Saturday, August 22, 2009

Daftar Orang Penting

Kalau kita ditanya "untuk apa kita bekerja", maka jawabannya pasti untuk kesejahtaraan dan kebahagiaan keluarga.

Sekarang pertanyaannya; apakah selama ini kita telah mensejahterakan dan membahagiakan keluarga kita?

Setiap orang yang bekerja keras siang dan malam tidak lain adalah untuk memberikan kebahagian kepada orang-orang dekat dan lingkungannya. Mereka bekerja untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani setiap anggota keluarga yang menjadi tanggung jawabnya.

Tidak jarang mereka mengorbankan waktu dan pikirannya hanya untuk mendapatkan sesuatu yang dapat membahagiakan dirinya maupun keluarganya. Mereka sibuk mengatur waktu untuk melakukan hubungan bisnis dengan orang-orang yang mereka anggap penting yang dapat memberikan kebahagiaan buat mereka.

Tapi pada kenyataan, banyak para orang tua yang terlalu sibuk dengan urusan dan bisnis mereka sehingga mereka melupakan tujuan mereka untuk membahagiakan keluarganya. Mereka beranggapan, dengan kerja keras mereka selama ini dengan materi yang berkecukupan bisa memberikan kebahagiaan buat mereka. Mereka sibuk melakukan hubungan dengan orang-orang yang mereka anggap penting, tapi mereka lupa bahwa keluarga juga merupakan orang-orang penting yang akan mendorongkan mereka untuk lebih maju.

Karena mereka mengaggap orang lain lebih penting dari keluarga, sehingga mereka sering lupa untuk memberikan sentuhan komunikasi dan kebersamaan dalam keluarga. Yang ada dalam pikirannya; bahwa dia telah mencukupi kebutuhan materi keluarga, sehingga dengan demikian kebutuhan keluarga sudah terpenuhi lahir bathin.

Sebagai ilustrasi sederhana mungkin bisa disimak cerita dibawah ini:

Seorang ayahnya yang super sibuk, yang bekerja setiap hari dengan waktu yang sangat padat. Sehingga demikian sibuknya, dia tidak punya waktu untuk berkumpul dengan keluarganya.

Pada satu hari, sang ayah dikunjungi oleh sang anak di ruang kerjanya. Sang anak memperhatikan sang ayah bekerja; mengetik di komputer, menulis di buku dan sebagainya. Tapi sang ayah tetap fokus dengan pekerjaannya atau mungkin tidak menyadari kehadiran sang anak.

Melihat kesibukan ayahnya, maka sang anak bertanya kepada sang ayah:

Anak: "Ayah, sedang ngapaian?"
Ayah: "Ayah sedang membuat dafar orang penting yang ingin ayah kunjungi hari ini"
Anak: "Apakah nama saya ada dalam daftar ayah?"

dari milis motivasi

2 comments:

farid said...

TERIMA KASIH DIINGATKAN UNTUK LEBIH MENDEKATKAN DIRI PADA KELUARGA. BRAVO IMELDA !!

ARUMNI NURIKA PUTRI SUNGKONO said...

Rasa Sayang Ibu kepada Anaknya Seorang

suatu hari pada hari kamis tanggal 21 agustus tahun 1980 ada seoarang anak perempuan melihat ibuknya yang sedang memasak didapur pada siang harinya....kemudian anak itu menghampiri ibuknya,... dengan secarik kertas ditangannya, saat dikasihkan kertas ibunya lalu membacanya dengan sambil tersenyum lebar.....
isi kertas td :
1. Membantu Ibu Membersihkan tempat tdr : Rp 10.000,-
2. Membantu Ibu Belanja Ke Pasar : Rp 10.000,-
3. Membantu Ibu Membuang sampah : Rp. 10.000
4. Membantu Ibu Bersih semua isi rumah : Rp. 50.000,-
jadi keseluruhan total Q membantu ibu... Upahnya : Rp 80.000,-
kemudian ibu itu menulis sesuatu dibalik kertas td :
1. mengandung selama 9bln : GRATIS
2. menahan sakit saat kelahiranmu : GRATIS
3. mengasuh dan mengkhawatirkan km setiap hari : GRATIS
4. menjaga, menghidupi kamu selam ini : GRATIS
jdi jmlah keseluruhan total rasa sayang Q padamu "GRATIS"