Wednesday, August 30, 2006

Kemarin, Hari ini, dan Hari Esok

INSPIRASI PAGI/ IMELDA FM

Hari ini adalah hari esok yang saya cemaskan kemarin. Dan hari ini ternyata begitu menyenangkan, sampai saya heran, mengapa saya mencemaskannya kemarin. Karena itu, hari ini saya tak akan mencemaskan hari esok, mungkin juga tak ada hari esok. Jadi hari ini saya akan hidup seakan tak ada hari esok. Dan saya akan melupakan hari lalu.

Hari ini adalah hari esok yang sya rencanakan kemarin. Dan hampir semua rencana untuk hari ini tidak berjalan seperti yang saya pikirkan kemarin. Jadi hari ini saya lupakan hari esok dan hanya buat rencana untuk hari ini. tapi tidak terlalu berat. Hari ini saya akan membahagiakan orang lain. Saya akan bilang kepada kekasih betapa saya mencintainya. Saya akan berhenti merencanakan hari esok dan berencana membuat hari ini sebagai hari terbaik dari hidup saya.

Hari ini adalah hari esok yang saya takutkan kemarin. Ternyata hari ini tak ada yang menakutkan. Karena itu, hari ini saya akan menghilangkan rasa takut pada sesuatu yang belum diketahui. Saya akan merangkul sesuatu yang tidak diketahui sebagai pengalaman pembelajaran yang pebuh dengan peluang yang menyenangkan. Hari ini tak akan seperti kemarin, saya tak akan takut dengan esok.

Hari ini adalah hari esok yang saya impikan. Dan sebagian dari impian kemarin menjadi kenyataan hari ini. Karen aitu, hari ini saya akan meneruskan mimpi tentang hari esok. Dan mungkin banyak dari impian yang saya impikan hari ini akan menjadi kenyataan di hari esok.

Hari ini adalah hari esok dari kemarin di mana saya tetapkan tujuan-tujuan. Beberapa dari tujuan itu tercapai hari ini. karena itu hari ini saya akan menetapkan tujuan yang sedikit lebih tinggi untuk hari ini dan hari esok. Dan jika hari esok seperti hari ini saya pasti akan bisa mencapai tujuan-tujuan saya disuatu hari nanti.
dari Kisah Inspirasional Tabloid Aura

Gema kehidupan

INSPIRASI PAGI/ IMELDA FM

Seorang ayah mengajak anaknya jalan-jalan ke gunung. Karena asyik menikmati pemandangan, anaknya tersandung batu dan jatuh, da kakinya luka. “Aduuuuuhh!” serunya. Tiba-tiba ia mendengar kembali seruannya dari suatu tempat di gunung, “Aduuuuuhh!”. Karena merasa aneh dan ingin tahu, si anak lalu berseru lantang, “Siapa kamu?”. Kembali ia mendengar suara yang mengulang pertanyaannya, “Siapa kamu?”. Si anak jengkel karena suara itu kembali mengulangi pertanyaannya. Dengan marah ia berkata, “Kamu pengecut!” Suara itu kemblai mengulang seruannya, “Kamu pengecut!”

Si anak heran, lalu bertanya kepada ayahnya, “Mengapa bisa begitu?” Ayahnya tersenyum dan berkata, “Coba perhatikan baik-baik, nak!” Swsudah berkata begitu, si ayah berseru kepada gunung, “Saya kagum padamu!” Dan suara itu kembali terdengar, “Saya kagum padamu!” SI Ayah berseru sekali lagi “Kamu hebat!” Suara itu kembali terdengar, “Kamu hebat!”.

Si anak heran. Ayahnya lalu menjelaskan, suara yang berulang itu disebut gema dan hidup juga seperti itu. hidup memberikan kemabli segala sesuatu yang kita katakan atau lakukan. Hidup kita adalah pantulan dari tindakan-tindakan kita. Jika kita ingin mendapatkan banyak kebaikan dan kasih sayang dalam hati kita. Jika kita tekun meningkatkan kemampuan, kita akan menjadi orang yang tangguh. Hal ini berlaku sesuatu, dalam segala aspek.

Hidup memberikan kembali segala sesuatu yang kita berikan. Hidup bukan suatu kebetulan, tapi cerminan dari sikap dan perilaku kita.
dari Kisah Inspirasional Tabloid Aura

Tuesday, August 29, 2006

Rahasia Surga dan Neraka

INSPIRASI PAGI/ IMELDA FM

seorang pendeta tua melakukan meditasi zazen (duduk bersila dalam keheningan) di tepi jalan. kedua tangan dilipat dipangkuan dengan mata dipejamkan. keheningan mendalam yang dirasakan tiba-tiba dihentikan suara keras menggemuruh dari seorang samurai. "Kakek tua! Ajari saya tentang surga dan neraka!" katanya dengan nada memerintah.

pendeta tua itu tidak merespon, seakan tidak mendengar suara itu. tapi secara perlahan, ia membuka matanya sambil tersenyum kecil. samurai itu menunggu tak sabar. ia menjadi kesal ketika pendeta tua itu belum juga merespon. "Anda ingin tahu rahasia surga dan neraka?" kata pendeta tua itu pada akhirnya. "Coba bercermin dulu. Penampilanmu berantakan. Tangan dan kakimu ditutupi debu dan tanah. Rambutmu tidak disisir. Napasmu bau. Pedangmu berkarat tak terawat. Kamu jelek dan pakaianmu aneh. Dan kamu ingin bertanya tentang surga dan neraka kepada saya?".

samurai itu menjadi sangat marah, lalu mencabut pedangnya dan diangkat tinggi-tinggi dikepala. wajahnya berubah menjadi merah karena darahnya yang mendidih. urat nadi besar-besar tampak dilehernya. Ia memantapkan ayunan dan siap menebas kepala sang pendeta tua dari bahunya. saat ia menurunkan pedangnya, pendeta tua itu berkata lembut. "Itulah neraka".

seketika itu juga si samurai tersentak, terpesona dan kagum dengan kakek lembut yang berani mempertaruhkan nyawanya untuk memberikan pelajaran berharga kepadanya. ayunan tangannya terhenti. Hatinya dipenuhi belas kasih dan cinta. Matanya tampak berkaca-kaca tergenanga air mata terimakasih dan bahagia. "Dan ini," kata pendeta tua itu , "adalah surga".

dari Kisah Inspirasional Tabloid Aura

Thursday, August 24, 2006

CINTA

INSPIRASI PAGI/ IMELDA FM

Untuk temanku yang masih sendiri.
Cinta itu seoerti kupu-kupu, semakin dikejar, semakin jauh. Tapi, jika kamu membiarkannya terbang, dia akan datang dengan sendirinya. Cinta dapat membuatmu bahagia, tapi cinta juga sering menyakitkan. Tapi cinta akan menjadi special ketika kamu memberikannya pada orang yang pantas mendapatkannya. Jadi, santai saja dan pilih yang terbaik.

Untuk temanku yang masih menunggu kepastian.
Cinta bukanlah menjadi orang lain yang sempuran. Cinta adalah menemukan seseorang yang menuntunmu menjadi yang terbaik.

Untuk temanku yang suka mempermainkan cinta.
Jangan pernah katakan ‘Aku cinta kamu’ jika kamu tak peduli.
Jangan pernah bicara soal perasaan jika perasaan itu tak ada.
Jangan pernah menyentuh hati seseorang jika kamu hanya menyakitinya.
Jangan pernah melihat matanya jika semua yang lakukan adalah bohong.
Hal yang paling jahat yang bisa laki-laki lakukan pada peremupan adalah membiarkannya jatuh, tetapi laki-laki tidak benar-benar ingin menangkapnya. Dan itu terjadi pada keduanya.

Untuk temanku yang telah menikah.
Cinta bukanlah soal ‘Ini salahmu’, tetapi ‘Aku minta maaf’.
Bukan ‘Dimana kau, tetapi ‘Aku disini’.
Bukan ‘Bagaimana ini bisa terjadi’, tetapi ‘Aku mengerti’.
Bukan juga ‘Andai kau ada disini’, tetapi ‘Syukurlah kau ada’.

Untuk temanku yang bertunangan.
Kecocokan bukan dikur dari berapa lama berhubungan. Tapi seberapa kalian mengerti satu sama lain.

Untuk temanku yang patah hati.
Patah hati itu tergantung padamu. Patah hati akan dirasakan selama kamu memang mau, dan dalam sedalam kamu membiarkannya. Tantangannya, adalah bukan bertahan atas patah hati, tapi bagaimana bisa belajar darinya.

Untuk temanku yang naïf.
Cara untuk jatuh cinta adalah, jatuhlah tapi jangan terjun. Konsisten tapi janga persisten. Berbagilah dan adillah. Mengertilah dan jangan coba meminta. Sakitlah, tapi jangan pernag menahan rasa sakit itu.

Untuk temanku yang posesif.
Akan sangat sakit melihat orang yang kita cintai bahagia bersama orang lain. Tapi akan lebih menyakitkan lagi ketika tahu bahwa orang yang kamu cintai tidak bahagia bersamamu.

Untuk temanku yang takut mengakui.
Cinta menyakitkan jika kamu memutuskan cinta. cinta lebih menyakitkan jika seseoarang memutuskanmu. Tapi cinta paling menyakitkan ketika orang yang kamu cintai tidak tahu perasaanmu.

Untuk temanku yang masih bertahan.
Hal yang menyedihkan tentang hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang, dan kamu jatuh cinta kepadanya, tapi pada akhirnya, cinta itu tidak benar-benar ada. Dankamu telah menyia-nyiakan waktumu bersama orang yang tidak pantas mendapatkan cintamu. Jika dia tidak pantas, dia juga tidak akan pantas mendapatkannya setahu, atau bahkan sepuluh tahun dari sekarang. Jadi, lepaskanlah dia….

dari milis motivasi

Monyet

INSPIRASI PAGI/ IMELDA FM

Seorang professor mengadakan penelitian terhadap beberapa ekor monyet. Monyet A dan monyet B dimasukkan ke sebuah ruangan tertutup yang didalamnya diletakkan sebtanag tiang, dimana pada puncak tiang itu terdapat setandan pisang. Moyet A mulai memanjat tiang itu, pada saat yang bersaan sang professor menyiramkan air sehingga terpelesetlah monyet A dan jatuh. Monyet A berusaha untuk memanjat lagi, tapi karena licin, kembali dia terjatuh, begitu seterusnya, sehingga monyet Amenyerah.

Kemudian giliran monyet B, melakukan hal yang sama dengan monyet A, berulang kalimencoba dan jatuh, menyerah jugalah monyet B, sang professor memasukkan monyet C ke dalam ruangan tersebut. MOnyet C ingin memanjat tiang tersebut, sebelum hal ini terjadi, monyet A dan monyet B dengan semangat menasehati monyet C untuk tidak mengalami hal yang konyol yaitu terpeleset dan jatuh.

“percuma kamu memanjat tiang itu, kami berdua sudah mencoba berulang kali tetapi selalu gagal “. Akhirnya monyet C menuruti nasehat kedua monyet itu, dia tidak berusaha mencoba memanjat lebih dahulu. Kemudian sang professor mengeluarkan monyet A dan B, dimasukkannyalah monyet D dan monyet E. Monyet D dan monyet E ingin sekali memanjat tiang itu, tetapi monyet C mencoba menasehati mereka untuk tidak sekali-kali memanjatnya kalau tidak ingin terpeleset dan jatuh. Monyet D mendengar dan mematuhi nasehat tersebet, dia tidak merusaha untuk memanjat.

Tapi lain halnya dengan monyet E, dia tidak mendengarkan nasehat itu, dia tidak terpengaruh dengan nasehat itu, dia mulai mencoba untuk memanjat, “apa salahnya mencoba” piker monyet E karena sang professor tidak memberi air lagi pada tiang itu, monyet E akhirnya dapat mencpai puncak dan mendapatkan pisang.

Moral cerita ini adalah ada beberapa karakter yang dapat kita jumapi..

Monyet A dan Monyet B
Ibaratnya adalah orang yang mempunyai karakter dengan mudahnya menyerah kalah dan dengan mudahnya mempengaruhi orang lain untuk tidak berusaha, menanamkan input-input negative kepada orang lian. Padahal 99% kita yang merasa gagal sebetulnya belum tentu gagal hanya saja kita cepat menyerah. Sangat disayangkan bahwa dunia ini sebenarnya dipenuhi oleh orang-orang hebat yang potensial tetapi terlalu cepat menyerah. Banyak dari kita yang keburu mati sebelum mencoba menggali seluruh potensi yang ada pada diri kita.

Monyet C dan Monyet D
Ibaratnya adalah orang yang mempunyai karakter mudah sekali percaya dengan input-input negative yang dia terima, tanpa mau bersusah-susah untuk meraih kesuksesan, orang yang takut gagal, padahal belum mencoba. Kita cenderung mengikuti falsafah Jan Spoelman “ Kalau ragu, lebih baik, tidak usah dilakukan”. JIka kita tidak pernah mencoba, kita sudah pasti tidak akan pernah berhasil. Kita berjuang bukan dengan kepandaian, tetapi dengan kegigihan.

Monyet E
Ibaratnya adalah orang yang mempunyai karakter tidak mudah terpengaruh dengan input-input negative, orang yang selalu berjuang untuk mendapatkan kesuksesan, berani mencoba, tidak takut gagal. Tidak ada seorang pun di sunia iniyang tidak pernah mengalami kegagalan. Orang yang sukses selalu bangkit kembali meskipun sudah jatuh. Kalau kita ingin berhasil, kita harus berani mengabil RESIKO.

dari milis motivasi

LEPASKAN KEPAHITAN

Di suatu hutan hiduplah sekelompok monyet. Pada suatu hari, tatkala mereka tengah bermain, tampak oleh mereka sebuah toples kaca berleher panjang dan sempit yang bagian bawahnya tertanam di tanah. Di dasar toples itu ada kacang yang sudah dibubuhi dengan aroma yang disukai monyet. Rupanya toples itu adalah perangkap yang ditaruh di sana oleh seorang pemburu.

Salah seekor monyet muda mendekat dan memasukkan tangannya ke dalam toples untuk mengambil kacang-kacang tersebut. Akan tetapi tangannya yang terkepal menggenggam kacang tidak dapat dikeluarkan dari sana karena kepalan tangannya lebih besar daripada ukuran leher toples itu. Monyet ini meronta-ronta untuk mengeluarkan tangannya itu, namun tetap saja gagal.

Seekor monyet tua menasihati monyet muda itu: `Lepaskanlah kepalanmu atas kacang-kacang itu! Engkau akan bebas dengan mudah! Namun monyet muda itu tidak mengindahkan anjuran tersebut, tetap saja ia bersikeras menggenggam kacang itu.Beberapa saat kemudian, sang pemburu datang dari kejauhan. Sang monyet tua kembali meneriakkan nasihatnya: `Lepaskanlah kepalanmu sekarang juga agar engkau bebas!Monyet muda itu ketakutan, namun tetap saja ia bersikeras untuk mengambil kacang itu. Akhirnya, ia tertangkap oleh sang pemburu.

Demikianlah, kadang kita juga sering mencengkeram dan tidak rela melepaskan hal-hal yang sepatutnya kita lepaskan: kemarahan, kebencian, iri hati, ketamakan, dan sebagainya. Apabila kita tetap tak bersedia melepas, tatkala kematian datang menangkap kita, semuanya akan terlambat sudah. Bukankah lebih mudah jika kita melepaskan setiap masalah yang lampau, dan menatap hari esok dengan lebih cerah?Bukankah dunia akan menjadi lebih indah jika kita bisa melepaskan "kepalan" kita dan membagi kebahagiaan dengan orang lain?
dari milis motivasi

Hal Yang Mengikatmu

INSPIRASI PAGI/ IMELDA FM

Seorang pengunjung Rumah Sakit Jiwa melihat salah seorang penghuni/pasien sedang berayun-ayun maju mundur diatas kursi sambil terus menerus dengan suara lemah penuh kelegaan menggumam, "Lulu, Lulu...""Masalah apa yang dihadapi orang ini?" tanyanya kepada dokter.

"Lulu adalah wanita yang menolak cintanya!" jawab dokter.Ketika mereka meneruskan berkeliling, mereka sampai pada salah satu sel, yang penghuninya terus-menerus memukul-mukulkan kepalanya pada tembok sambil berteriak, "Lulu ! Lulu! Lulu!""Orang ini punya masalah dengan Lulu juga?" tanya pengunjung itu. "Ya!" jawab dokter, "Dialah yang menikah dengan Lulu!"

Hanya ada dua penderitaan dalam hidup: tidak memperoleh hal yang mengikatmu dan memperoleh hal yang mengikatmu

From The Second Edition "THE PRAYER OF THE FROG" by Anthony de Mello

dari milis motivasi

Tuesday, August 22, 2006

Delapan Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya

INSPIRASI PAGI/ IMELDA FM
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.
Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : "Makanlah nak, aku tidak lapar" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekiat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping gw dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : "Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA
Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaanny menempel kotak korek api. Aku berkata :"Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja." Ibu tersenyum dan berkata :"Cepatlah tidur nak, aku tidak capek" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA
Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :"Minumlah nak, aku tidak haus!" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : "Saya tidak butuh cinta" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA
Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : "Saya punya duit" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM
Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku "Aku tidak terbiasa" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : "Jangan menangis anakku,Aku tidak kesakitan" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.
Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya. Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : " Terima kasih ibu ! "
Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah. Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita. Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi.. Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata "MENYESAL" di kemudian hari.
dari milis motivasi

Monday, August 14, 2006

Janji a touching story from India

INSPIRASI PAGI/ IMELDA FM
Istriku berkata kepada aku yang sedang baca Koran, "berapa lama lagi kamu baca Koran itu? Tolong kamu ke sini Dan Bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan." Aku taruh Koran Dan melihat anak perempuanku satu2nya,namanya Sindu tampak ketakutan air matanya mengalir. Di depannya Ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam/yogurt (nasi khas India /curd rice). Sindu anak yang manis Dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun dia sangat tidak suka makan curd rice ini. Ibu Dan istriku masih kuno mereka percaya sekali kalau makan curd rice Ada "cooling effect". Aku mengambil mangkok Dan berkata, "Sindu sayang, demi ayah, maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak, nanti ibumu akan teriak2 sama ayah." Aku bisa merasakan istriku cemberut dibelakang punggungku.
Tangis Sindu mereda Dan IA menghapus air Mata dengan tangannya Dan berkata, "boleh ayah akan aku makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok, tapi semuanya akan aku habiskan, tapi aku akan minta..." agak ragu2 sejenak... "...akan minta sesuatu sama ayah bila habis semua nasinya. Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaan Ku?" Aku menjawab, "Oh pasti sayang". Sindu tanya sekali lagi, "betul ayah?" "Yah pasti.." sambil menggenggam tangan anakku yang kemerah mudaan Dan lembut sebagai tanda setuju. Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama,istriku menepuk tangan Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi, "janji" kata istriku. Aku sedikit khawatir Dan berkata: "Sindu jangan minta komputer atau barang2 lain yang Mahal yah, karena ayah saat ini tidak punya uang." Sindu menjawab, "jangan khawatir, Sindu tidak minta barang2 Mahal kok."
Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan Dan kelihatannya sangat menderita dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu. Dalam hatiku aku marah sama istri Dan ibuku yang memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya. Setelah Sindu melewati penderitaannya dia mendekatiku dengan Mata penuh harap Dan semua perhatian (aku ,istriku Dan juga ibuku) tertuju kepadanya. Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin pada Hari Minggu.
Istriku spontan berkata, "permintaan Gila, anak perempuan dibotakin,tidak mungkin!" Juga ibuku menggerutu jangan terjadi dalam keluarga Kita, dia terlalu banyak nonton TV. Dan program2 TV itu sudah merusak kebudayaan Kita. Aku coba membujuk: "Sindu kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami semua akan sedih melihatmu botak." Tapi Sindu tetap dengan pilihannya, "tidak Ada 'yah, tak Ada keinginan lain," kata Sindu. Aku coba memohon kepada Sindu, "tolonglah kenapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami." Sindu dengan menangis berkata, "ayah sudah melihat bagaimana menderitanya aku menghabiskan nasi susu asam itu Dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi permintaan aku kenapa ayah sekarang mau menarik perkataan Ayah sendiri? Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran moral, bahwa Kita harus memenuhi janji Kita terhadap seseorang apapun yang terjadi seperti Raja Harishchandra (raja India jaman dahulu kala ) untuk memenuhi janjinya raja real memberikan tahta, kekuasaannya, bahkan nyawa anaknya sendiri." Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku, "janji Kita harus ditepati." Secara serentak istri Dan ibuku berkata, "apakah aku sudah Gila?" "Tidak," jawabku, "kalau Kita menjilat ludah sendiri, dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri." "Sindu permintaanmu akan kami penuhi." Dengan kepala botak, wajah Sindu nampak bundar Dan matanya besar Dan bagus.
Hari Senin aku mengantarnya ke sekolah, sekilas aku melihat Sindu botak berjalan ke kelasnya Dan melambaikan tangan kepadaku sambil tersenyum aku membalas lambaian tangannya. Tiba2 seorang anak laki2 keluar dari Mobil sambil berteriak, "Sindu tolong tunggu saya." yang mengejutkanku ternyata kepala anak laki2 itu botak aku berpikir mungkin "botak" model jaman sekarang.
Tanpa memperkenalkan dirinya seorang wanita keluar dari Mobil Dan berkata, "anak anda,Sindu benar2 hebat. Anak laki2 yang jalan bersama-sama dia sekarang, Harish adalah anak saya, dia menderita kanker leukemia." Wanita itu berhenti berkata-kata, sejenak aku melihat air matanya mulai melelh dipipinya " bulan lalu Harish tidak masuk sekolah,karena chemo therapy kepalanya menjadi botak jadi dia tidak mau pergi kesekolah takut diejek oleh teman2 sekelasnya. Nah, Minggu lalu Sindu datang ke rumah Dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi. Hanya saya betul2 tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Harish. Tuan Dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan mempunyai anak perempuan yang berhati mulia." Aku berdiri terpaku Dan tidak terasa air mataku meleleh. Malaikat kecilku tolong ajarkanku tentang arti sebuah kasih.
Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)
dari milis motivasi

Rahasia Kebahagiaan

INSPIRASI PAGI/ IMELDA FM

Aku teringat sebuah cerita nenekku pada waktu Aku kecil, yang dapat menjadi pelajaran untuk kita semua, demikian ceritanya :

Ada seorang anak yatim piatu yang tak punya keluarga dan tak ada yang mencitainya. Pada suatu hari, saat ia sedang berjalan-jalan di padang rumput sambil merasa sangat sedih dan kesepian, ia melihat seekor kupu-kupu kecil terperangkap dalam semak berduri. Semakin kuat kupu-kupu itu berjuang untuk membebaskan diri, semakin dalam duri menusuk tubuhnya yang rapuh. Dengan hati-hati anak yatim piatu itu melepaskan kupu-kupu itu dari perangkapnya.

Kupu-kupu itu tidak terbang, tapi berubah menjadi peri yang cantik. Anak kecil itu menggosok matanya karena tak percaya. "Untuk kebaikan hatimu," peri baik itu berkata pada si anak "Aku akan mengabulkan permintaanmu." Si anak kecil berpikir sejenak lalu menjawab, "Aku ingin bahagia!" Peri itu berkata, "Baiklah," lalu mencondongkan tubuhnya pada si anak dan berbisih di telinganya. Lalu peri baik itu menghilang.

Saat anak kecil itu tumbuh dewasa, tak ada orang lain yang sebahagia dirinya. Semua orang menanyakan rahasia kebahagiaannya. Ia hanya tersenyum dan menjawab "Rahasia kebahagiaanku adalah aku mendengarkan nasihat seorang peri baik waktu aku masih kecil."

Waktu ia sudah tua dan akan menemui ajal, tetangganya berkumpul di kamarnya, takut kalau rahasia kebahagiaannya akan dibawa mati. "Katakanlah pada kami," mereka memohon "Katakanlah apa yang dikatakan peri baik itu," Wanita tua cantik itu hanya tersenyum dan berkata, "Ia memberitahuku bahwa semua orang, tak peduli mereka tampak semapan apapun, setua atau semuda apapun, sekaya atau semiskin apapun, mereka memerlukanku."
dari milis motivasi

Sunday, August 13, 2006

Pernahkah Kamu Merasa Bosan?

Pada awalnya manusialah yang menciptakan kebiasaan. Namun lama kelamaan, kebiasaanlah yang menentukan tingkah laku manusia.

Ada seorang yang hidupnya amat miskin. Namun walaupun ia miskin ia tetap rajin membaca.
Suatu hari secara tak sengaja ia membaca sebuah buku kuno. Buku itu mengatakan bahwa di sebuah pantai tertentu ada sebuah batu yang hidup, yang bisa mengubah benda apa saja menjadi emas. Setelah mempelajari isi buku itu dan memahami seluk-beluk batu tersebut, iapun berangkat menuju pantai yang disebutkan dalam buku kuno itu. Dikatakan dalam buku itu bahwa batu ajaib itu agak hangat bila dipegang, seperti halnya bila kita menyentuh makhluk hidup lainnya.

Setiap hari pemuda itu memungut batu, merasakan suhu batu tersebut lalu membuangnya ke laut dalam setelah tahu kalau batu dalam genggamannya itu dingin-dingin saja. Satu batu, dua batu, tiga batu dipungutnya dan dilemparkannya kembali ke dalam laut. Satu hari, dua hari, satu minggu, setahun ia berada di pantai itu. Kini menggenggam dan membuang batu telah menjadi kebiasaannya.

Suatu hari secara tak sadar, batu yang dicari itu tergenggam dalam tangannya. Namun karena ia telah terbiasa membuang batu ke laut, maka batu ajaib itupun tak luput terbang ke laut dalam. Lelaki miskin itu melanjutkan 'permainannya' memungut dan membuang batu. Ia kini lupa apa yang sedang dicarinya.

Teman, pernahkah kita merasakan kalau hidup ini hanyalah suatu rentetan perulangan yang membosankan? Dari kecil, kita sebenarnya sudah dapat merasakannya, kita harus bangun pagi-pagi untuk bersekolah, lalu pada siangnya kita pulang, mungkin sambil melakukan aktifitas lainnya, seperti belajar, nonton TV, tidur, lalu pada malamnya makan malam, kemudian tidur, keesokkan harinya kita kembali bangun pagi untuk bersekolah, dan melakukan aktifitas seperti hari kemarin, hal itu berulang kali kita lakukan bertahun-tahun !! Hingga akhirnya tiba saatnya
untuk kita bekerja, tak jauh beda dengan bersekolah, kita harus bangun pagi-pagi untuk berangkat ke kantor, lalu pulang pada sore/malam harinya, kemudian kita tidur, keesokan harinya kita harus kembali bekerja lagi, dan melakukan aktifitas yang sama seperti kemarin, sampai kapan?

Pernahkah kita merasa bosan dengan aktifitas hidup kita?Kalau ada di antara teman²ku ada yang merasakan demikian, dengarkanlah nasehatku ini :"Bila hidup ini cuman suatu rentetan perulangan yang membosankan, maka kita akan kehilangan kesempatan untuk menemukan nilai baru di balik setiap peristiwa hidup."Artinya, jangan melihat aktifitas yang kita lakukan ini sebagai suatu kebiasaan atau rutinitas , karena jika kita menganggap demikian, maka aktifitas kita akan amat sangat membosankan !!

Cobalah maknai setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup kita, mungkin kamu akan menemukan suatu yang baru, sesuatu yang belum pernah kamu ketahui sebelumnya, "Setiap hari merupakan hadiah baru yang menyimpan sejuta arti."
dari milis motivasi

Wednesday, August 02, 2006

Memberi, ketika dibutuhkan

INSPIRASI PAGI/ IMELDA FM

Waktu itu, ketika saya masih seorang sukarelawan yang bekerja di sebuah rumah sakit, saya berkenalan dengan seorang gadis kecil yang bernama Liz, seorang penderita satu penyakit serius yang sangat jarang. Kesempatan sembuh, hanya ada pada adiknya, seorang pria kecil yang berumur 5 tahun, yang secara mujizat sembuh dari penyakit yang sama. Anak ini memiliki antibodi yang diperlukan untuk melawan penyakit itu.

Dokter kemudian mencoba menerangkan situasi lengkap medikal tersebut ke anak kecil ini, dan bertanya apakah ia siap memberikan darahnya kepada kakak perempuannya. Saya melihat si kecil itu ragu-ragu sebentar, sebelum mengambil nafas panjang dan berkata "Baiklah... Saya akan melakukan hal tersebut.... asalkan itu bisa menyelamatkan kakakku".

Mengikuti proses tranfusi darah, si kecil ini berbaring di tempat tidur, disamping kakaknya. Wajah sang kakak mulai memerah, tetapi Wajah si kecil mulai pucat dan senyumnya menghilang. Si kecil melihat ke dokter itu, dan bertanya dalam suara yang bergetar... katanya "Apakah saya akan langsung mati dokter... ?" Rupanya si kecil sedikit salah pengertian. Ia merasa, bahwa ia harus menyerahkan semua darahnya untuk menyelamatkan jiwa kakaknya.

Lihatlah... bukankah pengertian dan sikap adalah segalanya.... ?
dari milis motivasi

Keledai dan Sumur

INSPIRASI PAGI/ IMELDA FM

Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, semetara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya. Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun dan ditutup karena berbahaya, jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekopi tanah ke dalam sumur

Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya. Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu.Sementara tetangga-2 si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri!

Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari 'sumur' (kesedihan, masalah, dsb) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita) dan melangkah naik dari 'sumur' dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan. Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari 'sumur' yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah ! Guncangkanlah hal negatif yang menimpa dan melangkahlah naik !!!

GUNCANGKANLAH !!!!

"Entah ini adalah waktu kita yang terbaik atau waktu kita yang terburuk, inilah satu-satunya waktu yang kita miliki saat ini !" Have a good day for u !
dari milis motivasi