tak ada
lagi ruang bagi yang selain Ia. Mulutku, darah dan urat syarafku, hati dan
jiwaku seakan sudah hilang lenyap. Tinggal Allah. Allaaah melulu….”
Sungguh tidak enak rasanya. Kawan saya merasa posisinya sangat ruwet.
Sebetulnya ia ingin menjelaskan lebih panjang lebar lagi, tapi mungkinkah
Kanjeng Nabi Muhammad, Rasul Sakti pamungkas segala derajat ilmu itu, tak
mengetahui apa yang ia ketahui? Misalnya, bukankah Muhammad sendiri yang
menganjurkan kita umat manusia tidak menumpahkan seluruh hidup mati ini
kepada yang selain Allah. Kalau bocor sedikit saja, syirik namanya. Wajah
Muhammad tidak boleh kita gambar. Bukankah itu berarti segala apa pun sirna
di hadapan Allah? Memangnya apa yang sungguh-sungguh ada selain Ia?
Pada masa mudanya kawan saya itu selalu bertanya: Mengapa orang-orang tua
selalu menganjurkan agar kita membaca shalawat Nabi dalam situasi-situasi
bahaya? Kok aneh. Kalau pesawat oleng, kalau ada dar-der-dor di sana-sini,
kalau ada bahaya mengancam, kok malah disuruh membaca shalawat yang
mendoakan keselamatan Muhammad. Padahal justru kita yang perlu selamat.
Sedangkan Muhammad sendiri sudah jelas selamat, terjaga, terpelihara,
terpilih di singgasana paling karib di sisi Allah. Akhirnya kawan saya
memperoleh penjelasan bahwa konteks bersalawat adalah keseimbangan jual beli
kita semua dengan Muhammad. Semacam take and give. Kita mendoakan Muhammad,
berarti kita “pasang radar” untuk memperoleh getaran doa Muhammad bagi
keselamatan seluruh umat-Nya. Muhammad itu agung hatinya, amat kasih kepada
semua “anak buah”-Nya di muka bumi, amat merasakan segala situasi hati kita,
duka derita kita semua.
Kawan saya itu bingung: Tuhan menciptakan seluruh alam semesta ini
seolah-olah hanya untuk suatu permainan birokrasi. Sudah jelas semua
manusia, bebatuan, pepohonan, angin, langit, jin druhun prayangan, tidak
bisa tidak kembali kepada-Nya, tetapi itu harus ditempuh melalui berbagai
aturan permainan sandiwara dan kode etik pengembaraan yang dahsyat di satu
pihak dan sepele di lain pihak. Maka, di tengah kegalauan rasa pusing
filosofis, permainan bahaya politik, ekonomi dan budaya, serta di tengah
simpang siur rahasia hidup yang maha tak terduga, kawan saya itu akhirnya
memutuskan untuk memusatkan diri pada Allah saja, Allah, Allaah, Allaaah
terus sampai melewati liang lahad, alam barzakh, dan seterusnya nanti.
Tiba-tiba Kanjeng Nabi Muhammad nongol… menagih cinta. Alangkah tak enak
posisi macam ini! Apa yang terjadi! Ternyata Beliau malah tertawa, “Kamu kok
kelihatan takut, sahabatku. Mengapa?”
“Aku merasa pekewuh, Nabi….”
Nabi tertawa lagi. “Mengapa pakai pekewuh segala? Mungkin kamu orang Jawa,
ya? Kamu pikir aku bakal marah atau tersinggung, ya, karena kamu tidak ada
waktu lagi untuk ingat aku?”
Kawan saya tersipu-sipu.
“Coba, apa sih bedanya kamu ingat Allah dengan ingat aku?” berkata Nabi.
“Kalau kau menumpahkan seluruh hidupmu untuk Allah, cukuplah itu, sama
saja….”
Mendadak Muhammad lenyap dari hadapannya. Kawan saya menarik napas lega.
Haihaaata! Ini pertemuan agung, pertemuan agung! Sebenarnya sudah bisa
diduga bahwa nabi anggun dari Timur Tengah itu bukan tipe manusia cerewet
atau pencemburu yang membabi buta. Ia empan papan, dan mengerti inti jagat.
Tapi diam-diam ada yang tetap mengganjal di hati kawan saya. Itu berkaitan
dengan rahasia hati yang amat diyakininya, namun belum pernah satu kali pun
ia ungkapkan, apalagi kepada manusia, baik di pasar maupun di mesjid.
Pintu rahasia itu pada akhirnya jebol, pada suatu hari, tatkala Allah
bertanya kepadanya, “Hai, sebenarnya kamu itu sayang Aku atau tidak, sih?”
Modarlah kawan saya.
Ketika ia menjawab,”Sayang sih, ya sayang….”
Tuhan terus mengejarnya, persis seperti yang dilakukan oleh Muhammad,
“Mengapa kamu tidak pernah ingat Aku?
Kenapa kamu tidak pernah menyebut nama-Ku?”
Dalam rasa takut yang amat puncak, kawan saya nekad.
“Begini, ya, Tuhan. Aku ini orang melarat. Sekolah saja tidak pernah
rampung. Kalah terus-menerus di segala persaingan, terutama dalam bidang
cari pekerjaan. Makan minumku tak menentu.
Bahkan tempat tinggalku juga selalu darurat. Padahal, aku juga tahu amat
banyak saudaraku yang sama melaratnya dengan aku, bahkan banyak yang jauh
lebih melarat. Aku juga melihat banyak hal yang tidak benar yang dilakukan
oleh penguasa-penguasa manusia dalam manajemen alam semesta ini. Dalam
persoalan ini Tuhan ‘kan jauh lebih mengerti dibandingkan dengan aku. Jadi,
aku tidak perlu omong soal kemiskinan struktural, monopoli ekonomi, atau
kebudayaan jahiliyah modern. Seandainya bisa, aku ini maunya sih, punya
tangan yang besar, panjang, dan kuat, sehingga mampu mengatasi semua problem
ketidakadilan dan ketidakbijaksanaan itu.Tapi aku, Tuhan ‘kan tahu, tidak
punya tangan.
Aku tak memiliki kaki. Darahku tak begitu merah lagi. Tulang-belulangku
tidak lebih dari hanya kayu-kayu kering. Mulutku terbungkam. Aku hanya
tinggal memiliki hati untuk menangis Tapi aku tidak boleh menangis, bukan?
Seluruh waktuku, tenagaku, hidupku, ruang usiaku terkuras habis oleh hal-hal
yang kusebutkan itu. Lalu bagaimana mungkin aku sanggup melunasi utang
cintaku kepada-Mu?
Apakah Engkau masih butuh untuk kuingat dan kusebut nama-Mu?
Aku ini lapar, kau tidak memberiku makan. Aku ini sakit, Kau tidak
menjengukku.
Aku ini kesepian, Kau tidak menyapaku…"
Allah tersenyum. Kalimat-kalimat terakhir itu adalah kata-kata-Nya sendiri.
oleh : Emha Ainun Nadjib
Dari Buku "Slilit Sang Kiai"
Muhammad. Ia kaget setengah mati. Bahkan sangat canggung sikapnya.
Barangkali takut, atau, lebih tepat, ia dihinggapi semacam rasa pekewuh yang
amat merepotkan hatinya.
“Nah, sahabatku,” berkata Nabi. “Kamu sebenarnya sayang sama aku atau tidak,
sih?”
Agak gelagapan kawan saya menjawab pertanyaan Nabi.
“Sayang sih, sayang wahai Nabi….”
“Kenapa kamu tidak pernah ingat aku? Kenapa kamu tidak pernah menyebut
namaku?”
“Aduh, Nabi, gimana yaaa, …”
Ia gemetar, “bukannya tidak cinta. Tapi mana sempat, ya, Nabi. Waktuku
terkuras habis, bahkan kurang, untuk mengingat-ingat Allah. Juga tak ada
lagi ruang bagi yang selain Ia. Mulutku, darah dan urat syarafku, hati dan
jiwaku seakan sudah hilang lenyap. Tinggal Allah. Allaaah melulu….”
Sungguh tidak enak rasanya. Kawan saya merasa posisinya sangat ruwet.
Sebetulnya ia ingin menjelaskan lebih panjang lebar lagi, tapi mungkinkah
Kanjeng Nabi Muhammad, Rasul Sakti pamungkas segala derajat ilmu itu, tak
mengetahui apa yang ia ketahui? Misalnya, bukankah Muhammad sendiri yang
menganjurkan kita umat manusia tidak menumpahkan seluruh hidup mati ini
kepada yang selain Allah. Kalau bocor sedikit saja, syirik namanya. Wajah
Muhammad tidak boleh kita gambar. Bukankah itu berarti segala apa pun sirna
di hadapan Allah? Memangnya apa yang sungguh-sungguh ada selain Ia?
Pada masa mudanya kawan saya itu selalu bertanya: Mengapa orang-orang tua
selalu menganjurkan agar kita membaca shalawat Nabi dalam situasi-situasi
bahaya? Kok aneh. Kalau pesawat oleng, kalau ada dar-der-dor di sana-sini,
kalau ada bahaya mengancam, kok malah disuruh membaca shalawat yang
mendoakan keselamatan Muhammad. Padahal justru kita yang perlu selamat.
Sedangkan Muhammad sendiri sudah jelas selamat, terjaga, terpelihara,
terpilih di singgasana paling karib di sisi Allah. Akhirnya kawan saya
memperoleh penjelasan bahwa konteks bersalawat adalah keseimbangan jual beli
kita semua dengan Muhammad. Semacam take and give. Kita mendoakan Muhammad,
berarti kita “pasang radar” untuk memperoleh getaran doa Muhammad bagi
keselamatan seluruh umat-Nya. Muhammad itu agung hatinya, amat kasih kepada
semua “anak buah”-Nya di muka bumi, amat merasakan segala situasi hati kita,
duka derita kita semua.
Kawan saya itu bingung: Tuhan menciptakan seluruh alam semesta ini
seolah-olah hanya untuk suatu permainan birokrasi. Sudah jelas semua
manusia, bebatuan, pepohonan, angin, langit, jin druhun prayangan, tidak
bisa tidak kembali kepada-Nya, tetapi itu harus ditempuh melalui berbagai
aturan permainan sandiwara dan kode etik pengembaraan yang dahsyat di satu
pihak dan sepele di lain pihak. Maka, di tengah kegalauan rasa pusing
filosofis, permainan bahaya politik, ekonomi dan budaya, serta di tengah
simpang siur rahasia hidup yang maha tak terduga, kawan saya itu akhirnya
memutuskan untuk memusatkan diri pada Allah saja, Allah, Allaah, Allaaah
terus sampai melewati liang lahad, alam barzakh, dan seterusnya nanti.
Tiba-tiba Kanjeng Nabi Muhammad nongol… menagih cinta. Alangkah tak enak
posisi macam ini! Apa yang terjadi! Ternyata Beliau malah tertawa, “Kamu kok
kelihatan takut, sahabatku. Mengapa?”
“Aku merasa pekewuh, Nabi….”
Nabi tertawa lagi. “Mengapa pakai pekewuh segala? Mungkin kamu orang Jawa,
ya? Kamu pikir aku bakal marah atau tersinggung, ya, karena kamu tidak ada
waktu lagi untuk ingat aku?”
Kawan saya tersipu-sipu.
“Coba, apa sih bedanya kamu ingat Allah dengan ingat aku?” berkata Nabi.
“Kalau kau menumpahkan seluruh hidupmu untuk Allah, cukuplah itu, sama
saja….”
Mendadak Muhammad lenyap dari hadapannya. Kawan saya menarik napas lega.
Haihaaata! Ini pertemuan agung, pertemuan agung! Sebenarnya sudah bisa
diduga bahwa nabi anggun dari Timur Tengah itu bukan tipe manusia cerewet
atau pencemburu yang membabi buta. Ia empan papan, dan mengerti inti jagat.
Tapi diam-diam ada yang tetap mengganjal di hati kawan saya. Itu berkaitan
dengan rahasia hati yang amat diyakininya, namun belum pernah satu kali pun
ia ungkapkan, apalagi kepada manusia, baik di pasar maupun di mesjid.
Pintu rahasia itu pada akhirnya jebol, pada suatu hari, tatkala Allah
bertanya kepadanya, “Hai, sebenarnya kamu itu sayang Aku atau tidak, sih?”
Modarlah kawan saya.
Ketika ia menjawab,”Sayang sih, ya sayang….”
Tuhan terus mengejarnya, persis seperti yang dilakukan oleh Muhammad,
“Mengapa kamu tidak pernah ingat Aku?
Kenapa kamu tidak pernah menyebut nama-Ku?”
Dalam rasa takut yang amat puncak, kawan saya nekad.
“Begini, ya, Tuhan. Aku ini orang melarat. Sekolah saja tidak pernah
rampung. Kalah terus-menerus di segala persaingan, terutama dalam bidang
cari pekerjaan. Makan minumku tak menentu.
Bahkan tempat tinggalku juga selalu darurat. Padahal, aku juga tahu amat
banyak saudaraku yang sama melaratnya dengan aku, bahkan banyak yang jauh
lebih melarat. Aku juga melihat banyak hal yang tidak benar yang dilakukan
oleh penguasa-penguasa manusia dalam manajemen alam semesta ini. Dalam
persoalan ini Tuhan ‘kan jauh lebih mengerti dibandingkan dengan aku. Jadi,
aku tidak perlu omong soal kemiskinan struktural, monopoli ekonomi, atau
kebudayaan jahiliyah modern. Seandainya bisa, aku ini maunya sih, punya
tangan yang besar, panjang, dan kuat, sehingga mampu mengatasi semua problem
ketidakadilan dan ketidakbijaksanaan itu.Tapi aku, Tuhan ‘kan tahu, tidak
punya tangan.
Aku tak memiliki kaki. Darahku tak begitu merah lagi. Tulang-belulangku
tidak lebih dari hanya kayu-kayu kering. Mulutku terbungkam. Aku hanya
tinggal memiliki hati untuk menangis Tapi aku tidak boleh menangis, bukan?
Seluruh waktuku, tenagaku, hidupku, ruang usiaku terkuras habis oleh hal-hal
yang kusebutkan itu. Lalu bagaimana mungkin aku sanggup melunasi utang
cintaku kepada-Mu?
Apakah Engkau masih butuh untuk kuingat dan kusebut nama-Mu?
Aku ini lapar, kau tidak memberiku makan. Aku ini sakit, Kau tidak
menjengukku.
Aku ini kesepian, Kau tidak menyapaku…"
Allah tersenyum. Kalimat-kalimat terakhir itu adalah kata-kata-Nya sendiri.
oleh : Emha Ainun Nadjib
Dari Buku "Slilit Sang Kiai"
Thursday, March 05, 2009
Too Good To Be True
Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya pernikahannya sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan.
Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.
Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, "Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan" katanya sambil menyodorkan majalah tersebut.
"Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia..."
Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka bersama. Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing.
Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya.
"Aku akan mulai duluan ya", kata sang istri.
Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman... Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir...
"Maaf, apakah aku harus berhenti ?" tanyanya.
"Oh tidak, lanjutkan..." jawab suaminya.
Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia.
"Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu".
Dengan suara perlahan suaminya berkata "Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang..."
Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya... Ia menunduk dan menangis...
Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, depressi, dan sakit hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan.
Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah di sekeliling kita?
Saya percaya kita akan menjadi orang yang berbahagia jika kita mampu melihat dan
bersyukur untuk hal-hal yang baik dan mencoba melupakan yang buruk...
dari milis motivasi
Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.
Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, "Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan" katanya sambil menyodorkan majalah tersebut.
"Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia..."
Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka bersama. Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing.
Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya.
"Aku akan mulai duluan ya", kata sang istri.
Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman... Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir...
"Maaf, apakah aku harus berhenti ?" tanyanya.
"Oh tidak, lanjutkan..." jawab suaminya.
Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia.
"Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu".
Dengan suara perlahan suaminya berkata "Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang..."
Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya... Ia menunduk dan menangis...
Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, depressi, dan sakit hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan.
Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah di sekeliling kita?
Saya percaya kita akan menjadi orang yang berbahagia jika kita mampu melihat dan
bersyukur untuk hal-hal yang baik dan mencoba melupakan yang buruk...
dari milis motivasi
Monday, March 02, 2009
Belajar Mendapat Kepercayaan Tuhan
Hakikat kaya...
Ada yang bilang harta itu titipan, benar? kalau begitu bisa dibilang kekayan itu hakekatnya adalah kepercayaan. .? Yupz!
Kepercayaan Tuhan pada kita. Tuhan mengumpulkan rezeki orang lain di tangan kita. Sehinggga seolah rezeki kita lebih banyak dari orang lain. Aku pengen kaya. Mungkin kamu juga. Atau bahkan semua orang..
Dengan menjadi kaya, ladang amal kita diluaskan oleh Tuhan..
Tapi,,
Semudah itukah menjadi kaya?
"Tuhan hanya akan menitipkan sesuatu pada manusia yang Ia percayai"
Sudah terpercaya kah kita?
Sudah terujikah ke'amanah'an kita?
Sudah pantaskah kita mendapat kepercayaan Tuhan?
Jika belum,
Yuks..
Kita mulai belajar..
Untuk mendapatkan kepercayaan Tuhan..
Harta itu amanah
Anak itu amanah
Pasangn hidup itu amanah
Amanah Tuhan yang hanya Tuhan amanahkan pada orang orang yang Ia percaya mampu menjalankan amanah itn..
Kita kah????
Insyaallah. Amin
dari milis motivasi
Ada yang bilang harta itu titipan, benar? kalau begitu bisa dibilang kekayan itu hakekatnya adalah kepercayaan. .? Yupz!
Kepercayaan Tuhan pada kita. Tuhan mengumpulkan rezeki orang lain di tangan kita. Sehinggga seolah rezeki kita lebih banyak dari orang lain. Aku pengen kaya. Mungkin kamu juga. Atau bahkan semua orang..
Dengan menjadi kaya, ladang amal kita diluaskan oleh Tuhan..
Tapi,,
Semudah itukah menjadi kaya?
"Tuhan hanya akan menitipkan sesuatu pada manusia yang Ia percayai"
Sudah terpercaya kah kita?
Sudah terujikah ke'amanah'an kita?
Sudah pantaskah kita mendapat kepercayaan Tuhan?
Jika belum,
Yuks..
Kita mulai belajar..
Untuk mendapatkan kepercayaan Tuhan..
Harta itu amanah
Anak itu amanah
Pasangn hidup itu amanah
Amanah Tuhan yang hanya Tuhan amanahkan pada orang orang yang Ia percaya mampu menjalankan amanah itn..
Kita kah????
Insyaallah. Amin
dari milis motivasi
Monday, February 23, 2009
PIANO
Seorang ayah yang memiliki putra yang
berusia kurang lebih 5 tahun, memasukkan putranya tersebut ke sekolah musik
untuk belajar piano. Ia rindu melihat anaknya kelak menjadi seorang pianis yang
terkenal.
Selang beberapa waktu kemudian, di kota tersebut datang seorang pianis yang sangat terkenal. Karena ketenarannya, dalam waktu singkat
tiket konser telah terjual habis. Sang ayah membeli 2 buah tiket pertunjukan,
untuk dirinya dan anaknya. Pada hari pertunjukan, satu jam sebelum
konser dimulai, kursi telah terisi penuh. Sang ayah duduk dan putranya tepat
berada di sampingnya. Seperti layaknya seorang anak kecil, anak ini pun tidak
betah duduk diam terlalu lama, tanpa sepengetahuan ayahnya, ia menyelinap
pergi. Ketika lampu gedung mulai diredupkan, sang ayah terkejut menyadari
bahwa putranya tidak ada di sampingnya. Ia lebih terkejut lagi ketika melihat
anaknya berada dekat panggung pertunjukan, dan sedang berjalan menghampiri piano
yang akan dimainkan pianis tersebut.
Didorong oleh rasa ingin tahu,
tanpa takut anak tersebut duduk di depan piano dan mulai memainkan sebuah lagu,
lagu yang sederhana, twinkle-twinkle little star. Operator lampu sorot,
yang terkejut mendengar adanya suara piano mengira bahwa konser telah dimulai
tanpa aba-aba terlebih dahulu, dan ia langsung menyorotkan lampunya ke tengah
panggung. Seluruh penonton terkejut melihat yang berada di panggung bukan sang
pianis, tapi hanyalah seorang anak kecil. Sang pianis pun terkejut, dan bergegas
naik ke atas panggung. Melihat anak tersebut, sang pianis tidak menjadi marah,
ia tersenyum dan berkata, "Teruslah bermain" dan sang anak yang mendapat ijin,
meneruskan permainannya. Sang pianis lalu duduk di samping anak itu dan
mulai bermain mengimbangi permainan anak itu. Ia mengisi semua kelemahan
permainan anak itu dan akhirnya tercipta suatu komposisi permainan yang sangat
indah. Bahkan mereka seakan menyatu dalam permainan piano tersebut.
Ketika mereka berdua selesai, seluruh penonton menyambut dengan meriah,
karangan bunga dilemparkan ke tengah panggung. Sang anak jadi besar kepala,
pikirnya, "Gila, baru belajar piano sebulan saja sudah hebat!" Ia lupa bahwa
yang disoraki oleh penonton adalah sang pianis yang duduk di sebelahnya, mengisi
semua kekurangannya dan menjadikan permainannya sempurna.
Kadang.. kita
bangga akan segala rencana hebat yang kita buat, perbuatan-perbuatan besar yang
telah berhasil kita lakukan. Tapi kita lupa bahwa semua itu terjadi karena Tuhan
ada di samping kita. Kita adalah anak kecil tadi, tanpa ada Tuhan di samping
kita, semua yang kita lakukan akan sia-sia. Tapi bila Tuhan ada di samping kita,
sesederhana apapun hal yang kita lakukan hal itu akan menjadi hebat dan baik,
bukan saja buat diri kita sendiri tapi juga baik bagi orang di sekitar kita.
Semoga kita tidak pernah lupa bahwa ada Tuhan di samping kita.
dari milis motivasi
berusia kurang lebih 5 tahun, memasukkan putranya tersebut ke sekolah musik
untuk belajar piano. Ia rindu melihat anaknya kelak menjadi seorang pianis yang
terkenal.
Selang beberapa waktu kemudian, di kota tersebut datang seorang pianis yang sangat terkenal. Karena ketenarannya, dalam waktu singkat
tiket konser telah terjual habis. Sang ayah membeli 2 buah tiket pertunjukan,
untuk dirinya dan anaknya. Pada hari pertunjukan, satu jam sebelum
konser dimulai, kursi telah terisi penuh. Sang ayah duduk dan putranya tepat
berada di sampingnya. Seperti layaknya seorang anak kecil, anak ini pun tidak
betah duduk diam terlalu lama, tanpa sepengetahuan ayahnya, ia menyelinap
pergi. Ketika lampu gedung mulai diredupkan, sang ayah terkejut menyadari
bahwa putranya tidak ada di sampingnya. Ia lebih terkejut lagi ketika melihat
anaknya berada dekat panggung pertunjukan, dan sedang berjalan menghampiri piano
yang akan dimainkan pianis tersebut.
Didorong oleh rasa ingin tahu,
tanpa takut anak tersebut duduk di depan piano dan mulai memainkan sebuah lagu,
lagu yang sederhana, twinkle-twinkle little star. Operator lampu sorot,
yang terkejut mendengar adanya suara piano mengira bahwa konser telah dimulai
tanpa aba-aba terlebih dahulu, dan ia langsung menyorotkan lampunya ke tengah
panggung. Seluruh penonton terkejut melihat yang berada di panggung bukan sang
pianis, tapi hanyalah seorang anak kecil. Sang pianis pun terkejut, dan bergegas
naik ke atas panggung. Melihat anak tersebut, sang pianis tidak menjadi marah,
ia tersenyum dan berkata, "Teruslah bermain" dan sang anak yang mendapat ijin,
meneruskan permainannya. Sang pianis lalu duduk di samping anak itu dan
mulai bermain mengimbangi permainan anak itu. Ia mengisi semua kelemahan
permainan anak itu dan akhirnya tercipta suatu komposisi permainan yang sangat
indah. Bahkan mereka seakan menyatu dalam permainan piano tersebut.
Ketika mereka berdua selesai, seluruh penonton menyambut dengan meriah,
karangan bunga dilemparkan ke tengah panggung. Sang anak jadi besar kepala,
pikirnya, "Gila, baru belajar piano sebulan saja sudah hebat!" Ia lupa bahwa
yang disoraki oleh penonton adalah sang pianis yang duduk di sebelahnya, mengisi
semua kekurangannya dan menjadikan permainannya sempurna.
Kadang.. kita
bangga akan segala rencana hebat yang kita buat, perbuatan-perbuatan besar yang
telah berhasil kita lakukan. Tapi kita lupa bahwa semua itu terjadi karena Tuhan
ada di samping kita. Kita adalah anak kecil tadi, tanpa ada Tuhan di samping
kita, semua yang kita lakukan akan sia-sia. Tapi bila Tuhan ada di samping kita,
sesederhana apapun hal yang kita lakukan hal itu akan menjadi hebat dan baik,
bukan saja buat diri kita sendiri tapi juga baik bagi orang di sekitar kita.
Semoga kita tidak pernah lupa bahwa ada Tuhan di samping kita.
dari milis motivasi
Resep Kue Cinta
BAHAN: 1 pria sehat, 1 wanita sehat, 100% Komitmen, 2
pasang restu orang tua, 1 botol kasih sayang murni.
BUMBU: 1 balok besar humor, 25 gr rekreasi, 1 bungkus doa, 2 sendok teh
telpon-telponan, (Semuanya diaduk hingga merata dan mengembang) Tips: - Pilih pria dan wanita yang benar-benar matang dan seimbang. Jangan yang satu terlalu tua
dan yang lainnya terlalu muda karena dapat mempengaruhi kelezatan -
Sebaiknya dibeli di toserba bernama TEMPAT IBADAH, walaupun agak jual mahal
tapi mutunya terjamin. - Jangan beli di pasar yang bernama
DISKOTIK atau PARTY karena walaupun
modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen atau kadang
menggunakan zat pewarna yang bisa merusak kesehatan. - Gunakan Kasih
sayang cap " KATRESNAN " yang telah memiliki
sertifikat ISO dari Departemen Kesehatan dan
Kerohanian.
Cara Memasak: - Pria dan Wanita dicuci bersih, buang semua masa lalunya sehingga tersisa niat tulus ikhlas - Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang tua secara merata - Masukkan niat yang murni ke dalam loyang dan panggang dengan api cinta merata sekitar 30 menit di depan penghulu atau pendeta - Biarkan di dalam loyang tadi, sirami dengan semua bumbu di atas - Kue siap
dinikmati
Catatan: Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak dinikmati dalam keadaan kasih yang hangat! Tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera, serta beberapa potong doa kemudian dihangatkan lagi di oven bermerek "Tempat Ibadah" diatas api cinta. Setelah mulai hangat, jangan lupa telepon-teleponan bila berjauhan. Selamat
mencoba, dijamin halal... ! Selamat menikmati...
dari milis motivasi
pasang restu orang tua, 1 botol kasih sayang murni.
BUMBU: 1 balok besar humor, 25 gr rekreasi, 1 bungkus doa, 2 sendok teh
telpon-telponan, (Semuanya diaduk hingga merata dan mengembang) Tips: - Pilih pria dan wanita yang benar-benar matang dan seimbang. Jangan yang satu terlalu tua
dan yang lainnya terlalu muda karena dapat mempengaruhi kelezatan -
Sebaiknya dibeli di toserba bernama TEMPAT IBADAH, walaupun agak jual mahal
tapi mutunya terjamin. - Jangan beli di pasar yang bernama
DISKOTIK atau PARTY karena walaupun
modelnya bagus dan harum baunya tapi kadang menipu konsumen atau kadang
menggunakan zat pewarna yang bisa merusak kesehatan. - Gunakan Kasih
sayang cap " KATRESNAN " yang telah memiliki
sertifikat ISO dari Departemen Kesehatan dan
Kerohanian.
Cara Memasak: - Pria dan Wanita dicuci bersih, buang semua masa lalunya sehingga tersisa niat tulus ikhlas - Siapkan loyang yang telah diolesi dengan komitmen dan restu orang tua secara merata - Masukkan niat yang murni ke dalam loyang dan panggang dengan api cinta merata sekitar 30 menit di depan penghulu atau pendeta - Biarkan di dalam loyang tadi, sirami dengan semua bumbu di atas - Kue siap
dinikmati
Catatan: Kue ini dapat dinikmati oleh pembuatnya seumur hidup dan paling enak dinikmati dalam keadaan kasih yang hangat! Tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan lagi humor segar secukupnya, rekreasi sesuai selera, serta beberapa potong doa kemudian dihangatkan lagi di oven bermerek "Tempat Ibadah" diatas api cinta. Setelah mulai hangat, jangan lupa telepon-teleponan bila berjauhan. Selamat
mencoba, dijamin halal... ! Selamat menikmati...
dari milis motivasi
Thursday, February 19, 2009
Permainan Cantik Kehidupan Anda
Life is the game that must be played - Edwin Arlington Robinson
Ketika berliburan di China tahun lalu, saya dan seorang sahabat
berkesempatan menyaksikan pertandingan bulu tangkis. Biasanya, kami
cukup puas dengan menyaksikan atlet dunia ini bertanding di depan
televisi. Namun, sungguh pengalaman yang tidak terlupakan saat
berkesempatan menyaksikan langsung bagaimana mereka berlaga di
lapangan.
Yang jelas, perasaan seru, kagum serta suasana tegangnya betul-betul
terasa. Di sana , kami berada di dekat lapangan, berbaur dengan ribuan
penonton yang bersorak-sorai. Dan yang paling menarik adalah
kesempatan langsung untuk bisa melihat kecepatan gerakan, refleks dan
kemampuan yang tinggi dari para atlet level dunia ini, dalam upaya
memenangkan pertandingan yang amat bergengsi.
Begitu terpesonanya kami, tanpa terasa permainan itu berlangsung
dengan begitu cepatnya. Dan sebagai orang yang pernah bergabung di
klub bulu tangkis, saya bisa memahami betapa piawainya kemampuan
atlet itu, di depan mata saya, dalam upaya menjadi sang juara.
Klimaksnya adalah pada saat poin penentuan kemenangan dibuat dan
pertandingan pun berakhir. Di situ, kita bisa turut berbagi perasaan
kemenangan atlet yang menjadi juara, ataupun sebaliknya, kekecewaan
para atlit yang kalah.
Nah, selama pertandingan tersebut itulah, saya jadi merefleksikan
seandainya saja kehidupan kita dapat diibaratkan seperti permainan
badminton. Hal ini mirip seperti yang diungkapkan Cherie Carter Scott
dalam bukunya, If Life is the Game, this is the Rules, maka melalui
tulisan ini dapat kita katakan, "If Life is a Badminton Game, This is
the Rules".
3 Rule of game
Dalam menciptakan permainan yang cantik dalam hidup ini, kita perlu
memahami tiga pelajaran yang bisa kita petik dari pertandingan bulu
tangkis ini.
Pertama, serve awal. Dalam bulu tangkis, serve awal adalah titik
penentuan pertama. Jika serve awal saja sudah salah, sulit bagi
pemain itu untuk menang. Begitu pula hidup kita. Serve awal dapat
dianalogikan seperti tindakan awal untuk memulai sesuatu yang baik
dalam hidup ini, khususnya pada 2009.
Seorang pemain harus memiliki energi, cara serta strategi yang bagus
dalam memulai pertandingannya. Begitu pula dalam menciptakan
permainan yang cantik dalam hidup kita.
Kita harus mempunyai energi serta semangat yang tepat untuk
memulainya. Kita perlu pikirkan apa cara yang perlu kita lakukan
lebih baik. Kita perlu memulainya dengan strategi awal, termasuk goal
yang hendak kita raih di sepanjang tahun ini.
Bicara soal strategi hidup, saya teringat dengan buku Success
Principles karya Jack Canfield, yang di sini dikenal sebagai penulis
buku Chicken Soup Series. Di dalam buku tersebut disebutkan, salah
satu langkah awal yang baik untuk memulai 'pertandingan hidup' kita
adalah membuat goal utama, yang akan kita kejar.
Tidak perlu banyak-banyak, bahkan Jack Canfield menyarankan, tiga
goal utama saja sudah cukup untuk menjadi start awal yang baik dalam
kehidupan kita.
Bicara soal serve awal atau starting point ini, kita temui beberapa
kesalahan yang seringkali terjadi. Ada yang memulainya terburu-buru
tanpa persiapan, ada yang terlalu banyak pertimbangan, ada yang
memikirkan terlalu banyak impian tetapi letoy di tengah jalan, ada
juga yang kebingungan apa yang harus dilakukan.
Itulah kesalahan serve awal yang banyak ditemui. Itu sebabnya, mari
kita kembali ke strategi serve awal kehidupan kita dengan membuat
tiga goal utama yang mau dicapai sepanjang tahun ini. Saya mengamati
orang yang sungguh berfokus kepada tiga hal saja dalam setahunnya,
tentunya memiliki energi yang lebih besar untuk mencapai goal
tersebut. Bandingkanlah dengan mereka yang memiliki terlalu banyak
goal.
Itulah sebabnya, penulis motivasi W. Clement Stone pernah
berujar, 'Definiteness of purpose is the starting point of all
achievement' , tujuan yang jelas adalah awal dari segala pencapaian.
Kedua, Loop-loop. Dalam kehidupan ini, sama seperti pertandingan bulu
tangkis, kita pun akan melakukan loop-loop baik panjang maupun
pendek. Loop ini berbicara mengenai proses dan kecepatan bagaimana
kita menjalani hidup ini.
Semuanya dikembalikan lagi kepada kita sesuai dengan karakter kita.
Baik kita menjalani kehidupan ini dengan kecepatan tinggi, sedang-
sedang saja ataupun yang lambat tetapi akurat, semuanya sama-sama
memiliki peluang untuk sukses dan berhasil. Kuncinya adalah apakah
kita menikmati proses pencapaian ini serta memberikan 'sepenuh hati'
dalam menjalani proses kehidupan kita.
Untuk membuat loop-loop yang cantik, kita harus menyiapkan stamina,
yakni bagaimana ketahanan kita dalam menikmati proses untuk meraih
sesuatu.
Saya teringat kata bijak yang mengatakan "Winner never quit dan
quitter never win". Dalam pertandingan kehidupan kita pun, akan ada
banyak tantangan dan kesulitan, apalagi tahun 2009 ini masih
dibayangi ancaman krisis global. Namun, janganlah terburu-buru
berkecil hati dan cepat keluar dari proses saat menghadapi tantangan
ini. Pikirkanlah, siapa tahu, hanya dibutuhkan satu langkah lagi Anda
bagi Anda untuk meraih impian Anda! Ingat, winner never quit.
Ketiga Smash! Puncak permainan cantik sebuah pertandingan ataupun
kehidupan adalah smash kita. Smash adalah kunci penting untuk
menciptakan poin. Dalam kehidupan ini, smash dapat dianalogikan
sebagai terobosan yang mencengangkan dalam kehidupan.
Selalu mulai dengan tindakan kecil sehingga akhirnya akan menciptakan
tindakan yang spektakuler. Misalnya di tahun ini Anda lebih lagi care
terhadap keluarga, pasangan, rekan kerja; mulai mengatur keuangan dan
investasi Anda; menjaga kondisi fisik dengan rutin berolah raga;
serta hal lainnya yang akan menciptakan suatu terobosan dalam
kehidupan ini. Intinya, pikirkanlah suatu terobosan yang selama ini
jarang Anda perhatikan. Ciptakan smash-smash yang membuat hidup Anda
terasa lebih hidup lagi.
Begitulah pembaca. Mari kita kombinasikan serve - loop - smash ini
untuk menciptakan permainan cantik dalam kehidupan ini, Saya sangat
yakin jika kita dengan elegan mengombinasikan ketiganya, kehidupan
Anda akan menjadi inspirasi banyak orang.
dari milis motivasi
Ketika berliburan di China tahun lalu, saya dan seorang sahabat
berkesempatan menyaksikan pertandingan bulu tangkis. Biasanya, kami
cukup puas dengan menyaksikan atlet dunia ini bertanding di depan
televisi. Namun, sungguh pengalaman yang tidak terlupakan saat
berkesempatan menyaksikan langsung bagaimana mereka berlaga di
lapangan.
Yang jelas, perasaan seru, kagum serta suasana tegangnya betul-betul
terasa. Di sana , kami berada di dekat lapangan, berbaur dengan ribuan
penonton yang bersorak-sorai. Dan yang paling menarik adalah
kesempatan langsung untuk bisa melihat kecepatan gerakan, refleks dan
kemampuan yang tinggi dari para atlet level dunia ini, dalam upaya
memenangkan pertandingan yang amat bergengsi.
Begitu terpesonanya kami, tanpa terasa permainan itu berlangsung
dengan begitu cepatnya. Dan sebagai orang yang pernah bergabung di
klub bulu tangkis, saya bisa memahami betapa piawainya kemampuan
atlet itu, di depan mata saya, dalam upaya menjadi sang juara.
Klimaksnya adalah pada saat poin penentuan kemenangan dibuat dan
pertandingan pun berakhir. Di situ, kita bisa turut berbagi perasaan
kemenangan atlet yang menjadi juara, ataupun sebaliknya, kekecewaan
para atlit yang kalah.
Nah, selama pertandingan tersebut itulah, saya jadi merefleksikan
seandainya saja kehidupan kita dapat diibaratkan seperti permainan
badminton. Hal ini mirip seperti yang diungkapkan Cherie Carter Scott
dalam bukunya, If Life is the Game, this is the Rules, maka melalui
tulisan ini dapat kita katakan, "If Life is a Badminton Game, This is
the Rules".
3 Rule of game
Dalam menciptakan permainan yang cantik dalam hidup ini, kita perlu
memahami tiga pelajaran yang bisa kita petik dari pertandingan bulu
tangkis ini.
Pertama, serve awal. Dalam bulu tangkis, serve awal adalah titik
penentuan pertama. Jika serve awal saja sudah salah, sulit bagi
pemain itu untuk menang. Begitu pula hidup kita. Serve awal dapat
dianalogikan seperti tindakan awal untuk memulai sesuatu yang baik
dalam hidup ini, khususnya pada 2009.
Seorang pemain harus memiliki energi, cara serta strategi yang bagus
dalam memulai pertandingannya. Begitu pula dalam menciptakan
permainan yang cantik dalam hidup kita.
Kita harus mempunyai energi serta semangat yang tepat untuk
memulainya. Kita perlu pikirkan apa cara yang perlu kita lakukan
lebih baik. Kita perlu memulainya dengan strategi awal, termasuk goal
yang hendak kita raih di sepanjang tahun ini.
Bicara soal strategi hidup, saya teringat dengan buku Success
Principles karya Jack Canfield, yang di sini dikenal sebagai penulis
buku Chicken Soup Series. Di dalam buku tersebut disebutkan, salah
satu langkah awal yang baik untuk memulai 'pertandingan hidup' kita
adalah membuat goal utama, yang akan kita kejar.
Tidak perlu banyak-banyak, bahkan Jack Canfield menyarankan, tiga
goal utama saja sudah cukup untuk menjadi start awal yang baik dalam
kehidupan kita.
Bicara soal serve awal atau starting point ini, kita temui beberapa
kesalahan yang seringkali terjadi. Ada yang memulainya terburu-buru
tanpa persiapan, ada yang terlalu banyak pertimbangan, ada yang
memikirkan terlalu banyak impian tetapi letoy di tengah jalan, ada
juga yang kebingungan apa yang harus dilakukan.
Itulah kesalahan serve awal yang banyak ditemui. Itu sebabnya, mari
kita kembali ke strategi serve awal kehidupan kita dengan membuat
tiga goal utama yang mau dicapai sepanjang tahun ini. Saya mengamati
orang yang sungguh berfokus kepada tiga hal saja dalam setahunnya,
tentunya memiliki energi yang lebih besar untuk mencapai goal
tersebut. Bandingkanlah dengan mereka yang memiliki terlalu banyak
goal.
Itulah sebabnya, penulis motivasi W. Clement Stone pernah
berujar, 'Definiteness of purpose is the starting point of all
achievement' , tujuan yang jelas adalah awal dari segala pencapaian.
Kedua, Loop-loop. Dalam kehidupan ini, sama seperti pertandingan bulu
tangkis, kita pun akan melakukan loop-loop baik panjang maupun
pendek. Loop ini berbicara mengenai proses dan kecepatan bagaimana
kita menjalani hidup ini.
Semuanya dikembalikan lagi kepada kita sesuai dengan karakter kita.
Baik kita menjalani kehidupan ini dengan kecepatan tinggi, sedang-
sedang saja ataupun yang lambat tetapi akurat, semuanya sama-sama
memiliki peluang untuk sukses dan berhasil. Kuncinya adalah apakah
kita menikmati proses pencapaian ini serta memberikan 'sepenuh hati'
dalam menjalani proses kehidupan kita.
Untuk membuat loop-loop yang cantik, kita harus menyiapkan stamina,
yakni bagaimana ketahanan kita dalam menikmati proses untuk meraih
sesuatu.
Saya teringat kata bijak yang mengatakan "Winner never quit dan
quitter never win". Dalam pertandingan kehidupan kita pun, akan ada
banyak tantangan dan kesulitan, apalagi tahun 2009 ini masih
dibayangi ancaman krisis global. Namun, janganlah terburu-buru
berkecil hati dan cepat keluar dari proses saat menghadapi tantangan
ini. Pikirkanlah, siapa tahu, hanya dibutuhkan satu langkah lagi Anda
bagi Anda untuk meraih impian Anda! Ingat, winner never quit.
Ketiga Smash! Puncak permainan cantik sebuah pertandingan ataupun
kehidupan adalah smash kita. Smash adalah kunci penting untuk
menciptakan poin. Dalam kehidupan ini, smash dapat dianalogikan
sebagai terobosan yang mencengangkan dalam kehidupan.
Selalu mulai dengan tindakan kecil sehingga akhirnya akan menciptakan
tindakan yang spektakuler. Misalnya di tahun ini Anda lebih lagi care
terhadap keluarga, pasangan, rekan kerja; mulai mengatur keuangan dan
investasi Anda; menjaga kondisi fisik dengan rutin berolah raga;
serta hal lainnya yang akan menciptakan suatu terobosan dalam
kehidupan ini. Intinya, pikirkanlah suatu terobosan yang selama ini
jarang Anda perhatikan. Ciptakan smash-smash yang membuat hidup Anda
terasa lebih hidup lagi.
Begitulah pembaca. Mari kita kombinasikan serve - loop - smash ini
untuk menciptakan permainan cantik dalam kehidupan ini, Saya sangat
yakin jika kita dengan elegan mengombinasikan ketiganya, kehidupan
Anda akan menjadi inspirasi banyak orang.
dari milis motivasi
HATI HATI TERHADAP DIRI SENDIRI
Kejahatan yang menimpa manusia tidak hanya berasal dari luar diri manusia itu, tetapi yang lebih berbahaya adalah yang berasal dari dalam diri manusia.
Semua sikap dan sifat negatif kita seringkali lebih banyak mendatangkan keburukan bagi kita.
Seringkali kita bersikap hati-hati terhadap sesuatu atau seseorang secara berlebihan. Tapi kita lupa untuk berhati-hati terhadap diri kita sendiri. Terhadap sikap kita, cara bicara kita, kelakuan kita. Padahal apakah kita bisa menjamin bahwa apa yang ada pada kita selalu membuahkan kebaikan bagi kita.
Inilah kenapa, kita sering melihat dan mendengar orang yang dari lahirnya terlihat baik-baik saja, ternyata ketahuan melakukan sesuatu yang memalukan atau melanggar hukum. Apalagi sebabnya kalau bukan dirinya sendiri yang bermasalah. Ia dikalahkan oleh kejahatan dirinya sendiri.
dari milis motivasi
Semua sikap dan sifat negatif kita seringkali lebih banyak mendatangkan keburukan bagi kita.
Seringkali kita bersikap hati-hati terhadap sesuatu atau seseorang secara berlebihan. Tapi kita lupa untuk berhati-hati terhadap diri kita sendiri. Terhadap sikap kita, cara bicara kita, kelakuan kita. Padahal apakah kita bisa menjamin bahwa apa yang ada pada kita selalu membuahkan kebaikan bagi kita.
Inilah kenapa, kita sering melihat dan mendengar orang yang dari lahirnya terlihat baik-baik saja, ternyata ketahuan melakukan sesuatu yang memalukan atau melanggar hukum. Apalagi sebabnya kalau bukan dirinya sendiri yang bermasalah. Ia dikalahkan oleh kejahatan dirinya sendiri.
dari milis motivasi
CINTA ADALAH MOTIVASI
Bicara tentang motivasi adalah bicara tentang sesuatu yang dapat membuat kita tergerak untuk bertindak melakukan sesuatu yang kita inginkan dengan penuh semangat dan pantang menyerah. Ada banyak hal yang dapat memotivasi kita.. Apakah itu uang, penghargaan, hadiah, jabatan, keinginan membahagiakan orang tua, dan yang paling berpengaruh dalam hidup kita adalah CINTA.
Banyak hal yang bisa berhasil ketika CINTA menjadi salah satu landasan untuk berbuat. Sebut saja para pejuang yang rela mengorbankan nyawa mereka di perang perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, hanya KARENA CINTA tanah air. Kemudian, ada lagi para atlet negara yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional, karena mereka pun CINTA tanah air, sekaligus CINTA terhadap olahraga yang mereka tekuni tentunya. Dan, yang paling ekstrem adalah, CINTA Romeo-Juliet yang membuat mereka melakukan segala cara agar bisa bersama, hingga akhirnya mati bersama. – jangan fokus pada matinya, tapi pada melakukan segala cara.
Jadi, bahwa dengan CINTA semuanya menjadi mungkin. Bahwa dengan CINTA, semuanya MENJADI BISA. Bahwa dengan CINTA, semuanya MENJADI NYATA! Hal tersebut sudah tertera dengan jelas-jelas di contoh-contoh yang sudah saya berikan. Dan, masih banyak lagi contoh-contoh lain di kehidupan nyata yang sebenarnya bisa dengan mudah Anda dapatkan, asalkan Anda peka.
Ada hal-hal tertentu yang bisa membuat CINTA menjadi motivasi terbaik ketika kita menulis. Baca hal-hal berikut,
1. Do what you LOVE, and LOVE what you do.
2. You’ll be whether COMPLETELY LOVE it, or completely hate it.
3. Aku CINTA, maka aku ada.
dari milis motivasi
Banyak hal yang bisa berhasil ketika CINTA menjadi salah satu landasan untuk berbuat. Sebut saja para pejuang yang rela mengorbankan nyawa mereka di perang perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, hanya KARENA CINTA tanah air. Kemudian, ada lagi para atlet negara yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional, karena mereka pun CINTA tanah air, sekaligus CINTA terhadap olahraga yang mereka tekuni tentunya. Dan, yang paling ekstrem adalah, CINTA Romeo-Juliet yang membuat mereka melakukan segala cara agar bisa bersama, hingga akhirnya mati bersama. – jangan fokus pada matinya, tapi pada melakukan segala cara.
Jadi, bahwa dengan CINTA semuanya menjadi mungkin. Bahwa dengan CINTA, semuanya MENJADI BISA. Bahwa dengan CINTA, semuanya MENJADI NYATA! Hal tersebut sudah tertera dengan jelas-jelas di contoh-contoh yang sudah saya berikan. Dan, masih banyak lagi contoh-contoh lain di kehidupan nyata yang sebenarnya bisa dengan mudah Anda dapatkan, asalkan Anda peka.
Ada hal-hal tertentu yang bisa membuat CINTA menjadi motivasi terbaik ketika kita menulis. Baca hal-hal berikut,
1. Do what you LOVE, and LOVE what you do.
2. You’ll be whether COMPLETELY LOVE it, or completely hate it.
3. Aku CINTA, maka aku ada.
dari milis motivasi
Mengapa Wanita Menangis?
“Kenapa ibu menangis?” Tanya seorang anak kepada ibunya.
“Karena aku seorang wanita,” jawabnya.
“Aku tidak mengerti,” katanya. Ibunya memeluknya dan berkata,”Kamu tidak akan pernah tahu, tapi itu tidak jadi masalah.”
Tak lama kemudian anak itu bertanya pada ayahnya, “Mengapa ibu menangis tanpa alasan yang jelas?”
“Semua wanita menangis tanpa alasan,” hanya jawaban seperti itulah yang dapat diberikannya.
Anak kecil itu tumbuh menjadi seorang pria, masih tetap bertanya-tanya mengapa wanita menangis. Akhirnya dia bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, kenapa wanita mudah menangis?”
Tuhan menjawab…..
Ketika Aku menciptakan wanita, aku putuskan dia harus istimewa. Aku membuat pundaknya cukup kuat untuk memikul beban kehidupan; namun aku membuat lengannya cukup lembut untuk memberikan kenyamanan…..
Aku berikan kekuatan batin untuk menanggung persalinan serta penolakan yang sering kali dialaminya, bahkan dari anak-anaknya sendiri…..
Kuberikan padanya ketangguhan sehingga memungkinkannya merawat keluarga dan teman-temannya, bahkan ketika semua orang menyerah karena penyakit dan kelelahan, dia tidak mengeluh…..
Kuberikan kepekaan padanya untuk mencintai anak-anaknya dalam keadaan apapun. Bahkan ketika anak-anaknya sangat mengecewakannya… ..
Dia memiliki kekuatan istimewa yang menenangkan tangis anaknya serta mengatasi kegelisahan dan kekhawatiran anak remajanya…..
Kuberikan kekuatan untuk merawat suaminya, walau dia melakukan kesalahan. Dan Aku menciptakannya dari rusuk laki-laki untuk melindungi hati suaminya…..
Kuberikan kearifan agar mengetahui bahwa seorang suami yang baik tak kan pernah menyakiti isterinya, tapi kadang-kadang menguji ketegaran serta ketabahan isterinya untuk terus mendampingi suaminya tanpa ragu…..
Untuk semua kerja kerasnya ini, Aku juga memberi dia air mata untuk dicucurkannya. Ini adalah yang dibutuhkannya untuk meringankan bebannya, dan ini adalah satu-satunya kelemahannya… ..
Ketika kamu melihatnya menangis, katakan padanya betapa kamu mencintainya, dan menghargai semua yang telah dilakukannya bagi banyak orang, dan walaupun mungkin dia masih tetap menangis, tapi sesungguhnya kamu telah membuat hatinya terhibur…..
Dia sungguh istimewa
dari milis motivasi
“Karena aku seorang wanita,” jawabnya.
“Aku tidak mengerti,” katanya. Ibunya memeluknya dan berkata,”Kamu tidak akan pernah tahu, tapi itu tidak jadi masalah.”
Tak lama kemudian anak itu bertanya pada ayahnya, “Mengapa ibu menangis tanpa alasan yang jelas?”
“Semua wanita menangis tanpa alasan,” hanya jawaban seperti itulah yang dapat diberikannya.
Anak kecil itu tumbuh menjadi seorang pria, masih tetap bertanya-tanya mengapa wanita menangis. Akhirnya dia bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, kenapa wanita mudah menangis?”
Tuhan menjawab…..
Ketika Aku menciptakan wanita, aku putuskan dia harus istimewa. Aku membuat pundaknya cukup kuat untuk memikul beban kehidupan; namun aku membuat lengannya cukup lembut untuk memberikan kenyamanan…..
Aku berikan kekuatan batin untuk menanggung persalinan serta penolakan yang sering kali dialaminya, bahkan dari anak-anaknya sendiri…..
Kuberikan padanya ketangguhan sehingga memungkinkannya merawat keluarga dan teman-temannya, bahkan ketika semua orang menyerah karena penyakit dan kelelahan, dia tidak mengeluh…..
Kuberikan kepekaan padanya untuk mencintai anak-anaknya dalam keadaan apapun. Bahkan ketika anak-anaknya sangat mengecewakannya… ..
Dia memiliki kekuatan istimewa yang menenangkan tangis anaknya serta mengatasi kegelisahan dan kekhawatiran anak remajanya…..
Kuberikan kekuatan untuk merawat suaminya, walau dia melakukan kesalahan. Dan Aku menciptakannya dari rusuk laki-laki untuk melindungi hati suaminya…..
Kuberikan kearifan agar mengetahui bahwa seorang suami yang baik tak kan pernah menyakiti isterinya, tapi kadang-kadang menguji ketegaran serta ketabahan isterinya untuk terus mendampingi suaminya tanpa ragu…..
Untuk semua kerja kerasnya ini, Aku juga memberi dia air mata untuk dicucurkannya. Ini adalah yang dibutuhkannya untuk meringankan bebannya, dan ini adalah satu-satunya kelemahannya… ..
Ketika kamu melihatnya menangis, katakan padanya betapa kamu mencintainya, dan menghargai semua yang telah dilakukannya bagi banyak orang, dan walaupun mungkin dia masih tetap menangis, tapi sesungguhnya kamu telah membuat hatinya terhibur…..
Dia sungguh istimewa
dari milis motivasi
Wednesday, February 18, 2009
Meningkatkan Rasa Syukur
"O Lord! that lends me life, Lend me a heart replete with
thankfulness! – Oh Tuhan yang telah memberiku kehidupan, Berikanlah
hamba hati yang penuh dengan rasa syukur!"
~ William Shakespeare (1564-1616)
Penyair, Penulis Drama, dan Seniman
Realitas yang kita hadapi memang seringkali tidak sesuai dengan
harapan. Banyak impian yang belum terwujudkan sesuai dengan
keinginan. Tekanan dan tantangan hidup kian memancing kita untuk
lebih sering mengeluh daripada bersyukur. Berikut ini kisah yang
menginspirasi agar kita meningkatkan rasa syukur.
Diceritakan tentang seorang pengemis buta. Ia memegang sebuah papan
kecil. "Saya buta, tolong bantuan!" bunyi tulisan itu. Sedihnya,
banyak orang yang sudah berlalu lalang di depannya, tetapi sangat
sedikit orang yang rela membagikan recehan mereka kepada pengemis
tersebut.
Seorang pemuda memAndang penuh iba, lalu berinisiatif mengganti
tulisan di papan tulis tersebut. Tak berselang lama, hampir semua
orang yang lewat selalu membagikan uang mereka. Sungguh dahsyat
kekuatan kalimat yang ditulis pemuda itu sehingga membuat hati banyak
orang tersentuh. "Hari ini sangat indah sekali, tapi saya tidak bisa
lihat," itulah bunyi kalimat tersebut yang penuh dengan rasa syukur.
Dari kisah tersebut saya ingin mengatakan bahwa sikap dan kata-kata
yang muncul dari hati penuh rasa syukur akan berbeda. Sikap dan kata-
kata itu akan terasa lebih indah, lebih menyentuh, dan lebih dahsyat
kekuatannya. Itulah mengapa kita perlu membiasakan diri bersyukur
kepada Tuhan YME setiap hari atas segala yang kita miliki, entah
berupa kebahagiaan, kesedihan, keberhasilan, maupun batu sandungan,
dan lain sebagainya.
Bersyukur berarti berterima kasih kepada Tuhan YME atas nikmat dan
kemurahan-Nya. Kalaupun harus menerima cobaan dalam bentuk kesulitan,
hati yang penuh rasa syukur akan berusaha memperhatikan orang yang
dalam keadaan lebih sulit atau mahkluk Tuhan YME lainnya. Pada saat
itulah kita dapat merasakan sudah mendapatkan nikmat tidak terhingga
dan merasa jauh lebih beruntung.
Contohnya cobalah Anda bandingkan kehidupan Anda sendiri dengan
kehidupan burung yang setiap pagi terbang meninggalkan sarangnya
untuk mencari makan. Hari ini burung pulang dengan perut kenyang.
Esok mungkin dia kembali dengan perut agak kenyang. Tak jarang
seharian tidak mendapatkan makanan dan kembali pulang dengan keadaan
perut kosong. Tetapi ia tidak pernah malas atau mengeluh, meskipun
kehidupannya setiap hari tidak menentu, penuh dengan tantangan bahkan
ancaman.
Bersyukur adalah cara yang paling mudah dan efektif untuk mencapai
kebahagiaan. Cobalah untuk meluangkan waktu sejenak mencatat
kenikmatan yang sudah kita rasakan hari ini. Contohnya sampai saat
ini Anda dapat bernapas dengan baik tidak sesak napas, dapat melihat
dengan jelas dan tidak kabur atau katarak, dapat melangkah dengan
baik tidak terseok-seok, dan lain sebagainya.
Di hati yang paling dalam kita pasti mampu menyadari seluruh nikmat
yang kita peroleh di setiap detak jantung kita. Hitunglah sudah ada
berapa kenikmatan dalam satu minggu ini, satu bulan, satu tahun, atau
sepanjang hidup Anda? Jumlahnya pasti sangat banyak.
Bila sudah dapat merasakan keajaiban yang mengagumkan dari setiap
detak jantung dan kesempatan yang begitu indah anugerah Tuhan YME
yang begitu besar, cobalah untuk meningkatkan rasa syukur. Hal itu
akan turut meningkatkan optimisme. Semangat kita juga akan terpacu
untuk menggunakan kesempatan yang masih kita miliki untuk melakukan
berbagai aktivitas positif, misalnya untuk meningkatkan kualitas
kesehatan, kondisi keuangan, kehidupan sosial, spiritual, pekerjaan
dan lain sebagainya.
Berusahalah untuk meningkatkan rasa syukur terhadap Tuhan YME, karena
semakin pintar mensyukuri karunia-Nya semakin mudah melawan depresi.
Hati yang penuh rasa syukur cenderung mengingat kejadian yang
menyenangkan. Orang yang selalu bersyukur juga lebih fokus terhadap
hal-hal yang positif. Sehingga mereka lebih mudah menerima dan
melakukan hal-hal yang positif dalam hidup mereka.
Sibukkan pikiran memikirkan begitu banyak kenikmatan yang telah kita
terima, dan mengagumi begitu indah anugerah Tuhan YME yang selama ini
kita nikmati. Ungkapkan rasa syukur atas semua kenikmatan yang Anda
rasakan melalui doa dan kata-kata yang baik. Aktifkan seluruh potensi
yang ada di dalam diri kita untuk melakukan aktivitas yang positif
semata-mata karena rasa terima kasih kepada Tuhan YME atas semua
kemudahan dan kenikmatan yang Anda rasakan sepanjang hari ini.
Meskipun kenyataan yang kita terima tidak sesempurna seperti yang
kita inginkan, jangan pernah mengurangi rasa syukur terhadap Tuhan
YME. Zig Ziglar mengatakan, "The more you express gratitude for what
you have, the more you will have to express gratitude for. – Semakin
Anda mengungkapkan rasa syukur atas semua yang Anda miliki, Anda
harus merasa lebih bersyukur." Semakin kita pandai mensyukuri nikmat
karunia Tuhan YME, maka kita akan semakin mudah menciptakan perubahan
luar biasa, misalnya; hidup lebih tenang, perasaan lebih peka,
penampilan lebih segar, dan menyenangkan, serta hidup lebih sukses
dan bahagia.[aho]
Sumber: Meningkatkan Rasa Syukur oleh Andrew Ho, seorang pengusaha,
motivator, dan penulis buku-buku best seller.
thankfulness! – Oh Tuhan yang telah memberiku kehidupan, Berikanlah
hamba hati yang penuh dengan rasa syukur!"
~ William Shakespeare (1564-1616)
Penyair, Penulis Drama, dan Seniman
Realitas yang kita hadapi memang seringkali tidak sesuai dengan
harapan. Banyak impian yang belum terwujudkan sesuai dengan
keinginan. Tekanan dan tantangan hidup kian memancing kita untuk
lebih sering mengeluh daripada bersyukur. Berikut ini kisah yang
menginspirasi agar kita meningkatkan rasa syukur.
Diceritakan tentang seorang pengemis buta. Ia memegang sebuah papan
kecil. "Saya buta, tolong bantuan!" bunyi tulisan itu. Sedihnya,
banyak orang yang sudah berlalu lalang di depannya, tetapi sangat
sedikit orang yang rela membagikan recehan mereka kepada pengemis
tersebut.
Seorang pemuda memAndang penuh iba, lalu berinisiatif mengganti
tulisan di papan tulis tersebut. Tak berselang lama, hampir semua
orang yang lewat selalu membagikan uang mereka. Sungguh dahsyat
kekuatan kalimat yang ditulis pemuda itu sehingga membuat hati banyak
orang tersentuh. "Hari ini sangat indah sekali, tapi saya tidak bisa
lihat," itulah bunyi kalimat tersebut yang penuh dengan rasa syukur.
Dari kisah tersebut saya ingin mengatakan bahwa sikap dan kata-kata
yang muncul dari hati penuh rasa syukur akan berbeda. Sikap dan kata-
kata itu akan terasa lebih indah, lebih menyentuh, dan lebih dahsyat
kekuatannya. Itulah mengapa kita perlu membiasakan diri bersyukur
kepada Tuhan YME setiap hari atas segala yang kita miliki, entah
berupa kebahagiaan, kesedihan, keberhasilan, maupun batu sandungan,
dan lain sebagainya.
Bersyukur berarti berterima kasih kepada Tuhan YME atas nikmat dan
kemurahan-Nya. Kalaupun harus menerima cobaan dalam bentuk kesulitan,
hati yang penuh rasa syukur akan berusaha memperhatikan orang yang
dalam keadaan lebih sulit atau mahkluk Tuhan YME lainnya. Pada saat
itulah kita dapat merasakan sudah mendapatkan nikmat tidak terhingga
dan merasa jauh lebih beruntung.
Contohnya cobalah Anda bandingkan kehidupan Anda sendiri dengan
kehidupan burung yang setiap pagi terbang meninggalkan sarangnya
untuk mencari makan. Hari ini burung pulang dengan perut kenyang.
Esok mungkin dia kembali dengan perut agak kenyang. Tak jarang
seharian tidak mendapatkan makanan dan kembali pulang dengan keadaan
perut kosong. Tetapi ia tidak pernah malas atau mengeluh, meskipun
kehidupannya setiap hari tidak menentu, penuh dengan tantangan bahkan
ancaman.
Bersyukur adalah cara yang paling mudah dan efektif untuk mencapai
kebahagiaan. Cobalah untuk meluangkan waktu sejenak mencatat
kenikmatan yang sudah kita rasakan hari ini. Contohnya sampai saat
ini Anda dapat bernapas dengan baik tidak sesak napas, dapat melihat
dengan jelas dan tidak kabur atau katarak, dapat melangkah dengan
baik tidak terseok-seok, dan lain sebagainya.
Di hati yang paling dalam kita pasti mampu menyadari seluruh nikmat
yang kita peroleh di setiap detak jantung kita. Hitunglah sudah ada
berapa kenikmatan dalam satu minggu ini, satu bulan, satu tahun, atau
sepanjang hidup Anda? Jumlahnya pasti sangat banyak.
Bila sudah dapat merasakan keajaiban yang mengagumkan dari setiap
detak jantung dan kesempatan yang begitu indah anugerah Tuhan YME
yang begitu besar, cobalah untuk meningkatkan rasa syukur. Hal itu
akan turut meningkatkan optimisme. Semangat kita juga akan terpacu
untuk menggunakan kesempatan yang masih kita miliki untuk melakukan
berbagai aktivitas positif, misalnya untuk meningkatkan kualitas
kesehatan, kondisi keuangan, kehidupan sosial, spiritual, pekerjaan
dan lain sebagainya.
Berusahalah untuk meningkatkan rasa syukur terhadap Tuhan YME, karena
semakin pintar mensyukuri karunia-Nya semakin mudah melawan depresi.
Hati yang penuh rasa syukur cenderung mengingat kejadian yang
menyenangkan. Orang yang selalu bersyukur juga lebih fokus terhadap
hal-hal yang positif. Sehingga mereka lebih mudah menerima dan
melakukan hal-hal yang positif dalam hidup mereka.
Sibukkan pikiran memikirkan begitu banyak kenikmatan yang telah kita
terima, dan mengagumi begitu indah anugerah Tuhan YME yang selama ini
kita nikmati. Ungkapkan rasa syukur atas semua kenikmatan yang Anda
rasakan melalui doa dan kata-kata yang baik. Aktifkan seluruh potensi
yang ada di dalam diri kita untuk melakukan aktivitas yang positif
semata-mata karena rasa terima kasih kepada Tuhan YME atas semua
kemudahan dan kenikmatan yang Anda rasakan sepanjang hari ini.
Meskipun kenyataan yang kita terima tidak sesempurna seperti yang
kita inginkan, jangan pernah mengurangi rasa syukur terhadap Tuhan
YME. Zig Ziglar mengatakan, "The more you express gratitude for what
you have, the more you will have to express gratitude for. – Semakin
Anda mengungkapkan rasa syukur atas semua yang Anda miliki, Anda
harus merasa lebih bersyukur." Semakin kita pandai mensyukuri nikmat
karunia Tuhan YME, maka kita akan semakin mudah menciptakan perubahan
luar biasa, misalnya; hidup lebih tenang, perasaan lebih peka,
penampilan lebih segar, dan menyenangkan, serta hidup lebih sukses
dan bahagia.[aho]
Sumber: Meningkatkan Rasa Syukur oleh Andrew Ho, seorang pengusaha,
motivator, dan penulis buku-buku best seller.
Kenapa kita menutup mata?
Ketika kita tidur..
Ketika kita menangis..
Ketika kita membayangkan. .
Ketika kita berciuman..
Ini karena hal terindah di dunia.. TIDAK TERLIHAT
Kita semua agak aneh…
Hdup sendiri juga agak aneh..
Dan ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya SEJALAN dengan kita..
kenapa menutup mata
Kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan CINTA..
Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan
Orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan
Tapi ingatlah.. Melepaskan BUKAN akhir dari dunia
Melainkan awal suatu kehidupan baru
Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis..
Mereka yang tersakiti..
Mereka yang telah mencari..
Dan mereka yang telah mencoba..
Karena merekalah yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka
CINTA yang AGUNG??
Adalah ketika kamu menitikkan airmata dan MASIH perduli terhadapnya. .
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH menunggunya dengan setia..
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu MASIH bisa tersenyum sambil berkata “Aku turut berbahagia untuk mu”
Apabila cinta tidak berhasil, BEBASKAN dirimu..
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas LAGI..
Ingatlah.. Bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya. .
Tapi ketika cinta itu mati, kamu TIDAK perlu mati bersamanya..
Orang TERKUAT, bukan mereka yang selalu menang..
MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh
Entah bagaimana.. dalam perjalanan kehidupan, kamu belajar tentang dirimu sendiri..
Dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada..
HANYALAH penghargaan abadi atas pilihan-pilihan kehidupan yang telah kau buat..
TEMAN SEJATI..
Mengerti ketika kamu berkata “Aku lupa..”
Menunggu selamanya ketika kamu berkata “Tunggu sebentar..”
Tetap tinggal ketika kamu berkata “Tinggalkan Aku sendiri..”
Membuka pintu meski kamu BELUM mengetuk dan berkata “Bolehkah saya masuk?..”
MENCINTAI..
BUKANLAH bagaimana kamu melupakan, melainkan bagaimana kamu MEMAAFKAN..
BUKANLAH bagaimana kamu mendengar, melainkan bagaimana kamu MENGERTI..
BUKANLAH apa yang kamu lihat, melainkan apa yang kamu RASAKAN..
BUKANLAH bagaimana kamu melepaskan, melainkan bagaimana kamu BERTAHAN..
Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati dibandingkan menangis tersedu-sedu. .
Air mata yang keluar dapat dihapus, sementara air mata yang tersembunyi akan menggoreskan luka yang tidak akan pernah hilang..
Dalam urusan cinta, kita SANGAT JARANG menang..
Tapi ketika CINTA itu TULUS, meskipun kalah,kamu TETAP MENANG hanya
karena kamu berbahagia dapat mencintai seseorang.. LEBIH dari kamu
mencintai dirimu sendiri..
Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang. BUKAN karena orang itu berhenti mencintai kita,
MELAINKAN karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.
Apabila kamu benar-benar mencintai seseorang, jangan lepaskan dia..
Jangan percaya bahwa melepaskan SELALU berarti kamu benar-benar mencintai MELAINKAN BERJUANGLAH demi cintamu.
Itulah CINTA SEJATI
Lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan DARIPADA berjalan bersama orang ‘yang tersedia’
Lebih baik menunggu orang yang kamu cintai DARIPADA orang yang berada disekelilingmu
Lebih baik menunggu orang yang tepat karena hidup ini terlalu singkat untuk dibuang hanya dengan ’seseorang’
Kadang kala, orang yang kamu cintai adalah orang yang PALING menyakiti hatimu
dan kadang kala, teman yang membawamu ke dalam pelukannya dan menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari.
dari milis motivasi
Ketika kita menangis..
Ketika kita membayangkan. .
Ketika kita berciuman..
Ini karena hal terindah di dunia.. TIDAK TERLIHAT
Kita semua agak aneh…
Hdup sendiri juga agak aneh..
Dan ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya SEJALAN dengan kita..
kenapa menutup mata
Kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan CINTA..
Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan
Orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan
Tapi ingatlah.. Melepaskan BUKAN akhir dari dunia
Melainkan awal suatu kehidupan baru
Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis..
Mereka yang tersakiti..
Mereka yang telah mencari..
Dan mereka yang telah mencoba..
Karena merekalah yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka
CINTA yang AGUNG??
Adalah ketika kamu menitikkan airmata dan MASIH perduli terhadapnya. .
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH menunggunya dengan setia..
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu MASIH bisa tersenyum sambil berkata “Aku turut berbahagia untuk mu”
Apabila cinta tidak berhasil, BEBASKAN dirimu..
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas LAGI..
Ingatlah.. Bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya. .
Tapi ketika cinta itu mati, kamu TIDAK perlu mati bersamanya..
Orang TERKUAT, bukan mereka yang selalu menang..
MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh
Entah bagaimana.. dalam perjalanan kehidupan, kamu belajar tentang dirimu sendiri..
Dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada..
HANYALAH penghargaan abadi atas pilihan-pilihan kehidupan yang telah kau buat..
TEMAN SEJATI..
Mengerti ketika kamu berkata “Aku lupa..”
Menunggu selamanya ketika kamu berkata “Tunggu sebentar..”
Tetap tinggal ketika kamu berkata “Tinggalkan Aku sendiri..”
Membuka pintu meski kamu BELUM mengetuk dan berkata “Bolehkah saya masuk?..”
MENCINTAI..
BUKANLAH bagaimana kamu melupakan, melainkan bagaimana kamu MEMAAFKAN..
BUKANLAH bagaimana kamu mendengar, melainkan bagaimana kamu MENGERTI..
BUKANLAH apa yang kamu lihat, melainkan apa yang kamu RASAKAN..
BUKANLAH bagaimana kamu melepaskan, melainkan bagaimana kamu BERTAHAN..
Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati dibandingkan menangis tersedu-sedu. .
Air mata yang keluar dapat dihapus, sementara air mata yang tersembunyi akan menggoreskan luka yang tidak akan pernah hilang..
Dalam urusan cinta, kita SANGAT JARANG menang..
Tapi ketika CINTA itu TULUS, meskipun kalah,kamu TETAP MENANG hanya
karena kamu berbahagia dapat mencintai seseorang.. LEBIH dari kamu
mencintai dirimu sendiri..
Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang. BUKAN karena orang itu berhenti mencintai kita,
MELAINKAN karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.
Apabila kamu benar-benar mencintai seseorang, jangan lepaskan dia..
Jangan percaya bahwa melepaskan SELALU berarti kamu benar-benar mencintai MELAINKAN BERJUANGLAH demi cintamu.
Itulah CINTA SEJATI
Lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan DARIPADA berjalan bersama orang ‘yang tersedia’
Lebih baik menunggu orang yang kamu cintai DARIPADA orang yang berada disekelilingmu
Lebih baik menunggu orang yang tepat karena hidup ini terlalu singkat untuk dibuang hanya dengan ’seseorang’
Kadang kala, orang yang kamu cintai adalah orang yang PALING menyakiti hatimu
dan kadang kala, teman yang membawamu ke dalam pelukannya dan menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari.
dari milis motivasi
Subscribe to:
Posts (Atom)